Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Valentine | February 14th, 2012

Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, Key, Onew, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi dan cast lain menyusul (Super Shinki or DBSJ a.k.a DongBangSuJu, SHINee udah ada semuanya, EXO nyempil satu)

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Alur kecepetan! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : Ini chapter 2D. Kasih review jika FF ini ingin dilanjutkan.

.

.

.

.

The Time: Valentine | February 14th, 2012

.

Tuesday

February 14th, 2012

05:02 AM

Changmin menggeliat pelan di atas ranjang. Matanya berusaha terbuka secara perlahan. Memang matahari belum menampakan wujudnya bahkan sinarnya, namun tubuhnya memerintahkan dia untuk bangun. Setelah nyawanya berkumpul, dia mulai bangun dari posisinya. Dan dia tak melihat sosok kekasihnya di ranjang—di sampingnya. Dia tak tahu mengapa kekasihnya sudah tak ada sepagi ini. Tidak biasanya.

Changmin melirik ke arah Silky yang tertidur di sofa single di kamar itu. Changmin turun dari atas ranjangnya dan segera mendekati anjing kecil itu. Mengusap bulu putihnya dengan lembut dan anjing itu menggeliat pelan merasa sentuhan lembut di tubuhnya.

"Silky, tahu tidak appa pergi kemana?" tanya Changmin lembut.

Namun anjing itu tidak menjawab pertanyaannya. Dia hanya menggulung tubuhnya dan tertidur semakin nyenyak.

"Heuh, kemana perginya dia?"

.

.

The Time

Valentine | February 14th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Tuesday

February 14th, 2012

08:11 AM

"... ah tidak ada juga? Zhoumi-ge tahu tidak dia pergi kemana?"

Changmin mengapit handphone-nya diantara bahu dan pipinya. Dia meraih Silky yang menggonggong lembut melihatnya dari atas meja dan kemudian menggendongnya.

"Dia tidak memberi kabar?"

Changmin berjalan ke arah rak sepatu di dekat pintu utama. Dia meraih salah satu sepatu sport berwarna putih—dengan garis berwarna merah—dan kemudian memakainya.

"Ah, iya sih. Tetapi tidak biasanya dia menghilang pagi-pagi seperti ini." Changmin membuka pintu utama dan menutupnya. "Ye. Kalau begitu terima kasih Zhoumi-ge. Beritahu aku jika dia datang ke rumah sakit. Ne, ne gomawo."

Tutt

Hubungan telepon terputus secara sepihak. Changmin memasukkan handphone-nya ke dalam saku celana jenas-nya dan meraih kunci rumah. Dia mengusap kepala Silky dan menatapnya yang tengah menjulurkan lidah.

"Tuh, kan, dia hilang. Kira-kira kemana perginya si Park Yoochun itu? Eum?"

Silky hanya menjulurkan lidahnya. Changmin terkekeh pelan dan mengecup kepala anak anjing itu.

"Ah, kajja! Kita pergi ke pet shop sekarang."

.:o~o:.

Tuesday

February 14th, 2012

10:19 AM

Kibum tahu bahwa yang Eunhyuk butuhkan sekarang adalah seseorang yang mau menemani dan menghiburnya.

Jika saja, jika saja Donghae tak meninggalkan Eunhyuk secepat ini, mungkin Kibum tengah memandang kedua insan yang tengah mengucapkan janji suci sekarang. Janji suci di depan altar dimana semua orang menjadi saksi untuk sebuah kehidupan baru. Janji suci yang akan mengubah kehidupan mereka.

Kibum tersenyum miris melihat Eunhyuk yang duduk di sofa seraya mengelus kaca yang melapisi fotonya bersama Donghae—yang saling tersenyum satu sama lain. Setidaknya, Eunhyuk tidak menjadi gila setelah kematian Donghae. Namja itu bisa menerimanya walaupun yang Kibum lihat sekarang adalah kesedihan di wajah namja manis itu lagi. Mungkin dia sedang membayangkan jika saja dirinya sedang menikah dengan Donghae. Sedang menunjukkan kepada semua orang bahwa dirinya telah menjadi milik Donghae sepenuhnya. Seutuhnya.

"Jangan menangis Hyuk—"

Drrt... drrt... drrt... drrt...

Getaran dari handphone di meja menginterupsi kalimat Kibum. Kibum dan Eunhyuk sama-sama mengalihkan pandangannya ke arah benda hitam yang masih bergetar itu. Itu handphone Kibum. Kibum meraih handphone-nya dan melihat siapa yang menghubunginya.

Incoming Call

010-3200-4719

Ya Tuhan, nomor itu lagi!

Kibum segera menekan tombol merah di handphone-nya.

Eunhyuk memandang Kibum tak mengerti. Dia mengarahkan pandangannya ke arah Kibum yang masih melihat ke arah layar handphone.

"Kenapa tak diangkat?"

Kibum membuang napas. "Telepon dari pengganggu lagi. Sudah dua minggu ini penelpon sialan ini menggangguku. Dia tak pernah mengucapkan apapun."

"Orang iseng?"

Sepertinya orang itu kelewatan jika mengganggunya selama ini.

"Mungkin salah nomor."

Salah nomor mana mungkin untuk mengganggu selama dua minggu.

"Mungkin dari teman lamamu."

Teman lama?

Teman lama tak mungkin melakukan hal yang tak berarti dengan cara menelponnya selama dua minggu ini tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Mereka pasti punya kesibukan lain selain untuk menjahilinya, bukan?

"Atau mungkin mantan kekasihmu."

Mantan kekasih?

Tu-tunggu—

Drrt... drrt... drrt—

Incoming Call

010-3200-4719

Kibum segera menekan tombol hijau dan mendekatkan handphone-nya ke telinga.

"Katakan siapa dirimu atau aku akan benar-benar membencimu!"

Diam.

Seperti biasa, jika Kibum memarahi si penelpon itu hanya diamlah sebagai jawaban. Dan telepon selalu diakhiri oleh Kibum sendiri.

Kibum membuang napasnya. Selalu seperti ini. Percuma jika dia melacak dimana keberadaan si pemilik nomor ini dengan meminta bantuan Shindong—si pelacak nomor di NCIS—karena dia membutuhkan orangnya segera. Tepat bertemu dengannya.

Kibum hendak memutuskan sambungan telepon namun sebuah suara menghentikkan kegiatannya.

"Kau benar Kim Kibum."

Dan belum sempat Kibum menjawab, telepon itu sudah terputus dari seberang.

"Jadi, kau sudah tahu siapa yang menelponmu?"

Kibum menoleh ke arah Eunhyuk yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.

Sebenarnya tak mungkin. Tak mungkin orang yang berkata padanya adalah orang itu. Tapi Kibum sama sekali tidak mungkin untuk salah sasaran, walaupun pada kenyataannya Kibum sama sekali tak pernah melihat namja itu sejak kelas 1 SMU, tepatnya setelah kejadian itu. Itu sudah terlalu lama. Kibum masih sangat hapal terhadap suaranya. Suara yang pernah membiusnya dahulu. Jauh, jauh sebelum orang itu membuatnya tak bisa bergerak dengan bebas.

"Kau milikku Kim Kibum."

"Tapi tidak untuk sekarang. Hyung ingat, aku sudah bukan milikmu lagi."

"Tapi aku mencintaimu Kibumie."

"Aku sangat membencimu."

"Kau sangat mencintaiku Kibumie!"

"Tidak hyung! Aku tidak mencintaimu! Aku sangat membencimu!"

"Aku melakukan semua hal untukmu Kibumie."

"Jika itu yang kau katakan padaku, maka aku minta kau pergi sekarang juga."

"Aku tidak akan melepaskanmu."

"Kau harus pergi sekarang juga!"

"Aku sudah membunuh Jay. Semuanya kulakukan agar tak ada namja lain yang mendekatimu."

"A-apa? Hyu-hyung, ka-kau gila..."

"Kau tak lihat darahnya di tanganku ini?"

"Ka-kau gila hyung... kau gi-gila..."

"Mungkin aku harus membunuh Jungmo setelah ini."

.:o~o:.

Tuesday

February 14th, 2012

03:07 PM

Kyuhyun masuk ke dalam ruang pertemuan ketika salah satu polisi mengantarnya kesana. Sama seperti sebelas hari kemarin ketika hari ulang tahunnya. Itu artinya ada tamu untuknya. Namun dia tak perlu memutar otak untuk mengetahui siapa yang akan menjadi tamunya. Dia sudah tahu bahwa namja itu yang pasti akan datang.

"Annyeong, Kyuhyun-ah."

Kyuhyun tersenyum tipis dan kemudian mengambil tempat duduk di hadapan Changmin. "Sendiri?"

Changmin mengangguk. "Kau terlihat semakin kurus."

"Kau terlihat semakin tinggi." balas Kyuhyun terkekeh.

Changmin tersenyum dan memandang Kyuhyun agak lama. "Apa kedatanganku membuatmu bosan?"

"Sama sekali tidak."

"Duapuluhtiga hari menuju sidang pertamamu. Ah bukan, bahkan ini adalah sidang penentuan. Aku akan membuatmu bebas dalam kurun waktu duapuluhtiga hari ini."

"Jika kau tak berhasil membuatku bebas?"

Changmin menggeleng pelan. "Kau harus mendekap di penjara kurang lebih selama limabelas tahun." Changmin tersenyum lagi. Dia mengeluarkan map yang dibawanya dan kemudian membukanya di atas meja.

Kyuhyun memandang map itu dan Changmin secara bergantian. Alisnya terangkat ketika Changmin menyodorkannya sebuah kertas yang berisi sebuah gambar.

"Ada informasi apa lagi?" tanya Kyuhyun.

Changmin melirik sebentar ke arah Kyuhyun dan kemudian menunjuk ke gambar di kertas itu. Sebuah gambar yang sedang Changmin tekuni untuk kasus ini. "Itu simbol Neraka. Kau tahu? Sungmin mempunyai simbol ini di tengkuk lehernya."

Kyuhyun mengangkat salah satu alisnya, bertanya. "Kurasa dia tak pernah mentato tubuhnya."

"Ini memang bukan tato, Kyuhyun." Changmin mengeluarkan dua lembar foto yang di selipkan di lembaran-lembaran kertas itu dan menyodorkannya ke arah Kyuhyun. "Yang ini milik Sungmin, yang satu lagi milik temanku Donghae."

"Jadi, apa maksudnya dengan ini?" Kyuhyun menatap kedua foto itu tak mengerti.

"Simbol itu muncul di korban untuk siklus kematian ini. Tetapi aku masih tidak tahu kapan simbol ini akan muncul. Dari sekarang atau mungkin tepat di hari kematian mereka."

Kyuhyun mengangguk mengerti. "Jika simbol itu muncul tepat di hari kematian, mungkin akan sulit untuk mencari yang selanjutnya."

"Tepat sekali. Namun jika simbol itu muncul dari sekarang, mungkin kita bisa menggagalkan kematian."

"Aku tidak tahu, apa di tengkuk leherku ada?"

Changmin menggeleng tidak tahu. Dia berdiri dari duduknya dan mendekati Kyuhyun. Dari arah depan tubuh Kyuhyun, Changmin menundukkan tubuhnya untuk melihat tengkuk lehernya. Dia menyibakkan sedikit surai hitam milik Kyuhyun untuk melihatnya.

Dan posisi itu membuat jantung mereka berdua berdegup lebih kencang.

"Tidak ada. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kau bukanlah yang selanjutnya. Kita tidak tahu kapan simbol ini akan muncul." Changmin mengembalikan wajahnya dan membuat wajah mereka sejajar. Hanya terhalang udara sekitar lima sentimeter. Keduanya menahan napas bersamaan.

Dan kemudian hening.

Tak ada yang memilih untuk memulai percakapan. Keduanya hanya saling memandang satu sama lain dalam keheningan. Saling merasakan hembusan napas hangat masing-masing. Saling menelusuri setiap inci dari lawannya. Saling meresapi sesuatu yang bergelung di dada mereka.

Bertahan dalam kesunyian, entah siapa yang memulai, kedua bibir itu akhirnya bertemu. Saling menyelipkan kedua belah bibir tanpa tahu siapa yang memulainya. Insting dan hati mereka yang memerintahkan. Dan mereka saling melumat, dalam gerakan lembut yang penuh dengan satu arti. Hanya satu arti.

Ada getaran baru dihatiku, maaf.

Kalimat yang sama dari dua pemikiran berbeda.

.:o~o:.

Tuesday

February 14th, 2012

10:22 PM

Changmin berjalan tergesa ke arah pet shop langganannya. Tempat dia menitipkan Silky setiap hari jika tak ada siapapun di rumah atau ketika waktunya Silky untuk perawatan. Dia tidak memakai kendaraan, hanya berjalan kaki dari kantor NCIS sekitar pukul sembilan tadi hingga sampai di pet shop yang tak jauh dari rumahnya. Entalah, dia tidak tahu mengapa dirinya dan Kyuhyun bisa sampai berciuman seperti tadi, yang pasti Changmin tak berhenti untuk merekahkan senyumannya sepanjang hari—sejak kejadian itu.

Tetapi ada rasa sakit di tengah getaran baru di hatinya.

Dia membuka pintu kaca pet shop itu dan melihat seorang namja sudah berdiri di hadapannya.

"Ah, malam Changmin-ah."

Sapaan itu terdengar begitu akrab. Ya, memang Changmin berteman akrab dengan namja pemilik pet shop ini. Dia adalah teman sebangkunya di SMU dulu, sudah sangat lama sekali dia tak bertemu. Hanya saja sejak Changmin memiliki anjing, dia bertemu lagi dengan namja itu. Dan mereka mulai berbincang-bincang lagi setelah beberapa tahun tak pernah bertemu. Mengenai semua hal. Dari hal kecil maupun hal yang besar lainnya.

"Ah, Jonghyun-ah. Aku mau mengambil Silky." kata Changmin dengan napas yang sedikit terengah.

Jonghyun meletakkan kucing yang berada di pangkuannya sejak tadi ke atas meja. Dia mengusapi kepala kucing itu yang hanya menggeram manis.

"Oh, tadi Yoochun hyung sudah mengambilnya. Sore tadi. Memangnya dia tidak memberitahumu?"

Changmin menggeleng. Dia menepuk bahu Jonghyun dan mengucapkan terima kasih. Setelah itu dia segera keluar dari pet shop dan mengambil jalan pulang ke rumahnya. Tak jauh, hanya butuh kurang lebih delapan menit untuk sampai disana.

Setelah sampai di depan pintu rumahnya, Changmin segera membuka pintu dan melepaskan sepatunya. Berniat untuk memarahi Yoochun karena tak memberinya kabar, namun suara dentingan piano dari ruang tengah meredamkan amarah dan niatnya.

Changmin berjalan pelan kearah ruang tengah ketika melodi halus nan lembut berpadukan dengan suara yang mengalun dengan sangat indah.

If there were no words
No way to speak
I would still hear you

If there were no tears
No way to feel inside
I'd still feel for you

Changmin melihat pemuda itu duduk dihadapan grand piano berwarna putih—yang memang berada di ruang tengah—dengan Silky yang duduk manis di atas piano. Memperhatikan Yoochun dengan mata indah dari anjing kecil itu. Kepalanya bergoyang pelan ke kanan dan ke kiri. Sungguh, anjing itu tahu apa yang harus dilakukannya.

And even if the sun refuse to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart
Until the end of time
You're all I need
My love, my Valentine

Changmin menghampiri pemuda itu dengan banyak emosi yang bergemuruh di dadanya. Dia mendekati grand piano mereka dan berhenti di jarak sekitar satu meter. Entah apa yang harus dia ucapkan sekarang, dia merasa bersalah dengan apa yang telah dilakukannya bersama Kyuhyun tadi.

All of my life
I have been waiting for
All you give to me
You've opened my eyes
And shown me how to love unselfishly

Yoochun hampir menyelesaikan lagunya. Alunan nada dan suara itu terdengar sangat indah, dan begitu romantis. Dia memejamkan matanya, berusaha meresapi beberapa baris terakhir dari lagu itu.

I've dreamed of this a thousand times before
In my dreams I couldn't love you more
I will give you my heart
Until the end of time
You're all I need
My love, my Valentine

Dan dentingan terakhir di salah satu tuts piano mengakhiri lagunya. Yoochun berdiri dari duduknya dan menepuk kepala Silky yang masih menatapnya. Kemudian dia berbalik dan melihat Changmin yang tengah memandangnya.

"Bodoh..." kata Changmin pelan.

Yoochun tertawa pelan dan merentangkan kedua tangannya. "Maaf."

Changmin berjalan pelan ke arah Yoochun. Dia segera mendekat dan memeluk tubuhnya. Yoochun membalas pelukan itu dengan erat.

"You are my love, my Valentine, and my everything, Shim Changmin."

Dan sebersit perasaan bersalah muncul di hati Changmin.

.:o~o:.

Uwoooohhh *pake panci di kepala* silahkan yang mau protes untuk adegan MinKyu *kabur*

Silahkan yang ingin galau, protes, curhat atau apapun mengenai YooMinKyu, saya sediakan kotak review kekekeke :3 *author minta di goreng*

Nah, maaf kalau ada yang bosen sama FF ini. Saya ingatkan, FF ini memang sengaja di buat dengan alur yang luambaaaaaaaaaaaaaaattttt sekali -,-' jadi untuk yang bosen maaf ya.

Untuk yang menantikan FF ini saya ucapkan terima kasih yang sangat banyaaaaaaaaaaaaaaaakkkk :D *hug* saya terharu kalau ada yang menantikan kelanjutannya 8)

Eum, untuk simbol Neraka, daripada ribet mikirinnya, googling aja 'Hell Girl hell symbol'. Di anime Hell Girl itu ada simbol Neraka, okay?

Okay, bacot selesai. Sekarang bales review :3

trueecloud : Hooaaa makasih ^^. Nah sekarang Kyu udah muncul kan? *wink

kangkyumi : Euh, sorry. Bukan lingkaran doang sih simbolnya, untuk lebih jelas bisa googling dengan keyword 'Hell Girl', aku ngambil simbolnya dari anime itu soalnya hehe. Nanti deh HanChul aku munculin lagi, tapi gak sekarang ne? Gomawo ya :3

shakyu : Yaaahahaha part ini gak boleh kelewat lho~. Chunie emang cemburu ama Kyu di chap sekarang, tapi kalau di chap ini? Semoga Uchun gak tau apa yang dilakuin MinKyu *tos bareng Kyu*. Itu masih misteri, ayo lanjuuuut :D gomawo~

eunhee24 : Kalau disini udah ketebak belum perasaan Changminnie? Karena aku pengennya Taemin :p okay, ini udah lanjuuuut :3 gomawo ya~

Meong : Iya sih memang. Hehe gomawo ya~ nanti (kapan-kapan) kejawab kok hoho

Cloud1124 : Nah, ini YooMin-nya udah cukup apa belom? Sekarang tambah galau gak hihi? Idih, sana deh ikut aja tour ke Neraka kalau pengen tau :p hoho gomawo ya~

ukechangminnie : Nah, YooMin-nya udah cukup belum sekarang ihihi? Kan Uchun romantis banget disini *mupeng*. Nah, pertanyaannya udah kejawab sedikit kan ihihi. Bawa golok ke rumah aku? Ngapain? Nanam pohon ya ._. *sok innocent*

lee jungmin : Nah. Udah update nih ihihi gomawo ya~

BlackAngel : Sekarang update lagi :3 mian ya nunggu selama 8 hari huhu. Nah, moga ada pertanyaan yang ke jawab di chap ini. Iya nih, obatnya banyak, sampai sekarang masih sakit saya ._. gomawo ya~ SAW-nya di update nanti *belum bikin masalahnya hehe*

ChoKyuLate : Thank you :D gwenchana~ makasih ya udah nunggu FF ini :)

Kulkasnya Changmin : Simpen dulu feelingnya sampai 3 Maret okay ahahaha *ditabrak truk* haha thanks ya~

Cho Luna Kuchiki : Entahlah ._. yang pasti saya masih sakit sekarang huhu. Wah asli? Kalau ini FF asli satu tahun masih mau baca? Ah, apa sih yang gak aku lakuin untuk SJ ahahaha, sabar ya chingu *sok bijak* pokoknya makasih yaaaaaaa~ *hug*

someone : Thanks ^o^ okay lanjuuuuuut

lilin : Emang kasian sih tuh setan *dibunuh Kyu* nah, mungkin bisa nebak dari sekarang kekeke gomawo ya~

Soldier of Light : Hehe tapi maaf ya baru update sekarang ._.v gomawo ya~

Els : Nah, carinya pake keyword 'Hell Girl hell symbol' ya. Yah, jadi pengennya MinKyu atau YooMin? Silahkan bergalau karena chapter ini .-. yaaahhh, padahal sayang tuh ada ide FF. Gwenchana~ gomawo ya :D

widiwMin : Iya hohoo :D tapi bete banyak ELF abal -,-. Iya tuh si Minho, sok keren gitu dasar bocah *dicekek Taemin* gomawo ya~ maaf baru update

Han HyeYoo : Gomawo~ :D jangan bingung untuk review, ungkapin aja yang ada di pikiran chingu hehehe. Okay, enjoy ya~

Big thanks for readers MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon
| anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri |VitaMinnieMin |Kulkasnya Changmin |ma'on clouds |Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueecloud| ChoKyuLate| lilin | someone dan untuk semuanya.

FF INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI

Please say something ^o^

Review :3