Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Forte | February 3rd, 2012
Cast : Kyuhyun, YooMin (YoochunxChangmin), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, Key, Onew, Minho, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi dan cast lain menyusul (Super Shinki or DBSJ a.k.a DongBangSuJu, SHINee udah ada 4 orang, EXO nyempil satu)
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Alur kecepetan! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! GAK MASUK AKAL! SUMPAH!
A/n : Ini chapter 2B. Baca dulu chapter 2nya dan 2B. Please kasih review jika FF ini ingin dilanjutkan.
.
.
.
.
The Time: Forte | February 3rd, 2012
.
Friday
February 3rd, 2012
12:34 AM
"Hyung, lihat! Aku menemukan ini!" kata Changmin seraya menunjuk kearah laptopnya yang sudah dia tekuni sejak kemarin.
Yoochun yang tengah memainkan Silky dalam pangkuannya menoleh. Dia segera beranjak dari atas ranjang mendekati Changmin di mejanya—dengan Silky yang masih dipeluknya. "Wae?"
"Aku menemukan sesuatu yang menarik." Changmin memundurkan kursi beroda yang didudukinya, memberikan ruang untuk Yoochun.
Yoochun segera membaca deretan-deretan kalimat yang Changmin ketik disana. Kalimat-kalimat yang membuatnya menggerenyit, membulatkan matanya bahkan menganga.
"Aku benar-benar ceroboh karena tak menemukan info-info ini. Aku hanya fokus kepada kasus Satu Januari. Aku memang ceroboh hyung." lanjutnya pelan.
Dia meraih Silky dalam pangkuan Yoochun ke pangkuannya. Membiarkan namja yang merupakan kekasihnya itu serius untuk membaca deretan-deretan kalimat dari situs yang Changmin copy sendiri.
"Bagaimana menurutmu hyung?"
Yoochun menggeleng pelan seraya menolehkan pandangannya kearah Changmin. Dia menatap kekasihnya yang tengah mengusapi Silky yang sibuk menjilati kakinya sendiri.
"Jadi maksudnya kematian secara tiba-tiba tidak hanya terjadi pada tanggal Satu Januari? Bahkan tanggal Dua Februari juga?"
Changmin mengangguk menjawab pertanyaannya.
"Kematian ini berurut. Itu artinya..." Yoochun menggantungkan kalimatnya.
"Akan ada Tiga Maret hyung."
.
.
The Time
Forth | February 3rd, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Friday
February 3rd, 2012
07:49 AM
Taemin melangkahkan kakinya keluar melewati pintu rumahnya. Dia loncat kecil dan membuat jejak dari sepatunya terukir di atas salju. Dengan loncatan berikutnya dia menuju ke pekarangan rumah. Sebenarnya dia hanya iseng bermain seperti itu, berhubung Jaejoong dan Yunho masih mempersiapkan diri mereka untuk pergi ke pemakaman Donghae.
Tin! Tin!
Lalu sebuah mobil berhenti dihadapan rumah yang berada di samping kanan rumah mereka. Taemin menghentikan langkahnya. Dia memperhatikan seseorang yang kemudian muncul dari balik pintu mobil. Mungkin itu adalah pemilik rumah di sebelah rumahnya, karena Jaejoong pernah bilang bahwa sang pemilik rumah sedang ke London untuk sesuatu.
Jaejoong keluar dari rumahnya dengan pakaian yang sudah rapi. Dia memang berniat untuk datang ke pemakaman Donghae. Sebenarnya dia tak terlalu dekat dengan namja yang kini sudah meninggal itu, namun Jaejoong mengenal seluruh teman Yunho yang bekerja di NCIS—berhubung Yunho adalah polisi yang sering bertugas bersama NCIS, bahkan Mr. Shim mempunyai rencana untuk mempekerjakan Yunho disana—jadi dia akan datang ke pemakaman itu.
Namun niatnya tertunda ketika dia melihat sebuah mobil terparkir di halaman depan rumah tetangganya. Jaejoong tersenyum tipis ketika melihat salah seorang namja cantik keluar dari dalam mobil dan melihat kearahnya. Jaejoong segera menghampiri namja itu dan membiarkan Taemin memandang bingung kearah mereka.
"Omona, Key! Kenapa tak bilang akan pulang hari ini?" tanya Jaejoong seraya memeluk namja yang dipanggil Key itu.
Key atau Kim—Lee—Kibum membalas pelukan Jaejoong. "Mianhae Jaejoong hyung. Kami juga pulang tergesa." kata Key seraya melepas pelukan itu. "Ah, iya. Hyung bilang akan mengadopsi anak bukan? Aku ingin melihat anakmu, siapa namanya?"
Jaejoong tersenyum lagi. Dia meraih tangan Taemin yang berada beberapa senti dari tubuhnya dan kemudian memegang bahu Taemin yang kini berdiri dihadapannya. "Namanya Jung Taemin. Dia manis bukan?" tanya Jaejoong.
Key mengangguk. Dia mengambil posisi jongkok dihadapan Taemin dan mencubit kedua pipi gembulnya. "Taeminnie imut ya? Ah, aku tetanggamu. Tetapi jangan memanggilku seperti wanita tua, kau memanggilku Key umma saja ya?" tanya Key manis. Kemudian dia menaikkan kepalanya dan memandang Jaejoong. "Ya Jaejoong hyung?"
Jaejoong menganggukkan kepalanya menyetujui. Key mengembalikkan pandangannya kearah Taemin dan melihat anak kecil itu mengangguk setuju.
"Ne, Key umma." Taemin tersenyum malu-malu dan hal itu membuatnya terlihat semakin imut.
Lee Jinki atau yang lebih sering dipanggil Onew—suami dari Key—ikut turun dari mobil dan membuka bagasi. Dia tersenyum kearah Jaejoong yang tak sengaja menoleh kearahnya.
"Lama sekali ya disana?" tanya Jaejoong kepada Onew yang melihat kearahnya dengan mata yang menyipit.
Onew mengangguk dan kemudian mengeluarkan satu-per-satu koper dari dalam sana. "Jongin betah disana. Bahkan susah untuk membujuk Minho agar ikut dengan kami. Kedua orangtuanya sudah menitipkan Minho kepada kami, mereka terlalu sibuk bekerja di London sana."
Jaejoong mengangguk lagi. Dia menatap Key yang mengusap rambut Taemin dengan lembut. "Nah, dia adalah suami Key umma. Kau bisa memanggilnya Onew appa."
"O-On..."
"Onew appa." ulang Key.
"Onew appa."
"Nah seperti itu." Key mengarahkan pandangannya kearah mobil berwarna hitam miliknya dan juga Onew dan kemudian berteriak. "Sayang, kemarilah! Kau harus bertemu dengan anaknya Jaejoong umma!"
Dan kemudian salah satu pintu mobil yang masih menutup ituterbuka. Menampilkan anak kecil seumuran Taemin yang memakai jaket yang kebesaran berjalan kearah mereka. Key segera berdiri dari posisinya dan meletakkan tangannya di bahu anak itu.
"Nah, Taemin. Ini anaknya Key umma. Namanya Lee Jongin. Tetapi dia lebih senang dipanggil Kai." kata Key memperkenalkan. Dia menunduk melihat Kai. "Ayo sayang, bertemanlah dengan Taemin."
Kai mengangguk dan kemudian mengulurkan tangan mungilnya kearah Taemin. Dia tersenyum manis memandang teman baru seumurannya. "Namaku Kai. Sekarang umurku enam tahun."
Taemin mengerjapkan matanya dan kemudian membalas jabatan tangan itu. "Namaku Jung Taemin. Kai bica memanggilku Taemin atau Minnie. Umulku macih lima tahun, belalti aku halus memanggilmu hyung?" tanyanya polos.
Kai menggeleng manis. "Umurku berubah menjadi enam tahun pada empatbelas Januari kemarin. Apakah tahun ini umurmu juga akan enam tahun?"
Taemin mengangguk menjawab pertanyaannya. "Bulan Juli nanti."
"Nah, itu artinya kita seumuran. Jadi panggil aku Kai saja."
Taemin mengangguk mengerti. Dan kemudian Kai menggenggam tangan mungil itu.
"Kau tidak bisa mengucapkan huruf 'S' dan 'R' ya?" tanya Kai.
Taemin mengangguk dan terkekeh. "Aku keculitan untuk mengucapkannya."
"Ah, tak usah dipikirkan. Aku akan mengenalkanmu kepada sepupuku dari London. Sekarang dia tinggal disini, satu rumah denganku." Kai menarik tangan Taemin kearah mobilnya.
Onew, Key dan Jaejoong hanya memandang mereka dengan kekehan kecil. Ternyata mereka mudah mengakrabkan diri.
"Minho hyung. Keluarlah." ucap Kai.
Dan kemudian seorang namja yang terlihat seumuran dengan mereka—mungkin lebih—keluar dari dalam mobil dengan menggunakan kupluk berwarna abu di kepalanya. Taemin mengerjapkan mata memandang namja kecil itu. Kai tersenyum dan menarik tangan Taemin untuk mengulurkan tangannya.
"Nah, Taemin, dia namanya Choi Minho. Dia sepupuku. Umurnya satu tahun diatas kita, jadi kau harus memanggilnya hyung."
Taemin kemudian mengangguk ragu ketika Minho membalas jabatan tangannya.
"Aku Minho."
"Na-namaku Jung Taemin. Kau dapat memanggilku Taemin atau Minnie, Minho hyung."
Dan Minho tersenyum memandang Taemin.
"Jaejoongie, ayo. Kita tak mau terlambat untuk ke pemakaman bukan?"
.:o~o:.
Friday
February 3rd, 2012
10:38 AM
"Eunhyukie, sudahlah." kata Kibum seraya jongkok disamping Eunhyuk yang masih menangisi suaminya yang sudah dikuburkan sejak dua jam yang lalu.
Eunhyuk menggeleng pelan. Dia mengusap foto Donghae yang diletakkan di depan batu nisannya. Kuburan yang masih basah.
Para kerabat, teman dan beberapa orang lainnya sudah meninggalkan area pemakaman sejak dua jam yang lalu. Bahkan Yoochun, Changmin, dan Mr. Shim pun sudah tidak berada disini. Mereka masih harus mengurusi kasus tentang kematian Donghae.
Kibum mengusap kepala Eunhyuk perlahan. Dia tahu bahwa Eunhyuk sangat terpukul dengan kepergian Donghae—yang otomatis membuat Eunhyuk kehilangan calon pendamping hidupnya. Dia mengerti dengan posisi Eunhyuk. Dia tahu bahwa namja manis ini sangat terpukul.
"Eunhyuk-ah..."
"Donghae... kumohon jangan tinggalkan aku... huks..."
.:o~o:.
Friday
February 3rd, 2012
01:18 PM
Seorang polisi berjalan kearah salah satu sel yang terdapat di tempat tahanan polisi itu. Dia membawa kunci dalam genggamannya dan berhenti di salah satu sel. Kyuhyun memandang polisi itu tak mengerti. Dia menggerenyitkan dahinya ketika sang polisi membuka pintu sel dan memandang Kyuhyun.
"Ada yang ingin menemuimu di ruang pertemuan."
Kyuhyun segera berdiri dari posisi meringkuknya di sudut ruangan. Dia berjalan mendekati pintu sel dan polisi itu segera membawanya ke salah satu lorong ketika dia sudah menutup pintu sel kembali.
Pasti Changmin, pikirnya.
Polisi itu membawanya ke dalam sebuah ruangan yang disebut sebagai ruang pertemuan. Polisi itu membuka pintu dan mendorong punggung Kyuhyun pelan agar masuk kedalam, dan setelah itu si polisi menutup kembali pintunya.
Kyuhyun dapat melihat Changmin duduk di salah satu kursi panjang bersama dengan seseorang yang Kyuhyun pernah lihat wajahnya. Kyuhyun ingat, lelaki itu adalah dokter yang membuatnya keluar dari rumah sakit jiwa.
"Hi Kyuhyun-ah." kata Changmin memulai.
Kyuhyun segera duduk di salah satu kursi yang berhadapan dengan mereka—terhalang oleh sebuah meja persegi panjang yang terbuat dari kayu. Changmin tersenyum melihat Kyuhyun yang dia pikir sudah tak seburuk bulan Januari lalu. Kyuhyun mulai sedikit berubah. Bahkan dia sudah mau memperlihatkan setipis senyumannya. Ah bahkan bukan setipis, sangat tipis.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Changmin.
"Jauh lebih baik daripada di rumah sakit jiwa."
Changmin menganggukan kepalanya dan kemudian memandang Yoochun. "Nah, Kyuhyun. Kau sudah pernah bertemu dengannya bukan? Dia Yoochun, kekasihku."
Entah Changmin salah lihat atau memang kenyataan bahwa air muka Kyuhyun berubah sedikit. Sedikit, bahkan hampir tak terlihat.
"Ah, kita mulai saja sekarang. Aku kesini membawamu suatu informasi, yang mungkin saja dapat meyakinkan hakim atau polisi bahwa kasusmu sudah menyangkut dengan dunia supernatural. Yang tentu saja tak bisa dicerna oleh akal sehat." Changmin menaikkan map yang dia letakkan di kursi keatas meja dan membukanya. Kemudian dia membuka lembaran-lembaran kertas dan menyodorkannya kearah Kyuhyun. "Kau bisa membacanya."
Kyuhyun meraih lembaran-lembaran kertas yang telah terurut itu. Dia mulai membaca deretan-deretan kalimat yang tersusun secara rapi disana. Yoochun hanya diam memperhatikan Changmin yang sibuk memandangi Kyuhyun.
"Nah, kau ingat bukan bahwa aku telah mengatakan kepadamu bahwa semuanya berawal pada tahun 1996, pada gadis Jepang bernama Umeko Mitsushima yang meninggal pada pergantian tahun di tahun itu?"
Kyuhyun mengangguk dengan mata yang masih terfokus ke dalam bacaan.
"Setelah dia meninggal, tepat pada pergantian tanggal dari Satu Februari menuju Dua Februari, seorang gadis Jepang meninggal lagi dengan cara yang tak masuk akal. Dengan luka yang timbul secara tiba-tiba. Dan ternyata orang itu adalah kekasih dari Umeko."
Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap Changmin sebentar. Setelah itu dia mengembalikan pandangannya kearah kertas-kertas itu.
"Dan ternyata pada tanggal Tiga Maret, teman dekat dari Umeko juga meninggal secara tak jelas." Changmin memberikan jeda ketika Kyuhyun kembali melihatnya. "Dan kemudian pada Empat April, Lima Mei dan seterusnya hingga Duabelas Desember. Dan semua kematian aneh di tahun itu terjadi kepada siapapun yang berhubungan dengan Umeko. Bahkan teman dari temannya Umeko pun menjadi korban selanjutnya karena secara tak langsung mereka ada hubungan dengan gadis itu."
Kyuhyun menggerenyitkan dahinya tak mengerti.
"Ja-jadi apa maksudmu?" tanyanya bingung.
Changmin menarik napas dan menghembuskannya secara perlahan. Agak berat juga untuk menceritakannya, namun dia harus kuat dan tegar. "Temanku, namanya Donghae. Dia adalah korban pada Dua Februari." Changmin memberikan jeda pada kalimatnya. "Donghae bahkan tak mengenal Sungmin, aku yakin akan hal itu. Tetapi jika kau bertanya mengapa hal itu bisa terjadi terhadap Donghae, jawabannya adalah karena kau adalah—maaf—kekasih Sungmin, dan kemudian kau mengenalku dan aku memang sudah berteman dengan Donghae. Itu artinya kita—mereka—terhubung secara tak langsung. Memang tak masuk akal tetapi itulah yang terjadi."
Kyuhyun meletakkan lembaran-lembaran itu diatas meja. Dahi Kyuhyun mengkerut mendengar penjelasan itu. Matanya menyipit dan dia tak bisa menerima informasi baru yang tak masuk akal itu.
"Apa yang terjadi pada tahun 1997?"
"Korban Satu Januari sudah berbeda. Maksudku, korban itu sudah tidak berada di siklus korban Satu Januari pada tahun 1996. Siklus itu sudah berakhir jika tahun berganti. Itu artinya, pada tahun 1997, dia—maksudku sesuatu yang merancang kematian ini—memlih orang baru sebagai korban di Satu Januari dan kemudian semua yang berhubungan dengan korban di tahun 1997 itu akan terpilih untuk menjadi korban pada bulan-bulan berikutnya. Begitupula dengan tahun-tahun yang lain."
Kyuhyun masih memandang Changmin tak mengerti. Changmin meraih kertas-kertas yang sudah Kyuhyun letakkan di atas meja dan membereskannya. Dia merapikan kertas itu dan kemudian menumpuknya menjadi satu. Setelah itu Changmin kembali memasukkan kertas itu ke dalam map dan kemudian kembali memandang Kyuhyun.
"Aku tahu kau bingung akan hal ini. Tetapi kita tak bisa hanya tinggal diam. Kita harus mencari cara agar kematian ini tak merembet menjadi Tiga Maret dan memakan korban selanjutnya."
Changmin berdiri dari duduknya dan kemudian meraih sesuatu yang dia letakkan juga disampingnya—di atas kursi. Kemudian dia membawa benda itu—yang merupakan sebuah dus berukuran sedang—ke atas meja dan membukanya.
"Selamat ulang tahun, Kyuhyun."
Kyuhyun dapat melihat sebuah kue tart dihadapannya. Kyuhyun hanya diam terkejut. Dia benar-benar tak percaya bahwa Changmin akan melakukannya. Bahkan dia tak tahu darimana Changmin mengetahui hari ulangtahunnya.
Changmin berjalan menghampiri Kyuhyun dan kemudian memeluk tubuhnya. Dia mengusapi rambut bersurai hitam itu dengan gerakan lembut. Changmin mendekatkan mulutnya ke telinga Kyuhyun. "Aku akan mencari cara untuk membuatmu bebas. Aku akan menekuni kematian ini untukmu. Aku tak ingin kau menjadi korban selanjutnya." Changmin mencium rambut di samping telinga itu dengan tempo yang lama. "Tunggulah."
Dan Yoochun yang menyaksikan hal itu benar-benar merasakan bahwa dadanya sangat sakit sekarang.
.:o~o:.
WUOOO UNTUK PENJELASAN LEBIH LANJUT MUNGKIN ADA DI NEXT CHAP! AKU BARU BIKIN CHAPTER INI!
Aku mau ngerjain pr dulu hehe *curcol*
Bales Review Chapter 1A :3
lee jungmin : Hehe gomawo ^^ ini udah update kilat :D
kangkyumi : Hehehe gomawo ya :D nah jawabannya selalu ada di next chap hoho
Han HyeYoo : Nanti bakal dijelasin kok Lucifer itu di next chap. Okay thank you ^^
Hyeri : Hehehe yang sabar ya chingu :3
widiwMin : Hehe. Sayangnya dia memang mati *ditabok* lah kalau saya mati siapa yang lanjutin ff ini kekekeke. Gomawo ya~
Cloud1124 : Hehe udah kejawab kan di chap ini? Semoga aja yaaa~ mian ya kekeke. Makasih doanya :D
shakyu : Hehehe makasih :D yah kenapa gak dibaca? Hehehe Kyu masih ada kok, tenang aja :) gomawo ya~
chidorasen : Nyooo~ akhirnya nambah reader lagi ^o^ pengen aja hehe. Sipp update kilaaaaaaaatt yosh!
Kulkasnya Changmin : Silahkan hehe ^^ hahaha dasar, jangan salahin anak SHINee doong :p oke oke gomawo ya
Els : Hehehe Donghae deh yang mati ^^ ya ampun ke alam baka -,- ne gomawo ya doanya~ :D
Cho Luna Kuchiki : Hehe udah ada penjelasannya kan di chap ini, penjelasan selanjutnya mungkin ada di next chap. Okay gomawo ya~
Meong : Yap. Nanti di ceritain di next chap, tapi gak sekarang. Gomawo~
Solder of Light : Ne annyeonghaseyo ^^ gomawo ya :D semoga gak bosen baca ff ini
Big thanks for readers MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon
anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin |Kulkasnya Changmin | ma'on clouds |Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els | Soldier of Light dan untuk semuanya.
FF INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI
Makasih untuk doanya ^^
Saya masih sakit tapi ehehe ._.
Review? :3
Makasih untuk yang mengikuti FF ini dari awal sampai sekarang :')
Saya terharu :')
Walau sempat down juga karena ngeliat FF orang lain satu chapternya sampai 50 review, tapi gwenchana. Masih ada readers yang ngehargain karya orang kaya kalian. Gomawooooo *big hug*
