Hello.. makasi uda kasi review
dan.. umm.. maafkan author ya lol.. here is NHyuk's smut *forgivemeeeee
Hyuk terbangun dari tidurnya yang sangat panjang. Ia melihat ke sekelilingnya dan ia tersadar kalau ia sudah berada di kamarnya sendiri. Ia mencoba mengingat kejadian sebelumnya dan kepalanya sakit memikirkan itu.
Lalu ia teringat tentang ciuman itu. Dan ia mencoba mengingat wajah lelaki yang ia cium itu, tapi kepalanya malah semakin sakit memikirkan itu.
Hyuk meraih handphonenya yang terletak di meja dan hendak menghubungi Hongbin. lalu ia teringat kalau ia dan Hongbin sudah putus. Hyuk tertawa frustasi lalu kembali berbaring. Ia menatap langit-langit kamarnya dan sekali lagi ia mencoba mengingat wajah lelaki yang ia cium itu.
"Kau merindukanku?" sapa Hakyeon yang tiba-tiba sudah duduk di pinggir tempat tidur Hyuk.
Hyuk kaget dan langsung duduk tegak, ia menatap Hakyeon dengan shock, "Kau? Bagaimana.. kau bisa disini?"
Hakyeon merangkak mendekatinya dan tersenyum nakal. Wajah mereka hanya beberapa centi dan Hyuk mencoba menelan ludahnya.
"Kau tidak perlu tau bagaimana aku bisa disini, Hyukkie.."
Hyuk menyukai cara lelaki itu memanggil namanya. Dan perlahan Hakyeon menekan bibirnya dengan lembut ke Hyuk. Hyuk kaget dan ia membuka mulutnya membiarkan lidah Hakyeon menelusuri mulutnya. Hyuk memejam matanya dan membalas ciuman Hakyeon.
'Ini tidak benar! Stop Hyuk! Stop! Kau bahkan tidak mengenalnya!'
Pikiran dan aksi Hyuk sangat berbeda. Hyuk malah memperdalam ciuman mereka dan ia menarik tubuh Hakyeon untuk duduk di pangkuannya. Hakyeon mengalungkan lengannya di leher Hyuk dan mengacak rambut Hyuk sambil menggoyangkan pinggulnya. Hakyeon merintih dan Hyuk memegang pinggulnya dengan kuat.
Hakyeon kehilangan kesabaran dan tanpa sengaja taringnya keluar dari mulutnya dan Hakyeon merintih saat lidahnya mengenai taring tajam Hakyeon. Hyuk segera mendorong tubuh Hakyeon.
"Fck! Apa tadi itu!" ia bisa merasakan darah dari lidahnya dan ia menatap Hakyeon dengan kesal.
Mata Hakyeon berubah menjadi merah dan insting vampirnya pun menguasai dirinya. Ia mencekik Hyuk dan Hyuk mencoba melepaskan tangan Hakyeon darinya.
"aak.. apa… nggh" Hyuk tidak bisa berbicara dan ia melihat wajah Hakyeon yang menatapnya seperti hewan buas.
"Va..vam..pir?" Mata Hyuk membesar dan saat itu juga Hakyeon menciumnya lagi dan menghisap darah Hyuk yang keluar dari lidahnya dan bahkan ia menggores pelan bibir Hyuk. Hyuk merintih dan rintihannya berubah menjadi rintihan nikmat.
Hakyeon menghisap pelan darah Hyuk sambil menciumnya dengan ganas. Dan Hyuk pertama kalinya merasakan sensasi aneh ini. Seharusnya ia takut, tapi… tapi ini malah membuatnya.. terangsang. Ia membiarkan Hakyeon menciumnya dan bermain dengan bibirnya. Hyuk mendorong tubuh Hakyeon sekuat tenaganya dan sekarang ia lah yang berada di atas Hakyeon dan Hakyeon berbaring di tempat tidurnya. Dengan cepat Hyuk melucuti kemeja Hakyeon dan ia dengan cepat mencium leher lalu dada dan perut Hakyeon.
Hakyeon mencoba mengontrol insting vampirnya. Ia merintih nikmat saat lidah Hyuk menjilati tubuhnya. Ia menarik bantal Hyuk dan berbaring di atasnya sambil memperhatikan Hyuk yang sedang menciumi tubuhnya.
"Hyuk-ah.." Hakyeon merintih namanya dan insting vampirnya kembali menguasai dirinya. Ia menarik Hyuk lalu membaringkannya di tempat tidur, mereka mengubah posisi mereka. Dan kini giliran Hakyeon yang melucuti pakaian Hyuk, dan dengan sekejap, Hyuk sudah tanpa busananya. Hakyeon menunduk untuk mencium pinggul Hyuk ketika Hyuk menghentikannya.
"No!" Hyuk menunjuk dengan dagunya ke celana Hakyeon. Hakyeon segera melepas celana dan boxernya dan ia kembali ke posisinya. Ia mengambil member Hyuk lalu ia menggoda Hyuk dengan taringnya.
Jantung Hyuk berdebar kencang, ia tau apa yang ia lakukan, ia tau kalau ia sedang bercinta dengan seorang vampire. Aneh, ya aneh, pikirnya.
"Tenanglah, aku tidak akan menggigit bagian laki-lakimu" kata Hakyeon sambil tertawa. Lalu ia memasukkan member Hyuk ke dalam mulutnya dengan hati-hati. Ia sudah sering melakukan ini dengan Ravi atau pun Leo dulu. Hanya saja ia lebih sering melakukan ini dengan Ravi, Leo terlalu malu untuk melakukan ini. Ia mulai memberi Hyuk blowjob yang berbeda dari biasanya. Ia bisa mendengar rintihan Hyuk yang memenuhi ruangan hingga akhirnya Hyuk mencapai puncaknya.
"Oh shiiiitt.. I'm sorry.." gumam Hyuk dan ia terlihat sexy menurut Hakyeon. Wajah dan tubuh Hyuk yang keringatan dan nafas yang terengah-engah, rambut yang berantakan. Hakyeon tersenyum sambil mengusap sisa cairan dari Hyuk.
"It's okay"
Hyuk menarik Hakyeon untuk berbaring ke tempat tidur dan Hakyeon menatap Hyuk yang menarik membernya ke dalam mulutnya. Hakyeon membuka mulutnya dengan bentuk "O" saat Hyuk membalas blowjobnya. Hakyeon menarik seprai Hyuk dan membuatnya berantakan. Ia terus merintih karena Hyuk memainkan membernya. Suara rintihan Hakyeon membuat Hyuk kembali terangsang. Ia menghentikan blowjob nya lalu ia mengambil sesuatu dari lemarinya.
Hakyeon yang cemberut mengawasi gerakan Hyuk. Ia melihat Hyuk membawa sebuah botol kecil dan ia merasa tidak sabar.
"Maaf.. tapi kau membuatku tidak tahan"ujar Hyuk sambil mengoles gel itu ke member dan lubang Hakyeon. Hakyeon menahan nafas saat jari Hyuk memainkan lubangnya.
"Berhenti bermain Hyukkie!"
Hyuk tertawa pelan lalu ia mendorong membernya masuk ke lubang Hakyeon.
"Fck! Ah.. kau sangat .. damn good God!" Hyuk mulai bergerak dengan cepat dan keduanya merintih nikmat sambil memejam mata mereka. Hyuk menunduk dan menatap wajah Hakyeon. Ia mencium Hakyeon dengan ganas sambil meraih member Hakyeon dan memompanyaa. Hakyeon merintih kuat dan ia hampir mencapai puncaknya. Hakyeon menggigit bibir Hyuk hingga berdarah dan menghisap darahnya dengan pelan saat ia mencapai klimaksnya. Hyuk melepas ciuman mereka dan ia bergerak dengan cepat dan menumpahkan cairannya di dalam Hakyeon. Keduanya masih terengah-engah dan Hyuk menekan tubuhnya ke Hakyeon.
"Fck! That was amazing!" gumam Hyuk sambil mengatur nafasnya.
Hakyeon memeluk Hyuk sambil menghela nafas dengan puas. Lalu Hyuk tersadar kalau ia bahkan tidak tau nama lelaki yang baru saja ia cumbui. Ia segera mengangkat kepalanya dan menatap Hakyeon.
"Oh God, maafkan aku. Aku bahkan tidak tau namamu!"
Hakyeon tersenyum sambil mengelus rambut Hyuk yang basah, "Hakyeon." Jawabnya singkat.
"Hakyeon… Hakyeon… Hakyeon…" gumam Hyuk sambil tersenyum lebar.
"Maukah kau pergi berkencan denganku malam ini?" Tanya Hyuk sambil menggigit bibirnya lalu ia meringis kesakitan.
"Oh, maaf.. aku pasti menggigitmu terlalu kuat ya? Maafkan aku…"
"No.. Aku menyukainya. Aku menikmatinya. Asal.. kau tidak sampai membunuhku nantinya."
Hakyeon tertawa pelan, "No! Aku menyukaimu Hyuk-ah.."
Hyuk hanya tersenyum lalu ia berguling ke samping dan memeluk Hakyeon sambil memejam matanya, "Let's sleep"
Hakyeon menatap wajah Hyuk yang sudah tertidur. ia menghela nafas, 'tentu saja, kau masih belum bisa melupakan Hongbin kan?'
Jaehwan terbangun dengan keadaan yang lebih fit dari hari biasanya. Hanya saja ia merasa sangat sangat lapar. Ia langsung duduk dan menatap ke sekelilingnya. Ia tidak ingat jika ia tidur di sofa. Ia mendengar suara pintu kamar Hongbin yang dibanting dan diikuti dengan suara hentakan kaki Hongbin yang menuruni tangga.
"Hi hyung! Pagi!" sapa Hongbin sambil tersenyum menunjukkan dimplesnya. Ia melihat Hongbin yang berjalan ke arah dapur dan ia bisa mendengar suara lemari makanan yang dibuka, bahkan ia bisa mendengar suara bungkus mi instan yang sedang dikoyak oleh Hongbin.
"Hongbin? kau masak ramen?"
"Hmm? yeah.. "
Jaehwan berjalan ke dapur untuk membantu adiknya. Setelah selesai, mereka membagi porsi mereka lalu menikmati makan pagi mereka bersama.
"Kakek kemana?" Tanya Jaehwan.
"Oh.. dia bilang dia harus menghadiri rapat, dan dia juga janji bakal pulang kok" jawab Hongbin dengan santai.
Setelah selesai, Jaehwan pergi mengambil 3 bungkus mi ramen lagi dan memasaknya. Hongbin menatapnya bingung.
"Hyung? kau? Tumben.."
"Aku masih lapar Binnie.."
Hongbin melongo mendengar hyungnya berkata itu, hyungnya bukan tipe orang yang rakus dengan makanan. Dan ini adalah hal yang aneh menurut Hongbin. tapi ia menghiraukannya, mungkin yeah hyungnya belum kenyang.
Jaehwan menghabiskan makanannya selama kurang dari 10 menit. Hongbin melongo lagi dan kali ini Jaehwan memasak omelet.
"Hyung? kau baik-baik saja kan?"
"Kenapa Binniee.. kau mau? Aku bisa buatkan untukmu juga"
"Ah gak hyung. aku sudah kenyang, banget malah"
Jaehwan mengangkat bahunya dan setelah selesai ia juga telah menghabiskan omeletnya dalam waktu singkat.
"Astaga… aku masih lapar BInnie!" rengek Jaehwan.
Untungnya mereka tidak bekerja hari itu. dan Hongbin melongo untuk kesekian kalinya.
"Hongbin.. aku akan keluar sebentar okay. Kau hati-hati dirumah ya!" Jaehwan sudah pergi keluar sebelum Hongbin mengucapkan sepatah kata.
"Aneh.." gumam Hongbin dan ia kembali ke kamarnya.
Hongbin menghela nafas sambil berbaring di tempat tidurnya. Ia kembali teringat dengan Leo dan memejam matanya. Hingga tiba-tiba ia merasakan sesuatu menghembus wajahnya.
Hongbin membuka mata dan bertemu dengan sepasang mata hitam dan menatapnya tajam. Hongbin kaget sehingga ia tak sengaja mengantukkan kepalanya ke Leo.
"Ouw.." Hongbin mengusap dahinya yang sakit dan menatap Leo dengan sedikit kesal da lucu. Lalu Hongbin tertawa dan Leo pun tersenyum padanya.
"Maafkan tingkahku semalam Binnie.."
Hongbin menghela nafas dan menarik tangan Leo sambil mengelusnya, "Tidak apa, aku tidak takut Leo.. aku hanya kaget semalam"
Leo menunduk dan masih merasa bersalah. Hongbin menangkup wajahnya dan tersenyum lembut, "Leo-yah… kau tidak membuatku takut. Aku hanya kaget. Okay? Berhenti menyalahkan dirimu"
Leo masih cemberut dan Hongbin tertawa pelan dan mengecup bibirnya.
"Aku tidak takut kalau kau seorang vampir"
Leo mengamatinya dengan serius lalu ia tersenyum, "Thanks" gumamnya.
Tiba-tiba Hongbin tertawa, "Jadi, vampir itu nyata ya? Aku kira hanya di film!"
Leo tersenyum masam lalu ia mendorong tubuh Hongbin ke tempat tidur dan mencium dengan ganas. Hongbin terengah-engah saat Leo melepas ciumannya.
"Leo.."
"Yeah Hongbin-ah…"
Hongbin mengelus wajahnya, "Aku tidak tau ada apa denganku.."
Leo mengecup seluruh wajahnya dan menunggu Hongbin untuk melanjutkan bicaranya.
"Aku.. aku tidak begitu mengenalmu, tapi… tapi aku merasa nyaman bersamamu"
Leo mencium telinganya dan membuat Hongbin menahan nafasnya.
"Leo…. Aku tidak… uhhh.. tidak mengerti dengan perasaanku padamu.."
Leo menghisap daun telinganya dan memainkannya dengan giginya.
"Aku.. aah Leo… Leo… Leo… aku tidak bisa… berhenti.. memikirkanmu.."
Leo mencium leher Hongbin sekarang dan sesekali ia menjilati lekukan di leher Hongbin. Hongbin menggigit bibirnya dan menahan rintihannya. Tangannya meremas rambut Leo dan menariknya dengan kuat. Leo menaikkan kaos Hongbin dan mencium perut dan dadanya.
"Leoo-yah.. aah… " Hongbin menutup mulutnya dengan tangannya saat Leo mencium dadanya dan memainkan nipplesnya. Hongbin memiringkan tubuhnya ke Leo dan terengah-engah.
"Leo.."
Leo meresponnya dengan mendengung pelan. Mulutnya masih sibuk mencium tubuh Hongbin. Hongbin merintih kuat dan ia bersyukur kalau saat itu tidak ada Jaehwan dan kakeknya di rumah. Atau mungkin itulah yang ia pikir.
"Hongbin?" Jaehwan mengetuk pintu kamarnya lalu membukanya.
Hongbin kaget dan untungnya Leo dengan cepat pergi. Hongbin shock melihat Jaehwan yang berjalan masuk ke dalam kamarnya. Ia melihat Jaehwan yang sedang mengendus sesuatu.
"Hyung? k-kau sudah kembali?"
Jaehwan tidak menjawab, ia berjalan ke arah jendela Hongbin dan melihat keluar. Hongbin takut kalau Jaehwan melihat Leo tadi.
"Hyung? ada apa?"
Jaehwan kembali menatapnya, "Kau dengan siapa tadi?" tanyanya dengan nada dingin.
Hongbin kaget dan ia tidak bisa menyembunyikan ketakutannya. Matanya berkeliaran ke sekeliling.
"Uh.. Aku sendiri hyung. Um. Apa kau sudah kenyang sekarang?"
Jaehwan menatapnya dengan curiga. Ia masih bisa mencium bau yang bukan milik Hongbin di kamar itu.
"Kau bersama dengan seseorang tadi?"
"Hyung! kau bicara apa? Tidak.. aku sendirian"
"Kau tadi merintih Hongbin!"
Mata Hongbin membesar dan menggigiti bibirnya sampai berdarah.
"Aah"
Mata Jaehwan membesar melihat darah di bibir Hongbin. ia menjilat bibirnya dan ia merasa saat itu juga ingin menjilat darah itu dari Hongbin. Jaehwan tidak tahan, dan ia berjalan ke samping Hongbin. ia menyentuh bibir Hongbin yang berdarah dengan jarinya lalu ia menjilat jarinya itu.
"Hyung!" Hongbin shock dan ia segera berdiri menjauhi Jaehwan.
Jaehwan tersadar, dan ia segera pergi dari kamar Hongbin.
Hongbin menatap pintunya dengan lama dan ia mendengar suara pintu depan yang dibanting. Ia tau kalau hyungnya pergi lagi.
"Hongbin?"
Leo kembali ke kamarnya sambil menatap Hongbin dengan bingung. Hongbin yang masih shock melompat kaget saat ia mendengar suara Leo.
"Hongbin? Ada apa?"
"Jaeh-jaehwan… dia bertingkah aneh" kata Hongbin dengan pelan.
Leo menaikkan alisnya dan Hongbin menceritakan keanehan pada Jaehwan sejak pagi ini. Leo mengerutkan dahinya ketika ia mendengar kalau Jaehwan menjilat darah Hongbin.
"Leo-yah.. apa… apa menurutmu kalau hyungku…."
Leo memeluk Hongbin yang mulai gemetaran, "tenanglah… aku berharap tidak. Mungkin dia hanya ingin menghapus darah dari bibirmu"
Hongbin mengangguk, 'tapi kenapa dia menjilat jarinya setelah itu'
