Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Meddle | January 28th, 2012

Cast : Kyuhyun, YooMin (YoochunxChangmin), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, Kibum, Leeteuk, Yesung, Sungmin, Zhoumi dan cast lain menyusul (Super Shinki or DBSJ a.k.a DongBangSuJu, SHINee nyempil satu)

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Alur kecepetan! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! GAK MASUK AKAL! SUMPAH!

A/n : Ini chapter 1I. Please kasih review jika FF ini ingin dilanjutkan.

.

.

.

.

The Time: Meddle | January 28th, 2012

.

Saturday

January 28th, 2012

00:09 AM

Changmin terbangun dari tidurnya dengan gerakan cepat. Membuat Yoochun yang tidur di sampingnya ikut terbangun karena gerakan tiba-tiba itu. Akhir-akhir ini mereka jarang bicara—mungkin gara-gara percakapan satu minggu yang lalu tentang pernikahan. Tetapi Yoochun tetap masih setia untuk menemaninya bergadang. Namun hari ini berbeda. Changmin memilih untuk tidur lebih awal—jika Yoochun tak salah, Changmin tidur pukul sembilan. Dia memang terlihat lebih sibuk daripada hari-hari sebelumnya. Entahlah apa yang dia rencanakan, yang pasti Yoochun sudah melihat Changmin semakin pucat sejak dua hari kemarin.

Changmin segera berlari kearah kamar mandi dan segera masuk ke dalamnya—tentu saja setelah membuka pintunya. Yoochun menyingkap selimut dan segera menyusulnya. Dia melihat Changmin yang menunduk menghadap wastafel—berusaha memuntahkan sesuatu dari dalam mulutnya. Yoochun segera memijit tengkuk leher Changmin—membantunya untuk mengeluarkan muntahan. Namun Changmin hanya memuntahkan air, lumayan banyak mengingat kemarin dia tak makan, hanya meminum air saja. Yoochun menggelengkan kepalanya.

"Hoeekk..."

Dan itu usaha terakhir Changmin untuk memuntahkan sesuatu yang lain dari mulutnya. Changmin segera menyalakan keran air dan membasuh mulutnya. Tangan Yoochun berganti mengusapi punggung Changmin dengan gerakan memutar. Dia memandang namja itu khawatir.

"Gwenchana?" tanya Yoochun lembut.

Changmin menggeleng pelan. Kemudian dia berbalik dan dengan segera tubuhnya ambruk, namun untung saja Yoochun segera menangkap tubuh kurus itu.

"Astaga, Changmin-ah! Gwenchana?"

Yoochun menyadari bahwa tindakannya begitu bodoh jika bertanya pada orang yang sudah hampir tak sadarkan diri. Yoochun segera menggendong tubuh itu ala bridal style dan membawanya kembali ke ranjang. Dia menidurkan tubuh yang terasa panas itu dengan lembut dan dengan segera berlari kearah dapur. Membawa mangkuk berisi air dingin dan sebuah handuk kecil. Dan segera setelah itu Yoochun kembali ke kamar. Dia melihat Changmin melenguh dalam posisi tidurnya.

"Changmin-ah," kata Yoochun khawatir. Dia duduk di tepi ranjang dan menyentuhkan punggung tangannya di dahi Changmin. Cukup panas, sepertinya Changmin memang demam—dan mungkin juga masuk angin. Yoochun memeras handuk dari dalam mangkuk sehingga air yang berada dalam handuk itu berkurang. Dengan gerakan lembut Yoochun menempelkan handuk kecil itu di dahi Changmin. "Sudah kukatakan, istirahat Min."

Changmin berusaha membuka matanya yang menutup berat. Dia melihat Yoochun dan tersenyum lemah. "Gomawo."

Yoochun berdecak kecil. Dia membalas senyuman itu dan menyibakkan poni Changmin yang menutupi keningnya. "Untuk?"

Changmin menggeleng pelan.

Yoochun menghela napas dan kemudian mengangkat bahu. Dia memainkan rambut Changmin yang sekarang mulai lengket karena keringatnya. "Kau sakit apa, Min?"

"Yang sebenarnya dokter itu siapa?" tanya Changmin dengan suaranya yang agak serak.

Yoochun tertawa pelan. Dia mengusapi rambut itu penuh sayang. "Kau demam, setahuku. Tetapi, apa kau... hamil?"

Changmin membulatkan matanya—walau tak terlalu lebar—dan kemudian tertawa lemah. "Hamil? Astaga hyung, aku ini laki-laki."

"Laki-laki juga ada yang bisa hamil, Min." jawab Yoochun lembut.

Changmin menggeleng pelan tak percaya. Yoochun hanya tersenyum. Tangannya turun perlahan dan mengusapi pipi Changmin.

"Aku merindukanmu."

Changmin menatap Yoochun dengan tatapan minta maaf. "Maafkan aku."

"Kau tak salah Min. Mungkin aku yang salah karena memintamu untuk menikah terlalu cep—"

"Ani hyung," Changmin menginterupsi ucapan Yoochun. Yoochun memandang Changmin, menunggu kalimat selanjutnya. "Aku yang salah. Mungkin aku memang kekanakan, hanya karena hal itu aku jadi membatasi pembicaraanku denganmu." Changmin membuang napas dan tersenyum manis. "Kita akan menikah, secepatnya hyung."

Yoochun tersenyum bahagia. Dia mencium bibir Changmin sekilas dan kembali mengusap rambutnya. "Aku mencintaimu."

"Aku juga mencintaimu." balas Changmin tersenyum.

Yoochun menarik selimut—yang hampir terjatuh di sisi ranjang—dan memakaikannya di tubuh Changmin hingga sebatas dada. "Istirahatlah." katanya lembut. Kemudian Yoochun menaikkan kakinya keatas ranjang dan menyandarkan punggungnya di ujung ranjang. Dia mengusapi rambut Changmin pelan dan memperhatikan wajahnya.

Changmin mendongakkan kepalanya, untuk melihat Yoochun. Dia menelan ludahnya pelan. "Hyung, apakah kau bisa membantuku?"

Yoochun tersenyum. "Apapun untukmu."

"Bantu aku hari ini, untuk mengeluarkan Kyuhyun dari rumah sakit jiwa dan membawanya kembali sebagai tahanan polisi. Aku punya rencana."

Yoochun mengangguk dan tersenyum menyetujui. Tetapi, entah mengapa, setelah sebelumnya dia senang karena Changmin sudah kembali, sekarang hatinya terasa sakit lagi mendengar nama Kyuhyun yang keluar dari bibir itu.

.

.

The Time

Meddle | January 28th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Saturday

January 28th, 2012

08:01 AM

"Cho Kyuhyun, ini adalah pilihanmu. Mempercayai Changmin dan semuanya akan baik-baik saja. Kau hanya akan menjadi tahanan polisi hingga kau tahu apakah Changmin berbohong dengan ucapannya ataukah tidak. Jangan menjadi pengecut, hadapilah dunia, Cho kyuhyun."

Kalimat yang terucap dari bibir pucat itu sedikit membantu dirinya. Memotivasi diri sendiri. Kyuhyun berjalan kearah ranjang putihnya dan duduk disana. Menunggu saatnya datang. Changmin mengatakan hari ini. Hari ini adalah hari untuk berubah pikiran. Tetap menjadi pengecut di dalam rumah sakit jiwa atau menjadi orang yang berani menghadapi kerasnya dunia di penjara sana. Salah satu dari itu yang harus Kyuhyun pilih. Dan dia sudah mendapatkan jawabannya.

Beberapa detik setelah itu, pintu dihadapannya terbuka. Terbuka oleh digit-digit sandi yang sama sekali tak Kyuhyun ketahui. Dan setelah terbukanya pintu, munculah dua orang suster yang masuk ke dalam ruangan Kyuhyun. Kyuhyun menatap mereka dengan tatapan biasa—datar. Mereka berdua menghampiri Kyuhyun dan meraih kedua lengannya. Salah satu suster itu tersenyum kearah Kyuhyun.

"Nah sekarang kau akan menghadapi tes terakhirmu."

Dan mereka membawa Kyuhyun keluar dari ruangan serba putih itu.

.:o~o:.

Saturday

January 28th, 2012

08:41 AM

"Nah, Kyuhyun, apakah kau bisa mengingat lagi semua yang kukatakan?"

Kyuhyun mengangguk pelan ketika dokter yang duduk dihadapannya memberikan pertanyaan terakhir untuknya. Kyuhyun dapat melihat seorang detektif yang duduk disamping dokter itu tersenyum—walaupun wajahnya terlihat lebih pucat dari biasanya tetapi dia berusaha untuk terlihat baik-baik saja.

Kyuhyun mengarahkan pandangannya kepada dua orang polisi yang berdiri di belakang kursi yang diduduki dokter dan detektif itu. Kyuhyun ingat wajah mereka. Kedua polisi itu yang memasukkannya ke dalam mobil polisi. Bawahan polisi bernama Jung Yunho yang kali ini tak Kyuhyun lihat batang hidungnya.

Dokter itu berdiri, menghampiri dokter yang bertugas di rumah sakit jiwa itu. Mereka berjalan mendekati pintu—untuk pembicaraan yang tidak diharapkan di dengar oleh Kyuhyun. Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah detektif yang duduk di hadapannya lagi. Dia masih tersenyum.

"Seperti dari analisis saya, pasien bernama Cho Kyuhyun ini hanya mengalami benturan di kepalanya yang membuatnya melupakan memori untuk beberapa waktu—dan membuatnya seperti orang gila. Namun, seperti yang dapat Anda lihat sekarang, pasien sudah kembali mengingat semuanya. Dia hanya mengalami amnesia ringan—bahkan tidak dapat dikatakan sebagai amnesia." kata dokter itu perlahan—namun Kyuhyun masih dapat mendengar kata-per-kata secara jelas. Dan Kyuhyun yakin bahwa seluruh manusia yang berada di dalam ruangan itu—dua polisi, satu detektif, dua suster rumah sakit jiwa dan dirinya sendiri—dapat mendengarkan obrolan dari dokter rumah sakit jiwa itu dan dokter yang dibawa oleh sang detektif.

"Tetapi, bukankah ada sesuatu yang aneh dari perilakunya? Mungkin dia hanya berpura-pura gila agar tidak dimasukkan ke dal—"

"Maaf, bukannya saya ingin menyela, tapi hasil dari pemeriksaan saya bahwa pasien itu hanya mendapati benturan keras di kepala yang membuatnya lupa beberapa ingatan dan bertingkah seperti orang gila. Dan Anda harus percaya terhadap saya, dia sudah sembuh sekarang."

Sang dokter rumah sakit jiwa itu menggerenyitkan keningnya. "Mungkin menurut Anda bahwa pasi—"

"Maafkan saya jika menyela lagi, tetapi jika Anda memang mencurigai pasien itu, apa motifnya? Dia tidak akan memilih untuk berpura-pura gila jika pada akhirnya dia menyerahkan diri kepada polisi, bukan?"

Sang dokter rumah sakit jiwa terlihat berpikir untuk sementara. Dia berusaha mencerna semuanya, dan menurutnya memang penuturan itu masuk akal. Akhirnya dia mengangguk dan menjabat tangan si dokter muda—dokter yang dibawa sang detektif.

"Untuk semuanya, terima kasih Yoochun-sshi."

Yoochun tersenyum dan mengangguk. Dia membalas jabatan tangan itu, "Kalau begitu, Jongwoon-sshi, biarkan pihak kepolisian untuk membawa pasien ke kantor polisi."

.:o~o:.

Saturday

January 28th, 2012

09:23 AM

"Sekarang kita pulang. Kau harus beristirahat di rumah. Aku sudah melakukan semua yang kau suruh, sayang." kata Yoochun seraya melajukan mobilnya.

Setelah pemeriksaan itu, pihak kepolisian segera membawa Kyuhyun ke kantor polisi kembali. Dan entah apa yang dilakukan Changmin—rencana Changmin yang tak Yoochun ketahui—Kyuhyun memang akan menjadi tahanan polisi selama empatpuluh hari. Itu artinya, masih ada empatpuluh hari tersisa untuk membebaskan Kyuhyun sebelum sidang pertama dilaksanakan. Changmin punya kesempatan, hanya perlu membuat rencana lagi.

"Terima kasih hyung. Aktingmu sempurna." kata Changmin.

Yoochun menoleh kearah namja yang duduk di jok disampingnya. Dia melihat wajah yang semakin pucat itu—yang kini terbalut oleh jaket tebal berwarna putih dan kupluk berwarna hitam. Yoochun menggeleng tak mengerti.

"Kau sedang demam, Min."

Changmin tersenyum. "Gwenchana. Yang penting Kyuhyun sudah keluar dari rumah sakit jiwa."

Dan dada Yoochun terasa sakit lagi.

"Kau rela melakukan apapun untuk membuat Kyuhyun bebas, walaupun kau sedang sakit. Mengapa Min?" tanya Yoochun.

Changmin memejamkan matanya. Dia menyandarkan punggungnya di jok dan tersenyum. "Hanya mengikuti naluriku untuk menolong orang yang tak bersalah."

Entah mengapa, aku yakin bukan karena alasan itu.

.:o~o:.

Saturday

January 28th, 2012

11:21 AM

"Baby, cepat!" kata Donghae seraya menarik tubuh Eunhyuk yang sedang membereskan meja kantornya.

Eunhyuk memukul lengan Donghae kasar. Dia membalikkan tubuhnya dan menatap calon suaminya kesal. "Sabar Hae. Aku perlu membereskan mejaku dahulu."

"Tapi kita sudah ada janji dengan Narsha noona. Ayo, aku tak sabar ingin melihat tuxedo-ku." rengek Donghae.

Eunhyuk menggerutu pelan. "Sabar Hae!" dan pertengkaran kecil itu membuat beberapa orang di lantai tujuh gedung NCIS itu menatap mereka. Mereka hanya tertawa ringan melihat pertengkaran dari kedua namja yang akan menikah dalam beberapa minggu lagi. Tepatnya pada hari Valentine bulan Februari nanti.

Termasuk juga seorang namja yang berjalan menghampiri mereka dengan kacamata yang bertengger di hidungnya. "Donghae, kau akan menikah tetapi sifatmu tetap seperti anak kecil. Mau jadi suami macam apa kau?" tanya orang itu dan kemudian terkekeh.

Donghae mengarahkan pandanganya ke arah namja itu. Dia menatap namja itu dengan cengirannya.

Eunhyuk hanya memutar kedua bolamatanya dan membuang napas, "Dia tidak akan pernah berubah, Kibummie."

Kibum tertawa pelan. Entah mengapa dia begitu senang jika Eunhyuk dan Donghae sudah bertengkar atau semacamnya. Bahkan, mereka berdua sudah dinobatkan sebagai couple paling serasi—aneh—di NCIS, penghargaan yang dibuat oleh Changmin sebenarnya.

"Oh ya, kudengar Kyuhyun sudah keluar dari rumah sakit jiwa ya?"

Donghae mengangguk. Bahkan dia melupakan Eunhyuk yang tengah membereskan mejanya—mungkin dia tertarik dengan obrolan ini. "Yap. Beberapa waktu yang lalu. Aku dapat informasi dari polisi. Dan sekarang dia sudah menjadi tahanan polisi lagi."

"Bagaimana bisa?" tanya Kibum bingung.

Donghae mengangkat bahu. "Mau bagaimanapun juga, sampai sekarang bukti bahwa Kyuhyun melakukan pembunuhan tidak terbukti. Jadi dia akan tetap menjadi tahanan polisi sebelum sidang pertama."

Eunhyuk menghentikkan aktivitasnya sebentar. "Kenapa sidang pertamanya perlu diundur? Bukankah jika Kyuhyun tidak mencoba untuk bunuh diri—dan gila untuk sementara—dia akan menghadapi sidang tanggal sebelas Januari ya?"

Donghae mengangkat bahunya lagi. Dia menyandarkan tubuhnya di sisi meja kerja Eunhyuk. "Mungkin karena tidak adanya bukti. Ah, entahlah, itu keputusan hakim bukan keputusanku. Beruntunglah si Cho Kyuhyun itu."

Kibum mengangguk menyetujui. Dia melepas kacamatanya dan menyimpannya di saku jas lab putihnya. "Kudengar Changmin sakit ya?"

"Sakit? Pantas saja dia tak datang kesini." kata Eunhyuk seraya meremas beberapa kertas yang tidak terpakai di atas mejanya. Kemudian dia melemparkannya ke keranjang sampah di samping mejanya.

"Huh? Sakit? Bagaimana bisa setan itu sakit?" tawa Donghae. "Sungguh kejadian langka."

.:o~o:.

Saturday

January 28th, 2012

01:33 PM

Kyuhyun membuang napasnya dan kemudian terkekeh pelan. Dia menyentuh jeruji besi yang mengurung dirinya sendiri. Kali ini dia sudah tidak mengenakan pakaian putih khas pasien rumah sakit jiwa, kali ini yang dia kenakan sama seperti waktu itu—jumpsuit berwarna oranye, pakaian khas penjara. Dia menyentuh kepalanya, menyentuh luka yang dia buat beberapa waktu lalu. Kali ini sudah tidak menggunakan perban, hanya kapas dan beberapa plester. Kecuali untuk pergelangan tangannya, luka itu masih basah sepertinya.

Kyuhyun tahu, sebenarnya tempat ini yang harus dia hadapi. Bukan ruangan putih yang hanya akan membuatnya semakin menyesali kepergian Sungmin. Setidaknya jika dia diam disini, dia dapat melihat beberapa polisi yang beralu-lalang—mengecek setiap jam-nya. Setidaknya, dia bisa mengobrol dengan beberapa orang.

"Hei Cho Kyuhyun!" suara seseorang membuat Kyuhyun mengedarkan pandangannya.

Dia melihat seorang polisi berjalan kearah jerujinya. Kyuhyun tersenyum tipis melihat namja itu. Akhirnya dia dapat melihat sosok yang menyebalkan itu.

"Selamat datang kembali." kata Yunho seraya menyeringai pelan. "Tak disangka, ternyata Changmin masih mempertahankan orang gila sepertimu."

Kyuhyun tersenyum. Ini sudah saatnya dia bangkit dari keterpurukan. Setidaknya, dia benar-benar harus menghadapi kerasnya penjara, bukan? "Terima kasih atas sambutan itu."

.:o~o:.

Baca dulu author's note dong~

A/n: Nah, chapter 1 terakhirnya di J, jadi setelah 1J langsung chapter 2 :3

Oh ya, ada yang mau baca FF SAW IV: Super Junior? Ada di rated M ya, karena banyak GORE ehehehehe

Boleh request BB/GB untuk SAW V :3

Ah, aku sayang sama semua readers The Time, nih aku kasih cium satu-satu :* *readers muntah berjamaah*

Makasih ya masih ngikutin FF yang chapter 1-nya panjaaaaaaaaaaaaannng abis ekekekeke XD

Nah, waktunya bales review X)

BlackAngel : Iya, mianhae ya XO itu rahasia ekekeke XD

widiwMin : Wookie itu babysitternya Taemin, umurnya 23 tahun. Nanti aku cari tempat dulu buat Minho ya, ehehe. Setuju YooMin? Oh oke-oke, urusan ganti pair urusan takdir (?)

Cloud1124 : Holla ^^ saya udah kasih Yesung scene disini, lumayan 'kan ehehe *digaplok* Wah, YooMin shipper nih ahahaha, aku juga YooMin shipper kok, tapi... aku juga MinKyu shipper ohohoho :3 *gakadayangnanya* gomawo ya~

eunhee24 : Iya ehehehe XD wah, kalau Sungmin berarti dia idup lagi dong ._. hehe

kangkyumi : Sesuatu ya? Ehehehe chap ini gak ada HanChul, mian ._. Nah lho, jadinya YooMin atau bakal jadi MinKyu nih? Hehe

Kulkasnya Changmin : Gwenchana :3 Wah, MinKyu shipper yang ini ternyata mendukung YooMin -,- sesuatu sekali kekeke

ma'on clouds : Annyeong juga :D Ehehe makasih, ini ide murni lho ^o^v okey, gomawo ya~

Meong : Ahahaha itu masalah nani, okey ^^

Leeyasmin : Hahaha kasihan Kyu dong kalau sama hantu ohohoho :O

Cho Luna Kuchiki : Speechless kenapa? :O Ya sudah, bunuh aja Kyu biar gak ada yang ganggu YooMin*dibantai SparKyu* gomawo ya~

Big thanks for readers MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon
anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin |Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin dan untuk semuanya.

FF INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI

FF SAW JUGA

Review? :3