Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Refute | March 4th, 2012
Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, OnKey, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi, Henry, Junsu, Siwon, Jungmo, Jay dan cast lain menyusul (Super Shinki or DBSJ a.k.a DongBangSuJu, SHINee udah ada semuanya, EXO nyempil satu)
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : Ini chapter 3B. Kasih review jika FF ini ingin dilanjutkan. Saya sangat berterima kasih untuk yang mendukung saya hingga sejauh ini *usap ingus* saya terharu~. Butuh perjuangan untuk membuatnya.
.
.
.
.
The Time: Refute | March 4th, 2012
.
Sunday
March 4th, 2012
06:22 AM
Changmin duduk diam menyantap sarapannya di meja makan sedangkan Silky masih tidur sepertinya. Tangannya memegang garpu dan pisau, memotong pancake buatan Yoochun dengan tak bersemangat. Ada banyak pergulatan emosi di benaknya. Dia masih menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa menyelamatkan Kibum. Dia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menahan keinginannya untuk memperhatikan Kyuhyun ketika Yoochun sedang berada bersamanya. Dia menyalahkan dirinya sendiri karena membuat Yoochun berubah. Ayolah, Changmin tidak bisa jika Yoochun bertindak dingin kepadanya. Dingin namun di sisi lain masih bisa membuatnya hangat, masih bisa membuatnya tenang. Itu membuatnya semakin merasa bersalah karena tanpa sadar dia sering menyakiti hati Yoochun.
Changmin tak ingin hubungannya dengan Yoochun berakhir setelah mereka berhasil melewati banyak masa hingga sejauh ini. Tetapi... Changmin tak bisa menahan gemuruh di dadanya ketika melihat Kyuhyun.
Changmin hanya ingin punya satu cinta.
"Gwenchana?" tanya Yoochun.
Changmin mendongak dan melihat Yoochun menatapnya khawatir. Walau tatapannya masih dingin, Changmin masih bisa menangkap nada khawatir dalam suaranya.
Changmin mengangguk ragu dan menamparkan pandangannya ke arah pancake. "Gwenchana."
Yoochun menggeleng pelan. Dia meletakkan garpu dan pisaunya di atas piring, bersama dengan pancake-nya yang masih bersisa banyak. Yoochun diam, menatap Changmin yang memainkan garpunya.
Tak ada yang memulai berbicara hingga detik ini. Keheningan menguasai mereka selama sekitar empat sampai lima menit. Bukannya tak ada yang ingin di bicarakan. Sebenarnya banyak sekali, hanya saja... Changmin takut salah dengan kata-katanya.
Changmin menggigit bibir bawahnya sebelum berucap, "Maaf."
Yoochun diam tanpa ekspresi. Mudah untuk dia memaafkan Changmin. Sungguh, dia tak pernah marah kepadanya. Namun, sebagai manusia dia masih punya batas kesabaran. Dia tak tahu bagaimana caranya untuk membuat Changmin berubah. Agar Changmin bisa mensyukuri apa yang telah dimilikinya. Changmin masih terlalu kekanakkan, bertindak semaunya.
Changmin mengangkat kepalanya untuk melihat Yoochun. Tak ada ekspresi. Changmin tahu bahwa dia salah. Mungkin kemarin Yoochun memang mengusapi rambutnya. Sentuhan lembut yang Changmin rindukan. Tetapi, mungkin itu hanya wujud perilaku untuk menenangkannya. Menenangkannya yang terpukul atas kematian Kibum, yang dia anggap adalah kesalahannya.
"Aku minta maaf, sungguh. Tetapi... caramu berbuat dingin padaku membuatku... membuatku..." Changmin tak tahu kata apa yang tepat untuk menggambarkannya. Changmin menarik napasnya sebentar. Membuat sebuah keputusan. "Kumohon, pukul aku sekarang."
Yoochun terkesiap atas permintaan itu. Yang benar saja, memukulnya? Semarah apapun, Yoochun belum berani untuk memukul Changmin. Dia tidak berani untuk menyakiti kekasihnya. Ini belum keasalahan fatal yang Changmin perbuat. Bagi Yoochun kesalahan Changmin padanya belum pada puncak kemarahannya.
Changmin meremas garpu yang digenggamnya. "Pukul aku. Sekali saja. Pukul aku!"
Yoochun mendorong kursi mundur ke belakang dan berdiri dari duduknya. Changmin tak berbuat apapun. Dia akan dapat balasan dari sakit hati kekasihnya. Dia harus mendapatkan hal itu. Changmin berharap semoga pukulan ini dapat menyadarkannya.
Yoochun melangkahkan kakinya mendekati Changmin di kursinya. Tatapan Yoochun tak dapat Changmin baca. Entahlah, yang jelas Changmin belum pernah melihat Yoochun seperti itu. Yoochun menendang kursi yang Changmin duduki hingga membuatnya berhadapan dengannya. Changmin meremas alas kursi, takut dengan apa yang akan didapatkannya.
"Semoga kau bisa menyadari kesalahanmu setelah ini."
Dan ucapan Yoochun membuat tubuh Changmin menegang. Ketika Yoochun mengangkat tangannya, Changmin memejamkan mata.
Bertahanlah pada Yoochun, Shim Changmin.
Grep.
Yang Changmin dapatkan bukan sebuah pukulan, namun sebuah pelukan. Pelukan yang sangat hangat dan erat yang membuatnya begitu tenang. Changmin membuka matanya. Dapat dia lihat Yoochun menunduk dan memeluknya, seolah dia tidak akan melepaskan dirinya.
"Kumohon, jangan pernah pergi dariku, Shim Changmin."
.
.
The Time
Refute | March 4th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Sunday
March 4th, 2012
08:31 AM
Changmin memperhatikan foto mayat Kibum yang telah diautopsi oleh Dr. Jungmo, teman lama dari Kibum sendiri. Simbol Neraka yang terukir jelas di tengkuk leher itu membuat Changmin semakin penasaran dengan Death Cycle yang sedang dia pelajari. Changmin masih belum mengerti akan pola kematiannya. Dari Sungmin, Donghae, lantas mengapa Kibum selanjutnya? Changmin tak menyangka bahwa Kibum adalah korban ketiga, tetapi firasatnya mengatakan hal itu dan terbukti. Dia tidak mungkin mencari korban ke-empat dengan mengandalkan firasatnya, bukan? Dia harus menemukan cara menghentikan kematian. Tak tahu bagaimana caranya yang pasti dia harus mencari sumber lain selain dari dunia maya.
Dia harus menemukan keluarga korban di siklus sebelumnya untuk mendapatkan jawaban.
"—sepertinya. Aku harap Siwon bisa kembali masuk penjara." hanya itu kalimat dari Jungmo yang bisa Changmin tangkap setelah larut dalam pikirannya.
"Tetapi, Siwon bukan tersangka, iya 'kan Changmin?" tanya Kyuhyun.
Mereka—Changmin dan Kyuhyun—sedang berada di ruangan Jungmo. Kyuhyun tak ingin jika dikatakan ikut campur dalam kematian seseorang, namun dia penasaran dengan Death Cycle yang sedang memilih orang-orang di lingkungan mereka. Orang-orang yang berhubungan baik langsung maupun tidak langsung. Dan itulah alasannya mengapa dia berada disini. Bukannya Yoochun tak ingin menemani Changmin. Dia sedang mengurusi seorang pasien. Maka dari itu dia tidak bisa menemani Changmin—atau bisa dikatakan dia tidak bisa menjauhkan Changmin dari Kyuhyun sekarang.
Changmin menoleh ke arah Kyuhyun yang duduk disampingnya. "Tergantung para polisi yang menyaksikan kematian Kibum. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Kibum mati secara tiba-tiba, namun polisi itu bisa juga menetapkan Siwon dengan tuduhan percobaan pemerkosaan atau mungkin pembunuhan jika saja Siwon ada niat akan hal itu."
"Untung Siwon tidak membunuhku ketika SMU." Jungmo menimpali.
Kyuhyun mengangguk mengerti. Dia meraih foto dari tangan Changmin ketika Changmin memberikannya.
"Jadi simbol apa itu? Simbol setan? Atau simbol apa? Sungguh, aku tak mengerti dengan yang kalian bicarakan." tanya Jungmo.
Changmin menggeleng pelan. "Kasus ini tertutup. Aku yang menetapkan."
"Okay, aku mengerti. Tapi, apa benar bahwa Kibum meninggal sec—"
Cklek.
Pintu ruangan itu terbuka, memotong ucapan Jungmo yang belum terselesaikan. Ada seseorang dengan pakaian dokter masuk ke dalam.
"Orang tua dari Kibum akan datang beberapa jam lagi dari Amerika. Mereka bilang Kibum akan dimakamkan bes—" Mata orang itu membulat ketika dia melihat salah seorang dari ketiga orang disana. "K-kau Kyuhyun, 'kan? Kenapa ada disini?"
Zhoumi—orang yang baru datang itu—menutup pintu putih dan menghampiri mereka dengan dahi yang bergerenyit.
"Dia temanku, Zhoumi-ge."
Oh, aku hanya teman ya?
Kyuhyun menggelengkan kepalanya ketika pikiran itu berkelebat di benaknya. Untuk apa dia menanyakan hal itu? Sudah jelas bahwa dia hanya teman dari Changmin yang bernotabene sebagai kekasih dari Yoochun. Jangan berharap banyak, Kyuhyun-ah.
"Oh," Zhoumi bergumam seraya mengambil tempat duduk di kursi samping Kyuhyun. "Maafkan Heechul hyung ya untuk kejadian waktu itu." pintanya dengan intonasi lembut.
Kyuhyun mengibaskan tangannya. "Tenanglah. Itu salahku. Aku yang harus meminta maaf pada Heechul hyung."
Zhoumi tersenyum dan mengangguk. Seketika itu juga matanya menangkap sebuah luka pada sudut bibir Kyuhyun. Zhoumi terkesiap dan segera menyentuh wajah Kyuhyun khawatir.
"Ah, Kyuhyun, apa luka itu tak apa? Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf untuk kejadian itu."
Changmin menggerenyitkan dahinya mendengar percakapan mereka. Jadi apa yang membuat mereka saling mengenal? Dan juga darimana luka itu berasal? Heechul? Hanya nama kakak Sungmin yang mereka bicarakan sejak tadi.
Kyuhyun bergerak kaku, berusaha menjauhkan tangan Zhoumi dari wajahnya. "A-aku tak apa. Sungguh. Ini hanya luka kecil biasa."
"Tapi, apa masih perih?"
Kyuhyun menggeleng dengan senyuman yang mengartikan bahwa dia baik-baik saja.
Zhoumi tersenyum lega walaupun wajahnya masih memperlihatkan rasa khawatir.
"Okay, okay. Bukankah kita sedang membicarakan Kibum tadi?" tanya Changmin.
.:o~o:.
Sunday
March 4th, 2012
09:18 AM
"Oh. Jadi Heechul hyung datang ketika kau sedang melayat Sungmin?" Changmin melihat Kyuhyun mengangguk. "Kau datang di waktu yang tidak tepat."
Setelah membicarakan mengenai mayat Kibum bersama Jungmo dan Zhoumi tadi, Changmin dan Kyuhyun memilih untuk mencari tempat di kantin. Kyuhyun bilang dia perlu membicarakan tentang Kibum lebih spesifik lagi bersama Changmin, maka dari itu mereka memilih tempat disana. Lagipula, Changmin belum meminta izin untuk keluar dari rumah sakit kepada Yoochun, jadi mereka tak mungkin mencari cafe untuk membicarakan masalah ini.
"Ya." Kyuhyun mengaduk coffee milk miliknya. "Ah, jadi bagaimana caranya untuk kita menghentikan kematian?"
Changmin mengangkat bahunya tak tahu. Coffee milk miliknya belum tersentuh sedikitpun.
"Aku harus mencari keluarga korban di siklus sebelumnya. Mungkin mereka bisa membantu, walau aku tak terlalu yakin akan hal itu."
"Oh, baiklah." Kyuhyun bergumam. Matanya memperhatikan Changmin yang duduk dihadapannya. Ah, jujur, Kyuhyun rindu masa-masa dimana Changmin menghawatirkannya. Datang mengurusi kasusnya. Datang ketika dia di rumah sakit jiwa. Datang ketika dia di penjara. Dan Kyuhyun merindukan saat-saat ketika Changmin mengusap rambutnya, berbicara lembut padanya, memeluknya dan juga... menciumnya. Ah, bodoh jika Kyuhyun mengharapkan Changmin menjadi miliknya.
"Kyuhyun, menurutmu siapa yang harus kucari? Dari siklus tahun lalukah?"
Kyuhyun mengerjapkan matanya, mengembalikan dirinya dari imajinasinya. Tetapi, bukannya menjawab, Kyuhyun malah semakin memperhatikan Changmin. Ah, andai saja tangan itu bisa kembali memeluknya. Andai saja bahwa Kyuhyun adalah milik Changmin. Andai saja jika Kyuhyun bertemu lebih dahulu daripada Yooch—
Belum sempat mengucapkan apapun, mata Kyuhyun lebih dahulu menangkap sosok Yoochun yang datang menghampiri mereka—dari belakang tubuh Changmin dengan pakaian dokternya. Bahkan belum sempat Kyuhyun berkedip, dia melihat Yoochun menarik wajah Changmin—yang tak tahu akan kedatangannya—dan langsung menghapus jarak diantara mereka.
Kyuhyun menyaksikan kedua orang itu berciuman tepat di depan matanya.
Ugh, sakit sekali.
"Ayo pulang sekarang." kata Yoochun setelah melepaskan ciuman yang cukup menghisap itu. Dia tak ingin, benar-benar tak ingin Changmin-nya berlama-lama dengan Cho Kyuhyun.
Mungkin, dia akan beanr-benar menjadi orang yang overprotective setelah ini.
.:o~o:.
Kemarin adalah hari terburuk dalam sejarah membuat FF bagi saya.
Saya tahu itu kelalaian saya, tapi tentu saya tak ingin mengecewakan kalian.
Terima kasih untuk semangatnya, itu membuat saya kembali ingin melanjutkan FF ini setelah sebelumnya saya sempat down.
Kapan saya merasa down? Itu terjadi setiap hari.
Dan, akhir-akhir ini juga ada yang membuat saya kembali down, tentang pertanyaan dari salah satu reader yang bertanya, "err kok betah sih ngerjakannya ?"
Oh, mungkin saya berlebihan jika kalian menganggapnya begitu. Tapi kalimat itu membuat saya down. Maaf untuk reader yang memberi komentar ini. Saya tahu itu hanya pertanyaan Anda, tapi ketika saya membacanya, saya merasa semangat saya dalam menulis FF ini turun. Maaf ya untuk Anda. Saya tidak bermaksud apapun.
Dan juga untuk salah satu reader yang membandingkan karya saya dengan karya orang lain (yang tidak Anda sebutkan siapa namanya dan judul cerita orang itu). Sungguh, Demi Tuhan ide, plot, scene-scene dan juga pengkarakterisasian adalah milik saya. Saya yang menciptakannya.
Saya tidak pernah menemukan FF yang sama atau mencontek ide ini dari film, novel, FF, komik atau karya apapun milik orang lain.
Itulah alasan mengapa saya bisa stress dan gila dalam membuat FF ini. Itu karena saya berpikir keras untuk mengerjakannya, tanpa mencontek siapapun.
Sebelumnya maaf untuk yang merasa tersinggung.
Dan untuk kalian, saya berterima kasih banyak. Banyak yang sangat banyak sekali. Sungguh, jika kalian tak memberikan saya semangat seperti kemarin, mungkin saya berniat untuk tidak melanjutkan FF ini.
Dan saya tetap pada komitmen saya untuk mempublish FF ini sesuai dengan hari dan tanggal yang tercantum.
Maaf, untuk saat ini saya masih belum bisa—lagi—membalas review. Saya tidak enak badan dan kemungkinan besok tak akan masuk sekolah.
Maafkan saya m(_ _)m
Akhir kata, saya amat sangat mencintai kalian.
With love, Yuri Masochist.
Big thanks for readers MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon
| anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri |VitaMinnieMin |Kulkasnya Changmin |ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | HyeFye | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi dan untuk semuanya.
PS: Untuk HyeFye, nama sebelumnya apa :) ?
