hello.. maaf babyhyukkie.. lol

kemarin lagi gak sempat, dan here is leobin moment for you^^

dan makasi uda review dan readiing thiiiissss. lol


Jaehwan berlari jauh dari rumah dan tanpa sengaja ia malah kesasar di hutan. Ia melihat ke sekelilingnya dan ia duduk di akar pohon yang besar. Ia mencoba mengontrol nafasnya dan ia menyandarkan kepalanya di batang pohon itu. Ia merasa ada yang aneh dengan dirinya. Ia sudah makan banyak pagi ini dan ia masih belum merasa kenyang. Ia tidak ingin makan nasi atau pun yang lain, ia ingin sesuatu. Dan sesuatu itu seperti…. Darah. Ia bahkan menginginkan darah Hongbin tadi. Dan itu membuatnya merasa semakin aneh. Ia tidak pernah mengalami ini sebelumnya. Ia adalah orang yang penakut yang berhubungan dengan darah. Dan kenapa ia tiba-tiba malah menginginkan darah sekarang. Bahkan indra pendengaran dan penciumannya juga semakin tajam. Sepert contohnya tadi, di kamar Hongbin. ia yakin kalau ia mencium bau seseorang yang bukan Hongbin.

Tiba-tiba Jaehwan mencium bau darah seseorang,dan dengan instan insting vampir nya muncul. Jaehwan berdiri dan mengikuti bau dari darah orang itu. lalu ia melihat seorang lelaki muda yang sedang berjalan membawa kayu di pundaknya. Jaehwan tersenyum. Bau darah dari orang itu sangat kuat di hidungnya. Ia mengikuti arah jalan dari lelaki muda itu. ia segera berlari mengikutinya dan dalam sekejap, Jaehwan sudah berdiri di depan lelaki muda itu dengan senyum yan jahat dan taringnya yang keluar. Lelaki muda itu berteriak dan ia menjatuhkan kayu yang dibawanya itu.

Lelaki muda itu mencoba berbalik menjauhi Jaehwan, tapi Jaehwan langsung memblokir jalannya.

"T-tolong.. j-jangan.." lelaki muda itu memohon pada Jaehwan sambil berlutut.

Insting vampir Jaehwan mengatakan kalau ia harus meminum darah lelaki muda itu. dan Jaehwan menuruti instingnya. Dengan cepat ia menarik rambut lelaki muda itu dan langsung menancapkan taringnya ke leher lelaki muda itu.

Suara teriakan lelaki muda itu memecahkan kesunyian hutan itu.

Jaehwan menutup matanya sambil menghisap darah lelaki muda itu hingga ia tidak sadar kalau ia sudah membuat lelaki muda itu kehabisan banyak darah. Ia bisa merasakan kalau tubuh lelaki muda itu semakin tidak berdaya hingga akhirnya tangan lelaki muda itu terkulai lemas di sampingnya.

Setelah Jaehwan merasa puas dan kenyang, ia pun mengusap sekitar mulutnya yang berlumuran darah dan ia menengadahkan kepalanya ke atas dan tersenyum puas.

'Yeah… this is feel so good'

Jaehwan menarik lelaki muda yang sudah tak bernyawa itu ke dalam hutan. Hingga ia yakin kalau tidak akan ada yang menemukan tubuh lelaki ini, ia pun meninggalkan tubuh itu begitu saja di sana.

Jaehwan pun berjalan kembali pulang ke rumah dengan perasaan senang.


Hari begitu cepat berlalu, Jaehwan belum juga pulang ke rumah dan kakek mereka juga belum pulang. Hanya Hongbin dan untungnya ada Leo yang menemaninya seharian itu. mereka menghabiskan waktu berdua di kamar, dan Hongbin memasakkan ramen untuk mereka berdua.

"Kau sering ya makan ramen?" Tanya Leo yang dari tadi hanya menatapi semangkuk ramen yang disediakan oleh Hongbin.

Hongbin sedang makan dengan penuh hikmat dan tidak menjawab Leo, ia hanya mengangguk antusias.

"Jangan terlalu sering Binnie.. nanti kau sakit"

Hongbin sudah menghabiskan ramennya lalu ia meneguk kuah dari ramennya itu. setelah itu ia melirik ramen Leo yang masih utuh di depannya dan ia menatap Leo dengan bingung.

"Kau tidak suka ramen?"

Leo menggeleng, "Aku sudah kenyang"

"Ohh.. umm.. kau keberatan kalau aku yang menghabisi ramenmu?"

Leo menggeleng dan menyodorkan ramennya, "Ini untukmu"

Hongbin tersenyum lebar dan kembali menikmati ramennya. Leo tersenyum geli melihat Hongbin seperti itu.

Setelah selesai, Leo berdiri dan menyuci piring mereka. Hongbin mengatakan kalau ia saja yang menyuci, tapi Leo bersikeras agar ia saja yang menyucinya.

Mereka kembali ke kamar Hongbin dan Leo langsung menyerang bibir Hongbin. ia mencium Hongbin sambil mendorong tubuh Hongbin ke tempat tidur. Leo mulai melucuti pakaian Hongbin dan Hongbin mulai protes.

"Ugh! Leo-yah… kalau hyungku pulang gimana?"

Leo hanya menatapnya sambil menarik celana Hongbin. ia kembali mencium Hongbin dan membuat Hongbin diam. Hongbin berceloteh tidak jelas di mulut Leo dan ia mendorong pelan tubuh Leo.

"Ummh.. Le mmh.. sstmmh"

Leo memainkan bibir Hongbin sambil mengelus member Hongbin. itu membuat Hongbin merintih kuat dan merasa lemas. Ia menggenggam baju Leo dengan lemah dan membiarkan Leo memompa membernya. Rintihan Hongbin membuat Leo terangsang dan ia mencoba mengontrol insting vampirnya. Leo tidak ingin melukai Hongbin lagi. Ia melepas ciumannya dan menatap Hongbin dengan penuh nafsu.

"Leo…." Bisik hongbin sambil menarik baju Leo dan menyuruhnya untuk melepasnya.

Leo menarik bajunya dan melemparkannya ke belakang dan ia dengan cepat melepas celananya. Leo menatap tubuh Hongbin dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Senyum tipis di wajah Leo membuat Hongbin merasa malu.

"Leo.. please, jangan menatapku seperti itu"

Leo mengecup bibirnya berkali-kali, "apa kau percaya padaku, Hongbin-ah?"

Hongbin merasa mabuk dari ciuman Leo hingga ia lama menjawab pertanyaan Leo, "Umm, yeah.."

"Good"

Leo memasukkan jarinya di lubang Hongbin dan Hongbin merasa sesuatu yang dingin dan ia merintih sambil mencekram pundak Leo dengan kuat. Ia bahkan tidak tau kapan Leo mengoles gel di jarinya.

"Aaah.. k-kapan kau.. aahh g-g-gel" ia bahkan tidak bisa berbicara dengan baik, pikirannya kacau dan ia terus merintih saat Leo menggerakkan jarinya keluar-masuk. Ia menatap Hongbin dengan wajah takjub melihat Hongbin yang merintih di bawahnya. Hongbin terlihat sangat.. seksi baginya. Dengan mulut yang sedikit terbuka dan rintihan seksi yang keluar dari mulutnya, mata yang terpejam kuat, dan butir-butir keringat yang mulai muncul di dahi Hongbin.

"L-leo.. please…please…"

"Katakan apa yang kau mau Binnie.."

"Aaah.. Leoo… ak-aku.."

"Yeah Binnie?" Leo menggerakkan jarinya di dalam Hongbin dan membuat Hongbin memiringkan tubuhnya ke arah Leo.

"Aaaaahh!"

"Yes, Binnie?"

"Please.. please please please!"

"Please apa Binnie?"

"Ugh ahh"

"Hmm?"

Hongbin mencoba mencium Leo tapi Leo menjauhkan wajahnya, "No no no! Jawab dulu apa yang kau inginkan Binnie?"

"Ahh.. L-leo.. please… aahh please fck me!" kata Hongbin dengan cepat. Leo tersenyum nakal dan ia mengeluarkan jarinya dan ia menaikkan kaki Hongbin ke pundaknya. Ia memposisikan membernya dan perlahan ia mendorong membernya masuk ke lubang Hongbin.

"Hongbin-ah.. tatap aku"

Hongbin menatap wajah Leo yang penuh dengan nafsu, ia juga melihat mata Leo yang perlahan berubah menjadi merah dan tangan Leo yang lain meraih tangan Hongbin dan melilitkan jarinya ke genggaman tangan Hongbin. perlahan ia mendorong membernya masuk dan ia menunduk ke arah Hongbin.

Hongbin merintih saat ia merasa member Leo yang sudah berada di dalamnya. Leo menciumnya dengan lembut dan ia ikut merintih saat semua membernya sudah masuk di dalam Hongbin. Leo mulai bergerak dengan pelan, dan ia merasakan taringnya yang mulai muncul dari persembunyiannya. Lidah mereka saling bergulat dan Hongbin juga bisa merasakan sesuatu yang tajam di mulut Leo. Ia menelusuri taring Leo dengan lidahnya dan ia bisa mendengar geraman Leo. Leo mempercepat gerakannya hingga ia tidak sengaja menggigit bibir Hongbin sambil menggeram. Hongin merintih kesakitan tapi ia percaya pada Leo. Ia yakin, Leo tidak akan menyakitinya.

Leo mulai menghisap darah dari bibir Hongbin yang terluka. Hongbin merasakan sensasi yang tidak biasa dan itu cara Leo menghisap darahnya membuatnya merintih nikmat.

Leo tersadar kalau ia menghisap darah Hongbin, ia segera melepas ciuman mereka dan menahan insting vampirnya.

"Maafkan aku.." bisik Leo dan menatap Hongbin dengan mata merahnya dan taringnya. Leo menghentikan gerakannya dan Hongbin menahannya.

"No! Leo please!" mereka saling bertatapan dan Hongbin mengangguk, ia menarik wajah Leo dan mengelusnya dengan lembut.

"Aku percaya padamu, Leo.. It's okay"

Leo masih menatapnya dengan perasaan bersalah tapi Hongbin tersenyum lembut padanya.

"Please.. Leo.. please.. I want you" Hongbin mulai menciumi wajah Leo lalu ia memainkan daun telinga Leo dengan giginya. Leo memejam matanya dan ia kembali mencium leher Hongbin. ia bisa merasakan darah Hongbin yang menggodanya tapi ia tidak ingin melukai Hongbin lagi. Ia kembali ke wajah Hongbin dan mencium bibirnya dengan lembut.

Perlahan Hongbin menurunkan kakinya dari pundak Leo dan ia mendorong bokong Leo dengan tapak kakinya. Keduanya merintih nikmat dan Leo tau kalau Hongbin ingin melanjutkan seks mereka. Leo pun mulai bergerak lagi dan kali ini ia melakukannya dengan lembut.

Tangan Leo mulai mengelus perut Hongbin yang ber-abs, lalu ia mulai memainkan member Hongbin. Nafas Hongbin memburu saat Leo memompa membernya dengan cepat. Ciuman mereka berubah menjadi ganas dan gerakan mereka semakin erotic.

Leo menahan dirinya untuk tidak menggigit bibir Hongbin lagi, dan kali ini Hongbin yang menggigit bibirnya. Insting vampir Leo menyuruhnya untuk menggigit Hongbin lagi, tapi ia menahannya. Leo menggeram dengan kuat di mulut Hongbin. Hongbin menjilati taring Leo dengan lidahnya dan Leo kehilangan kesabaran. Ia menggigit dan menghisap bibir Hongbin dan Hongbin merintih kuat. Gerakan Leo semakin cepat, tangannya ikut memompa member Hongbin dengan cepat. Tak lama Hongbin mencapai klimaksnya dan ia menumpahkan semua cairannya di tangan Leo dan perut mereka. Dan Leo pun ikut menumpahkan cairannya di dalam Hongbin. Bibir Hongbin terasa kebas dan perih. Leo dengan lembut menjilat bibir Hongbin yang luka lalu menatapnya dengan lembut.

"Thank you Bin-ah.."

Hongbin tersenyum kembali padanya sambil menangkup wajah Leo. Hongbin tidak berkata apa-apa, ia hanya menatap Leo dengan lembut. Perlahan ia merasa lelah dan matanya mulai sayu. Leo mengecup wajahnya, "Kau lelah?"

Hongbin menguap dan mengangguk pelan sambil tersenyum. Leo mengeluarkan membernya dari Hongbin dengan hati-hati lalu ia meraih tisu untuk membersihkan tubuh mereka.

Leo membantu Hongbin untuk memakai pakaiannya kembali. Setelah mereka selesai berpakaian, Leo kembali membaringkan tubuh Hongbin ke tempat tidur dan menyelimutinya.

"Tidurlah Binnie.." bisik Leo dan ia mengecup keningnya. Ia berbaring di samping Hongbin sambil menatap Hongbin dengan lembut, tangannya mengelus pipi Hongbin hingga Hongbin pun tertidur.

Pintu kamar Hongbin tiba-tiba terbuka dan Leo dengan cepat keluar lewat jendela. Hongbin terkejut dan matanya langsung terbuka lebar. Kakek Hongbin masuk ke kamar Hongbin dengan wajah serius.

"Hongbin?"

"Kakek? Kau sudah pulang?" Hongbin tersenyum lebar, tapi kakeknya melihat ke arah jendela Hongbin. ia berjalan ke arah jendela dengan ekspresi marah dan menutup jendela Hongbin dengan kuat. ia berbalik menatap hongbin.

"Kau baik-baik saja?"

Hongbin menatap kakeknya dengan bingung, ia tidak pernah melihat kakeknya dengan wajah kesal seperti itu.

"Yeah kek, aku baik-baik saja."

"Lain kali kau harus menutup jendelamu dan menguncinya! Jangan biarkan itu terbuka! Mengerti!"

Hongbin mengangguk pelan, "Umm, yeah Kakek. Tapi.. umm.. aku baik-baik saja"

"Kota ini sedang dilanda bahaya besar Hongbin! kau harus hati-hati!"

"Bahaya?"

Hongbin bisa melihat wajah Kakeknya yang ketat dan dengan ekspresi marah.

"Kau harus berhati-hati! Sudahlah, kau tidur saja!"

Kakeknya langsung pergi meninggalkan Hongbin. Hongbin menatap pintu kamarnya yang tertutup. Kakeknya tidak pernah marah, dan ia merasa mungkin, kakeknya sedang lelah dan sedikit stress. Hongbin menatap ke sekelilingnya dan jendelanya yang tertutup, ia menghela nafas dan berharap Leo kembali ke kamarnya. Hongbin pun tertidur.


1 jam kemudian..

Kakek Hongbin kembali menyelinap masuk ke kamar Hongbin. ia membawa suatu kantung kecil yang berisikan batu-batu kecil yang dibuatnya khusus untuk mengusir vampir. Ia mengeluarkan batu-batu itu dan meletakkannya di bawah jendela Hongbin, ia juga meletakkannya di balik pintu. Setelah ia menyebar batu-batu itu di kamar Hongbin, ia pun keluar dari kamar Hongbin dengan pelan.