JR sama sekali tidak punya ide, dimana ia bisa menemukan Ren. Tamu-tamu undangan sudah mulai datang, dengan topeng yang menutupi wajah mereka. Sekarang sudah pukul 11 lewat, dan Aron sibuk berbincang dengan beberapa orang yang datang.
Tempat ini sudah mulai dipenuhi oleh banyak orang, dan mencari mereka di tengah kerumunan sudah tak bisa ia temukan. Berusaha mencari yang lainnya, JR tidak sengaja menabrak tubuh seseorang yang tengah berjalan.
"S-sor—" JR mengarahkan pandangannya ke arah namja yang di tabraknya. "Y-Yongguk?"
Yongguk tersenyum lebar, memegang topengnya lalu memberikan sebuah pelukan pada JR dan tertawa. "Whoa~ pesta yang meriah JR."
JR menahan dirinya untuk tidak segera membunuh namja itu. Dia memberikan senyuman palsunya.
"Bahkan kita belum memulai apapun, Yongguk. Puncaknya pukul 12 malam, sebentar lagi. Ini akan menjadi sangat meriah. Kau tahu, minuman dimana-mana, hahahaha~."
Yongguk mengangguk setuju. "Yeah, yeah. You're right. Well, apa temanmu yang cantik itu datang kemari?"
JR berpura-pura seperti orang bodoh. "Siapa? Aku punya banyak perempuan cantik dan seksi yang—"
"No, no, no." Yongguk berbisik. "Ren."
JR menggenggam keras kepalan tangannya, namun Yongguk sama sekali tidak melihatnya.
"Mungkin ia akan datang. Entahlah, nomornya tidak bisa kuhubungi." JR tersenyum lagi. "Bagaimana bisa... kau mengenalnya?"
"Ia tetangga baruku di apartment, sayangnya aku sudah pindah lagi sekarang." Yongguk berbisik. "Kau tahu? Kita bercinta. Fuck. He's so damn tight."
"Really?" JR menahan dirinya mati-matian. "Aku harus mencobanya jika ia datang malam ini. Bagaimana bisa kau bercinta dengannya?"
"Yeah. Like a whore. Menggodanya sedikit lalu dia mau. Fuck, padahal dia punya pacar, bukan? He's such a great bitch."
"Wow. Selama ini aku tidak mengenalnya. Ternyata aku perlu menyentuhnya malam ini." JR tertawa, diikuti oleh Yongguk.
Yongguk merangkul bahu JR kemudian. "Well, kau harus mengajakku."
"He's a bitch, like you say. Kita bisa menidurinya bersama-sama." Kepalan tangan JR semakin mengeras, hingga ia rasakan kukunya menancap di telapak tangannya. "We can get a room together."
Yongguk tertawa lagi, tanpa ada perasaan bersalah di hatinya.
"So, kau datang dengan siapa?"
"Well, lima orang temanku. Dua dari mereka kau undang. Kau ingat? Daehyun? Zel—maksudku Junhong?"
"Ah, yeah." JR mengangguk. "Junhong. Choi Junhong? Dia adik kelasku, dulu." JR tertawa pelan. "Dan Daehyun? Ah, namja yang waku itu kutemui dengan Ren di cafe? Mungkin mereka habis bercinta."
"Yeah. Kukira begitu. Tidak pernah kulihat wajah Daehyun seceria waktu itu."
"Sounds good. Aku tidak sabar untuk mencobanya." JR melepaskan rangkulan Yongguk. "Well, aku harus pergi mempersiapkan sesuatu. Kau bisa bersenang-senang. Disini banyak gadis, kau bisa bercinta dengan mereka lebih dahulu. Ada banyak kamar disini." JR terkekeh.
"Sure. Aku sudah punya target." Jarinya mengarah ke arah seorang yeoja bertopeng merah, sesuai warna mini dress ketatnya, yang tengah menari di atas dance floor.
JR memberikan senyuman palsunya. "Bersenang-senanglah, Yongguk. Aku akan menyusulmu nanti."
JR berbalik, melangkahkan kakinya cepat ke arah toilet dan segera meninju dinding dengan sangat keras, melampiaskan amarahnya. "FUCK!"
Dia berusaha mengatur napas dan emosinya. Dia harus tenang. Dia tidak boleh gegabah. Ren bilang ia akan menyelesaikannya sendiri, dengan caranya, maka JR memilih untuk tidak ikut campur. Namun ia berjanji, ia akan menginjak kepala Yongguk dan meludahinya nanti.
JR mengarahkan pandangannya ke arah pintu toilet di sampingnya. Ia membuka pintu perlahan dan menangkap suara disana.
"Ngh~ anh.. ah Minhyun... right there.. yeah..."
"Nnh... I never felt really love... nh... when I fuck someone... but you Ren... oh shit, you drive me crazy..."
Dan JR merasa ingin membunuh banyak orang disini. Enam orang yang memperkosa Ren, dan juga satu teman baiknya yang kini tengah bercinta dengan namja yang dicintainya.
Ia akan membuat perhitungan dengan mereka. Dan ia sama sekali tidak menyalahkan Ren. Aron benar, Ren hanya bingung, maka ia melakukan ini. Ia percaya Ren mencintainya. Masih dengan bukti ketika Ren membalas ciumannya di atap sekolah sebelum kelulusan.
Perlahan, JR keluar dari dalam toilet, menuju meja bar dan segera memesan minuman lalu meminumnya secara tidak terkontrol.
.
.
Masquerade Party
A Thriller Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"An Angel has turned into a Demon"
A sequel of Watch It!
.
.
.
Ren berpisah dari Minhyun setelah mereka bercinta di dalam toilet. Ia memakai topengnya sekarang, berusaha menemukan Aron di tengah orang-orang yang mabuk di bawah lantunan musik.
Dan setelah mencari untuk beberapa menit, ia menemukan Aron sedang mengobrol dengan beberapa namja dan yeoja.
"Aron..." Ren berbisik, membuat Aron tersentak lalu menoleh. "Bisa... ikut aku sebentar?"
Aron mengangguk cepat. "S-sure." Ia meminta izin kepada orang yang ia ajak bicara lalu mengikuti Ren yang menariknya ke arah ruangan, tempat pertama ia datang kesana.
"Ada apa Ren?"
Dan mata Aron membulat ketika Ren menangkup pipinya, membawanya dalam ciuman yang dalam untuk beberapa detik.
"Apa kau bisa memastikan, bahwa tamu undangan hadir semua disini sebelum pukul duabelas?"
Aron yang masih kaget mengangguk secara perlahan.
"Well, masih ada limabelas menit lagi sebelum pukul itu. Ada berapa pintu di club ini?" Ren membelai pipi Aron.
"D-dua, seperti pada umunya. Satu di depan, dan satu di belakang."
Ren menggigit bibir bawahnya seduktif. "Dua? Bisa berikan aku... kuncinya?"
"U-untuk apa, Ren?"
Ren tersenyum seraya memainkan jarinya di baju Aron. "Mengunci mainanku. Kau tahu niatku datang kemari, bukan?"
"T-tapi..."
Ren menjilat pipi Aron dan berbisik tepat di telinganya. "Aku bisa membayarmu untuk ini."
"A-apa maksudmu, Ren?"
"Kau ingin aku melakukan apa?" Ren menurunkan jarinya dan membelai selangkangan Aron. "Aku bisa memberikanmu semuanya. Kau yang terbaik di antara mereka." Lalu ke arah member Aron dan meremasnya pelan.
Aron hendak mendorong tubuhnya menjauh namun Ren menahannya. "Aku tidak suka ditolak, Aron. Dan aku yakin kau tidak mungkin menolakku."
Aron menggigit bibir bawahnya. "K-kita tidak bisa Ren... kemarin kau dan JR—"
"It's just a game. You know? Life is a game. For having sex and get drunk." Ren memijat milik Aron kemudian. Ia berbisik. "And party, yeah I like it."
"Ren..." Aron menahan napasnya.
"Kau punya lilin?"
Aron mengangguk pelan.
"S-semuanya ada di gudang, di basement. Di s-salah satu gudang, samping gudang tempat penyimpanan minuman."
Ren tersenyum. "Apa... jumlahnya banyak?"
Aron mengangguk. "Sangwoo m-menyimpan banyak lilin... well, dia suka hal romantis. Dia senang bercinta diterangi cahaya lilin, so dia punya banyak disana. B-beserta korek api."
"Kalau begitu..." Ren mendorong Aron ke sofa, bertumpu dengan lutut di hadapannya, lalu menurukan resleting Aron secara perlahan. "Berikan aku kuncinya dan kau bisa miliki aku."
Aron bergerak ragu, namun tidak bisa melakukan apapun ketika merasakan mulut Ren menjilat ujung juniornya.
"R-Ren... Ren... k-kau hanya bingung. K-kita tidak bisa—"
"Everybody loves me. Everybody wants me. So, aku berikan apa yang kalian mau."
Dan setelah itu mulai memanjakan Aron dengan mulut beserta lidahnya.
-000-
JR mengetuk-ngetukan gelas kosong dalam genggamannya terhadap meja bar. Ini sudah gelas ke-enamnya, namun ia tidak mabuk semudah itu. Lagipula alkohol yang diminumnya masih terhitung berkadar rendah, tidak akan membuatnya mabuk.
Lalu ia mendapati seseorang duduk di sampingnya, membuka topeng lalu memesan minuman. "Kau melihat Ren?"
JR melirik ke arah orang itu dan mendesah. "Oh, kukira dia sedang bercinta denganmu. Mungkin sekarang giliran Aron."
Minhyun membulatkan matanya. Terdiam selama beberapa saat lalu tertawa kecil.
"A-apa yang kau bicarakan JR? Hahaha... kau mabuk."
JR meraih gelas dari vodka yang Minhyun pesan, menghabiskannya dalam sekali tegukan, lalu membanting gelas itu kasar di atas meja bar. Ia berdiri dari duduknya dan meraih kerah baju Minhyun.
"Orang yang kemarin memukuliku karena AKU bercinta dengan Ren, hari ini melakukan hal yang sama... dan oh... kau menikmatinya juga? Kau tidak bisa mengontrol dirimu? Kau mencintainya juga sepertiku?"
Minhyun tergagap, tidak tahu harus menjawab apa.
JR geram, mengepalkan tangannya keras dan berniat memukul Minhyun, namun sebuah suara menghentikannya.
"Aku disini. Ada yang mencariku?"
Ren memiringkan sedikit topengnya hingga salah satu matanya terlihat.
"R-Ren..." Minhyun tergagap ketika memanggil nama itu.
JR terdiam beberapa saat, lalu melepaskan genggamannya pada kerah baju Minhyun dengan kasar.
"Sebentar lagi pukul duabelas malam..." Ren menggigigit bibir bawahnya. Menghitung detik-detik menuju tengah malam dari jam tangannya. "Sst... dan permainan dimulai."
Dia tersenyum, membelai pipi JR dan Minhyun, kemudian membenarkan posisi topengnya dan mengenakannya lagi. Ia berbalik, masuk ke dalam kerumunan orang dan mencari mangsanya.
Ren berjalan di tengah orang-orang yang tengah menari, dalam keadaan mabuk dan juga tidak. Matanya memandang satu-per-satu dari mereka, mencari mangsanya. Dan setelah beberapa menit mencari, ia menemukan mangsa pertamanya.
"Gotcha!"
Ren menyeringai dan mendekati seorang namja yang melepas topengnya. Ren segera mengenalinya. Ia mendekat, membelai tengkuk namja itu dari belakang, memberikan isyarat padanya sehingga ia mengikuti Ren ketika namja pirang itu berjalan ke dalam toilet.
Ren masuk ke dalam bilik toilet paling ujung dan beberapa detik kemudian namja itu sudah menyusul Ren, masuk ke dalam dan menyeringai.
"Whoa, whoa, whoa... siapa malaikat yang membawaku kemari?"
Ren tidak berkata apapun, masih bersembunyi di balik topengnya. Dia menarik kerah namja itu dan mendudukannya di toilet seat. Ren segera naik ke pangkuannya dan menggesekkan tubuhnya.
"Wanna play?" Ren berbisik, mencoba merubah suaranya dan menggesekkan tubuhnya lebih menggoda pada namja itu.
Namja itu menyeringai. Menjilat leher Ren sedangkan tangannya meremas pantat Ren.
"Kau tertarik padaku, Baby? Kau menginginkanku karena aku yang paling menawan dari semua namja disana?"
Ren menarik sesuatu dari sakunya, kemudian memeluk leher namja itu. Mendekatkan wajahnya dan membuka sesuatu pada tangannya.
"Ingat bunyi ini?"
Klik!
Ren membuka topengnya perlahan dan menjilat bibir Youngjae.
"Hai Youngjae, ingat luka ini?" Ren menunjukkan luka gores di pipi kirinya.
Youngjae membelalak kaget.
"Mau berkenalan dengan pisauku?"
Jleb!
Dan belum sempat Youngjae melakukan apapun, Ren menusukkan pisau itu dari tengkuk leher Youngjae, menusuknya dalam dan lebih dalam. Mulut Youngjae terbuka, mengeluarkan darah, terbatuk beberapa kali dengan mata yang membelalak.
"Sayangnya aku tidak punya waktu untuk memuaskanmu, Babe." Ren menyeringai. Turun dari pangkuan Youngjae agar tidak terkena darahnya lalu menusukkan pisau itu lagi di tengkuk Youngjae.
"Ini bayaran untuk semuanya. Terima kasih telah menemaniku malam itu."
Jleb!
Dan sekali tusukkan lagi yang membuat Youngjae kehilangan napasnya.
Ren menyeringai. Mengusap sedikit darah di pipinya, mengenakan kembali topengnya lalu keluar dari dalam bilik menuju cermin. Ia menatap pantulan dirinya di cermin, menyeringai seraya mencuci pisau lipatnya.
"Thanks JR. Ini sangat membantu."
Dan dengan senyuman jahatnya, ia melangkahkan kakinya keluar dan mencari yang lainnya.
-000-
Di basement, lantai bawah yang lebih digunakan untuk gudang, seseorang telah menuangkan bensin membentuk lingkaran, dengan sebuah tali yang mengenai cairan itu. Ujung pada tali dibakar, berdekatan dengan lilin, hanya perlu menunggu api mencapai ujung tali yang satunya, maka satu tangki bensin itu akan meledak.
Sedangkan di pintu masuk dan keluar club itu di kunci, dan seluruh dinding di sekitar pintu disiram oleh beberapa minuman keras, di salah satu ujung terdapat lilin yang menyala. Hanya perlu menunggu api itu mengenai sedikit cairan, maka sesuatu yang buruk akan terjadi.
-000-
Wohohohoo
Gimana nih? Maaf ya bikin lama nungguu u,u kepentok sama tugas kuliah, maklum semester satuuu
Thanks untuk siapapun yang sudah menyempatkan untuk baca ff iniiii apalagi review X3 lopeee yang banyaaaaaaaks
luthfieannha. aryhanhiiey : siiip, gimana? Udah lebih panjang belum? Ehehehe, maaf ya nunggu lamaaa u,u
Guest : maaf banget yaaaaa nunggunya lamaaaaaaaa, sippooo ini lanjut koo dan pastinya lanjut teruuuus :D
ryELF : maapin dakuuuuuuuu u,u aah ya ampun aku terharuuu, makasih udah suka ama sayaaaa (peyuk erat* owkay ini syudah dilanjuuuut kooo. Makasiiih yaaaaaaaa *kasih lope*
Kim Eun Seob : *bangunin*hellooo ini bukan mimpiiii :D *dijitak*
christ : makasih banyaaaaaaak, bakalan dilanjut kalau banyak peminatnya :D
Swag Joker : jangan gillaaaa *kipasin* aduduuh iya ini lanjuuut u,u
xelo : hello mba atau aa xelooo (?) yang suka mampir di epepku :3 iya, aku berusaha ga bikin reader kecewaaa, pasti lanjuut. Oh ya buat pertanyaannya di epep Urban Legend. Aku kuliah kok, tapi berusaha buat posting ff apapun tiap hari. Aku kangen dunia fanfic setelah hilang beberapa waktu (?)
Me : iya kasian, mending di couple-in sama aku aja ya u,u siiip ini lanjutannyaaa :D
KmsL : owkaaaaaay party sudah dimulllaaaai :D
Ryu : jawabannya ada di chapiiiieee ini :D dan chapie selanjutnya mwehehehehe *epillaugh*
L : maaps yaaa, sekarang udah lumayan panjang kan? :3 siiip lanjut teruuus
jihyuk851304 : hello helloooo, ngarepin Jren ya? Khukhuhku nasibnya kalau udah baca chapie ini gimana hayoooo? *epilsmile*
swag. cutie : gimana sekarang keliatannya? :) ayo tebak next chapiie gimana tuh nasib yang lainnya ehehehe
Guest : wah siaaaaaaapp ini udah di lanjuuut :D seakrang masih kasian ama Ren gaaa?
Mia : keliataanya gimana disini? *epilsmirk* ehehe ayo binguung
ishidasayangsola : ini lanjuuut koooo jangan galak u,u ehehe *peyuk* *authorsksd*
pandarkn : ini syudah dilanjuuuut :D gimana hayoooo? Balas dendam ga Ren-nyaaa? Kkk
zee konstantin : syudah lanjuuut boss! Kkk *kasih selimut* biar ga merinding ._.
BIG THANKS FOR
Sweet Venus swag. cutie Ryu Jisaid xelo ffd LJongie luthfieannha. aryhanhiiey Guest ryELF Kim Eun Seob christ Swag Joker Me KmsL Ryu L jihyuk851304 Guest Mia ishidasayangsola pandarkn zee konstantin
Maaf kalau ada yang kelewat u,u semoga gaada
Makasih untuk semuanyaaaaaaa, dan juga untuk para readers yang malu-malu kucing jadi tidak menampakkan diri :)
Akhir kata...
RnR?
