Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Confused | February 2nd, 2012
Cast : Kyuhyun, YooMin (YoochunxChangmin), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi dan cast lain menyusul (Super Shinki or DBSJ a.k.a DongBangSuJu, SHINee nyempil satu)
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Alur kecepetan! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! GAK MASUK AKAL! SUMPAH!
A/n : Ini chapter 2A. Baca dulu chapter 2nya. Please kasih review jika FF ini ingin dilanjutkan.
.
.
.
.
The Time: Confused | February 2nd, 2012
.
Thursday
February 2nd, 2012
12:01 AM
"Pejamkan saja matamu. Kalau spidol itu kena matamu, itu bukan salahku." kata Eunhyuk seraya terkekeh ringan. Dia melihat Kibum yang juga tertawa di sampingnya.
Donghae akhirnya mengangguk mengerti. Dia kemudian memejamkan matanya dan tersenyum.
"Ayo, Hyukie jagi. Apa yang akan kau gambar di wajahku?"
Eunhyuk memutar kedua matanya mendengar kalimat Donghae. Dia melihat wajah namja yang tersenyum dengan mata yang terpejam di hadapannya. Dia itu terlihat aneh. Terlalu childish padahal dia akan menjadi suaminya nanti. Hanya perlu menunggu hari.
Tetapi Eunhyuk sangat mencintai namja berjuluk ikan itu.
Bruk!
Belum sempat ujung spidol itu menyentuh wajah Donghae, wajah itu tiba-tiba terjatuh membentur meja dihadapannya. Eunhyuk memutar kedua bolamatanya lagi. Dia memukul keras kepala Donghae yang dan kemudian berkacak pinggang.
"Yah! Donghae-ah! Jangan melakukan hal bodoh! Kemarikan wajahmu!" kata Eunhyuk kesal.
Kibum hanya tertawa memandang kedua sahabatnya. Dia menggeleng pelan dan menepuk-nepuk kepala Donghae.
"Hae-ah!" katanya. Namun tak ada jawaban dari sang pemilik. "Donghae-ah!"
Eunhyuk melemparkan spidolnya ke sembarang arah dan memandang Donghae semakin kesal. "Ya! Angkat wajahmu, ikan!"
Kibum tertawa pelan. Dia menepuk kepala Dongahe lagi dan tak sengaja tangannya menyentuh tengkuk leher Donghae. Dingin. Dan ada cairan... kental?
Kibum mendekatkan wajahnya dan melihat tengkuk leher itu.
"Astaga! Donghae!"
Eunhyuk membulatkan matanya segera melihat darah dari tengkuk calon suaminya. Dan juga dia melihat darah mulai merembes di kaos yang dikenakan kekasihnya di bagian punggung. Dia segera mengguncangkan tubuh Donghae berulang-ulang. Berharap ini semua hanya lelucon. Namun ketika dia mengangkat tubuh namja itu agar tak menunduk membentur meja...
"A-astaga..."
Dia sudah melihat perutnya penuh dengan luka tusukan.
"DONGHAE!"
.
.
The Time
Confused | February 2nd, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Thursday
February 2nd, 2012
12:17 AM
Drrt... drrt... drrt... drrt...
Itu adalah panggilan ke sebelas kalinya di dini hari itu. Akhirnya salah seorang namja yang tertidur di atas ranjang—dari dua orang—itu terusik oleh suara gesekan dari meja dan ponsel yang bergetar. Yoochun—namja itu—terbangun dan melirik nakas di sampingnya.
Ponsel Changmin.
Tak berniat untuk membangunkan kekasihnya, Yoochun melihat siapa orang yang menelpon kekasihnya di ponsel yang tengah berkedip itu. Dan sebaris nama membuat matanya sedikit terbuka—mengingat dia baru bangun tidur, matanya masih terasa berat.
Incoming Call
Ayah
Bukannya mengambil jalan tak sopan, tetapi ayahnya saja sudah membiarkan Yoochun untuk mengangkat telepon darinya jika Changmin tak ada—walaupun kali ini Changmin bukannya tak ada, namun tengah terlelap.
Dia menekan tombol hijau dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya.
"Yoboseyo."
"Ah, Yoochun. Apakah Changmin sudah tidur?"
"Ne appa. Mengapa kau mene—"
"Yoochun, sekarang kau dan Changmin segera ke rumah sakit tempatmu bekerja." Terdapat jeda pada kalimat itu. "Donghae meninggal dunia."
Shit, firasatmu benar Changmin-ah.
.:o~o:.
Thursday
February 2nd, 2012
01:08 AM
"Tenang Hyukie-ah."
Changmin mengusapi punggung Eunhyuk yang sejak tadi masih bergetar di pelukannya. Dia mencoba untuk menenangkan namja berjuluk Jewel Guy itu. Changmin yakin bajunya sudah sangat basah oleh air mata itu. Namun ia sama sekali tak peduli. Dia hanya mencoba untuk menenangkan namja yang sudah menangis sejak satu jam yang lalu.
"Hae... huks... D-Donghae..."
Changmin menatap Kibum yang duduk di salah satu kursi di depan ruang ICU. Percuma sebenarnya, Donghae sudah tak ada sekarang. Sudah dapat dipastikan dari luka-luka yang diterimanya.
"Huks... Hae-ah... Hae..."
Dan Eunhyuk harus bisa untuk menerima kenyataan. Tunangannya telah mati.
.:o~o:.
Thursday
February 2nd, 2012
04:09 AM
"Jadi?" Changmin membenarkan posisi duduknya dihadapan dua orang namja yang bertugas sebagai dokter yang menangani mayat Donghae. Yang tak lain adalah kekasihnya dan juga teman dari kekasihnya—yang Changmin ketahui bernama Zhoumi.
"Ada dua luka tusuk di punggung, tujuh luka tusuk di perut dan tiga cakaran di tengkuk lehernya." kata Zhoumi memperjelas.
Changmin menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Tetapi siapa yang melakukannya?" tanyanya pelan.
Yoochun dan Zhoumi menggeleng menjawab pertanyaannya.
"Aku sudah menelpon beberapa orang di kantor NCIS yang kini tengah menyelidiki akan kematian itu melalui kamera CCTV yang merekam kegiatan mereka." Changmin memberikan jeda pada kalimatnya. "Ada sebuah bayangan hitam yang menghalangi kamera—kurang dari satu detik—dan setelah itu Donghae menunduk dengan wajah yang membentur meja. Dan beberapa detik setelah itu, luka tusuk mulai muncul dengan darah secara tiba-tiba."
Yoochun dan Zhoumi menyipitkan mata mereka mendengar penjelasan itu. Benar-benar berada diluar akal sehat dan tak akan bisa dipahami dengan mudah.
"Dan kisah ini sama seperti penuturan Kyuhyun ketika kematian Sungmin. Apa itu artinya..." Changmin menggantungkan kalimatnya ketika dia mulai merasakan matanya mulai terasa agak panas mengingat salah satu sahabatnya telah pergi sekarang.
Yoochun segera turun dari kursinya dan menghampiri Changmin. Dia segera memeluk tubuh yang mencoba menahan air matanya. Namun sekuat apapun Changmin tahan, air mata itu tetap mengalir turun membasahi pipinya.
"Sshh, tenang. Tenangkan dirimu." kata Yoochun lembut.
Changmin mencoba menahan isak tangisnya. Dia sebenarnya bisa melakukan hal itu, hanya saja air mata itu terus saja jatuh mengalir membasahi wajahnya.
"Err, Yoochun-ah, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Zhoumi pelan. Bukan berniat untuk mengganggu, namun sepertinya petunjuk yang akan diberikannya mungkin akan membantu.
Yoochun menoleh dengan tangan yang masih mengusapi kepala Changmin—masih dalam posisi memeluknya. Dia mengangguk pelan menjawab pertanyaan Zhoumi.
"Apakah Sungmin dan Donghae saling mengenal?"
Yoochun menggerenyitkan dahinya bingung. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Pasalanya, dia dan Donghae jarang bertemu jadi dia tidak mengetahui siapa saja yang Donghae kenal.
Yoochun hendak untuk menggeleng namun suara Changmin menginterupsinya. "Kurasa... mereka tidak mengenal satu sama lain." Changmin menyeka air matanya. "Memangnya ada apa, Zhoumi-ge?"
"Ah tidak. Aku hanya menemukan sebuah tato—mungkin—di tengkuk leher Donghae dan Sungmin, dan gambar keduanya sama."
Changmin mendorong pelan tubuh Yoochun dan menatapnya bingung. "Gambar apa?"
"Ah, entahlah. Seperti sebuah simbol. Tetapi jika aku tak salah, aku pernah melihatnya di salah satu situs web tentang... err, Lucifer?"
"A-apa katamu?"
.:o~o:.
Saya tahu ini pendek. Maaf banget .
Ini FF bener-bener baru selesai tadi. Saya ngejar deadline :o
OMG! Maaf sebelumnya. Sebenarnya saya lagi sakit sekarang. Apalagi stress mikirin PR Bbiologi dan fisika belum, padahal buat besok. Dan juga besok ulangan fisika sama matematika. ARRGGHHH SAYA STRESS!
Oy ya, chingudeul jangan kelewat lho. Saya post dua chapter hari ini.
THANKS UNTUK SEMUANYA :D
Review? :3
