Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Loophole | February 16th, 2012
Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, OnKey, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi dan cast lain menyusul (Super Shinki or DBSJ a.k.a DongBangSuJu, SHINee udah ada semuanya, EXO nyempil satu)
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki! Ide cerita milik saya seorang!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : Ini chapter 2F. Kasih review jika FF ini ingin dilanjutkan.
.
.
.
.
The Time: Loophole | February 16th, 2012
.
Thursday
February 16th, 2012
04:11 AM
Kali ini Changmin sudah duduk kembali di hadapan laptopnya. Mungkin terlalu 'siang' daripada biasanya. Namun, setelah 'aktivitas malam' mereka yang melelahkan, Changmin baru sempat membuka laptopnya sekarang. Dimana Yoochun masih tidur di atas ranjang karena 'aktivitas' mereka.
Sudah sekitar duapuluhlima menit Changmin menekuni pekerjaannya, dan ada sesuatu yang membuatnya menggerenyit heran.
Dia telah mendapatkan seluruh daftar orang yang mati dari tahun 1996 sampai 2011 di setiap bulannya pada siklus kematian ini. Bukan hanya daftar, melainkan dengan nama lengkap, penyebab kematian dan hubungannya dengan si korban Satu Januari. Tetapi ada sebuah nama di bulan Desember tahun 2007 yang membuatnya menyipitkan mata dan membaca berbagai artikel berulang-ulang untuk mendapatkan jawaban. Dia tak mengerti dengan satu nama ini. Bukan karena dia mengenalnya, melainkan karena orang ini tidak mempunyai penyebab kematian. Changmin sudah menjelajahi internet untuk mendapatkan informasi tentangnya, namun yang dia temukan hanyalah kosong. Tak ada jawaban dan penjelasan. Mungkin dia harus benar-benar menyelami kasus ini dan memperdalam pengetahuannya.
"Jadi, siapa orang yang bernama Kim Junsu ini?"
.
.
The Time
Loophole | February 16th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Thursday
February 16th, 2012
06:01 AM
Kibum tak mengerti dengan apa yang harus dilakukannya sekarang. Mungkin jika Kibum tak memiliki rasa kekhawatiran atau ketakutan sebesar ini, dia akan melupakan suara itu. Namun ketika mendengar suaranya dua hari yang lalu, dia merasa terbayang oleh masa lalunya. Oleh sesuatu yang sama sekali tak ingin dia ingat maupun kenang. Terlalu sakit dan pedih. Apalagi jika sampai dia melihat wajahnya.
Kibum meraih handphone yang dia letakkan di atas meja. Tepat satu menit yang lalu handphone itu bergetar, menandakan ada sebuah pesan masuk ke dalam nomornya. Dengan sedikit perasaan curiga, Kibum membuka pesan yang ditampilkan di layar itu.
Dan mungkin ketakutannya akan bertambah besar setelah membaca isi pesan dan melihat siapa pengirimnya.
One new message
From : 010-3200-4719
284.342.400 detik
Kibum menggerenyitkan keningnya.
Apa maksudnya isi pesan itu?
.:o~o:.
Thursday
February 16th, 2012
07:22 AM
"Henry-ah, bisakah kau menemani Heechul di rumah hari ini? Lagipula aku ingin kau dan Zhoumi menginap disini malam ini. Ya, rumah terasa sangat sepi... um kau tahu? Yang tinggal disini hanya kami berdua, jadi..."
Henry tersenyum simpul melihat Hangeng—yang merupakan calon kakak iparnya—mengoceh dengan tak jelas. Heechul dan Zhoumi tertawa pelan melihat tingkahnya.
"Tentu, Hangeng-ge."
"Kau tak perlu berkata dengan berputar-putar seperti itu, dengan mengatakan 'Henry-ah, hari ini kau dan Zhoumi menginap disini ya' mungkin sudah sangat jelas untuk dipahami." ujar Zhoumi diselingi dengan tawanya.
Heechul mengangguk setuju. Dia meraih segelas susu yang berada di tengah meja dan mendorongnya mendekat ke arah Henry. Henry tersenyum dan menunduk kecil tanda berterima kasih.
"Aku akan sangat senang jika Henry disini. Setidaknya ada seseorang yang bisa aku ajak bicara." kata Heechul.
Hangeng tersenyum miris mendengarnya. Heechul terlihat sangat menyayangi Henry—menyampingkan sifatnya yang kasar, moody dan kekanak-kanakan—karena sifat Henry yang bisa dikatakan mirip dengan Sungmin. Ya, mereka sama-sama terlihat manis, lembut dan juga bisa menenangkan mood Heechul jika sedang jelek. Mungkin dengan adanya Henry, Heechul bisa menganggap dia sebagai adiknya, agar dapat melewati hari bersama Sungmin lain.
Zhoumi meletakkan gelas susunya di meja dan meraih gelas jus jeruknya. "Han-ge, kau tahu? Ada kasus aneh yang tengah diselidiki oleh NCIS—dan itu menyangkut dengan... um, Sungmin."
Heechul berhenti mengunyah dan segera menatap Zhoumi. "Sungmin? Bagaimana bisa?"
"Ah, begini hyung. Jadi, tanggal Dua Februari kemarin teman dari kekasih temanku meninggal. Namanya Lee Donghae. Dia adalah orang yang aku tolong beberapa tahun lalu, hyung ingat kecelakaan mobil yang menewaskan dua orang tua si pengemudi?" Zhoumi dapat melihat Hangeng mengangguk kepadanya. "Nah, ketika Donghae meninggal, aku mengurusi jenazahnya. Ketika autopsi, aku menemukan ada sebuah tato—mungkin—di tengkuk lehernya. Seperti sebuah simbol—tetapi entahlah—yang aku temukan juga sama persis di tengkuk leher Sungmin. Maksudku, aneh bukan jika pada dua orang yang berbeda terdapat sebuah simbol yang sama di tengkuk juga. Dan, euh, maksudku dari informasi orang-orang terdekat dengan Lee Donghae—termasuk calon istrinya—Donghae sama sekali tak memiliki tato. Bahkan setahuku, Sungmin juga tak memilikinya, benar 'kan hyung?"
Heechul menganggukkan kepalanya untuk menjawab. Dia meletakkan gelas yang sedang di genggamnya dan menatap Zhoumi bingung.
"Simbol apa mak-maksudmu?" Heechul memicingkan matanya.
Zhoumi mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu. Dia menatap ketiga orang yang sedang duduk di ruang makan itu bergantian. "Mungkin, ini hanya mungkin ya, eum, aku pernah melihat simbol seperti itu. Saat itu aku sedang iseng menjelajahi internet, dan aku tak sengaja menemukan sebuah web tentang iblis dan uh—Lucifer. Dan aku pernah melihat simbol itu disana, yang dikatakan sebagai... simbol Neraka."
"Simbol Neraka? Jangan bercanda gege..." kata Henry.
Zhoumi menggeleng. Dia menatap Heechul yang kini semakin menggerenyitkan dahinya tak percaya.
"Maksudmu... Sung-Sungmin ada di Neraka sekarang?"
Zhoumi diam tak berniat untuk menjawab. Dia belum mengetahui kepastian dengan apa yang terjadi kepada Sungmin dan Donghae dengan simbol yang dia lihat di situs itu. Zhoumi belum berani untuk mengambil kesimpulan. Dia hanya diam mengatupkan bibirnya rapat.
.:o~o:.
Thursday
February 16th, 2012
09:53 AM
"Nah, yang bisa menjawab pertanyaan Wookie hyung akan dapat permen. Siapa yang mau?"
Kai dan Taemin segera berebut memeluk tubuh Ryeowook. Ryeowook terkekeh lembut. Dia menyembunyikan dua batang permen loli yang telah dia pegang ke belakang punggung dan menatap kedua anak kecil yang tengah memperlihatkan puppy eyes mereka.
"Taemin pasti bica menjawabnya. Ayo, apa peltanyaannya Wookie hyung?"
Kai menepuk pundak Taemin pelan. "Kai juga pasti bisa!."
Ryeowook tertawa kecil. Dia mengarahkan pandangannya ke arah langit-langit, berpura-pura untuk berpikir. "Eum, apa bahasa inggrisnya buah kelapa?"
Taemin dan Kai mengacungkan jari secara bersamaan. "Coconut!"
Dan setelah itu Taemin membawa pandangannya ke arah Kai. "Euh, Kai, Taemin menjawab lebih dahulu!"
"Ani! Aku lebih dahulu!"
"Taemin! Wookie hyung, belikan pelmennya pada Taemin!"
"Aku juga ingin permen! Aku juga menjawab dengan benar!"
Ryeowook terkekeh lagi. Dia memberikan masing-masing sebuah permen loli sebelum mereka bertengkar gara-gara sebatang permen. Keduanya menerima dengan senang hati, Ryeowook yang melihatnya tersenyum senang.
"Acik, pelmenku laca stlobeli!" kata Taemin.
"Permenku rasa anggur lho!"
"Wah, Changmin hyung juga ingin dong."
Kai, Taemin dan Ryeowook segera mengalihkan pandangan mereka ke arah sumber suara. Tempat dimana Changmin sudah berdiri di depan kamar Taemin—dimana Kai, Ryeowook dan Taemin sedang berada disana.
"Changmin hyung!" Taemin menjerit senang dan segera berlari ke arah Changmin. Changmin dengan sigap mengangkat tubuh kecil itu dan memeluknya.
"Ah, Taeminnie tambah berat ya?"
Taemin merengut kesal. Dia memukul bahu Changmin dan membuat Changmin terkekeh.
"Hyung cudah lama tidak main kecini." Taemin mengerucutkan bibirnya.
Changmin hendak menjawab, namun suara Ryeowook menginterupsinya. Changmin dapat melihat bahwa Ryeowook menggenggam tangan Kai sekarang. "Um, Changmin-ah, aku akan membuat pie apel bersama Kai. Boleh aku titip Taemin padamu?"
Changmin mengalihkan pandangannya ke arah Kai yang mengerucutkan bibirnya juga dengan kesal. Sepertinya Ryeowook memberikan privasi untuk dia dan Taemin. Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Taemin memang selalu menceritakan rahasianya terhadap Changmin.
Changmin mengangguk dan setelah itu Ryeowook membawa Kai keluar dari kamar Taemin. Taemin memandang mereka tak mengerti, namun pandangannya teralih kembali ke arah Changmin ketika dia membawa tubuh kecilnya ke atas ranjang, mendudukannya disana dan setelah itu Changmin mengambil posisi jongkok di hadapannya.
"Maaf, hyung tidak kesini untuk beberapa hari. Mungkin jika hyung sedang banyak waktu, hyung akan bermain dulu dengan Taemin. Tetapi, sayangnya hari ini hyung sibuk. Hyung hanya ingin bertanya kepada Taemin, apa Taemin mendapatkan mimpi buruk dari seseorang itu lagi?"
Ketika mendengar kata 'seseorang' dari mulut Changmin, Taemin segera meremas permen loli dalam genggamannya dengan keras. Wajah Taemin memucat, terlihat ketakutan. Changmin yang menyadari perubahan dari Taemin segera membungkus tangan Taemin dengan tangannya. Berusaha memberikan rasa aman kepada anak kecil yang masih tak banyak mengerti apapun.
"Bukannya hyung ingin menakuti Taemin, tetapi hyung benar-benar membutuhkan informasi dari Taemin. Kau sangat membantu, sayang. Hyung mohon. Hyung berjanji akan melindungi Taemin dari seseorang itu. Dapat hyung pastikan bahwa seseorang itu tidak akan menyentuh apalagi menyakiti Taemin. Hyung mohon, Taemin-ah..." jemari Changmin bergerak ke arah surai lembut Taemin dan mengusapnya.
Taemin merasakan matanya bergetar. Dia meremas tangan Changmin erat—membiarkan permen lolinya terjatuh ke lantai. Tubuh Taemin bergetar pelan. Changmin menepuk paha Taemin untuk menenangkannya, berharap Taemin mau membantunya. Dan perasaan lega muncul di hati Changmin ketika melihat Taemin mengangguk dan membuka mulutnya.
"Di-dia datang lagi... ka-kali i-ini dia mengatakan ba-bahwa... y-yang me—hiks—menggagalkan kematian akan... ma-mati. Da-dan Taemin segela telingat kepada h-hyung... Tae-Taemin tak tahu kenapa hyung..."
Changmin membulatkan matanya. Itu artinya pesan itu ditujukan untuk dirinya. Mau bagaimanapun, mungkin dia atau Dewa Kematian itu sudah mengetahui rencana Changmin untuk menggagalkan kematian—walau Changmin sendiri tak tahu bagaimana caranya, naru ada sebuah niat. Segera tubuhnya menegang, merasa takut jika benar saja pada akhirnya dia yang akan mati jika merusak rencana dia.
"Hy-hyung halus belhati-hati..."
Changmin menyipitkan matanya ke arah Taemin. Belum sempat dia bertanya, saku depan celana jeansnya bergetar, menandakan ada sebuah panggilan masuk. Changmin mengeluarkan handphone-nya dan membaca sebaris nama yang berkedip-kedip di layar. Tanpa basa basi, Changmin segera menekan tombol hijau dan mengangkat panggilannya.
"Ya, apakah sudah berhasil?"
Taemin mengusap air mata di pipinya. Dia memperhatikan Changmin yang kini berdiri dari posisi jongkoknya.
"Ah, itu harga termahal. Terima kasih. Tolong sampaikan ucapan terima kasihku kepada orang itu."
Dan sambungan telepon yang begitu singkat terputus dari sebrang ketika Changmin selesai mengucapkan kalimat terakhirnya. Changmin menyimpan kembali handphone-nya ke dalam saku celana dan kemudian mengulas segaris senyuman.
"Ini sudah mendekati..."
Dia mengarahkan kembali pandangannya terhadap Taemin dan kemudian menggendongnya.
"Taeminnie, maaf jika hyung memaksamu." Changmin mengusap rambut Taemin dengan lembut. "Tetapi, jika dia datang lagi ke mimpimu, segera beritahu Changmin hyung. Taemin harus benar-benar membantu hyung, hyung sangat membutuhkanmu. Mengerti?"
Taemin mengangguk pelan mendengar perintah itu.
.:o~o:.
Ini pertama kalinya saya telat post
Disini diceritain tanggal 16 tapi di post tanggal 17
Maaf, itu karena ffn sedang bermasalah kemarin
Tapi saya tidak telat mempublish ff ini di blog dan di FB (kemarin)
Okay, setelah kemarin kita beromantica ria, kali ini kita fokus pada kasus ya readerdeul :D
Saya harap kalian tidak bosan dengan FF ini
Maaf, belum bisa bales review, aku banyak PR
Dan oh, untuk yang beranggapan bahwa seme harus lebih tinggi dari uke (mengingat Changmin lebih tinggi dari Yoochun) itu SALAH BESAR! Hei, apa kalian tidak tahu tentang TaeNy couple (TaeyeonxTiffany)? Disana Taeyeon adalah semenya padahal Tiffany lebih tinggi dari Taeyeon. Dan juga, hei, apa kalian juga lupa pada JongKey couple? Key lebih tinggi daripada si seme—Jjong.
Jadi, kesimpulannya adalah, seme tidak dipengaruhi oleh tinggi. Dan menurutku, YooMin couple adalah couple yang sangat romantic—walau banyak orang yang tidak pernah melihat moment fantastic mereka ohoho. Dan suara Yoochun sangat seksi #plak *gak nyambung* mian, aku lagi pengen 'makan' Yoochun nih huohohoo *direbus Changmin*.
Dan oh, tambahan, untuk sekedar pemberitahuan bahwa penulisan nama seme selalu di depan dan uke di belakang. Jadi jika kalian membaca YooMin, jangan tanya lagi siapa seme dan ukenya, sudah jelas bahwa Seme!Yoochun dan Uke!Changmin okay~
Chayoooo~
Maaf malah bacot, tapi ini untuk informasi
Okay, okay
Big thanks for readers MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon
| anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri |VitaMinnieMin |Kulkasnya Changmin |ma'on clouds |Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | truee TR | ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin |dan untuk semuanya.
Review diharapkan untuk kelancaran FF ini :3
Review? .-.
