Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Gone | March 3rd, 2012
Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, OnKey, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi, Henry, Junsu dan cast lain menyusul (Super Shinki or DBSJ a.k.a DongBangSuJu, SHINee udah ada semuanya, EXO nyempil satu)
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : Ini chapter 3A. Kasih review jika FF ini ingin dilanjutkan. Saya sangat berterima kasih untuk yang mendukung saya hingga sejauh ini *usap ingus* saya terharu~
.
.
.
.
The Time: Gone | March 3rd, 2012
.
Saturday
March 3rd, 2012
12:00 AM
"Choi Siwon! Angkat tangan!"
Changmin segera berteriak ketika mereka sudah menemukan posisi dimana Kibum berada. Changmin menggertakan giginya. Pada satu sisi dia harus menyelamatkan sahabatnya, namun di satu sisi lain dia harus mencari korban Tiga Maret, yang dia tidak tahu siapa.
Setelah menghubungi orang yang Changmin perkirakan sebagai korban, mereka datang ke rumah Eunhyuk bersama Yoochun dan Kyuhyun, Changmin menjelaskan tentang Death Cycle itu. Eunhyuk tak mempercayainya, namun ketika Changmin menceritakan tentang simbol Neraka yang terdapat di tengkuk leher Donghae dan Sungmin sebagai korban di siklus itu akhirnya Eunhyuk percaya. Mereka segera menghubungi Kibum dengan penuh rasa khawatir karena namja itu tak kunjung mengangkat teleponnya. Dan lagi-lagi Kibum tak mengangkat panggilan mereka. Namun akhirnya, Kibum menghubungi Changmin. Ketika Changmin memanggil namanya, dia dapat mendengar suara Kibum yang menyerukan nama 'Siwon' dengan nada suara yang dapat diartikan dengan terkejut. Setelah itu telepon terputus. Dan hal itu menjadi sebuah kesimpulan bagi Changmin bahwa Kibum tengah berada dalam bahaya. Changmin segera menghubungi kantor NCIS dan meminta untuk membawa pasukan polisi untuk mencari Kibum di apartmentnya. Dan disinilah mereka sekarang. Berhadapan dengan Choi Siwon, mantan narapidana yang baru dibebaskan bulan Januari lalu. Masuk penjara karena tuduhan pembunuhan dan pemerkosaan.
"Lemparkan pisau itu dan angkat tanganmu!" perintah Changmin lagi.
Bukannya mengikuti apa yang telah diperintahkan, seolah tidak takut pada beberapa moncong senjata yang diarahkan kepadanya, Siwon menarik tubuh Kibum kehadapannya dan kemudian memiting lehernya. Membuat Kibum sama sekali tak dapat berkutik walau kedua tangannya sudah tak dikuasai oleh Siwon. Siwon tertawa meremehkan.
Para polisi mulai bertindak, termasuk Yunho. Mereka bergerak, berusaha mengepung Siwon dan Kibum dengan hati-hati. Siwon mendengus, dia mengarahkan sisi tajam pisau itu ke arah leher Kibum.
"Jika kalian mendekat, aku akan bunuh diri bersama Kibum!" ancam Siwon.
Changmin melilhat tubuh Kibum yang bergetar ketakutan. Dia harus menyelamatkan sahabatnya.
"Angkat tanganmu!" perintah Yunho.
"Kau tak akan bisa membawa Kibum!" jerit Siwon. Dia terlihat sangat mempertahankan Kibum, seperti seekor binatang buas yang mempertahankan santapannya dari hewan lain.
Kibum menatap Changmin, meminta tolong. "Kumohon..." Kibum berbisik lemah ke arah Changmin. Walaupun tak dapat Changmin dengar, namun dia dapat membaca bahasa bibirnya.
Para polisi sudah bersiap dengan senjatanya, takut-takut jika Siwon tiba-tiba memutuskan leher Kibum dengan senjata tajam itu.
Changmin mengangguk ke arah Kibum, memberitahukan kepadanya bahwa dia akan selamat. Changmin dapat melihat Kibum membalas anggukannya dan kemudian memejamkan mata. Namun...
"BUANG SENJATAMU!"
Ketika perintah itu terlonta dari mulut Yunho, Changmin dapat melihat tubuh Kibum menunduk dan merosot. Lemah dan kulitnya tiba-tiba memucat. Kemudian muncul beberapa bekas gigitan di tangan kiri—yang langsung mengeluarkan darah—, sobekan di kepala yang membuat darah mengalir keluar dan juga kaos yang Kibum kenakan tiba-tiba merembes darah dari sana.
Dan pada saat itulah Changmin sadar, dugaannya tentang Kibum adalah korban Tiga Maret itu benar.
.
.
The Time
Gone | March 3rd, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Saturday
March 3rd, 2012
01:24 AM
"Sekarang, Yunho hyung melihat dengan mata kepala sendiri bahwa apa yang aku ceritakan tentang kematian tiba-tiba seperti apa yang telah terjadi kepada Sungmin itu nyata? Kau melihat hal itu terjadi juga pada Kibum bukan?"
Yunho bungkam ketika Changmin memberikannya pertanyaan bertubi seperti itu.
"Kau harus percaya padaku hyung, mulai sekarang jaga keluargamu. Kematian seperti ini benar-benar ada hyung."
Changmin meninggalkan Yunho yang masih berdiam di tempatnya berdiri. Dia berjalan menghampiri Eunhyuk di koridor rumah sakit. Eunhyuk masih menangis sesekali, matanya merah membengkak. Changmin segera memeluknya untuk menenangkannya, walaupun dia juga perlu untuk di tenangkan. Dia tidak menyangka bahwa Kibum benar-benar korban selanjutnya. Sahabatnya pergi lagi. Dia tak akan membiarkan Eunhyuk menjadi korban ke-empat.
Siwon sudah ditangani kembali oleh pihak polisi, dan Changmin tak berniat untuk mengurusi hal itu. Dia merasa berdosa untuk kematian Kibum. Dia sudah tahu tentang siklus kematian ini, namun sampai sekarang dia tak tahu bagaimana cara mencari si korban atau cara menghentikkan kematian. Apakah dia harus diam seperti ini, duduk seperti orang bodoh menunggu siapa yang akan mati pada tanggal Empat April nanti?
.:o~o:.
Saturday
March 3rd, 2012
05:11 AM
"Aku lelah, sungguh."
Changmin menyandarkan kepalanya di bahu Yoochun dan memejamkan matanya. Dihadapannya duduk Kyuhyun. Mereka sedang berada di kantin yang berada di rumah sakit, untuk para penjenguk sekedar untuk beristirahat.
Yoochun tidak turun tangan untuk mengurusi kematian Kibum, cukup untuk Zhoumi dan salah satu temannya juga, Dr. Jungmo. Yang jika Yoochun tak salah dia adalah teman SMU Kibum dahulu.
Yoochun mengusap rambut Changmin dengan lembut. Mungkin dia memang bersikap dingin kepada keaksihnya selama beberapa hari ini, namun dia tak bisa membiarkannya ketika dia mengeluh lelah atau apapun sebagainya. Dia sangat mencintai Changmin-nya, dan Yoochun tahu bahwa dia tak bisa marah kepadanya.
Kyuhyun hanya duduk diam tak bersuara. Dia mencoba menetralkan berbagai emosi dalam dirinya. Dia tahu bahwa dia adalah orang bodoh yang mengharapkan Changmin juga mencintainya. Kyuhyun merutuki dirinya. Dia begitu bodoh jika berniat untuk merusak hubungan mereka.
"Kau tidak salah, Min. Kematian Kibum bukan salahmu."
.:o~o:.
Saya harap kalian memaklumi saya, sekali aja.
Saya tahu bahwa chapter ini sangat pendek, tetapi jika kalian protes itu sama saja dengan membuat saya bunuh diri.
Sungguh, saya tidak menyalahkan kalian, saya hanya menyalahkan kelalaian saya untuk membuat FF ini (yang selalu ditunda-tunda dan membuat saya harus mengejar deadline sekarang) dan juga keinginan saya untuk mempublish FF ini sesuai tanggal dan hari yang tercantum di FF.
Dan FF ini baru selesai beberapa detik yang lalu, dengan cara memaksa otak untuk berpikir. Maaf kalau ceritanya jadi aneh. Saya gak bisa baca ulang. Kepala ini rasanya mau pecah.
Dan saya merasa ingin menangis sekarang.
Terima kasih untuk semuanya.
Semoga kalian menghargai jerih payah saya yang mungkin tidak berarti di mata kalian atau apapun kalian menganggapnya.
Saya berterima kasih sekali untuk yang memberikan review, sungguh, saya mencintai kalian.
Dan, mulai besok saya akan mencoba berubah, agar tak lalai untuk membuat lanjutan FF ini.
Terima kasih.
With love, Yuri Masochist.
