Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Flurry | February 29th, 2012
Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, OnKey, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi, Henry, Junsu dan cast lain menyusul (Super Shinki or DBSJ a.k.a DongBangSuJu, SHINee udah ada semuanya, EXO nyempil satu)
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : Ini chapter 2I. Kasih review jika FF ini ingin dilanjutkan. Saya sangat berterima kasih untuk yang mendukung saya hingga sejauh ini *usap ingus* saya terharu~
.
.
.
.
The Time: Flurry | February 29th, 2012
.
Wednesday
February 29th, 2012
06:08 AM
Changmin meraih handphone-nya ketika dia mendengar getaran panjang dari arah meja dapur. Dia ingat meninggalkan handphone-nya di meja dapur ketika dia selesai untuk membuat sarapan hari ini. Roti panggang selai coklat dengan jus apel. Dengan segera Changmin meraih handphone-nya dan melihat sebaris nama di layar. Matanya membulat sebelum dia menekan tombol hijau yang membuka hubungan pembicaraan.
"Ya. Ini hari terakhir untukku, aku tahu."
Yoochun turun dari lantai dua dan berjalan ke arah dapur. Matanya menangkap sosok Changmin yang sibuk dengan teleponnya. Yoochun mengambil tempat duduk di salah satu kursi di meja makan, dia memperhatikan Changmin yang bergerak-gerak gelisah.
"Aku tahu. Aku tahu, okay? Tapi aku belum mendapatkan uangnya sekarang. Aku—"
Ucapan Changmin disela oleh si penelpon. Changmin menekan pelipisnya pelan.
"Ya! Aku tahu! Kumohon jangan membuatku tertekan seperti ini!"
Yoochun mulai penasaran dengan apa yang sedang di bicarakan kekasihnya. Dia memilih untuk memperhatikan Changmin dan mencerna percakapannya.
"Kalau dihitung itu masih lama. Kenapa harus hari ini?"
Changmin menumpukan telapak tangannya di meja dapur. Dia menundukkan tubuhnya.
"Kau bilang akan membantuku?"
Yoochun berdiri dari duduknya.
"Ya, aku tahu! Mengapa harus hari ini? Jawab aku!"
Changmin mengacak rambutnya frustasi. Giginya menggigit bibir bawahnya.
"Okay. Maafkan aku. Kumohon jangan seperti itu. Maafkan aku."
Yoochun mengambil langkah untuk mendekati Changmin. Dia sama sekali belum menangkap apa yang tengah dibicarakan Changmin dengan si penelpon.
"Ya, malam ini. Aku tahu. Maafkan aku, hanya kau yang bisa membantuku."
Changmin merasakan kepalanya sudah sangat berat. Banyak sekali hal yang membuatnya tertekan, seperti apa yang sedang dibicarakannya dengan si penelpon. Yoochun berdiri di belakang Changmin. Dia belum berniat untuk bertanya, dia membiarkan Changmin melanjutkan pembicaraannya.
"Ya, aku berjanji. Aku berjanji akan—jangan dibatalkan! Ya, aku berjanji padamu, sungguh. Kumohon, jangan batalkan perjanjian ini."
Changmin merasakan kakinya mulai terasa lemas, kesulitan untuk menopang beban tubuhnya. Pandangannya agak sedikit mengabur. Dia menyentuh kepalanya lagi, masih dengan posisi tubuh yang menunduk.
"Ya, terima kasih untuk semuanya. Ya. Ya, kau ambil sepuluh persen dari yang di Jepang, apa itu cukup?"
Yoochun menggerenyitkan alisnya.
"Aku tidak—"
Changmin menggigit bibir bawahnya semakin keras.
"Ya! Kau boleh ambil duapuluhlima persen. Aku yang bertanggung jawab akan sisanya, tetapi kumohon... bantu aku."
Jeda terdengar lebih lama daripada sebelumnya. Changmin mengangguk—walau kegiatan itu tidak dapat dilihat oleh si penelpon. Changmin menarik napasnya panjang.
"Ya, malam ini. Terima kasih."
Tutt
Sambungan telepon terputus. Changmin meletakkan handphone-nya di meja dapur dengan gerakan perlahan. Belum sempat Yoochun bertanya, ketika dia menepuk pundak Changmin dengan lembut, Changmin terjatuh dari posisi berdirinya dan tak sadarkan diri.
"Ya Tuhan! Changmin!"
.
.
The Time
Flurry | February 29th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Wednesday
February 29th, 2012
10:01 AM
"Apa yang sedang kau lakukan, eum?"
Yoochun mengusap rambut Changmin dengan lembut ketika Changmin sudah sadarkan diri. Changmin membuka matanya sebentar, kemudian menutup lagi ketika dia merasakan kepalanya begitu berat.
"Apa masalahmu?"
Changmin menggeleng pelan. Jemari Changmin terangkat, Yoochun segera menggenggamnya lembut.
"Jika ada masalah, katakan pada hyung. Apa kau butuh uang? Katakan saja berapa yang kau butuhkan, baby."
Changmin menggeleng lagi mendengar pertanyaan Yoochun.
"Jangan memaksakan dirimu."
"K-kau terlalu baik, hyung." kata Changmin berbisik.
Kali ini Yoochun yang menggeleng. Yoochun mengusap kepala itu lebih lembut dan mencium dahinya. "Katakan—"
"Ssh, aku ingin istirahat hyung."
"Makan dulu."
Changmin menggeleng lagi. Matanya terbuka sedikit, melihat wajah Yoochun yang khawatir memandang dirinya.
"Ani. Kau tak perlu menghawatirkanku, hyung. Aku hanya sedikit kelelahan."
Yoochun menaikkan selimut Changmin hingga ke dagunya—yang semula menyelimuti hingga dada. Changmin mengulas setipis senyuman, mengatakan kepada Yoochun bahwa dia baik-baik saja.
.:o~o:.
Wednesday
February 29th, 2012
01:21 PM
Yoochun mengalihkan pandangannya ke arah meja nakas dimana handphone Changmin bergetar disana. Ketika Changmin pingsan pagi tadi, Yoochun sudah membawa handphone itu ke kamar mereka, jadi tak heran jika handphone itu sudah berada di atas meja nakas. Yoochun mengarahkan pandangannya ke arah Changmin yang masih tertidur. Tak mungkin dia membangunkan Changmin, bukan? Akhirnya Yoochun memilih untuk meraih handphone itu dan melihat sebaris nama di layar.
Incoming Call
Ayah
Yoochun segera menekan tombol hijau sebelum sambungan telepon terputus. Dia mendekatkan handphone Changmin ke telinganya dan mulai berbicara.
"Yeoboseyo."
"Yeoboseyo. Ah, Yoochun. Dimana Changmin?"
Yoochun menolehkan pandangannya ke arah Changmin. "Changmin sedang tidur, Appa. Dia pingsan pagi tadi."
"Pingsan? Bagaimana bisa? Apa dia baik-baik saja?"
"Nde. Dia baik-baik saja, hanya kelelahan. Changmin sudah terlihat pucat sejak beberapa hari yang lalu, Appa." Yoochun mengusap rambut Changmin dengan lembut.
"Ah, baiklah. Jika Changmin sudah bangun tolong hubungi Appa, ya?"
"Ya. Tapi... apakah ada sesuatu yang mungkin bisa aku—"
"Ah, begini Yoochun... Appa sendiri tidak mengerti tentang perilaku Changmin akhir-akhir ini. Dia terlihat sangat sibuk padahal dia tidak dijatuhkan kasus-kasus berat bulan ini. Dan baru saja Appa mendapat kabar dari salah satu karyawan NCIS bahwa Changmin menjual rumah yang Appa berikan untuk kalian berdua di Jepang. Appa tahu bahwa rumah itu memang tak terlalu besar, Ayah memberikan rumah itu hanya sekedar untuk tempat beristirahat jika kalian pergi ke Jepang, bukan? Tetapi Appa masih tidak mengerti, mengapa Changmin harus menjual rumah itu? Apa dia benar-benar sedang membutuhkan uang sekarang? Kau tahu apa masalahnya, Yoochun?"
Yoochun menghentikkan jemarinya yang mengusapi rambut Changmin. "Maaf Appa. Bukannya aku tidak peka atau tidak perhatian, tetapi... aku memang tidak tahu apa yang menjadi masalah bagi Changmin kali ini."
"Tidak apa-apa, Yoochun." Yoochun dapat mendengar kekehan kecil dari sebrang telepon. "Appa tak akan marah jika kau tak tahu masalahnya. Kau terlalu baik, Yoochun."
Yoochun menarik segaris senyuman simpul.
"Ah, Appa harus menutup telepon sekarang. Beritahu Appa jika Changmin sudah bangun, ya?"
Yoochun mengangguk. "Tentu Appa."
Tutt
Sambungan telepon segera terputus dari pihak sebrang. Yoochun segera mengembalikkan handphone Changmin ke atas meja nakas. Dia mengarahkan pandangannya, melihat Changmin dan mengusap rambutnya dengan gerakan yang sangat lembut.
"Kau dan ayahmu mengatakkan bahwa aku sangat baik,"
Jari Yoochun turun perlahan menelusuri wajah Changmin. Changmin menggeliat pelan, sedikit terusik dengan kegiatan itu.
"tapi kalian tak tahu, se-brengsek apa aku dulu."
.:o~o:.
Wednesday
February 29th, 2012
04:24 PM
"Tadi Appa menghubungimu."
Changmin menghentikkan acara makannya, dia melihat Yoochun yang menatapnya serius.
"Appa bilang kau menjual rumah kita di Jepang. Apa itu benar?"
Kali ini mereka tengah duduk di ruang makan. Memang ini bukan waktu yang tepat untuk makan siang atau makan malam, hanya saja Changmin belum makan sejak dia bangun dari tidur dan pingsannya. Dan Yoochun disini hanya duduk, memperhatikan Changmin yang tengah melahap bubur buatannya.
Changmin membulatkan matanya sedikit. "Darimana Ayah tahu hal itu?"
"Jawab saja, apa yang membuatmu melakukan hal ini? Kau benar-benar butuh uang? Berapa? Kau tahu, perbuatanmu itu membuat ayahmu kecewa."
Changmin meletakkan sendoknya di mangkuk.
"Bukankah hyung sudah sering mengatakan kepadamu, jika kau ada masalah katakan kepada hyung. Jangan berbuat semuanya sendiri. Ayahmu pasti kecewa karena kau telah menjual rumah pemberiannya."
"Begini hyung," Changmin menekan pelipisnya. "sebelumnya aku minta maaf. Aku tidak sedang menghadapi masalah, sungguh. Aku hanya merasa sedikit tertekan... bukan... maksudk—"
"Kau tidak pintar berbohong Changmin."
Yoochun menatap Changmin lekat, membuat Changmin agak merinding dengan tatapannya. Dalam hati Changmin berdoa kepada Tuhan. Dia tidak ingin Yoochun marah kepadanya, sungguh, jangan jadikan hari ini sebagai hari dimana pertama kalinya Yoochun marah kepadanya. Dan dia juga berdoa kepada Tuhan, dia tidak mau Yoochun mengetahui apa yang sedang dilakukannya. Dia takut, dia takut jika Yoochun tahu Yoochun akan marah kepadanya.
"Aku tidak bisa mengatakannya hyung."
Changmin berdiri dari duduknya, membiarkan bubur yang masih tersisa setengah di mangkuknya. Yoochun ikut berdiri dari duduknya melihat Changmin berjalan menjauhi meja makan.
"Kau mau kemana Changmin?"
Yoochun mengikuti Changmin yang berjalan ke arah ruang tengah, meraih mantel abu-abunya disana. Yoochun melihat Changmin mengenakkan mantelnya dan berjalan ke arah pintu utama.
"Changmin, hei, kau mau pergi kemana?"
Changmin meraih kunci mobil-nya—pemberian dari Yoochun—yang di letakkan di samping vas bunga dekat pintu depan. Changmin berjalan ke arah pintu dan Yoochun mengikutinya.
"Sebelumnya aku minta maaf. Aku harap kau tak marah padaku."
Aku benar-benar butuh uang itu segera hyung.
Changmin segera membuka pintu dan keluar dari rumah. Yoochun berlari menyusulnya, namun Changmin lebih cepat masuk ke dalam mobil dan segera menjalankan mobilnya pergi dari rumah itu.
Yoochun menggeram. Dia memukul angin dan segera berlari ke dalam rumah. Mencari kunci mobilnya dan setelah itu bergegas pergi ke garasi. Dia segera naik ke dalam mobilnya dan segera melajukkannya. Entah kemana, yang pasti dia harus menemukan Changmin segera.
"Apa yang akan kau lakukan, Changmin?"
.:o~o:.
Psst, doakan saya lagi UTS (dan saya lagi sakit *again*)
Kenapa chapter ini pendek?
Readers : Biasanya juga pendek, WOY!
Hehe maaf, tapi boleh saya ulang pertanyaannya? Kenapa chapter ini pendek? Karena besok saya mau ngepost lagi. Hoaamm (?) gak kerasa ya besok udah tanggal 1 Maret lagi *smirk*
Udah deh, yang pasti saya seneng banget untuk yang nunggu FF ini hingga sejauh ini. Gak kerasa kita udah di chapter 2I a.k.a chapter 21 (ngek, tulisannya sama) maksudnya sekarang udah chapter dua I alias chapter dua puluh satu *ih kenapa huruf I sama kaya angka 1?*. Itu panjaaaaaaaaaang banget *lebay*
Oh, iya. Kayanya banyak yang salah paham ya? Trailer yang saya tulis di chapter kemarin tuh untuk FF baru saya, judulnya Dark Lullaby *ayooo, pada baca dooong* #maksa. Banyak yang mengira kalau itu trailer untuk FF The Time chapter ini. Mianhaeeeeeeeeeee~
Okay, balasan review :3
Park YUIrin : Wah kepikiran FF-nya apa kepikiran saya *doubleplak*? Oh, Minnie mau beli apa akan terjawab besok *ups keceplosan* oleh karena itu kita tunggu tanggal mainnya hehehehe. Hehe gomawo ya~
chidorasen : Wah YunJae shipper nagih-nagih nih kekeke *kabur*. Cepet update kok, besok bakal update lagi hoho. Gomawo ya~
lee jungmin : Hehe mian ya *nunduk-nunduk*. Pengen Kyu ya? Mian, disini juga Kyu gak dateng, tapi 'inysaallah' besok ada kekeke. FF baru itu udah ada kok, silahkan baca kalau mau~. Okay, gomawo ya~
kangkyumi : Wah, wah, banyak pertanyaan yang gak bisa dijawab sekarang hehe. Maaf ya? Eum, gomawo~
Leeyasmin : Mianhaeeee~ maafin ya chingu~. Hoah, itu belum bisa dijawab, aku gak tau FF ini bakal jadi panjang atau enggak. Gomawo~
PoLipo : Sebelumnya makasih karena chingu adalah reader baru yang review dari chapter satu, hebaaaatt *kasih bunga* #plak. Okay, untuk beberapa pertanyaan belum bisa aku jawab, hehe *kabur*. Okay, update~ gomawo ya~
Meong : Wah, wah, aku belum bisa jawab. Ada waktunya pertanyaan chingu terjawab hehe. Masalah Min beli apa 'mungkin' akan terjawab besok *peace, damai -.-v*. Mian ya belum bisa terjawab di chapter ini, semuanya butuh waktu hehe ._. Gomawo ya~
zakurafrezee : Maaf ya chingu~. *siram chingu* udah gak kering kan nunggunya? *taboked. Hehe mianhae ._.v. Okay, ada beberapa pertanyaan yang tidak bisa dijawab di chapter ini, maybe di chapter selanjutnya. Mianhae ya~ dan gomawo juga~
Han HyeYoo : Wah, sepertinya chingu salah perngertian deh (?). yang trailer di chapter kemarin tuh (yang ada Siwon-nya) itu buat FF baru, bukan buat FF ini. Mianhae~. Okay, aku bakal cepet update kekeke. Gomawo ya~
Miaw. Miaw : Wah itu belum bisa terjawab di chapter ini, mianhae. Dan maaf juga karena pendek, maaf yaaaa~. Okay, gomawo ya~ :D
trueetr : Wah, maaf ya di chapter ini Kyu gak muncul lagi hehe *kabursebelumdigebukin*. Wah, wah, itu gak bisa di jelasin sekarang, 'mungkin' jawabannya ada di chapter selanjutnya hehe. Okay, fic baru udah ada judulnya Dark Lullaby. Gomawo ya~
uke changminnie : Jangan gala dong chingu~. Wahaha kalau masalah siapa yang mati sih kita main tebak-tebakan aja ya kekeke. Wah, penasaran sama yang nelpon Min? Akan terjawab di chapie selanjutnya *ups, keceplosan*. Hehehe itu gak bisa aku jawab, kita lihat saja nanti okaaay~. Lah, ini malah pengen Changmin hamil ._. Ah itu terserah nanti deh, gomawo ya~
widiwMin : Ihihi itu rahasia perusahaan (?) maksudnya gak bisa saya jawab sekarang, sabar ya chingu~. Okay, update kilat untuk sekarang dan besooookkkk, wuuusshh *terbang ke depan laptop*. Gomawo ya~
Cloud1124 : Hehe mian kalau masalah pendek ya, saya tau chapter ini juga masih pendek -.-v. Nah, saya gak bisa jawab sekarang, sabar ya hehe. Gomawo ya :D
ressijewelll : Annyeong juga :D wah gomawo ya~ okay kita lanjuuuuut
Soldier of Light : Hehe aku gak bisa jawab, swiiing *kabur sebelum ditanya aneh-aneh*. Wah, ayo kita main tebak-tebakan aja deh. Okay, gomawo ya~ :D
Kulkasnya Changmin : *lirik kulkas* ada makanan gak, saya laper *plak. Eleuh eleuh eta basa daerahna kaluar nya? Abdi mah teu tiasa ngajawab eta pertanyaan, da engke di chpater payun 'meureun' aya eusina (?) jawabannya maksudna *sesama orang yang ngerti Sunda*. Okay, gomawo ya~ :D
NakamaLuna : Wah, terima kasih atas segala pujian itu *nangis* ToT. Tapi saya gak akan sombong dengan semua itu, saya berterima kasih karena chingu mau membaca FF ini (yang sudah punya berchapter-chapter) dan mau memberikan review yang paling panjang yang pernah saya dapat *tepuk tangan juga*. Wah makasih udah nebak-nebak hehe tapi tetap keputusan ada di saya *tepuk-tepuk dada*. Yap, anything is possible. Semuanya bisa terjadi kalau saya berkehendak *smirk*. Nah, ada pertanyaan-pertanyaan yang gak bisa saya jawab disini, tapi di chapter next and next akan ada jawabannya. Maaf ya, balasan review saya gak sebanding sama review dari chingu~. Tapiiiii besok saya post lagi kok kekeke. Ayo kita buka forum diskusi kekeke. Untuk semuanya, terima kasih banyak yaaaaaa~ :D *hug* #sksd.
Big thanks for readers MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon
| anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri |VitaMinnieMin |Kulkasnya Changmin |ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna dan untuk semuanya.
Banyak pertanyaan yang tidak bisa saya jawab karena beberapa alasan *dibekep Ichul*
Eh, eh, saya galau gak bisa nonton Evanescence sabtu kemarin ToT
Okay, mind to review? X3
