Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Agaze | February 6th, 2012

Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, Key, Onew, Minho, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi dan cast lain menyusul (Super Shinki or DBSJ a.k.a DongBangSuJu, SHINee udah ada 4 orang, EXO nyempil satu)

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Alur kecepetan! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : Ini chapter 2C. Kasih review jika FF ini ingin dilanjutkan.

.

.

.

.

The Time: Agaze | February 6th, 2012

.

Monday

February 6th, 2012

01:12 AM

Yoochun berjalan ke arah meja tempat Changmin biasa berkutat dengan laptopnya sendiri. Dia melihat Changmin yang tertidur dengan wajah yang bertumpu pada meja—tepat disamping laptopnya yang masih menyala. Yoochun melirik sebentar ke arah layar. Dia melihat sebuah situs yang sedang ditekuni oleh Changmin, yang Yoochun sendiri tak terlalu mengerti.

Kemudian Yoochun memperhatikan wajah Changmin yang tertidur. Wajah yang sangat damai itu. Kenapa namja ini benar-benar membuatnya gila? Membuatnya bisa kehilangan napas hanya ketika melihat senyumnya?

Yoochun menyentuh poni yang menutupi mata namja yang tengah terpejam itu. Dia menyibakkannya dan kemudian mengusap rambut hitam yang sudah mulai memanjang itu dengan lembut.

"Changmin-ah..."

Dia hanya berbisik pelan. Tak berniat untuk membangunkan Changmin-nya. Tak berniat untuk membangunkan malaikat itu.

Andai saja, andai saja kekasihnya tidak bertemu dengan namja itu. Mungkin hidup Yoochun akan setenang tahun-tahun kemarin. Dia tidak perlu merasa takut akan sesuatu yang tak pernah dikhawatirkannya. Andai saja...

"Andai saja kau tak bertemu dengan Cho Kyuhyun, mungkin aku tak akan setakut ini..."

.

.

The Time

Agaze | February 6th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Monday

February 6th, 2012

06:29 AM

"Umma, buah chelly-nya diletakkan dimana?" tanya Taemin seraya meraih dua buah cherry dari dalam mangkuk.

Jaejoong meraih cake yang telah dia hias dengan beberapa macam krim dan meletakkannya di atas meja makan. Dia merapikan beberapa sisi dengan pisaunya dan kemudian menatap Taemin.

"Nah, letakkan di tengah secara berdampingan. Ayo cepat, kita tak mau 'kan jika appa bangun lebih awal dan melihat kejutannya belum selesai?"

Taemin mengangguk. Dia naik keatas kursi dan kemudian meletakkan kedua cherry itu di bagian tengah. Di antara angka dua dan angka enam. Jaejoong tersenyum dan kemudian menepuk kepala Taemin. Kemudian Jaejoong berjalan kearah meja dapur dan meraih pemantik api—yang sudah sejak tadi disiapkannya—dan kembali ke arah Taemin yang kini sudah duduk manis di atas kursi. Jaejoong menyalakan pemantik api tersebut dan mendekatkannya ke ujung dari kedua lilin itu. Lalu dua api kecil mulai menyala disana.

"Nah, sekarang kita tunggu appa ba—"

"Hoam, kau masak apa Jae?"

"—ngun."

Taemin segera berdiri di kursinya dan menepukkan kedua tangannya ketika dia melihat Yunho turun dari lantai dua dan berjalan kearah dapur dengan mulut yang menguap dan mata yang masih belum terbuka sepenuhnya. Jaejoong tersenyum. Taemin segera meloncat kecil di atas kursinya.

"Saengil chuka hamnida! Saengil chuka hamnida! Salanghaneun uli appa! Saengil chuka hamnida!"

Nyanyian Taemin terdengar seperti suara cicitan burung pipit di pagi hari. Yunho terkekeh. Dia segera berlari ke arah Taemin dan kemudian menggendongnya.

"Anak appa, eum, mau memberi surprise ya?" tanya Yunho seraya menggesekkan ujung hidungnya di ujung hidung kecil Taemin.

Taemin tertawa kecil. Dia mencium pipi Yunho dan membalas pelukannya.

"Taemin cayang appa!" katanya berteriak gembira.

Yunho tertawa lagi. Dia mengembalikan Taemin keatas kursi dan kemudian memandang Jaejoong yang masih tersenyum kearahnya.

Yunho membalas senyuman itu. Dia merentangkan kedua tangannya dan Jaejoong segera menghampirinya. Dengan segera, entah siapa yang memulai, Jaejoong dan Yunho mulai berciuman. Refleks Taemin menutup matanya dengan kedua tangan. Namun kegiatan itu malah membuat Jaejoong melepaskan ciumannya dan tertawa melihat tingkah anak angkatnya.

"Ah, Taemin tak boleh lihat." kata Taemin dengan tangan yang masih menutup tangannya. Namun tetap saja masih ada celah, dan anak kecil itu masih bisa melihat kedua orangtuanya.

"Ya Tuhan, anak umma lucu sekali!"

Jaejoong segera memeluk tubuh Taemin dengan erat. Yunho yang melihatnya ikut memeluk Taemin. Dan Taemin dengan senyuman yang merekah membalas pelukan kedua orangtuanya.

"Taemin cayang umma dan appa. Jangan tinggalkan Taemin, ne?"

.:o~o:.

Monday

February 6th, 2012

08:31 AM

"Nah, apa foto dari Zhoumi ini dapat membantumu?" tanya Yoochun seraya memberikan dua lembar foto kepada Changmin yang tengah duduk di sofa panjang ruang tengah.

Changmin menerima kedua lembar foto itu dan kemudian memperhatikannya. Dia meletakkan lembaran-lembaran kertas yang sejak tadi ditekuninya ke atas meja. Yoochun segera mengambil tempat duduk di samping Changmin. Dia memperhatikan foto itu bersama Changmin.

"Apakah ini foto simbol yang dikatakan oleh Zhoumi-ge?"

Yoochun mengangguk. Dia menunjuk ke salah satu foto dan berkata, "Yang ini di tengkuk Sungmin yang satunya lagi di tengkuk Donghae. Beruntung karena ketika autopsi, Zhoumi tak lupa untuk memotret gambar ini."

Changmin mengangguk mengerti. Dia meletakkan kedua foto itu diatas pahanya dan mulai mencari satu kertas yang berada di tumpukkan itu. Setelah mendapatkannya dia memberikannya kepada Yoochun.

"Coba hyung lihat, simbolnya sama bukan?"

Yoochun memperhatikan simbol di kedua foto itu dengan simbol yang berada di kertas yang dipegangnya. Dan dapat dia lihat dengan jelas bahwa simbol lingkaran berbentuk berwarna hitam dan bentuknya kecil itu memang mirip. Yoochun menolehkan pandangannya kearah Changmin yang menatapnya.

"Itu simbol Neraka hyung."

.:o~o:.

Monday

February 6th, 2012

11:21 AM

Kali ini, di halaman belakang rumah Yunho dan Jaejoong, Taemin, Kai dan Minho tengah bermain ayunan disana. Sudah terlihat tanda-tanda bahwa salju akan segera mencair—berhubung bulan Maret sudah memasuki musim semi, walau masih harus menunggu beberapa minggu lagi. Taemin berada di ayunan sebelah kanan dan Kai duduk di ayunan sebelah kiri. Sedangkan Minho bertugas untuk mengayunkan kedua ayunan itu dengan tempo pelan secara bergantian. Tidak perlu menunggu waktu lama untuk keakraban mereka.

"Minho hyung, apa kau akan memulai cekolah hali ini? Ini hali senin kan hyung?" tanya Taemin seraya menolehkan kepalanya ke belakang, ke arah Minho.

Minho mengangguk. Tetapi sedetik kemudian dia menggeleng. "Seharusnya aku memulai sekolah disana hari ini, tapi masih ada yang belum diurusi Key umma untuk sekolah baruku. Jadi aku mulai sekolah besok."

"Itu altinya kita tidak bica belmain ya hyung?"

Minho dapat melihat bahwa raut wajah Taemin berubah menjadi sedih. Kai tertawa kecil melihatnya. Dia menepuk paha Taemin dan membuat namja kecil itu melirik kearahnya.

"Minho hyung pulang jam duabelas setiap harinya. Hanya sebentar, bukan? Taemin kan bisa bermain dengan Kai dulu." kata Kai seraya tersenyum.

Taemin mengangguk mengerti. Minho menepuk kepalanya dan membuat Taemin kembali melihat kearahnya.

"Nah, selama aku sekolah, kau dan Kai akan belajar bersama Ryeowook hyung, bukan? Pasti akan menyenangkan. Aku janji, sepulang aku sekolah kita akan bermain lagi."

Taemin mengerucutkan bibir berwarna merahnya namun dia mengangguk pelan. Taemin menginjakkan kakinya ke tanah dan mengayunkan ayunannya sendiri.

"Janji hyung?"

Minho mengecup pipi putih Taemin dan mengangguk. "Janji."

Hal itu membuat pipi yang semula putih kini mulai berhias dengan semburat berwarna merah muda. Kai terkekeh pelan. Namun akhirnya dia juga ikut mengecup pipi Taemin.

"Taemin-ah manis ya."

"Nah lho, apa hyung mengganggu kegiatan kalian bertiga?" tanya seseorang dari arah pintu belakang rumah.

Ketiga pasang mata kecil yang berada disana segera menoleh ke arah sang pemilik suara. Taemin segera turun dari ayunannya dan berlari ke arah orang itu. Dan dengan segera dia meloncatkan tubuhnya ketika laki-laki itu memeluknya dan kemudian menggendong tubuh kecilnya.

"Changmin hyung~!"

Changmin terkekeh dan mempererat pelukannya terhadap Taemin. Dia memutar tubuh itu dan kemudian menurunkannya ke bawah.

"Nah, Kai, ternyata kau sudah pulang dari London?" tanya Changmin ketika melihat seorang anak kecil yang masih duduk di salah satu ayunan.

Kai mengangguk. Dia mengayunkan ayunannya lagi dengan tempo pelan. "Sudah lama hyung tidak bermain denganku."

Changmin mengangguk dengan senyuman. Taemin menarik tangan Changmin dan membawanya mendekat ke arah ayunan—dimana Kai dan Minho masih berada disana.

"Hyung, pelkenalkan, dia Minho hyung. Cepupunya Kai dali London."

"Ah tidak Taemin. Sudah kubilang aku lahir disini. Aku hanya tinggal disana selama dua tahun." Dan kemudian Minho tersenyum kearah Changmin. "Choi Minho imnida."

"Shim Changmin. Kau boleh memanggilku Changmin hyung seperti Taemin dan Kai."

"Minho, Kai, apa kalian bisa membantu Ryeowook hyung membuat puding?" tanya Jaejoong seraya menyembulkan kepalanya dari pintu belakang.

Minho dan Kai mengangguk. Kai turun dari ayunannya dan segera berlari ke arah pintu, dan kemudian disusul oleh Minho.

"Kami membantu Wookie hyung dulu ya~!" kata Kai sebelum akhirnya menghilang di balik pintu bersama dengan Minho.

Jaejoong yang masih berada disana mengangguk kecil ke arah Changmin yang melihatnya.

Taemin memandang Changmin tak mengerti. Changmin kembali menggendong tubuh Taemin dan mendudukkannya di salah satu kursi ayunan. Dan kemudian Changmin mengambil posisi jongkok di hadapannya.

"Nah, Jaejoong umma bilang bahwa kau bermimpi buruk beberapa hari yang lalu. Coba ceritakan kepada hyung, apa yang kau mimpikan?"

Taemin merasakan tubuhnya mulai menegang. Dia tak tahu harus menceritakan darimana, yang pasti dia ketakutan sekarang. Tubuhnya bergetar dan dia meremas pergelangan tangan Changmin dengan kuat.

"Tae-Taemin takut hyung..."

Changmin mengusap lengan Taemin dengan lembut. Berusaha untuk menenangkannya. "Gwenchana. Takut itu memang wajar, tetapi apa Taemin bisa menceritakannya kepada hyung? Taemin harus percaya bahwa hyung bisa membantu Taemin jika Taemin juga mau membantu hyung."

Taemin mengigit bibir bawahnya. Remasan tangannya di tangan Changmin semakin mengeras. Changmin mengusap bibir Taemin dengan ibu jarinya, mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Taemin melepaskan gigitannya di bagian bibir. Namun matanya mulai berkaca-kaca sekarang.

"Entah hyung... aku melihat ada... ada ceceolang yang belkata padaku... dia mem-membicalakan tentang pemain... a-aku tak tahu hyung, Taemin tak mengelti... tetapi ceceolang itu bilang bahwa... pemain itu akan mati... Taemin... Taemin takut hyung... Taemin takut..."

Changmin segera memeluk tubuh kecil itu yang kali ini bergetar karena tangis. Changmin merasakan bahwa kaos yang dia kenakan di sebelah bahunya basah. Changmin mengusap rambut itu dengan lembut. Memberikannya sebuah ketenangan dan kehangatan.

"Sshh, shhh. Mianhae Taeminnie... jangan menangis, shh."

"Hyung..." Taemin meremas baju Changmin dengan keras. Dia menenggelamkan wajahnya di bahu Changmin semakin dalam. "A-aku me-melihat Nelaka hyung... ceceolang itu mem—huks—membawaku melihat Ne-Nelaka... huks... aku takut hyung... huks... huks..."

Changmin mengangkat tubuh Taemin ke dalam pelukannya. Dia segera menenangkan tubuh kecil itu di dalam gendongannya. Mengusapi kepalanya dengan lembut dan membawanya ke dalam rumah.

"Ssh, Taeminie... maafkan hyung ne? Sshh sudah jangan memangis lagi... shhh..."

Taemin menggeleng di pelukan itu. Dia masih menenggelamkan wajahnya di bahu Changmin dan remasan tangan mungil di kaos Changmin semakin erat. Changmin berniat membawa Taemin ke kamarnya, namun sebuah tangan kecil menarik bajunya. Menghentikkan langkah Changmin dan membuatnya berbalik.

"Turunkan Taemin jika hyung membuatnya menangis." ucap Minho yang kini sudah menatap Changmin dengan tajam.

.:o~o:.

Okay~ *renggangin tangan*

Akhirnya chapter ini jadi juga yeah~

Hm, sebelumnya maaf kalau pertanyaan para readerdeul—yang sudah saya anggap sebagai chingudeul yang sangat baik *peluk satu-satu*-belum terjawab ya. Namanya juga genre mystery *alesan*. Ah, untuk semua yang sudah review dan berhasil membaca dari chapter satu hingga sekarang tidak sampai bosan, saya benar-benar berterima kasih banyak *kecup basah*.

Okay, sekarang apakah saya boleh galau? Hm, jadi hari ini tuh (hari minggu maksudnya) aku mau nonbar (nonton bareng) sama ELF di Bandung, nonton SS3 di Blitz. Tiket udah pesen ke temen, dia beli ke orang. Nah, kita kan di kasih taunya nonton hari minggu, jadi tadi berangkat. Taunya... -,- orang itu salah liat TANGGAL! Katanya tiket kita tuh dipesenin untuk hari Jum'at. WTF FTW? Hari Jum'at udah kelewat Ya Allah -.- jadinya kita nonton besok (hari Senin ini maksudnya), pulang sekolah. Bete eurghhhhhh! OMFG!

Aaahhh dan daritadi saya galau melihat ELF dengan wajah yang ceria -,-.

Kegalauan saya bertambah ketika melihat ff orang lain dengan satu chapternya 80 reviewers. OMG! Aku belum pernaaaaaaaaaaaaahhhhh -,-.

Ah, dan iya. Saya belum sembuh ._. malah obat saya nambah, jadi tiap hari harus minum 21 obat. Ya ampun, berasa mau mati.

Okay, okay. Cukup untuk kegalauan untuk kali ini.

Ayo kita balas review :3

lee jungmin : Hehe makasih :) Amin. Okay ini sudah update kilaaaaaat :D

Meong : Lah, chingu bener-bener pengen MinKyu ya ekekeke. Nah, penjelasannya sudah cukup atau masih kurang? Olalala ini genrenya mystery, jadi saya punya banyak mystery ohohoho BD

Cloud1124 : Pasti galau mikirin MinKyu yah? *sok tau* Kyu memang pembawa sial, asli deh. Eh, gomawo ya~ :D

Hyeri : Aku gak tau bakal berapa chapter ini ff ._. Oahahaha thank you so much :D

BlackAngel : Gwenchana ^^ gomawo ya doanya. Apakah yang ini udah ada 2Min moment (aku kira gak ada). Okay, ini update-tannya :D

widiwMin : Yap, member EXO 8) Junsu udah aku kasih peran kok, tapi entahlah datangnya kapan ohohoho

Leeyasmin : Okay :D

Els : Eits, pake ngelus dada Uchun nih, kesempatan *kurung Uchun di kulkas*. Kalau tiap kematian sama kaya tanggal lahir, susah dong nyari pemain ffnya, kecuali kalalu ngeganti tanggal lahir mereka ohoho. Wah, coba deh chingu bikin ceritanya, aku tunggu lho :D

kangkyumi : Karena aku yang suruh 8) yap seperti itu. Kyuhyun bebas atau enggak ada di chap-chap nanti ya :D

ukechangminnie : Gak perlu minta maaf, saya yang berterima kasih karena mau membaca ff ini ^^ oh, permintaanmu akan dipertimbangkan ekekeke. Gomawo ya~

Soldier of Light : Hehehe 8D yap, setiap bulan ada yang mati. Ini udah update olalala~

PutryboO : Siiip, kalau banyak yang pengen ff ini pasti lanjut kok :D okay gomawo ya~

Kulkasnya Changmin : I'M HERE hohoho. Oalah, pasti galau mikirin MinKyu ya *sok tau abis* hahaha okay gomawo ya~

Cho Luna Kuchiki : Ne, sampe sekarang masih sakit -.- nah lho, jangan-jangan chingu adalah korban selanjutnya hahaha. Wah, kalau beneran setaun masih mau baca, ehehe? Aku lebih seneng JongKey -,-. Okay, tebakan akan terjawab nanti. Gomawo ya~

Big thanks for readers MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon
| anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin |Kulkasnya Changmin | ma'on clouds |Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els | Soldier of Light | dn | ukechangminniedan untuk semuanya.

FF INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI

Coba lihat di list Big Thanks, udah lumayan banyak ya yang baca, ada sekitar 37 orang. Tapi yang review sekarang 14 orang. Apakah belasan orang lainnya bosan dengan ff ini? Please say something, agar aku tahu kalau ff ini harus dilanjutkan atau tidak.

Review? :3