Totally Spies

Naruto

.

.

.

...

Tap!

Jerry menapakkan sepatunya di atas gundukan salju yang semakin lama hampir tebal, pemandangan yang ia lihat saat ini adalah pabrik bekas markas AW telah hangus. Jerry mulai berpikir bahwa dia sudah terlambat untuk menyelamatkan mereka.

"Tempatnya hancur, hampir rata dengan tanah"

"Dimana mereka?" Jerry bergumam.

"Cari sesuatu, pasti mereka meninggalkan jejak!" kata Jerry, semua bawahannya pun langsung mengiyakan.

Setelah mereka mencari-cari sesuatu, satu dari mereka pun menemukan jejak. bekas kunai yang masih menancap, genangan air dari bekas jurus-jurus mereka, sisa kobaran api yang sudah hangus dan...

"tuan Lewis! lihat yang kutemukan!"

"Apa itu?"

Sebuah Gauntlet.

"Ini kan..."

"Gauntlet milik Spies dan tuan Uzumaki, mereka meninggalkannya disini"

Jerry sangat terkejut, apa pabrik yang telah rata dengan tanah ini juga sekalian menghanguskan tubuh spies dan Naruto hingga tersisa Gauntlet mereka saja?

ah tidak tidak tidak! berpikir positif! mereka masih hidup!

"Isi gauntletnya juga sudah kosong, mungkin saat ledakan terjadi... Naruto dan Spies sudah melarikan diri" kata Jerry.

"Bagaimana anda bisa yakin kalau mereka berempat sudah langsung melarikan diri?" tanya asistennya.

Jerry menatap langit-langit ke atas, butiran salju jatuh semakin deras. "Apa kau yakin kalau seorang Naruto yang punya kekuatan hebat bisa kalah begitu saja? aku percaya pada mereka, terutama Spies ku. mereka tahu apa yang harus dilakukan ketika situasi bahaya terjadi"

Dan semua pun terdiam.

"Untuk saat ini, kita kesampingkan misi utama memburu bos AW. sekarang kita cari

Naruto dan juga Sam, Clover, Alex. ayo!"

"SIAP!"


Sementara itu, jauh di suatu tempat.

Wuuuuussshh

Badai masih berhembus kencang, Hampir 6 jam Naruto dan Spies-nya berteduh di bawah pohon besar. tak ada api unggun untuk menghangatkan diri, bahkan mereka tak punya peralatan apapun lagi kecuali pakaian yang menempel di tubuh mereka. semuanya serba tak ada.

"ughh..." Clover pun akhirnya siuman dari pingsannya.

"Clover? kau baik-baik saja?" tanya Sam.

"Sa-Sammy... apa yang... terjadi?" tanya Clover lagi.

"Sulit di jelaskan, tapi yang penting kita selamat sampai kesini" jawab Sam.

"uhhh... di-dingin..." giliran Alex yang terbangun dengan tubuh menggigil kedinginan.

"maaf Alex, kita tak berteduh di dalam Gua, kita berteduh dibawah pohon" kata Naruto lagi.

"A-apa!?" Clover langsung terbangun. "dimana kita!? dimana!?"

"Kita benar-benar berada di pedalaman, jauh dari lokasi pabrik AW itu" Sam menjelaskan.

"Lalu!? bagaimana aku bisa pingsan!?"

"Kau memang pingsan Clover"

"Sejak kapan!?"

"Sejak bos AW menyerang kita" kata Sam lagi.

"Berapa jam aku pingsan!?" tanya Clover.

"Hampir 5 jam"

"Bagaimana dengan bos AW!?" tanya Clover lagi.

"Dia kabur, kita gagal menangkapnya" Sam menambahkan.

"Bagaimana dia bisa kabur!?" tanya Clover lagi.

"Rasengan tiruan yang dia buat bisa membunuh kita, makanya kita langsung ka-"

"Bagaimana kita bisa langsung selamat!?" tanya Clover lagi.

"Naruto menyelamatkan kita dengan Chakra-"

"Bagaimana kita bisa ada disini!?" tanya Clover lagi, langsung menepuk kepalanya.

"Clover, kau ini banyak pertanyaan" Alex langsung sweatdrop.

"Naruto? apa benar kita harus menunggu saja disini? bagaimana kalau AW langsung memulai aksinya di luar sana?" tanya Sam pada Naruto.

"aku kehabisan chakra, aku tak sanggup membuat bunshin lagi kecuali kalau aku sudah mengumpulkan banyak tenaga. aku sendiri masih memikirkan cara yang tepat untuk menggagalkan rencananya itu"

"Kalau begitu..." Alex langsung berdiri. "kita harus segera pergi dari sini! dia pasti sudah meluncurkan satelitnya dan mengendalikan otak semua orang lewat earphone yang mereka gunakan!" jawabnya.

"Yah, tapi masalahnya hanya cuaca. kau takkan bisa bernafas karena kedinginan, apa kau mau paru-paru mu langsung membeku?" tanya Sam.

"Tapi, kita harus apa sekarang?" Alex bertanya balik.

"ah! cukup dengan ini!" kata Clover. "Aku sudah bosan kalau kita terus seperti ini, membuat rencana, melaksanakannya tapi semua berakhir gagal. dan lain kali! kita tak boleh kalah dengan orang bertopeng Iron Man gila itu!"

"Clover?"

"kita tak bisa diam saja disini! ayo jalan! kita bisa menembus badai salju ini, aku jamin kita takkan mati kedinginan di tempat ini! AYO!" ucapnya lagi, Clover nekat melangkah keluar dari tempat berteduh dan tubuhnya langsung menantang hempasan angin salju yang begitu menusuk.

"Hei! Clover! TUNGGU!" Sam langsung menahan Clover pergi.

"Sammy! apa yang-!?"

BRUUKKH!

Sam mendorong Clover sampai jatuh ke gundukan salju.

"Lepaskan aku, rambut merah! kau tidak bisa menghalangiku!" kata Clover.

"Jangan coba-coba membunuh tubuhmu sendiri Clover! kita tak punya peralatan apa-apa disini!" kata Sam lagi, balas membentak.

"Hello! siapa ketuanya disini!?" sindir Clover, menatap Sam lekat-lekat.

"Tidak ada ketua disini! kita bekerja sama Clover!"

"Hehh, mulai lagi" Alex cuma menggelengkan kepalanya, akan sangat sulit menegur dua temannya kalau sudah kelewat bertengkar.

"Kita disini sudah 6 jam! aku yakin AW itu sudah meluncurkan satelitnya ke langit!"

"Tapi kita tak bisa sembarangan pergi!"

bla bla blah blah!

"SUDAH CUKUP!"

GLEP!?

Sam dan Clover langsung diam seketika. Naruto berjalan ke tengah mereka dan langsung menepuk kepala mereka.

"Dengar, kita ada di pedalaman hutan Rusia, dan aku tak yakin ada orang yang tinggal didalam hutan bersalju seperti ini. aku masih punya cara, jika kita terpaksa 'harus' pergi dari sini" kata Naruto.

"apa itu?"

"Menjauhlah" Naruto menyuruh tiga spiesnya untuk sedikit menjauh.

Dia langsung menggigit ibu jarinya hingga berdarah dan membuat suatu segel jutsu untuk memanggilnya.

Ya, ini satu-satunya pilihan untuk pergi dari hutan bersalju disini.

"Kuchiyose no Jutsu!"

BOOOOOOFFHTT!

Kepulan asap membesar dan makin membesar. Sam, Clover dan Alex akan sulit percaya pada apa yang mereka lihat sekarang.

"WAAAAAAAAAAAAA!?" Ketiganya pun syok.

"Hm, sudah lama tak bertemu ya?" Naruto tersenyum.

Gamakichi!

"Heh? Naruto? kau kah itu?" tanya si katak besar.

"Waahh kau ini semakin mirip dengan Gamabunta tahu!"

"eh?" Gamakichi berkedip sebentar, tak lama kemudian...

"HOI! NARUTO! LAMA TAK BERTEMU!" ucapnya, senang.

"Gamakichi! aku butuh bantuanmu! mohon bantuannya ya!"

"Siapa gadis-gadis yang bersamamu ini Naruto?" tanya si katak.

"Mereka adalah mata-mata, perkenalkan, yang ini Sam, Clover dan Alex" kata Naruto, ketika ia menoleh kebelakang, tiga spiesnya malah menghilang.

"Lho? kemana mereka?"

"Di-disini... Naruto..."

Sam, Alex dan Clover sembunyi di belakang pohon.

"Oi! kenapa kalian sembunyi?"

"Bagaimana kami tidak takut kalau kau memanggil katak raksasa kemari!?" pekik Clover, panik.

"Sungguh! aku belum pernah melihat katak sebesar itu!" sambung Alex.

"Dengar, Gamakichi ini adalah temanku. kita akan pergi dari sini, ku jamin semuanya aman!"

"Benarkah?" tanya Sam.

"Ayo naik ke kepalanya, kita harus selamatkan dunia!" kata Naruto.

Kemudian, Naruto membawa tiga spies-nya naik ke atas kepala Gamakichi. mereka akan segera keluar dari hutan bersalju ini menuju kota, dengan begitu mereka bisa mencari bantuan dan kembali ke markas WOOHP.

"Ayo! jalan!"

DRAAPP!


Seperti katak pada umumnya, Gamakcihi pun melompat-lompat hingga membuat tanah hutan bergetar, hembusan salju semakin cepat namun tidak menyurutkan si katak untuk tetap bergerak maju.

"Naruto! ku kira kau takkan pernah memanggilku, dasar baka!"

Naruto hanya tertawa kikuk "hehehe, maaf Gamakichi, suatu urusan membuatku sibuk,

kau tahu kan?" tanya-nya.

"Hei! aku sekalian ingin kenalan dengan teman-teman perempuanmu ini!"

"Heehh dasar katak, kau pasti mesum!" kata Clover.

"Eh? kau ini kasar sekali, dasar pirang, rambutmu malah sama seperti Naruto"

"Hei! rambutku memang pirang tahu!"

"Kita akan kemana selanjutnya, Naruto?" tanya Sam, langsung menoleh ke arah Naruto.

"Kita ke kota. begitu sampai, Gamakichi akan ku kembalikan lagi"

"Ide bagus!" kata Sam, langsung semangat. "Kalau kita ke kota, kita bisa mengambil mobil atau helikopter untuk kembali ke markas!"

"Kau cerdas sekali Sam" kata Naruto, memujinya.

"ehh... kawan-kawan..."

"Ada apa Alex?"

"Lihat ke atas" kata Alex, menunjuk ke atas.

Sesuatu meluncur ke langit, seperti sebuah... roket? yang jelas benda itu benar-benar meluncur cepat ke atas. Naruto dan Sam memerhatikannya dengan seksama, seketika mereka menyadari kalau benda itu...

"Gawat, di luar perkiraan, AW meluncurkan roketnya!" ucap Naruto.

Clover langsung syok "APA!? tak bisa di biarkan! kita harus cepat!"

"Memangnya misi apa yang sedang kau kerjakan, Naruto?" tanya Gamakichi sambil berusaha melompat sejauh mungkin untuk sampai ke kota.

"Maaf Gamakichi, tak ada waktu untuk menjelaskannya, kawan. intinya, aku dan spies harus menghentikan rencana jahat bos AW untuk menguasai dunia!" jelas Naruto langsung pada point-nya.

"hmmm begitu ya"

"Aku masih mengumpulkan chakra-ku, jadi... untuk sementara, kita pergi dulu dengan mobil ya?"

"Aku belum melihat kota dari sini, Naruto, kita masih jauh!" kata Alex.

"Hei katak! bisa kau melompat lebih cepat?" tanya Clover.

Gamakichi jadi mendengus sendiri, entah kenapa Naruto membawa satu gadis berambut pirang yang cerewet. "Iya iya! serahkan saja semuanya padaku, anak kecil!"

Naruto menatap langit lagi, roket AW masih meluncur berusaha menembus atmosfer bumi, tapi Naruto yakin, dia dan tiga spies-nya masih bisa menyelamatkan dunia.

Harus bisa.


Jauh dari negara Russia.

Di pusat kota Beverly Hills, banyak dari semua orang sedang menggunakan headseat, earphone atau berbagai alat fungsi pendengaran di telinga mereka. seketika, benda yang mereka gunakan tiba-tiba saja berbunyi.

"eh? bunyi apa ini?"

"entahlah! lagu yang kudengarkan tiba-tiba berbunyi seperti bom waktu!"

"Earphone ku rusak!"

Semuanya kebingungan, kemudian, mereka langsung mereka kaku, tatapan wajah jadi datar seolah mengikuti perintah dari headseat yang mereka gunakan.

SEMUANYA!

Suara bos AW di masing-masing headseat yang mereka gunakan terdengar begitu jelas.

HARI INI! kalian akan tunduk dibawah perintahku! bersiap-siaplah menuju jaman baru! jaman dimana kalian semua akan menjadi ninja modern dan menjadi anak buahku! dengan begitu kita akan menguasai dunia! hahahaha!

Tak hanya di Beverly hills, seperti di New York, LA, negara-negara eropa, bahkan asia dan timur tengah sekalipun tak luput dari perintah bos AW. bumi sekarang benar-benar di kuasai olehnya!

"Bos!" Lok pun datang menghampiri bosnya.

"Hei Lok! bagaimana semuanya?"

"Sukses! semua orang ada di bawah pengaruh headseat yang di gunakan!" kata Lok, menyeringai bangga.

"Kerja bagus, anak muda! pasti si Uzumaki dan tiga gadis labil itu sudah mati, WOOHP takkan bisa berbuat apapun lagi, HA HA HA!"


Kembali lagi ke Russia.

Loncatan Gamakichi membuat mereka semakin dekat menuju kota. beruntung Gamakichi bisa meloncat dengan jauh, jadi ini cukup menghemat waktu.

"Kotanya terlihat!" seru Alex.

"Bagus, kini saatnya memulai misi lagi!"

"Gamakichi, terima kasih atas bantuanmu" ucap Naruto pada si katak.

Gamakicihi mengangguk cepat "Kita ini kan teman! tak perlu sungkan untuk berterima kasih padaku, Naruto!"

"Hehehe, kau benar ya. baiklah" Naruto langsung berdiri, jarak ke kota hampir terlihat.

"Ayo, berpegangan padaku!"

Sam, Clover dan Alex berpegangan pada Naruto. kemudian, Gamakicihi pun langsung menghilang, lenyap didalam gumpalan segel bunshin.

BOOFFHHT!

Mereka berempat langsung mendarat di atas batang pohon besar.

"Fuhh! hampir saja kau membawa kami terjun bebas kebawah" kata Clover.

"Yang penting kita cari mobil dulu, ayo!" ujar Sam.

Mereka buru-buru masuk ke kota untuk mencari mobil. namun, keadaan di kota yang mereka lihat saat ini...

"Aahh!?"

Naruto tak menyangka, ternyata AW sudah mengendalikan umat manusia di seluruh dunia.

"Ada apa, Naruto!?" tanya Sam.

"Ga-gawat... bagaimana kita bisa melewati mereka?" tanya Alex.

Di depan mereka, warga-warga yang sudah di cuci otaknya dibawah kendali headseat oleh satelit AW mengerumuni Naruto dan spies. semua bersiap menyerang mereka berempat.

"Tangkap... tangkap... tangkap..."

Tangkap...

Tangkap...

Tangkap...

"M-mereka akan menangkap kita!?"

"Mereka banyak sekali! tidak mungkin kita melawan warga sipil!"

"Tidak perlu melawan, kita lewati saja mereka! ayo!"

Dengan ide seadanya, mereka berusaha melewati kerumunan orang-orang yang akan segera menyergap mereka. beruntung sekali, Naruto, Sam, Clover dan Alex sangat gesit berlari.

"Andai saja aku masih bisa membuat bunshin..." gumam Naruto.

"Mobil yang itu Naruto!" seru Alex, menunjuk ke salah satu mobil Van yang terparkir di tepi jalan.

"Ayo kesana!"

"WAAAAAA! MEREKA MENGEJAR KITA!" Pekik Clover, sekarang warga di kota ini sudah mirip seperti zombie, mengejar-ngejar keempatnya menuju mobil van.

Sam masuk lebih dulu ke mobil Van, dia duduk di kursi kemudi dan mencob menyalakan mobilnya. tangannya sibuk mencari-cari dimana kunci mobilnya, sementara Naruto, Clover dan Alex menyusul, mereka masuk ke bagasi belakang mobil Van.

"Sam! cepat tancap gasnya!" perintah Clover.

"Kuncinya! aku sedang mencari kuncinya!" kata Sam.

Sementara warga kota tersebut sudah mengerumuni mobil Van mereka, langsung menyerang.

"Waaaaaa! mereka menyerang!"

"Sammy! cepatlah!" seru Alex, berusaha menutup jendela mobil Van.

"Aku sedang berusaha!"

BBRRMMMMMM!

Sam langsung menyalakan mobil, tapi sayang di depannya sudah banyak orang yang menghalangi jalannya.

"Cepat jalan, Sammy!"

"A-aku.. tidak bisa! mana mungkin aku menabrak mereka!" kata Sam.

Dalam situasi seperti ini, akan ada banyak pilihan. Naruto bisa melihat kepanikan di wajah mereka bertiga, mencoba berbagai cara untuk segera keluar dari sini. rasanya mereka terlalu muda untuk mati...

Tanpa pikir panjang, Naruto menghela nafas ringan. dia hendak keluar lagi.

"Naruto? apa yang kau lakukan?" tanya Alex.

"Aku akan memancing mereka pergi" ucap Naruto, dia keluar lagi lewat atap mobil Van.

"APA!?" teriak mereka bertiga.

"Kau sudah gila!? kita berlari sampai ke mobil ini dan kau mau keluar lagi!?" tanya Clover.

"Dengar, aku ini ketua kalian. tugasku adalah mengawasi dan melindungi kalian, aku sudah berjanji pada Jerry. jadi, biarkan aku pergi, ku serahkan misi ini pada kalian sisanya"

"Tu-tunggu! Naruto!"

Naruto tidak mengindahkan panggilan mereka bertiga, dia pun loncat dari mobil Van dan segera memancing perhatian warga-warga kota yang mengerumuninya.

"Oi! TANGKAP AKU! INI AKU, UZUMAKI NARUTO!" seru Naruto, dia langsung berlari.

Warga kota yang tadinya mengerumuni mobil Van langsung berlari mengejar Naruto. kini kesempatan bagi Sam untuk melajukan mobilnya.

BRMRMMMMMHH!

Alex menoleh ke belakang, melihat Naruto berusaha memancing perhatian mereka untuk mengejarnya.

"Sammy! kita tak bisa meninggalkan Naruto disana!"

"A-aku tahu! tapi... kita tak punya pilihan!"

Naruto masih berlari, sesekali ia menoleh kebelakang memastikan mobil Van yang di tumpangi spies-nya aman. semoga saja mereka berhasil kabur, aku tak mau mereka celaka, gumamya penuh harap.

Brrrmmmm!

Sam berusaha melajukan mobilnya secepat mungkin, para kerumunan tersebut masih berupaya mengejar Naruto.

Naruto terlihat tersandung, kemudian dia terjatuh! orang-orang yang telah di cuci otaknya oleh satelit AW itu pun langsung mengerubungnya dan bersama-sama menghajarnya.

"NARUTO!" pekik Clover.

Sam dan Alex sampai tak bisa berbicara, melihat Naruto sengaja menjadikan dirinya sebagai umpan demi menyelamatkan mereka.

"Jangan berhenti! CEPAT PERGI!" teriak Naruto di antara para kerumunan.

"TIDAAAAKK!"

Dan Naruto lenyap oleh mereka.

Sam tidak bisa berbuat apapun, tangannya tetap fokus mengemudi mobil.

"Ugghh... sial" rutuknya, kesal.

"Sammy! andai saja kau tidak meninggalkan Naruto, dia takkan mati seperti itu!" kata Clover.

"Naruto menyelamatkan kita, dia meminta kita yang harus menyelesaikan sisa misi ini" jawab Sam tanpa menoleh.

"Tapi kita tidak bisa tanpa Naruto!"

"Naruto percaya pada kita, Clover! aku yakin... orang sekuat dia tidak mungkin cepat mati!" Alex menambahkan.

Dan Clover pun terdiam.

Kembali beberapa hari yang lalu, ketika Clover secara tidak sengaja tidur bersebelahan dengan Naruto. dia mengatakan 'Aku mencintaimu' dan kalimatnya itu... sepertinya penuh arti.

Apa jangan-jangan itu kalimat terakhir Naruto untukku?

Clover tidak bisa, dia menahan air matanya.

"Naruto belum mati" kata Sam.

"Apa?"

"Dia pasti menyusul, sekarang saatnya tugas kita sekarang, adalah pergi ke bandara dan segera menghentikan aksi si bos AW"

Alex mengangguk cepat. sementara Clover masih terdiam, tapi raut wajahnya langsung berubah menjadi serius.

"Yah" gumamnya.

"Cari sesuatu di dalam, mungkin ada yang berguna untuk kita" perintah Sam, kemudian Alex dan Clover mengacak-acak isi bagasi.

"Baiklah!"

Naruto, terima kasih sudah menyelamatkan kami. hari ini, kami pasti akan menghentikan kejahatan mereka!

Sam memegang janji pada Naruto.

Kuserahkan pada kalian!

TO BE CONTINUED


AN : Wahh udah lebih dari berapa bulan ini? mungkin sudah lewat setahun semenjak update terakhir!

Sebelumnya, saya sangat meminta maaf atas keterlambatan saya melanjutkan fic ini. Jujur, di real life saya sibuk banget. Banyak yang terjadi, dan fanfic ini nyaris hiatus karena leletnya saya (maaf, maaf).

Saya yakin, kalian pasti nunggu banget kalo fic ini lanjut. Tapi jangan khawatir, saya masih sehat kok. Sebelumnya author udah pernah berjanji kan kalo fic ini akan selesai? IYA, ini pasti selesai. Tapi author butuh mencari waktu utk membuat cerita agar fic ini segera tamat.

Yang membuat fic ini hampir hiatus adalah, author kekurangan ide! Pas mentok di chapter ini, author sempat gak yakin bisa lanjutin ini. Tapi syukur, dengan memaksa sedikit imajinasi, akhirnya chapter 14 ini selesai (yaah walaupun pendek) dan yang kedua : Author sedang bikin cerita lain. Kebetulan author lagi suka Moana, jadi yah.. mungkin Moana-nya yang bikin saya telat update kisah Naruto Totally Spies ini. (sangat minta maaf yang satu ini)

Dan sekali lagi, terima kasih sudah setia menunggu! Buat kalian yang langganan review sama author, terima kasih! Tanpa kalian, fic ini gak mungkin bisa berlanjut. Author sayang kalian!

Oh ya, satu lagi, sering-sering cek bio di profile Author. Disitu kalian bisa dapet info kapan saya update dan cerita apa lagi yang akan publish.

Tunggu next chapter ya ;)