Naruto© Masashi Kishimoto
Totally Spies© Marathon Media
.
.
.
Chapter 13
...
Naruto menoleh ke atas, si bos AW bertopeng mirip Iron man tersebut duduk di atas tepi pagar dengan santai.
"Kau... APA YANG KAU LAKUKAN PADA MEREKA!?" tanya Naruto.
"Hmm gadis-gadismu itu masuk ke markas rahasiaku tanpa izin. tapi kurasa, mereka masuk atas perintahmu ya?"
"ggrr, ini adalah misi. tujuan kami adalah menangkapmu!" seru Naruto lagi.
"Jika tujuanmu memang menangkapku, kau sudah berhadapan denganku sekarang tuan Rubah ekor sembilan" kata si bos AW lagi.
Naruto mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, dia melirik lagi ke tiga spiesnya yang sedang diikat dalam kondisi miris seperti ini. tubuh mereka jadi penuh dengan luka, bahkan Gauntlet yang tadinya mereka kenakan juga tidak ada lagi. entah kenapa Naruto merasa hampir gagal menyelamatkan ketiganya.
"Aku masih dendam padamu saat itu! Kau menghancurkan segala yang ku rancang di cetak biru itu. Dan kini pembalasan, aku sudah membuat cetak biru yang baru dan kau akan merasakan akibatnya!"
"Apa!?" Naruto sampai terkejut.
Jangan-jangan… waktu itu dia…
si bos AW mengeluarkan sebuah gulungan Jikkunan Ninjutsu di tas roket dan satelit buatannya. seketika, hasil rancangan yang akan ia laksanakan tersebut pun langsung lenyap.
BOFHT!
"Hei! ka-kau...!"
"Aku sengaja menyembunyikan Satelit ku ini agar kau tak menghancurkannya, hehehe!"
"Aku sudah disini, tapi kuminta lepaskan mereka bertiga dulu!"
"Hooo, kau ingin mereka bertiga bebas?"
"N-Naruto...?" Clover memanggil.
"Kalian bertiga, jangan khawatir! aku akan membebaskan kalian!" kata Naruto.
"hati-hati! dia punya banyak jurus! kau tak bisa melawannya sendirian, Naruto!" giliran Alex yang ikut menyeru.
"Heh, aku juga tak menyangka kalau gadis-gadis itu juga membawa peralatan anehnya! aku menyita jetpack mereka! sekarang kalian tidak bisa lagi menggunakan alat mata-mata ini. oh ya, sekalian tiga gauntlet pemberianmu. ini jadi milikku ya? hahahaha!" kata si bos AW.
"Ugghh kalau kedua tali ini lepas dari tanganku, aku akan langsung mencekikmuuu!" kata Alex.
"Gadis-gadis ini tanggung jawabku, jadi... serahkan padaku!" kata Naruto.
"Dari sejak pertama kali kita bertemu, aku ingin sekali bisa bertarung dengan serius padamu. ini kesempatan langka, kalau aku menang, aku akan membebaskan remaja-remaja labil ini tanpa pengecualian!" jawab si bos AW sambil tertawa lagi.
SUITON NO JUTSU!
BYUUURR!
Air langsung merembes deras hingga membasahi seisi ruangan. sekarang ruangan tersebut menjadi banjir yang semakin lama semakin naik.
"gawat!?"
Naruto langsung berdiri di atas air.
"Aku sengaja membanjiri ruangan ini, biar pertarungan kita semakin seru. apalagi kau bisa berjalan di atas air, iya kan Uzumaki?"
"WAAAA! kita akan mati tenggelam! kita akan mati! kita akan mati!" Clover langsung panik. dia bersama Sam dan Alex berusaha melepaskan ikatan tali yang mengikat pergelangan tangan mereka sekuat mungkin.
Bos AW sengaja menambah justu airnya semakin banyak agar ruangan ini jadi cepat tenggelam. "Ayo Uzumaki! keluarkan jurus-jurus andalanmu! HAHAAHHA!
"nggh tak perlu banyak bicara! RASENGAN!"
Naruto mengeluarkan jutsu rasengan ke si bos AW, namun sayang tubuh si bos AW malah dapat tertembus sehingga rasengannya Naruto jadi tak berguna.
"Apa!?"
"hehehe!"
Gerp!
Tangan Naruto pun di pegang, si bos AW langsung melempar pria pirang ini jauh-jauh.
"Aaaaah!?" Naruto pun terjatuh. kemudian dia bangkit lagi.
"cepat! keluarkan bunshinmu! kita bertarung satu melawan satu!" ucap si bos, dia membuat segel di kedua tangannya dan langsung menciptakan ratusan bunshin.
BOFHT! BOFHT!
Taju Kagebunshin No Jutsu! Naruto ikut membuat segel bunshin di kedua tangannya. dan jumlah bunshinnya tak kalah banyak dengan milik si bos AW.
"Buat api dan semburkan pada pemuda itu!"
Katon Endan No Jutsu!
Bwwoooooosh!
Bunshin si bos AW sama-sama menghirup udara dan langsung menyemburkan api besar.
Bijuu Mode! Naruto langsung mengaktifkan Bijuu mode. terbentuklah mode cakra kuning membentuk wujud kepala Kurama dengan ukuran sangat besar. cakra nya berhasil melindungi dirinya dan bunshin-bunshin nya dari semburan api milik jurus si bos AW.
"Cih! lagi-lagi wujud monstermu itu!"
"ayo Kurama! kita bekerja sama!"
"Baiklah!"
Naruto langsung membuka kedua telapak tangannya dan dua bunshin yang berdiri di sampingnya membuat rasenshuriken.
"Kau takkan bisa mengalahkanku! Uzumaki Narutooooo!" si Bos AW langsung melompat ke arahnya dan mulai melempar senjata shuriken dan kunai ke arahnya.
"Haaaaa-! Rasenshuriken!"
Wussh! Wussh!
Naruto melempar dua buah rasenshuriken sekaligus.
"Ck, sial!" si bos AW menghindari rasenshuriken yang di lempar Naruto, terpaksa dia menggunakan jutsu bunshinnya lagi untuk di jadikan tameng dirinya agar tidak kena serangan mematikan tersebut.
Set!
Naruto tiba-tiba sudah ada di belakangnya bos AW, langsung dia membuat rasenshuriken lagi dan menyerangnya ke punggung si musuh utamanya.
"WAAAAH!"
Untungnya, si bos AW masih bisa menghindar dari serangan cepat Naruto.
"Jangan hanya lari! hadapi aku, pengecut!" seru Naruto.
"ayo-ayo cepat! bagaimana kita bisa melepas tali ini!" tanya Clover.
"i-ini bukan tali biasa! tali ini pasti terlindungi sesuatu!" kata Sam, dia baru menyadari bahwa tali yang mengikat kedua tangannya mengeluarkan aura biru yang bentuknya mirip Chakra, seperti yang pernah Naruto jelaskan padanya.
"lalu apa yang harus kita lakukan!?" tanya Alex lagi.
"Airnya semakin naik! ini bahkan lebih parah sewaktu kita mengincar bos sialan itu di New York!" kata Clover.
"ayolah Sam, berpikir, berpikir, berpikir!"
BUAGGH!
"aaaah!" Naruto menepis jutsu angin dari bos AW, dia masih kewalahan meski sudah menggunakan Bijuu Mode.
"uggh, kalau begini terus-terusan, aku tak bisa melepaskan mereka bertiga. apa yang harus ku lakukan?" gumam Naruto, di tengah-tengah pertarungannya dengan bos AW, dia masih sempat memikirkan nasib tiga spiesnya.
BRAAKH!
Untung saja Naruto cepat menghindar dari Jutsunya bos AW.
"Jangan diam saja kau! ayo bertarung lebih serius lagi Uzumaki Narutooooo! ngoahahahahahaha!"
"ah!?" Sam baru ada ide. Ice Queen Parfume!
Sial, jetpack backpack-nya di pegang bos itu, bagaimana caranya ya? Sam sampai harus berpikir keras.
"NARUTO!" Sam langsung menyeru.
"Sam!?" Naruto menyahut, kedua tangan dan kakinya masih fokus menepis serangan-serangan jutsu yang di lemparkan bos AW padanya.
"Bertahanlah disitu! aku akan membebaskan kalian!" kata Naruto.
"Bukan itu! Jetpack kami!"
"APA!?"
"aku mengerti!" gumam Naruto. tadi Sam memanggilnya untuk mengambil jetpack mereka yang berisi peralatan gadget mata-mata. Tanpa lama-lama, Naruto langsung membuat lima bunsin. dan lima bunshinnya tersebut secara bersamaan membuat Rasenshuriken bermacam ukuran. target mereka adalah : membuat bos AW lengah!
"Rasenshuriken!"
Hup!
Bos AW berusaha menghindari serangan bertubi-tubi dari rasenshuriken milik Naruto.
"Ah! aku bosan dengan jurusmu itu, Uzumaki!" kata bos AW.
"TAK PEDULI!"
WUUSSH!
Naruto melempar rasenshurikennya sampai menukik ke belakang punggung bos AW hingga menabraknya.
"AAARGH!?"
"Berhasil!"
Bunshin Naruto langsung menangkap jetpack tersebut dan melemparnya lagi ke Naruto yang asli.
"Bagus!"
"Ah! Naruto! kau memang mengerti maksudku!" kata Sam lagi.
"Cepat Naruto! ambilkan Ice Queen Parfume nya!" pekik Alex.
"Serahkan padaku!" Kata Naruto, dia mulai membuka isi jetpack dan-
DOR!
"AH!?"
Lesatan Peluru kecil membuat Naruto terkejut hingga peralatan gadget milik Sam jatuh semua ke air.
DOR! DOR! DOR!
Ternyata bos AW mempunyai pistol. dia menembaki bunshin Naruto satu persatu dengan pistolnya tersebut.
"PISTOL!?" Semuanya pun terkejut.
"Aku yakin sekalipun kau menggunakan chakra monstermu itu, takkan pernah mempan dengan peluru yang terlapis chakra ini! HAHAHAHA!"
Naruto menghindari peluru tersebut, akan sangat berbahaya jika dirinya kena peluru itu dan pasti dia takkan bisa menyelamatkan spiesnya. Naruto sampai berpikir keras, mungkin satu-satunya pilihan yang harus ia ambil adalah menyelamatkan spies-nya dulu!
"HAHAHAHA! Ayolah Uzumaki! serang aku dengan bunshin-bunshinmu itu!"
"Naruto! HATI-HATI!" Clover menyeru.
Air semakin naik, kini hampir sepinggang mereka.
Si bos AW tak henti-hentinya menembakkan peluru panasnya ke Naruto. dan Naruto sendiri belum sempat untuk menyerang balik.
"Prioritas utama, mereka bertiga dulu!" gumam Naruto. dia langsung melempar lima kunai yang di lapisi chakra kurama, dan kunai tersebut mengarah ke tali yang mengikat pergelangan tangan spies-nya.
TRANG!
"AAH!"
Akhirnya, Sam, Clover dan Alex bebas.
Air semakin naik dan naik terus tak henti. ketiganya hampir tenggelam, Naruto pun cepat-cepat menggendong ketiga spiesnya dan langsung melarikan diri dari pabrik.
"NARUTOO!?"
"Aku akan membawa kalian keluar dari sini" kata Naruto.
"Ba-bagaimana dengan bos AW?!" tanya Clover.
"Lupakan dia!" jawab Naruto. "Yang penting kalian dulu yang selamat!"
"Mencoba kabur, heh?" Si bos AW seperti mengaktifkan sesuatu ketika dia menekan tombol di gauntlet andalannya. dan ternyata...
BOOM!
"APA!?"
Dinding ruangan ternyata sudah di lapisi kertas peledak. Naruto dan Spiesnya tak bisa kemana-mana lagi.
"Kesana!" kata Naruto lagi. tapi sayang, ketika mereka pergi ke jalur lain masih ada kertas yang meledak.
BOOM!
"Uggh! kau sengaja membuat jebakan ya!?" tanya Naruto, kesal.
BOOM!
BOOM!
"Takkan ku biarkan kalian pergi kemana-mana! KARENA AKU INGIN SEKALIAN MEMBUNUHMU DAN JUGA SPIES LABIL MU ITU, UZUMAKI!" teriak si bos AW. ledakan terjadi dimana-mana, sedangkan di bawah air semakin naik.
Naruto pun mendarat kembali ke atas air dengan kedua tangannya yang menggendong Alex dan Clover dan Sam yang berada di belakang punggungnya.
"Kita tak bisa lari, Naruto! ini sudah satu-satunya kesempatan kita untuk menangkap dia. kalau kita lari, kita takkan bisa menghentikan aksi jahatnya lagi!" Sam menjelaskan.
"aku tahu Sam, tapi sepertinya... untuk saat ini, aku jadi merasa... nyawa kalian yang harus di utamakan!" ucap Naruto.
"Tak perlu mengkhawatirkan kami! kami ini Spies!" sahut Alex.
"Kalian tidak punya kekuatan Ninja! kalian hanya bisa mengandalkan Gauntlet yang kuberikan, lawan kalian ini bukan orang sembarangan. meskipun dia menggunakan teknologi untuk membuat jutsu barunya, namun dia bukanlah seorang Ninja biasa. dia adalah Ninja dengan buronan paling di cari.. di seluruh dunia!" jelas Naruto.
Sam, Clover dan Alex sampai terkejut. "APA!?"
"Akan ku jelaskan mengapa bos AW mengincarku, tapi untuk saat ini... kita harus kabur!"
"Tunggu! kami masih bisa melawan! biarkan kami turun!" kata Clover.
"Clover, kau tak punya peralatan lagi untuk melawan. jetpack-nya Sam tadi tenggelam,
Gauntlet kalian ada bersama bos AW, kita tak punya pilihan lain!"
BOOM!
Kertas terus meledak, Naruto sampai harus melompat kesana-kemari hanya untuk menghindari reruntuhannya.
"Hahahaha! MATI KALIAN!"
Di samping itu...
Pesawat WOOHP pun masih dalam perjalanan menuju North Russia.
"Jerry, tak ada laporan apapun dari tuan Uzumaki, signal helikopternya mati" kata salah satu petugas.
"Sudah kuduga, ini pasti terjadi. jangan sampai terlambat, cepat atau lambat kita harus sampai ke markas AW!" kata Jerry, lantang.
"SIAP!"
Jerry semakin bingung, dia membaca surat yang diberikan salah satu bawahannya dan berisi :
Dear WOOHP :
Satelit akan di luncurkan hari ini, tapi sayang sekali kau bodoh mengirim Spiesmu ke sana karena kami telah menjebaknya. kau terlambat, mereka akan mati didalam pabrik tua kami.
Salam hangat dari AW
P.S : btw, kebetulan kami juga ingin menangkap Uzumaki Naruto. kami sekalian akan membunuhnya. terima kasih Jerry Lewis.
"Ugghh, bodoh sekali aku. kupikir informasi yang kudapat selama ini sudah cukup untuk menangkap mereka" gumam Jerry.
Sekarang, harapan dia adalah Naruto dan Spiesnya selamat hidup-hidup.
BOOM!
"Tak ada jalan keluar lagi, kita benar-benar terjebak disini!" kata Alex.
"Ughhh..." Naruto sampai pegal karena tubuhnya masih harus kuat menggendong tiga spiesnya.
"Hei, aku jadi ingin bertanya pada kalian" kata Naruto.
"Apa?"
"Kalian bertiga beratnya bertambah ya?" tanya Naruto.
JITAAAAAAAK!
Alhasil, Naruto mendapat bonus benjolan di kepalanya.
"Bukan saatnya bertanya seperti itu!" kata Sam.
"A-aku sudah diet! tidak mungkin beratku bertambah hari ini!"
"Oh tidak...! Naruto mengatakan beratku bertambah, aku harus diet..." Clover malah menggumam.
"Ini serangan terakhirku!"
Bos AW mengulurkan tanganna ke depan dengan gauntlet terbuka. Naruto mulai curiga bahwa bos bertopeng mirip Iron Man itu akan mengeluarkan sebuah... Jurus berbahaya sekaligus. Sebuah pusaran terbentuk di atas gauntletnya, berapi dan semakin lama semakin besar.
"Tidak mungkin..."
"HAHAHAHA! KALIAN BENAR-BENAR TERJEBAK! akhirnya dendamku terbalaskan juga! Uzumaki!"
"Naruto! dia akan mengeluarkan jutsu apa!?" tanya Clover.
Naruto sampai gemetar, dia memilih diam.
"Ini dia! RASENGAN BERAPI!"
Bwwooooooossh!
Dua rasengan berapi berukuran besar! bos AW akan melemparnya ke arah Naruto.
"Dia akan membunuh kitaaaaaa!" Alex langsung panik.
"MAKAN INI! HYAAAAAAAAAAAAA-!"
Naruto sampai diam, sementara ketiga spiesnya menatap serangan tersebut hingga...
BLAAAAAAAAAAAAAAAAAAARR!
Ledakan besar di pabrik tersebut tak bisa mereka hindari lagi hingga salju yang ada di sekitar pabrik tersebut meleleh dan pohon-pohon besar ikut terbakar.
Beberapa jam kemudian
Pasukan WOOHP datang ke lokasi.
"Ah!?"
Jerry benar-benar di buat terkejut, mereka terlambat. pabrik tersebut sudah terbakar dan hampir hangus. bahkan beberapa penjaga AW pun ada yang tergeletak di sekitar pabrik tersebut, mungkin sudah mati.
"tuan Lewis, apa kita terlambat?" tanya salah satu asistennya.
"tidak mungkin..." Jerry sampai gemetar. dia perintahkan beberapa pasukannya untuk segera menurunkan helikopter. tanpa lama, Jerry pun membuka pintu helikopter dan segera turun menuju pabrik terbakar itu.
"Naruto! Sam! Alex! Clover!" Jerry menyeru.
"tuan Lewis, para petugas AW ini sepertinya sudah mati"
"Kita kesini mencari mereka berempat. aku yakin mereka masih selamat! lakukan pencarian terhadap mereka sekarang juga!"
"SIAP!"
Jerry masih yakin kalau mereka berempat masih hidup. apalagi Naruto yang mempunyai kekuatan Shinobi. mungkin setelah menemukan mereka berempat Jerry akan meminta maaf karena telah mengirim mereka kedalam misi berbahaya. itupun jika keempatnya ketemu...
Tapi, kalau tidak...
"aah tidak tidak tidak, mereka pasti ketemu" Jerry meyakinkan dirinya sekali lagi.
Badai Salju semakin berhembus kencang.
Dia membuka matanya perlahan. tubuhnya sangat dingin, seperti di selimuti sesuatu. dia menatap langit-langit awan yang gelap dan beberapa butiran putih yang berhembus sangat cepat.
"ah!?"
Sam siuman dari pingsannya. dia menoleh ke kiri dan ke kanan. sangat sepi.
"a-apa yang terjadi?" gumamnya.
"Syukurlah kau sudah bangun, Sam" kata Naruto yang sedang duduk di bawah pohon.
"NARUTO!?"
"Aku baik-baik saja" kata Naruto, sedikit tersenyum.
"Tidak! tubuhmu!?"
Tubuh Naruto penuh dengan darah, jas hitamnya sampai robek. tapi nampaknya Naruto sangat tak mempermasalahkan itu.
"A-apa yang terjadi? bukankah kita-"
"Ya, kalau aku tidak mengeluarkan chakra bijuuku sebanyak-banyaknya, kita akan mati kena rasengan berapi itu" kata Naruto.
"Dimana Clover dan Alex!?"
"Jangan khawatir, keduanya ada disini. mereka belum sadar" kata Naruto lagi. Clover dan Alex masih terbaring di sebelahnya dan belum bangun juga.
"fuhh... syukurlah..." Sam menunduk lemas. kini mereka berlindung di bawah pohon besar, berusaha menahan dinginnya hembusan badai salju yang semakin lebat di hutan Russia ini.
"Sudah berapa jam kita disini?"
"5 Jam yang lalu"
"5 JAM!?"
"Saat bos AW menyerang kita dengan rasengan berapi, aku langsung mengeluarkan wujud bijuuku besar-besar untuk melindungi kalian. dan setelah itu, kita langsung kabur dari ledakan tersebut..." kata Naruto.
"Naruto..."
"Aku membiarkan orang itu pergi... dan sekarang, kita ada disini. sangat jauh dari lokasi pabrik"
"Kenapa kita tidak berteduh di Gua saja?" tanya Sam.
"tak ada Gua disini, hanya pepohonan. beruntung aku menemukan pohon besar ini. yah... setidaknya, meskipun kedinginan. tubuh kita takkan kena butiran salju yang tebal itu" ucap Naruto.
"Bahkan kita tak mengenakan jaket..."
Naruto pun terdiam. iris birunya menatapi hembusan-hembusan angin yang membawa butiran salju dengan lebatnya. "aku membiarkan bos AW itu kabur, karena... kita benar-benar dalam ledakan saat itu. aku tak punya pilihan lain kecuali menyelamatkan kalian"
Sam menghela nafas ringan "Terima kasih, Naruto"
"Kau tidur lagi saja. aku akan membangunkanmu begitu badai salju ini selesai"
"Aku tak bisa tidur lagi, disini dingin"
Naruto tetap diam. dia masih lelah usai misi yang ia emban untuk menangkap musuhnya. sayang sekali, bos AW itu kabur dengan mudahnya sehingga membuat dirinya terjebak dalam bahaya.
"Naruto?"
"Ya?"
"Kau belum sempat menjelaskan bagaimana kau dan orang itu bertemu" kata Sam.
"Itu terjadi sebulan sebelum aku mengenal kalian" kata Naruto lagi.
"eh?"
"Ada penyebabnya mengapa bos AW itu mengincarku. bahkan sampai ingin membunuhku..."
Naruto menghela nafas lagi. udara semakin dingin, paru-parunya juga ikut dingin dan inilah yang membuatnya hampir kesulitan untuk bernafas. Sam mendengarkan cerita Naruto dengan seksama.
"Itu berawal ketika aku dan beberapa petugas WOOHP mengunjungi wilayah gunung Aconcagua. kami mendapat informasi tentang rencana 'Pengendali Otak Umat Manusia' dari kepolisian LA. WOOHP diminta kesana untuk menyelidikinya, dan kebetulan sekali aku terlibat. Jerry percaya padaku, makanya dia memintaku untuk memimpin misi tersebut."
"..."
"Kami mendaki gunung aconcagua, dan menemukan sebuah gua misterius, aku yakin Gua itu bukan buatan alam. tapi buatan tangan manusia, kami menyelinap dengan memasukkan Drome kedalam Gua. kami berhasil mendengar kegiatan apa saja yang ada didalam Gua itu hingga..."
"Hingga?"
"Drome kami ketahuan, mereka pun menghancurkannya. mau tak mau kami langsung masuk kedalam Gua mereka dan berusaha menangkap mereka. aku melihat salah satu orang yang memegang sebuah Blue Print di tangannya…"
Naruto terdiam sejenak. dia menutup matanya sebentar mengingat awal kejadian mengapa bos AW dendam padanya.
"Kalian! tangkap anak buahnya, biar aku yang menangkap bosnya!"
"SIAP!"
Naruto mengejar orang yang mengenakan hoodie tebal tersebut sedang memegang sebuah kertas Blue Print. pasti kertas tersebut berisi informasi penting yang mungkin kepolisian LA sebut sebagai 'Pengendali Otak Umat Manusia'
Kage Bunshin No Jutsu!
"WAAA! kau...! punya jurus... ninja!?"
Bunshin Naruto berhasil menangkap orang tersebut. Blue print lepas dari tangannya.
"Jelaskan padaku, apa yang kau gambar di Blue print ini?" tanya Naruto.
"Jangan coba-coba kau membacanya! AKAN KU HANCURKAN KAU!"
Naruto membacanya, seketika pasang matanya membulat kaget. ini adalah Rancangan
Roket dan Satelit beserta gambar Earphone yang akan ia buat. bahkan lengkap dengan
daftar susunan rencana yang dia buat.
"Kau ingin mengendalikan otak semua manusia di seluruh dunia? kejahatanmu sepertinya sudah masuk sebagai buronan kelas kakap. ikut aku ke penjara sekarang juga" kata Naruto.
"HEI! KALIAN TAK BISA MENANGKAPKU BEGITU SAJA!"
Naruto mengeluarkan korek api dan mulai membakar Blue print tersebut.
"JA-JANGAN! APA YANG KAU LAKUKAN!?"
Bwoossh!
Naruto membakarnya, ia tahu Blue print ini cukup berbahaya. meski cetak biru ini sudah ada di tangannya, Naruto takkan membacanya lebih lanjut karena sudah paham maksud gambar dari cetak tersebut.
"Maaf, kau takkan punya rencana lagi. ayo bawa dia keluar dari sini"
"gggrr kau..."
"hm?"
RASAKAN INI!
BWUAAAAAAAARR!
"aaargh!?" dua petugas WOOHP yang menahannya langsung terkapar. Wajah mereka melepuh terbakar.
"Kau!?"
Orang itu mempunyai Gauntlet di lengannya. dia langsung menodong benda tersebut ke Naruto. "Kau menghancurkan masa depanku! Blue Print itu rencanaku! akan ku bunuh kau!"
Gauntlet!?
Naruto sampai terkejut. Bagaimana orang ini mempunya Gauntlet, bahkan tembakan yang keluar tadi adalah jutsu api dengan skala kecil.
"Kau diam saja. tugasku disini adalah menangkapmu"
"KU BUNUH KAAAU!"
Naruto langsung meninju wajahnya lagi berulang kali hingga orang tersebut babak belur.
"sialan..."
"Markas ini akan segera di ledakkan, makanya kau harus ikut aku kalau mau selamat"
"apa yang kau lakukan pada markasku!?" tanya orang itu.
"WOOHP akan menghancurkan rancangan satelitmu yang baru setengah jadi itu"
"APA!?"
"Tuan Uzumaki! Ayo keluar! Bom sudah kami pasang!" seru salah satu petugas WOOHP. Naruto mengangguk paham.
"Ayo Keluar"
"TIDAAAAAAAK!"
"Bom akan meledak dalam waktu 1 menit saja! CEPAT IKUT AKU!" Naruto setengah membentak. tapi orang itu sangat bersikeras, dia berusaha mencabuti bom yang masih menempel di rancangan roketnya.
"Hei! apa yang dia lakukan!?"
"Bom waktunya singkat! kita harus keluar dari sini!"
"Kalian keluar saja duluan! aku masih mengurus orang ini!"
"bagaimana denganmu, tuan Uzumaki!?"
"aku akan baik-baik saja!" kata Naruto, tangannya langsung mencengkram baju orang tersebut dan segera mengajaknya keluar.
"ayo! cepat keluar!"
"TIDAK!"
10,9,8,7...
"IKUT AKU!"
"Aku tak mau! Walaupun aku harus mati disini sekalian, meskipun kau membakar cetak biruku, aku takkan mengampunimu! Akan ku balas atas blue print itu!"
6,5,4...
"Gawat!?" Naruto melepas cengkramannya dan keluar dari Gua. membiarkan orang tersebut sibuk sendiri melepas bom tersebut.
3... 2...
BOOM!
Ledakan terjadi didalam Gua tersebut. Naruto selamat, namun sayang dia tak berhasil membawa orang tersebut keluar dari markasnya.
"Dan dari itu, aku menganggap dia sudah mati. tapi ternyata aku salah, dan sekarang ini... ternyata dia masih hidup. entah mengapa dia bisa bertahan hidup dalam ledakan tersebut. dan dia kini dikenal sebagai AW" jelas Naruto.
"Jadi... dia dendam padamu hanya karena kau menghancurkan Blue Printnya?" tanya Sam.
"Benar, aku tak tahu mengapa Blue Print tersebut sangat berarti baginya. dan sekarang... ini dia, pembalasan. Aku mendapat info tentang dia lagi usai 3 bulan kemudian. Makanya WOOHP menjadikan dia sebagai buronan yang paling di cari"
"Lalu, kenapa dia bisa menjadi Ninja?"
"Soal itu, aku tak tahu. Waktu pertama kali bertemu dengannya, dia belum mengenakan topeng, dia hanya memakai hoodie tebal. Mungkin… karena melihat jurus-jurusku, dia berniat ingin sekalian menjadi ninja juga"
"Hm, jadi begitu ya…"
Naruto dan Sam pun akhirnya terdiam. menunggu Badai Salju ini hingga mereda.
"Kita belum gagal Naruto, kita masih punya satu kesempatan lagi"
TO BE CONTINUED
AN : Kembali lagi dengan ErenJeger! #HuuuTelat!
Sebelumnya, Erenjeger minta maaf atas keterlambatan fic ini (yaa emang telat bgt sih). Karena kesibukan autor di dunia nyata. Bener, sibuk bgt… untung author tak melupakan fic ini. Dan oke, mari kita skip alesan author yg absurd ini. Untuk berikutnya progress cerita berlanjut hingga : 65%. Chapter besok akan hampir masuk tahap akhir yang pertama, sebentar lagi… Naruto dan Spies akan menghadapi perang NINJA!
Oke, terima kasih yang udah setia menunggu fic ini. ErenJeger janji akan menyelesaikan fic ini selama apapun pembuatannya. Terima kasih yaa!
Balasan utk Review sebelumnya :
Miyuki Nishikino :terima kasih sudah menunggu Yuki-san! Autorh akan usahakan biar fic ini tetep lanjut! Terima kasih!
Saputralu000 : hehehe, terima kasih!
Uzumaki Hikari : Sudah di jelaskan flashback singkat Naruto dengan si Bos AW. sekarang sudah tahu kan? Terima kasih udah membaca ya Hika-chan. Nanti utk chap-chap besok ada kejutan kok. Terima kasih!
