Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Freelance | March 1st, 2012

Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, OnKey, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi, Henry, Junsu dan cast lain menyusul (Super Shinki or DBSJ a.k.a DongBangSuJu, SHINee udah ada semuanya, EXO nyempil satu)

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : Ini chapter 2J. Kasih review jika FF ini ingin dilanjutkan. Saya sangat berterima kasih untuk yang mendukung saya hingga sejauh ini *usap ingus* saya terharu~

.

.

.

.

The Time: Freelance | March 1st, 2012

.

Thursday

March 1st, 2012

02:01 AM

"Kau sudah membawa sisa uangnya?"

"Ya."

"Berikan padaku."

"Tapi kau benar akan menepati janjimu?"

"Jika uangnya sesuai, aku akan membantumu. Kau tahu, hakim itu sulit untuk disuap, bukan?"

"Ya. Tapi apa dengan ini Kyuhyun akan benar-benar bebas?"

"Astaga! Kau masih belum percaya juga? Kau hanya perlu memberikan seluruh uang itu kepadaku dan aku akan membebaskan Kyuhyun. Kau masih tak percaya bahwa aku adalah adik dari hakim yang menangani sidang Cho Kyuhyun itu? Kau hanya perlu memberikan uang itu dan segala tuduhan untuk Kyuhyun akan dilenyapkan. Mudah bukan? Bahkan jika uang itu sesuai dengan keinginanku, aku yakin publik tak akan mempermasalahkan hal ini lagi. Aku hanya perlu memberikan informasi palsu untuk meyakinkan publik. Jika kau bisa bekerja sama denganku, hakim akan menganggap Kyuhyun tidak bersalah atas segala kasusnya, dengan alasan dia memiliki kepribadian majemuk, alter ego, kau tahu? Dengan keputusan hakim seperti itu, Kyuhyun akan dibebaskan dengan alasan alter ego-nya. Orang yang memiliki alter ego akan dimaklumi di dunia ini karena orang itu terkadang tidak akan tahu dengan apa yang telah dilakukannya. Jadi kita bisa memanipulasi kejadian, seolah-olah ketika Sungmin mati Kyuhyun sedang dikuasai oleh kepribadiannya yang lain sehingga dia tidak ingat dengan apa yang dilakukannya. Manipulasi seperti itu aku pikir akan berhasil untuk membohongi masyarakat, dengan itu Kyuhyun dapat bebas tanpa ada pihak manapun yang bisa mengganggu gugat keputusan hakim, termasuk keluarga dari Sungmin sendiri. Mengelabui masyarakat adalah hal yang mudah jika hakim sudah membuat keputusan. Jadi apakah kau masih ingin bekerja sama atau menyelesaikan masalah ini sendiri sebelum tanggal 8 Maret, tanggal untuk sidang pertama Kyuhyun?"

"Tetapi kenapa harus hari ini sebagai hari terakhir?"

"Karena aku butuh uangnya segera. Ayo, apa keputusanmu?"

"..."

"Shim Changmin?"

"B-baiklah."

"Itu jawaban yang tepat, haha."

"Tapi aku minta Kyuhyun dibebaskan besok!"

"Tenang saja, besok, tanggal satu Maret dia akan bebas."

"Aku pegang janjimu, Choi Seunghyun."

"Okay. Ah, boleh aku tahu? Darimana kau dapatkan uang sebanyak ini? Aku sudah membantumu menjual rumahmu di Jepang, dan... maksudku darimana sisa uang ini? Tadi pagi ketika aku menghubungimu kau terdengar sangat tertekan—singkatnya kau seperti orang yang sedang tidak punya uang. Jadi darimana? Apa ini dari seluruh tabunganmu?"

"Kenapa kau ingin tahu urusanku?"

"Karena kau teman kekasihku."

"Itu jawaban yang tidak masuk akal."

"Sudahlah, jadi darimana kau dapat uang ini? Merampok bank?"

"Aku menjual mobilku."

"Oh, jalan pintas ya?"

"Aku tunggu kabar kebebasan Kyuhyun."

"Okay. Sampaikan salamku untuk laki-laki yang membuatmu rela melakukan semua ini."

"Ya, sampaikan salamku juga pada Kwon Jiyoung."

"Ya, ya, terima kasih sudah bekerja sama denganku."

"Terima kasih juga untukmu, Choi Seunghyun."

Changmin memijat pelipisnya yang berdenyut, sangat sakit. Dua jam yang lalu, sebelum bergantinya hari dari hari Rabu menjadi Kamis dia sudah melakukan hal yang sudah menjadi rencananya untuk membebaskan Kyuhyun. Dia senang, akhirnya dia bisa menepati janjinya untuk membuat Kyuhyun bebas, namun, ada perasaan bersalah terselip di kebahagiaan itu. Dia telah menjual mobil pemberian Yoochun sebagai hadiah ulang tahunnya. Apa dia kelewatan? Dia sendiri sama sekali tak tahu apa yang terjadi kepadanya.

Transaksi yang dia lakukan bersama orang bernama Choi Seunghyun itu berjalan sempurna. Dan waktunya tidak terlambat. Dia masih bisa memenuhi janjinya untuk memberikan uang itu sebelum hari ini. Beruntung Kwon Jiyoung, temannya itu adalah kekasih dari Choi Seunghyun. Jika tidak, dia tidak akan pernah tahu bagaimana caranya untuk membebaskan Kyuhyun. Dia tahu bahwa menyuap hakim bukan suatu hal yang mudah. Beruntung juga karena Kyuhyun masih menjadi tahanan polisi, belum menjadi tahanan negara.

Taksi yang dinaikinya berhenti di depan pekarangan rumahnya. Changmin segera memberikan ongkos sesuai tarif kepada supir. Tangannya meraih handel pintu mobil dan membukanya. Dia keluar dari taksi sebelum taksi kembali melaju di jalanan yang sangat sepi dan dingin itu, mengingat sekarang sudah pukul dua pagi.

Kedua mata Changmin menangkap sosok Yoochun yang berdiri di depan pintu rumah. Changmin dapat melihat rahangnya mengeras, seperti menahan amarah. Changmin mengulum bibir bawahnya sebelum akhirnya dia mengambil langkah untuk mendekati Yoochun.

Mungkin inilah waktu yang tepat untuk Yoochun memarahinya.

"Darimana saja?"

Pertanyaan itu terdengar begitu dingin di telinga Changmin.

"Bertemu teman lama." jawab Changmin pelan. Dia menundukkan wajahnya sedikit, takut melihat mata Yoochun.

"Kau tidak pandai berbohong."

Changmin berusaha untuk melewati Yoochun namun namja itu memblokir jalannya. Menghalanginya untuk mencapai pintu depan. Changmin mulai merasa takut sekarang.

"Kau tahu jam berapa sekarang?"

Changmin mendongak. "Aku bukan anak kecil."

"Kau tahu seberapa khawatirnya aku ketika aku tidak bisa menemukanmu yang tiba-tiba menghilang setelah pagi hari kemarin kau pingsan tepat di depan mataku?"

Nada bicara Yoochun terdengar sangat dingin, namun tak ada intonasi marah sedikitpun. Kadang Changmin bingung dengan sifat Yoochun. Mengapa namja ini tidak mau sekali saja marah ataupun memukulnya, sekalipun dia sering melakukan kesalahan atau membuatnya khawatir setengah mati seperti ini? Mengapa namja ini begitu baik kepadanya?

Ayolah, marahi aku sekali saja. Kau membuat tingkahku semakin menjadi jika kau tidak pernah memukul atau memarahiku.

"Cepat masuk ke dalam."

Changmin tak tahu harus melakukan apa sekarang. Dia merasakan Yoochun menariknya ke dalam sebuah pelukan hangat sebelum masuk ke dalam rumah. Pelukan itu membuat Changmin merasa nyaman dan juga semakin merasa bersalah.

Dia adalah laki-laki paling bodoh sedunia.

"Maaf."

.

.

The Time

Freelance | March 1st, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Thursday

March 1st, 2012

06:44 AM

"Bohong! Kalian jangan bercanda! Bagaimana bisa aku bebas semudah itu?"

Kyuhyun mendelik ke arah dua polisi yang berdiri di hadapannya bersama dengan Yunho. Yunho memutar kedua bolamatanya. Tangannya bertumpu pada jeruji bersi yang terbuka.

"Orang yang punya otak akan senang mendapatkan kebebasan dengan begitu mudah tanpa harus melewati sidang atau apapun yang menyulitkan. Ini surat kebebasanmu. Bersyukurlah karena kau mendapatkannya."

Kyuhyun berdecih pelan. "Begini ya, Jung Yunho yang terhormat." Kyuhyun menekankan kalimatnya. "Aku sangat menginginkan kebebasan, tentu saja, semua orang yang berada di penjara menginginkan hal itu. Tetapi mengapa aku bisa bebas semudah ini? Hei, aku belum melewati sidang apapun dan tiba-tiba aku dibebaskan begitu saja tanpa pernah bertemu dengan hakim, bahkan pengacaraku menghilang—aku tak tahu bagaimana kabarnya. Setidaknya ada sidang pembebasan atau apapun sejenisnya. Mengapa aku bisa bebas secara tiba-tiba? Ini bukan lelucon yang lucu di awal bulan Maret."

"Hakim bisa saja membatalkan surat kebebasanmu jika kau masih tidak percaya, Cho Kyuhyun."

Kyuhyun menggeram kesal. "Berikan aku satu jawaban agar aku percaya!"

Yunho diam, tak menjawab pertanyaan dari Kyuhyun.

"Jawab!" katanya menuntut.

Yunho mendesah pelan. "Changmin."

Bolamata Kyuhyun membulat sempurna mendengar satu nama itu. Dia terdiam. Pikirannya melayang kepada kalimat-kalimat Changmin tentang janjinya untuk membawa dirinya bebas. Dan dia menepati janji itu.

"Ch-Changmin?"

"Ya. Changmin membuatmu bebas. Changmin mengatakkan kepada hakim bahwa kau memiliki alter ego dan itu adalah jawaban untuk kasusmu selama dua bulan ini, dia mengatakan bahwa dia membawa psikolog untuk memeriksamu ketika kau di rumah sakit jiwa. Hakim mengatakkan Changmin membawa berkas-berkas milikmu beberapa hari yang lalu, tentang kepribadian majemuk yang kau miliki, dan itu semua sudah cukup untuk membuatmu bebas."

Kau berbohong Changmin. Kau membohongi hakim. Kau tidak memberitahu hakim tentang siklus kematian itu.

Yunho mendelik. "Tapi aku tak percaya akan hal itu. Yah, walau aku tidak bisa melakukan apapun. Aku hanya membawakanmu kabar gembira tentang kebebasanmu."

.:o~o:.

Thursday

March 1st, 2012

08:13 AM

"Apa pembelaanmu, Shim Changmin?"

Kali ini Yoochun, Changmin dan ayahnya sedang berada di ruang tengah—rumah Yoochun dan Changmin. Beberapa menit yang lalu, Mr. Shim datang dan segera memberikan sidang untuk Changmin. Changmin menundukkan kepalanya, di sampingnya ada Yoochun yang menggenggam tangannya lembut.

"Setelah kau menjual rumahmu di Jepang, sekarang kau menjual mobil pemberian Yoochun? Untuk apa kau melakukan semua itu? Untuk apa kau—"

"Sudahlah, Appa. Aku tidak apa-apa jika Changmin menjual mobilnya."

Mr. Shim membuang napas. "Bukan begitu, Yoochun. Yang Appa permasalahkan adalah tingkah laku Changmin yang benar-benar seperti anak SD! Seperti anak kecil! Dia tidak mengerti caranya mensyukuri sesuatu yang telah dimilikinya. Dia tidak—"

Aku memang tak mengerti caranya mensyukuri, Ayah. Bahkan aku tak mensyukuri akan betapa beruntungnya aku memiliki Yoochun saat ini.

"Maafkan aku."

Yoochun menepuk paha Changmin lembut, membuat namja itu mengangkat sedikit wajahnya.

"Umurmu sudah duapuluhtiga tahun, Changmin. Tetapi mengapa pikiranmu masih belum dewasa? Sudah seharusnya kau berpikiran matang. Sudah seharusnya kau berpikir sebelum melakukan sesuatu. Apa kau pikir yang kau lakukan tak akan membuat Yoochun sakit hati? Apa kau pikir kau tak membuat Yoochun khawatir setengah mati ketika dia tak bisa menemukanmu yang tiba-tiba pergi kemarin?"

Changmin hanya diam lagi. Mengatupkan bibirnya rapat. Dia tak bisa menjawab pertanyaan itu karena dia memang tidak mempunyai satu jawaban. Semua yang dikatakan ayahnya adalah benar. Dia ceroboh. Dia selalu terburu-buru. Pemikirannya masih belum dewasa sama sekali. Dia tidak pernah menyadari bagaimana sakitnya Yoochun selama ini. Ketika dia selalu memetingkan Kyuhyun. Ketika dia memeluk Kyuhyun dan mencium rambutnya tepat dihadapan mata Yoochun. Mungkin Yoochun hanya diam, tetapi hatinya pasti sangat sakit.

"Sekarang jawab pertanyaan Ayah dengan jujur, apa yang kau lakukan dengan uang sebanyak itu?"

Waktu terasa berjalan sangat panjang bagi Changmin. Dia bisa mendengar suara jarum jam dinding yang terus berdetak maju mengikuti porosnya. Changmin menoleh sedikit ke arah Yoochun yang menatapnya, kemudian pandangannya naik dan mendapati ayahnya menatapnya dengan serius.

"A-aku... membebaskan Kyuhyun dengan uang itu."

.:o~o:.

Maaf, untuk yang kesekian kalinya bahwa chapter ini sangat pendek.

Besok saya post lagi—dan tidak bohong—saya pastikan chapter besok lebih panjang dari chapter ini.

Sudah ada beberapa pertanyaan yang terjawab bukan?

Maaf, bukannya ingin bertele-tele dan membuat FF ini 'sok' panjang, tapi FF ini memang memakai alur yang sangat lambat jadi ada beberapa pertanyaan kalian yang tak bisa terjawab pada dekat-dekat ini. Lagipula kalian ingat bukan bahwa FF ini selalu di post pada hari yang diceritakan, dan di satu chapter hanya diceritakan satu hari. Tidak mungkin jika saya menaruh adegan-adegan yang sangat penting dalam cerita di setiap chapter bukan? Jadi itulah alasannya mengapa FF ini memakai alur lambat.

Maaf kalau tidak mengerti dengan penjelasan itu.

Terima kasih bagi yang sudah menghargai saya dan FF saya.

Maaf belum bisa membalas review.

Dan, oh, bukan berniat untuk mengeluh, tapi saya sedang menghadapi UTS+sakit, jadi harap dimaklumi jika ada kata-kata yang aneh pada FF atau semacamnya. Saya tidak bisa berkonsentrasi, euuurgghh.

Big thanks for readers MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon
| anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri |VitaMinnieMin |Kulkasnya Changmin |ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | HyeFye dan untuk semuanya.

Okay, mind to review my beloved readers? :*