Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Flashback | Our First Kiss
Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, OnKey, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi, Henry, Junsu, Siwon, Kangin, Jungmo, Eli, T.O.P, GD, Jay, dan cast lain menyusul (Maincast banyaknya dari Super Shinki a.k.a DBSJ a.k.a DongBangSuJu. Cameo dari SHINee, EXO, Big Bang, U-Kiss)
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : Chapter selingan again~. Flashback YooMin dulu. Nanti ada kejutan di chapter 3C atau 3D, sabar yaaa~ :D
.
.
.
.
The Time: Flashback | Our First Kiss
.
Saturday
January 10th, 2009
06:21 AM
"Kau harus menjauhi namja bernama Park Yoochun itu."
Changmin menghentikkan jarinya yang tengah memegang sendok untuk menyuap nasi goreng buatan ibunya. Dia mendongak, menatap ayahnya yang duduk di kursinya—di ruang makan.
"Ayah mengawasi orang-orang di sekelilingmu, dan Ayah tahu bahwa Park Yoochun itu bukan orang baik. Banyak orang bilang bahwa ia suka mempermainkan orang, Ayah tak ingin kau juga menjadi korbannya."
Changmin mendengus, mengarahkan pandangan ke arah ibunya yang duduk bersebrangan dengannya. Ibunya mengangguk, menyuruh anaknya untuk menuruti ucapan ayahnya.
"Cih, Ayah tak bisa menilai orang begitu saja." kata Changmin, memilih untuk tidak menghiraukan ayahnya dan kembali menyantap sarapannya.
Ayahnya menggeram, menahan amarahnya. Istrinya menyentuh tangannya, berusaha menenangkan.
"Banyak yang mengatakan bahwa dia itu playboy. Mana bisa seorang playboy dipandang baik?"
Sebelum sendok itu kembali masuk ke dalam mulutnya, Changmin memilih untuk membantingnya kembali ke atas piring dan membuat beberapa butir nasi berserakan di meja makan. "Tapi Ayah tidak tahu dirinya yang asli! Ayah tentu saja pernah muda, bukan? Ayah pasti tahu 'kan bahwa jiwa orang muda itu ingin mencoba banyak hal? Dan Yoochun hyung juga begitu! Tapi aku yakin bahwa sebenarnya dia itu baik, Ayah!"
Ayahnya mengepalkan tangan, berusaha menahan amarah kepada anak semata wayangnya ini. Menurutnya Changmin masih terlalu kecil. Kekanakkan. Di matanya, Changmin adalah anak laki-laki berumur dua belas tahun, padahal umurnya sudah hampir menginjak duapuluh tahun sekarang.
Changmin berdiri dari duduknya sebelum acara sarapan selesai. Tanpa meneguk susunya, dia meraih jaket dan tas kemudian melenggang meninggalkan ruang makan.
"Shim Changmin! Kembali! Ayah belum selesai bicara padamu!"
Changmin hanya mengikuti nalurinya untuk keluar dari rumah. Untuk pergi ke kampusnya tanpa mendengarkan ucapan ayahnya. Entah mengapa dia tidak suka Yoochun dipandang sebagai orang yang tidak baik oleh siapapun, termasuk orang tuanya.
Itu karena kau merasakan debaran ketika bersama dengannya.
.
.
The Time
Flashback | Our First Kiss
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Saturday
January 10th, 2009
08:44 AM
"Hari ini sangat dingin." kata Eli seraya merapatkan jaket biru yang dikenakannya.
Changmin menoleh, tak lebih dari dua detik dan kembali pada bacaannya—buku tentang hukum yang tidak setebal biasanya.
Eli menoleh ke arah Changmin, menatap aneh dan kemudian beralih pada Jiyong yang duduk di sampingnya.
"Hei, GD, apa kau merasa dingin?"
Jiyong menekan tombol 'pause' pada PSP-nya dan menoleh ke arah Eli. Dia melepaskan permen loli dari dalam mulutnya dan menggeleng.
"Salju memang turun banyak hari ini, tapi tak terlalu dingin—maksudku aku masih bisa mengatasinya." Dia kembali memasukkan permen lolipop ke dalam mulutnya dan melanjutkan permainan.
Eli meringkuk, mengusap hidungnya yang mulai memerah. Tubuhnya terasa sangat kedinginan. Apa pemanas di ruangan ini tidak bekerja?
"Ah," terdengar suara permen loli yang kembali dikeluarkan dari mulut. "mungkin kau sakit, Eli-ah."
Eli mengangguk pelan. Mungkin, mungkin dia memang sakit sekarang.
Changmin menoleh lagi ke arah Eli, meraih tas-nya dan kemudian menyodorkannya ke arah namja itu.
"Aku titip tas-ku, malas. Disana ada jaket, pakai saja kalau masih kedinginan."
Walau perintah untuk dititipkan tas oleh namja penggila makan ini membuatnya malas, namun tawaran jaket membuatnya mengangguk menyetujui. Eli segera meraih tas Changmin dan mengeluarkan jaket berwarna ungu dari dalam sana. Memakainya segera, membuat tubuhnya dibalut oleh dua buah jaket.
"Aku titip tas itu sampai kelas sore, jam empat."
Apa yang akan terjadi selanjutnya tak bisa kau tebak, bukan?
.:o~o:.
Saturday
January 10th, 2009
05:47 PM
Changmin mengerjapkan matanya berulang kali, terbangun dari alam bawah sadarnya. Matanya melihat sekeliling, agak gelap, samar. Namun dia tahu ada dimana dia sekarang. Seingatnya, dia berada di perpustakaan—disini—membaca buku tentang hukum undang-undang, memilih tempat di ujung ruangan—tak terlihat karena tertutup rak-rak besar dan akhirnya tertidur. Changmin ingat terakhir dia melihat jam pukul satu siang, dan sekarang sudah pukul setengah enam—bahkan hampir pukul enam—sore ketika matanya membaca jam tangan yang digunakannya. Artinya dia tertidur cukup lama disana dan melewatkan kelas terakhir.
Changmin menutup buku tebal itu dan berdiri. Pagi tadi cuaca cukup dingin, salju turun dengan lebat. Namun dia masih bisa mengatasinya maka dari itu dia membiarkan Eli mengenakan jaketnya. Namun sekarang dia menyesal, mengapa dia menitipkan jaket dan tas-nya kepada Eli pagi tadi? Ini terlalu dingin. Bahkan rasanya pemanas ruangan tak bekerja sama sekali.
Tunggu, tunggu, mengapa disini gelap dan terlalu sepi? Apa jangan-jangan—
Changmin memperhatikan segala sudut perpustakaan.
—perpustakaan sudah ditutup dan dia terkunci disini?
Astaga!
Changmin segera membawa kaki panjangnya berlari melewati rak-rak tinggi yang berjajar. Tangannya meraih handphone dari saku celana, berniat untuk menghubungi Eli namun—
"Shit! Tidak ada sinyal!"
Bukan karena Changmin takut kegelapan, tidak, dia tidak takut sama sekali. Namun, apa dia harus bermalam hingga besok disini? Dengan kaos abu tipis dan jelana skinny jeans—tentu saja tak bisa memberinya kehangatan, salju yang turun lebat diluar sana dan pemanas ruangan yang sepertinya tidak bekerja sama sekali? Apa dia bisa berdiam diri disini seorang dir—
Bruk!
"Aw!"
Changmin meringis ketika mendapati pantatnya membentur lantai dengan sangat keras akibat menabrak seseorang yang ia tidak ketahui siapa. Tangannya mengusap pantat sebelum wajahnya menengadah dan menangkap siluet seseorang yang tersinari oleh cahaya samar langit mendung karena turunnya salju lebat dari jendela di belakang tubuhnya.
Changmin mendengus. Melihat jelas wajah orang yang menabraknya ketika dia berjongkok di hadapan dirinya.
"Mengapa kau selalu menabraku, huh, Park Yoochun sunbae?"
Yoochun—orang itu—tertawa ringan seraya mengulurkan tangannya. Changmin menepis tangan itu, sedangkan Yoochun hanya mengangkat bahu seraya mengambil posisi duduk di depannya.
"Sudah kubilang, panggil aku 'hyung', bukan 'sunbae'," Yoochun terkekeh seraya merapatkan jaket hitam yang dia kenakan. "dan, oh, sepertinya kau yang menabrakku, bukan aku yang menabrakmu."
Changmin masih dengan posisi jatuhnya—duduk dengan lutut yang ditekuk—mendorong bahu Yoochun yang terkekeh.
"Terserah! Sekarang, bantu aku untuk keluar dari sini."
Yoochun memutar duduknya sembilanpuluh derajat, punggungnya kini menyandar pada salah satu rak buku. Dia memperhatikan Changmin yang masih mendengus kesal.
"Percuma, di tengah hujan salju yang lebat seperti ini, aku yakin petugas perpustakaan sudah menguncinya sejak pukul tiga atau empat sore." Yoochun mengarahkan pandangannya ke arah jam tangan di tangan kirinya. "Dan sekarang sudah hampir jam enam."
"Ya Tuhan!" Changmin memeluk tubuhnya sendiri. "Jadi kita benar-benar harus disini sampai besok? Begitu?"
Yoochun melesakkan kepalanya di antara buku-buku yang berjajar. "Tentu saja."
"Aish!" Changmin merutuk dan mengarahkan pandangan ke arah handphone-nya yang terjatuh di sampingnya. "Mana tidak ada sinyal."
"Hei, ini awal Januari. Kau lupa bahwa ini adalah saat-saat untuk hujan salju lebat?"
Changmin mengangguk kesal, kemudian menundukkan wajahnya seraya merapatkan kaos tipisnya. "Aku menyesal karena menitipkan jaketku kepada si Eli bodoh itu."
Yoochun tersenyum melihat Changmin di tengah penerangan yang minim di ruangan itu. Dia melepaskan jaketnya, berdiri dan memakaikannya—sekedar menempelkan—melalui punggung Changmin. Changmin mendongak, memperhatikan Yoochun yang mengambil posisi duduk disampingnya namun berlawanan arah, menatap ke jendela.
Wajah Changmin memerah, bukan karena dingin, namun karena perlakuan itu. Perlahan Changmin memutar posisinya seratus delapanpuluh derajat, sehingga mereka berdua menatap jendela yang memperlihatkan salju-salju yang turun dengan lebat berdua.
Changmin menoleh, melihat Yoochun yang menekuk kakinya dan memeluk tubuhnya. "Kau kedinginan." kata Changmin.
Yoochun mengarahkan pandangannya ke arah Changmin, menggeleng dan tersenyum. "Gwenchana."
"Andwae! Gwaenchanani janha!"
Changmin berniat untuk melepaskan jaketnya namun tangan Yoochun menahannya. Changmin memandangnya khawatir. "Gwaenchanhayo. Jeon gwaenchanhayo."
Changmin mendengus, tepat ketika Yoochun menarik kepala Changmin dan menaruhnya di pundak.
Wajah Changmin tibe-tiba semakin panas. Dia menarik napas, mencoba untuk bertindak biasa. "Tanganmu dingin." kata Changmin lagi.
Yoochun menarik segaris senyum tipis. "Aku baik-baik saja." katanya. "Oh, ya, mengapa kau bisa terkunci disini?"
"Aku tertidur," ucap Changmin. "di ujung sana." jarinya menunjuk ke sudut ruangan yang jarang di jamah orang-orang.
Yoochun bergumam. "Pantas saja."
"Hyung sendiri?" Changmin yang sudah merasa nyaman, melesakkan kepalanya semakin dalam ke perpotongan bahu dan rahang Yoochun.
Yoochun tersenyum dan menyandarkan kepalanya juga di kepala Changmin. "Aku juga tertidur. Di sudut lain."
"Oh."
Kemudian keduanya terdiam. Menikmati kegiatan hening yang menyelimuti keduanya. Changmin merapatkan jaket Yoochun yang dikenakannya dan memejamkan matanya. Dia tak menyadari tubuh Yoochun yang mulai bergetar lagi, kedinginan. Walau ada Changmin yang menyandar di sampingnya, suhu tubuhnya masih belum bisa berubah menjadi hangat. Udara ini terlalu dingin, bahkan sangat dingin.
"Yoochun hyung, sepertinya ini adalah hujan salju terparah dalam musim dingin ini. Ma-maksudku, ini dingin sekali." kata Changmin.
Yoochun mengangguk, memejamkan matanya. Berusaha membuat dirinya hangat, sebisa mungkin. "Listriknya mati, pemanas ruangannya tak bekerja sama sekali."
Dari kalimat itu, Changmin mendengar nada yang bergetar, kedinginan. Changmin menoleh, melihat Yoochun yang menahan gemertuk giginya, memejamkan mata. Changmin menggigit bibir, merasa bersalah karena membuat Yoochun melepas jaket untuknya.
Changmin menarik kepalanya dari leher Yoochun, membuat Yoochun membuka matanya merasakan pergerakan itu. Yoochun memandang bingung namun kemudian dia tersentak ketika Changmin memajukan wajahnya dengan cepat, membuat jarak antara mereka hanya sekitar dua senti. Yoochun membulatkan matanya ketika Changmin semakin mendekatkan wajahnya, dan dia berusaha untuk memundurkan wajahnya. Gerakan maju dari Changmin dan Yoochun yang berusaha menjauh—walau dengan berat hati—membuat Yoochun kehilangan keseimbangan dan akhirnya berbaring di lantai dingin itu. Changmin menunduk, duduk di atas perut Yoochun. Membuat wajahnya semakin dekat dengan wajah Yoochun. Dalam keadaan hening seperti itu keduanya dapat mendengar debaran jantung masing-masing. Berdetak lebih cepat dari biasanya.
Mata Changmin memandang Yoochun sayu, membuat Yoochun tak kuasa menahan hasratnya. Menelan ludah pun rasanya sulit. Bahkan, dinginnya lantai dan udara seolah tak dirasakannya lagi.
Dengan gerakan pelan, Yoochun memagut bibir Changmin yang sedikit terbuka di hadapannya. Merasakan aliran panas dalam pagutan lembut dari keduanya. Seolah sangat menginginkan kegiatan ini, Yoochun menyelipkan bibirnya semakin dalam. Menghisapnya kuat, merasakan sensasinya.
Tangan Changmin berada di dada Yoochun, membuat Yoochun semakin terbawa oleh suasana ini, ditambah dengan heningnya suara dan minimnya penerangan. Hal itu membuat Yoochun ingin melakukan hal-hal yang dapat menghangatkan tubuh keduanya. Tangan Yoochun beralih ke dalam jaket yang menutupi punggung Changmin, meraih kaos abu itu. Ingin, sangat ingin ketika jarinya mengangkat kaos itu, namun tangannya segera turun ketika merasakan tubuh Changmin menegang, kaget. Dan ciuman itu terlepas seketika.
Wajah Changmin, di atas tubuh Yoochun terengah, ada napas hangat yang menerpa wajahnya. Tatapan Changmin masih sayu, membuat Yoochun mau-tak-mau harus benar-benar menahan hasratnya.
"Ma-maaf..." akhirnya mulut itu mengeluarkan sebuah suara. Berbisik namun terdengar menggairahkan di telinga Yoochun.
Yoochun mengangguk. Tak mungkin dia melakukan hal yang lebih kepada Changmin. Mereka tak terikat hubungan apapun, selain teman tentunya. Namun, Yoochun benar-benar berharap bahwa Changmin menjadi miliknya. Bukan karena ingin tubuhnya, sungguh, Yoochun merasakan cinta yang asli disini.
"Aku juga minta maaf. Bukan maksudku tadi..."
Aku hampir hilang kendali.
Yoochun menarik tubuh Changmin dan mendekapnya. Wajah Changmin memerah, beruntung karena suasana di luar hampir dimakan kegelapan, dia tak khawatir rona wajahnya akan terlihat. Changmin memundurkan tubuhnya sedikit dan menyandarkan kepalanya di dada Yoochun. Changmin tahu lantai itu sangat dingin, namun entah mengapa dia merasa hangat.
Yoochun mendekap tubuh Changmin semakin erat, membiarkan pelukan itu menyalurkan panas tubuh masing-masing.
"Tidurlah. Malam ini akan terasa sangat panjang."
Changmin tersenyum sebelum akhirnya memejamkan mata.
Tahu tidak, Yoochun hyung? Itu ciuman pertamaku.
.:o~o:.
Softly kiss for our first kiss
.:o~o:.
Chapter selingan lagi sebelum masuk ke chapter 3C~
Okay, semangat dari kalian sangat membantu saya :D
Terima kasih :') terima kasih banyaaaaaaaaaaaaaaaaakkk
Oh, maafkan saya jika banyak kata-kata saya yang mungkin membuat kalian sakit hati (pada author's note chapter sebelumnya)
Sungguh, saya tak bermaksud T.T
Maafkan saya yang childish ini~
Review replies :o
KyuNa : NE GOMAWO~ :D
jielf02 : Makasih dan selamat dataaaaaang~ :D gwenchana kok hehe. Oh, pasti boleh dong :) FB: Yuri Han Youngra kalau twitter littlerape. Ahh makasih banya yaaaaaa~
pL.h : Annyeonghaseyo dan salam kenal juga p :D Oahahah makasih untuk rasa salut itu :) ne fighting! Ah, ne chinguya, menulis itu karena keinginan dan saya berkeinginan keras untuk menulis :) makasih untuk semangatnya, aku gak akan mengaggap hal itu sebagai menggurui kok, justru aku yang minta maaf karena aku itu orangnya childish. Terima kasih ya~
Park YUIrin : AMIN. Yosh, semangaaaaaatt~ makasih ya :D Yapp~ saya bawa flashback lagi sesuai permintaan chingu~. Jinjja? Profesional? Ah~ *malu-malu kucing* hehe masih belum profesional kalau masih sering down dan cengeng kaya saya *sembunyi di balik Uchun* gomawo ya~
Leeyasmin : Ah, mana bisa Changmin lepas dari makan? Untuk kejutan diharapkan masih menunggu karena saya sekarang membawa flashback lagi hihihi makasih yaaaaa~
Momoelfsparkyu : Gwenchana~ fighting ujiannyaaaaa :D *bawa pom-pom* hehe gomawo ya~ sebenarnya itu taruhan dari Yoochun untuk dirinya sendiri mendapatkan Changmin, tapi syukur-syukur kalau dapet uang dari Kangin hehehe :p
chidorasen : Ne :D okay, aku akan berusaha, yosh! Aku juga cinta chinguuu X3. Ne, tapi udah baikan kok sekarang, udah masuk sekolah hehe. Gomawo yaaaaaa~
pumpkins : YEAAAHH SEMANGAAATT ^o^g makasih banyak yaaaaa~ okay, aku akan jaga kesehatan hihi. Makasih ya ya yaaaaaa :D
Els : Lagi gak login ya? Kekekeke. Hoaaa saya mau bawa kalian ke suasana fluffy, biar gak mikir yang tegang mulu hoho. Nanti deh, kalau butuh cameo lagi aku pakenya (?) Seungri hehe. Yap, aku udah bikin flashback again, dan ini tentang YooMin's First Kiss uwooooooooo. Eits, tentu saja bukan taruhan untuk uang, Yoochun taruhan ke dirinya sendiri buat dapetin Changmin, tapi syukur-syukur kalau Kangin ngasih uang hehe. Gomawo yaaaaaaa :D
WidiwMin : Wuoooo masih rahasia kekeke. Yosh, hari ini udah publish lagi kan? Gomawo yaaa :3
Kulkasnya Changmin : *mulungduityangdilempar* mending duitnya buat aye aja kekeke. Nah, itu dia, si food memang selalu dateng. Wah, chap 3C masih rahasia, saya kasih flashback lagi hehehe. Gomawo yaaaaa~ ne fighting! *ambil kolor Heechul* tau aja aye demen kolornya Heechul -w-
Hikari : Yosh! Biar pada tahu Changmin tuh se-childish apa dari dulu sampe sekarang kekekeke. Ne gomawo~ aku udah baikan kok hehe. Wah, firasat-firasat Hikari-chan (boleh ya aku juga SKSD?) bisa terjawab nanti dan nanti hehehe *taboked*. Gomawo yaaa :D
mutun : Haha jangan sampai kelewat juga chapter 28 ini hehe. Gomawo ya~ maaf aku memang childish, tapi aku terima kritik dan saran kok :) maaf ya sebelumnyaaaaa~
Miaw. Miaw : Ya, itu sih kebawa kasus jadi aja serius hehe. Yosh, ini next chapt~ semoga sukaaaaaaaaa~ gomawo ya :D
zakurafrezee : Yap ^^ wah kejutan masih rahasia. Tunggu yaaa :D haha minta Changmin hamil ne? Eumm *pikir pikir dulu* suruh Uchun buat anak sama Changmin aja kekeke. Gomawo yaaaaaa~
Cloud1124 : Yaelaaaaaaahh -,- eh tapi saya juga seneng chap kemarin kok hehe. Ada sesuatu yang InsyaAllah mengejutkan keke. Ne, makasih yaaaaaaaaaaaa :D *hug back*
ukechangminnie : Hehe aku juga cinta chinguuuu~ *hug* nih saya bikin flashback lagi olalalala~ :D gomawo ya~
Min Yeon Rin : Oh God, thank you so much :) wah, kalau post harian kayanya belum bisa deh (bisa sih kalau di dunia ini gak ada yang namanya sekolah, school is suck) hehe. Tapi untuk beberapa hari ini (dari kemarin) saya post tiap hari kan? Kekeke. Okaaaaayy~ gomawo yaaaa :D
nobinobi : Ne ^^ gomawo yaaaaa~
PoLipo : Aih, aih, apa flashback di chapter ini lagi fluffy :3? Maaf untuk hal kurang panjangnya ya~ hehe gomawooooo~ *hug* :D
dn : Hehe annyeong :D sudah lama juga tak liat review dari chingu hehe. Yap, gomawo yaaaa~
Big thanks for my beloved readers
MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri |VitaMinnieMin |Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin dan untuk semuanya.
With love, Yuri Masochist.
PS: SKSD sama saya diperbolehkan, selama kalian memperbolehkan saya untuk SKSD juga :D *ngek #doeeng
