Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Flashback | Our First Met

Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, OnKey, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi, Henry, Junsu, Siwon, Kangin, Jungmo, Eli, T.O.P, GD, Jay, dan cast lain menyusul (Maincast banyaknya dari Super Shinki a.k.a DBSJ a.k.a DongBangSuJu. Cameo dari SHINee, EXO, Big Bang, U-Kiss)

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : Chapter selingan. Flashback YooMin dulu. Nanti ada kejutan di chapter 3C atau 3D, sabar yaaa~ :D

.

.

.

.

The Time: Flashback | Our First Met

.

Saturday

October 11th, 2008

08:33 AM

"Aish! Aish! Bagaimana ini?"

Seorang namja tinggi berlari di koridor salah satu kampus ternama di Seoul. Kakinya yang panjang membawa langkahnya semakin cepat, namun dengan tangan membawa beberapa buku tentang hukum—yang ketebalannya dari lima sampai enam senti—membuat dia agak kesulitan. Ditambah dengan koridor yang tidak bisa dibilang sepi pada jam-jam seperti ini.

"Kenapa Ayah tidak membangunkanku? Eurrggh! Aku tidak mau dimarahi Jang seonsaengnim lagi! Aku tidak mau dis—aw!"

Sepertinya keberuntungan sedang tidak berpihak kepadanya. Tubuhnya menabrak seseorang dan membuat dia terjatuh—bersama buku-bukunya. Namja itu meringis seraya mengusap kakinya.

"Aish! Kau tahu tidak jika aku sedang terburu-bu—" namja itu mendongak dan melihat siapa yang menabraknya. "—ru. Aish, kau Park Yoochun itu 'kan?"

Namja yang disebut Park Yoochun itu tersenyum seraya mengangguk. Tangannya terulur, berniat untuk membantu orang yang menabraknya.

"Neo gwenchana?"

Siapa orang yang tidak mengenal Park Yoochun? Mahasiswa tampan jurusan kedokteran yang terkenal dengan pribadinya yang suka mempermainkan perasaan orang. Entah itu namja atau yeoja. Yang jelas predikat itu sudah ada sejak dia SMU. Bahkan ketika dia pertama masuk di kampus ini pada tahun duaribu lima, sudah banyak orang yang terjerat pada pesonanya. Sang Cassanova.

Namja tinggi itu menepis uluran tangan dari Yoochun dan memilih untuk berdiri sendiri setelah meraih buku-bukunya. "Mana mungkin aku baik-baik saja! Kau harus tanggung jawab! Traktir aku makan siang!"

Yoochun membulatkan matanya namun setelah itu dia tertawa. Bukan salahnya hingga namja tinggi itu terjatuh. Bukankah dia yang menabrak dirinya? Kenapa dia yang harus bertanggung jawab?

"Ya! Apa seorang Park Yoochun tidak punya uang sehingga tidak bisa bertanggung jawab? Huh?"

Yoochun terkekeh mendengar makian itu. Mengapa namja tinggi dihadapannya ini begitu lucu? Ah, maksudnya dia sangat lucu dan childish.

"Okay, okay. Jam makan siang aku akan menemuimu disini."

"Ani! Langsung saja di Silver House Cafe depan kampus."

Bukan suatu hal yang sulit untuk Yoochun membayar makan seseorang di tempat yang lumayan mahal seperti di Silver House Cafe. Yoochun mengangguk seraya mengacak rambutnya sendiri. Dasar, anak ini.

"Jangan pernah berbohong padaku!"

"Okay, okay." Yoochun terkekeh lagi. "Jadi siapa namamu? Apa kau mahasiswa baru disini?"

"Huh? Kukira seorang Park Yoochun bisa mengenal seluruh manusia di kampus ini."

Yoochun memutar matanya. "Aku tidak mungkin bisa."

"Namaku Shim Changmin. Dan aku bukan mahasiswa baru disini. Aku sudah bersekolah disini sejak tahu duaribu tujuh."

"Ha?" Yoochun tak bisa menahan tawanya lagi. "Kau bilang masuk tahun duaribu tujuh? Astaga, Changmin, tahun duaribu tujuh baru kemarin. Sudah jelas kau mahasiswa baru disini."

"Tapi sekarang sudah tahun duaribu delapan! Bahkan sebentar lagi tahun duaribu sembilan!"

"Itu masih terbilang baru, Changmin-ah."

Changmin mengacak rambutnya frustasi. "Aish, aish, terserah padamu. Yang jelas kau sungguh memalukan karena tak mengetahui nama namja setampan aku ini!"

Yoochun terkekeh seraya maju satu langkah mendekati Changmin. Tangannya terulur, menepuk kepala Changmin. Changmin terdiam akan sentuhan itu. "Ani, ani. Kau ini cantik, bukan tampan." Dan kemudian ada semburat merah menghiasi wajahnya.

Changmin membuang pandangannya untuk menutupi rona wajahnya. Dan ketika dia menjatuhkan pandangan pada seorang siswa yang berlari menuju kelas, Changmin segera terkesiap. "Astaga! Aku terlambat! Ini semua gara-gara kau!" Changmin menunjuk Yoochun dihadapan wajahnya. "Kau harus mentraktirku dua kali karena membuatku sial lagi!" dan setelah itu Changmin berlari meninggalkan Yoochun yang memandangi namja itu menjauh dari batas pengelihatannya.

Dan untuk pertama kalinya seorang Park Yoochun benar-benar tertarik pada seseorang.

.

.

The Time

Flashback | Our First Met

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Saturday

October 11th, 2008

12:04 PM

"Jadi, apa yang membuatmu terlambat di kelas Jang seonsaengnim?"

Changmin berhenti memakan Blueberry Chesse cake-nya dan memilih untuk menatap Yoochun yang duduk di hadapannya. Changmin meletakkan garpu yang penuh dengan selai blueberry dan memilih untuk menopang dagunya.

"Ayah tidak membangunkanku dan langsung pergi ke kantor. Tadi malam aku main PSP sampai jam empat, jadi aku masih mengantuk."

Yoochun hanya mengangguk seraya mengaduk kopi Irlandia-nya atau biasa disebut dengan Irish coffee.

Seperti baru sadar setelah percakapan mereka selama limabelas menit, Changmin meraih gelas kopi milik Yoochun sebelum dia sempat meminumnya.

"Aish! Mengapa kau pesan Irish coffee?"

"Mengapa kau baru sadar sekarang?"

Changmin menggaruk kepala bagian belakangnya, bingung. Namun dia segera menjauhkan gelas kopi itu ketika Yoochun akan meraihnya.

"Ya! Kenapa kau pesan Irish coffee?" tanya Changmin lagi.

Yoochun menumpukan lengannya di atas meja. "Memangnya kenapa?"

"Bukankah Irish coffee itu minuman koktail? Walaupun ada kopi dan krim kocok tetapi dibuatnya dengan wiski Irlandia juga bukan?" Changmin berdecak pelan seraya melipat kedua tangannya di dada. "Kau itu mahasiswa jurusan kedokteran. Mana boleh minum minuman seperti ini!"

"Aish, aku tak apa." kata Yoochun seraya meminta kembali kopinya. "Berikan padaku atau kau harus bayar semuanya sendiri."

"Aish! Kau tidak tahu malu Park Yoochun sunbae! Kau sudah membuatku jatuh, membuatku terlambat, dan sekarang kau ingin kabur dari tanggung jawabmu? Mana bisa kau menyelamatkan orang ketika sudah jadi dokter nanti? Ish, aku hanya memperingatkanmu agar tak minum wiski!"

"Itu kopi."

"Tapi mengandung wiski!"

Dan kalimat Changmin yang terakhir tidak dapat dikatakan pelan. Dia membuat beberapa pengunjung cafe memperhatikan mereka. Changmin segera mengatupkan mulutnya sedangkan Yoochun berusaha menahan kekehannya.

"Sekarang kau membuatku malu, Yoochun sunbae! Kau punya hutang lagi!"

Entahlah, percakapan mereka membuat keduanya merasa nyaman satu sama lain. Walaupun yang ada disana hanya perdebatan kecil tentang hal yang tak terlalu penting.

.:o~o:.

Saturday

October 11th, 2008

02:36 PM

"APA? Kau habis berkencan dengan si playboy Park Yoochun itu?"

Changmin memutar kedua bolamatanya dan meraih handphone-nya di saku celana. Jarinya mulai mengetikkan sesuatu disana.

"Berisik Eli! Siapa bilang aku berkencan? Aku hanya bilang bahwa Park Yoochun itu menraktirku makan tadi."

Eli merebut handphone Changmin agar pemuda tinggi itu menatapnya. "Ya! Bagaimana bisa? Ma-maksudku—apa kau tertarik pada si playboy itu? Ya Tuhan, aku berharap kau tidak masuk ke dalam jeratannya."

"Siapa bilang?" Changmin berusaha meraih kembali handphone-nya, namun Eli menjauhkannya dengan cekatan. "Dia hanya bertanggung jawab karena membuatku terlambat. Itu saj—YA! Kembalikan handphone-ku!"

Eli menggeleng. "Ani! Hei, bangun Shim Changmin! Jangan sampai kau menyukainya! Kau tahu, Kim Jaejoong sunbae itu menyukaimu."

"Astaga Eli. Sudah kubilang Jaejoong hyung hanya sahabatku."

Eli menjauhkan tangannya dari jangkauan Changmin. "Tapi dia sangat perhatian kepadamu!"

"Dia umma keduaku! Lagipula Jaejoong hyung pacarnya Yunho hyung. Mereka berdua sahabatku, bodoh!" Changmin masih mencoba mendapatkan handphone-nya namun Eli segera berdiri dari posisi duduk, menjauh dari Changmin.

"Tapi mereka berdua sering putus."

"Tapi akhirnya balikan lagi, bukan? Ya! Eli! Kembalikan handphone-ku!"

Eli menjauh ketika Changmin mendekatinya. Mereka berdua akhirnya berlari mengelilingi kelas, membuat beberapa orang yang berada di sana terganggu dengan kegiatan mereka.

"Berjanjilah agar kau menjauh dari Park Yoochun! Aku sebagai teman baikmu tak ingin kau menjadi korbannya yang ke ratusan!"

"Kau berlebiha—"

"Yo! Guys! G-Dragon datang~!"

Eli dan Changmin tak menghiraukan kehadiran salah satu teman baik mereka. Changmin masih sibuk untuk mengejar Eli yang menahan handphone-nya.

"Ya! Jelek! Kembalikkan!"

"Hei! Ada apa? Kenapa kalian tidak menyambutku datang, Eli-ah, Changmin-ah?"

"Eli! Kembalikan!" teriak Changmin.

Kwon Jiyong a.k.a G-Dragon yang memperhatikan kegiatan lari-lari anak kecil mereka menggaruk kepalanya. Untuk apa Eli membawa handphone Changmin seperti itu? Seperti anak kecil saja.

"Berjanjilah kau akan menjauhi Park Yoochun itu!"

"Ani—"

Mata Jiyong membulat mendengar sebaris nama yang diucapkan Eli. "Apa? Park Yoochun? Kau berpacaran dengan Park Yoochun?" tanya Jiyong mengambil sebuah kesimpulan.

Dan beberapa orang lain yang tidak memperhatikan di kelas itu mengarahkan pandangannya ke arah Changmin dengan tak percaya. Mereka mengehentikan aktivitasnya dan membulatkan matanya. "Apa? Kau berpacaran dengan Park Yoochun?"

Ditanya dengan pertanyaan yang sama dari banyak mulut seperti itu membuat Changmin menghentikkan larinya. Dia memandang lelah ke arah mereka yang penasaran.

"Astaga. Mengapa kalian menyimpulkan yang tidak-tidak?"

Tapi, mungkin kau berharap seperti itu, Shim Changmin.

.:o~o:.

Saturday

October 11th, 2008

03:11 PM

"Aku tidak mau kau menjadikan Shim Changmin sebagai korbanmu."

Yoochun menghentikan jarinya yang sedang mengetik sesuatu di handphone-nya. Dia menatap Kim Youngwoon a.k.a Kangin, temannya, dengan malas.

"Dia bukan korban."

"Cih," Kangin mendecih. "Changmin itu teman baiknya Jungsoo—gara-gara Changmin adalah sahabatnya Jaejoong dan Jaejoong adalah teman baiknya Jungsoo, maka dari itu mereka saling kenal—dan aku tak ingin dia menjadi korbanmu."

Yoochun memutar kedua bolamatanya. "Korban, korban, apasih? Aku hanya merasa tertarik kepadanya."

"Dan kau mengatakan hal itu kepada semua korbanmu."

"Kau memandangku sebagai seorang playboy, Kangin-ah. Pandanglah aku sebagai orang yang baru. Aku merasa tertarik kepada namja itu. Berbeda dengan namja atau yeoja lain yang hanya ingin uang ataupun kepopuleran berpacaran denganku. Lagipula, aku tak main-main dengan perasaanku kali ini."

Kangin menggeleng tak percaya. "Aku tak percaya ucapanmu."

"Terserah padamu. Jika suatu saat kau melihatku berada di pelaminan dengannya, jangan salahkan aku ketika aku menagihmu uang untuk taruhan ini."

"Taruhan? Taruhan apa? Ya!"

Aku bertaruh padamu, aku bisa mendapatkannya. Dan aku yakin aku tak main-main dengan perasaanku kali ini.

.:o~o:.

Our first met was our first story

.:o~o:.

Chapter selingan. Flashback YooMin pertama ketemu. Nanti ada kejutan di chapter 3C atau 3D, sabar yaaa~ :D saya bikin dulu chapternya hehehe

Oh, bukannya saya tidak menghargai review kalian, saya sangat sangat sangat sangat sangat 1001x menghargai apa yang kalian katakan di kotak review. Tapi untuk sekarang saya lagi lagi dan lagi belum bisa membalasnya. Maafkan saya ya~

Masukan dari kalian saya terima :D terima kasih untuk semuanya~

Saya cinta kalian kok, sungguh 3 3

Big thanks for beloved readers MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri |VitaMinnieMin |Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa dan untuk semuanya.

With love, Yuri Masochist.

PS: Entah kenapa saya pengen bikin flashback-nya YooMin pertama ketemu hehe ._.v maaf jika tidak suka dengan chapter ini. Ini masih permulaan kok (?)

Semoga saya cepat sembuh (?) AMIN

Pokoknya InsyaAllah ada kejutan di 3C atau 3D