Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Flashback | Our First Time
Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, OnKey, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi, Henry, Junsu, Siwon, Kangin, Jungmo, Eli, T.O.P, GD, Jay, dan cast lain menyusul (Maincast banyaknya dari Super Shinki a.k.a DBSJ a.k.a DongBangSuJu. Cameo dari SHINee, EXO, Big Bang, U-Kiss)
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : Chapter selingan again~. Flashback YooMin dulu. Nanti ada kejutan di chapter 3C atau 3D, sabar yaaa~ :D
.
.
.
.
The Time: Flashback | Our First Time
.
Thursday
June 4th, 2009
02:12 PM
Changmin memperhatikan jam di tangannya. Menunggu malam hari rasanya terlalu lama. Changmin mendesah kecewa dan mengembalikan pandangannya ke arah Jang seonsaengnim, dosen berjanggut yang tengah memberikan materi yang diulang-ulang. Bahkan Changmin melihat Eli, Jiyong dan beberapa temannya yang lain menguap berkali-kali. Memang membosankan jika memberikan pengarahan tentang sesuatu yang sudah dia hapal di luar kepala.
Eli—yang duduk di kursi samping kanan Changmin—mencolek lengan Changmin. Membuat namja yang tengah memperhatikan—atau melamun—itu menoleh sekedar untuk memberinya perhatian.
"Apa?" tanya Changmin dengan nada berbisik.
"Malam ini kau datang?" tanya Eli.
Jiyong—duduk di samping kiri Changmin—yang tertarik menolehkan pandangan dan mendekatkan dirinya ke arah Changmin. "Ya, apakah kau ikut malam ini? Banyak orang yang diundang dan aku yakin kau termasuk." tanya Jiyong berbisik juga.
Changmin mengangkat salah satu alisnya.
Eli memukul tangan Changmin pelan, menatapnya kesal. "Jangan pura-pura bodoh! Kau datang tidak ke party-nya Yoochun sunbae itu?"
Jiyong mengangguk, setuju dengan ucapan Eli. "Kau pasti akan datang. Iya 'kan?"
Changmin mengangkat bahu dan mengembalikan pandangannya ke depan.
"Ya! Jawab kami!" kata Jiyong dengan nada kesal, walau masih berbisik.
"Heh! Kau mau membuat kami penasaran?"
"Heh! Lord VoldaMin! Kau ikut tidak?"
Changmin hanya mengacuhkan pertanyaan dari kedua teman baiknya. Dia terlalu sibuk, sibuk dengan pikirannya sendiri.
Apa aku melakukan sesuatu yang benar?
Segalanya akan menjadi benar jika kau melakukannya untuk orang yang kau cinta.
.
.
The Time
Flashback | Our First Time
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Thursday
June 4th, 2009
10:34 PM
Gold Wine Club. Club mahal yang terletak di pusat kota Seoul yang tak pernah sepi pengunjung. Dari malam bahkan sampai pagi menjelang seluruh pengunjung masih senang menyibukkan dirinya disana. Entah untuk sekedar minum, bersantai, blind date bahkan make-out.
Yoochun duduk di depan meja bar, memandangi gelas vodka yang hampir habis setengah dihadapannya. Walaupun dia jarang untuk minum—bahkan sangat jarang mengingat dia adalah calon dokter—dia belum mabuk dengan gelas ketiganya ini.
Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke duapuluh dua. Dia membooking club mahal ini untuk satu malam. Bukan kesulitan untuknya mengingat ibunya adalah pemilik sebuah rumah sakit terkenal dan ayahnya pemilik Park Corporation di Amerika. Itu alasan mengapa orang tuanya tak tahu dengan apa yang dilakukan anaknya di Korea.
Dan yang tengah memenuhi club ini adalah teman-temannya di kampus. Sangat banyak dan ramai. Banyak orang-orang yang bersenang-senang di dance floor, tertawa dan saling menggoda. Ada yang berlomba untuk minum, bertahan agar tidak muntah untuk berbotol-botol bir. Ada yang mengikuti aliran musik, menari dengan sangat erotis. Mengundang nafsu birahi untuk seluruh manusia yang menyaksikan. Namun Yoochun sama sekali tak tertarik akan hal itu.
Jangan tanya mengapa dia—sang tuan rumah—hanya duduk diam, minum seorang diri disini. Dia sedang menunggu seseorang. Dua hari yang lalu dia sudah memberi tahu tentang pestanya ini kepada seseorang itu. Namun sepertinya, dia tidak akan datang.
Yoochun mendesah pelan, kecewa, sebelum dia mendengar sebuah suara dari balik tubuhnya.
"Oh, begini cara seorang calon dokter merayakan hari ulang tahun dan hari kelulusannya—beberapa hari lagi?"
Yoochun mendongak, berusaha mendengar kalimat yang hampir teredam oleh hingar bingarnya musik di tempat itu. Dia melihat orang yang ditunggunya sudah datang. Dengan balutan pakaian santai yang entah mengapa terlalu ketat ditubuhnya, dan terlihat sangat menggoda. Yoochun tersenyum, tepat ketika orang itu duduk disampingnya.
"Singapore Sling." Orang itu berbicara pada bartender dan setelah itu mengalihkan pandangannya ke arah Yoochun. "Maaf terlambat. Kau tahu bahwa ayahku tak suka melihatku bergaul denganmu, bukan?"
Yoochun mengangguk mengerti. Dia menahan dagunya dengan punggung tangan dan menatap Changmin—seseorang itu.
"Aku tahu."
Pesanan Changmin datang, sangat cepat dari yang diperkirakan. Changmin meraih gelasnya, menyesap cairan beralkohol itu sedikit dan kembali menatap Yoochun.
"Oh, jadi setelah ini kau akan melanjutkan kemana? Kau kuliah hanya empat tahun—untuk jurusan kedokteran itu terbilang sebentar—karena ibumu adalah dokter di Amerika sana. Apa kau akan ke Amerika juga?" tanya Changmin. Suaranya berusaha menyaingi dentuman musik yang begitu keras.
"Ah, aku?" Yoochun mengulum bibir dan mendekatkan wajahnya ke arah Changmin. "Aku... akan ke Amerika." kata Yoochun berbisik.
Changmin terdiam sebentar sebelum berucap, "Oh." Changmin menahan napas ketika hembusan napas Yoochun menerpa wajahnya. Dia sudah tahu, dia tahu Yoochun akan pindah ke Amerika sejak beberapa minggu yang lalu, dari teman-temannya di kampus. "Kau calon dokter yang beruntung."
Mata Yoochun menari, memperhatikan wajah Changmin secara keseluruhan. Ketika dia memajukan wajahnya dengan cepat, Changmin segera menjauhkan wajahnya.
Yoochun terkekeh pelan. "Kau membuatku gila."
Changmin membuang pandangannya, memilih untuk meraih gelas Singapore Sling-nya dan menyesap lagi.
"Kau mabuk." kata Changmin kemudian.
Yoochun menggeleng. Wajahnya semakin dekat ke arah Changmin yang diam sekarang, ragu untuk melakukan apapun.
"Kau tidak memberiku hadiah? Atau... sekedar mengucapkan selamat ulang tahun yang spesial untukku?"
Changmin memilih untuk menghabiskan Singapore Sling-nya dan setelah itu memesan segelas vodka. Changmin bukan orang yang kuat dengan alkohol, mungkin sebentar lagi dia akan mabuk.
Yoochun tersenyum melihat Changmin yang salah tingkah. Jarinya terangkat, menelusuri pipi Changmin kemudian.
"Sepertinya kita tak akan bertemu lagi."
Changmin mengangguk, mengulum bibirnya ragu. Dia tak ingin menoleh dan mendapati Yoochun melihat rona wajahnya—walau tak mungkin karena gelapnya club yang bising ini. Dia memilih untuk menghabiskan segelas vodka yang baru ia pesan dengan sekali tenggak.
"Wajahmu memerah, apa kau mabuk?"
Changmin yakin penerangan minim—hanya dari lampu disko—itu membuatYoochun tak bisa melihat rona wajahnya. Namun, dia salah mengira sepertinya.
Changmin meremas badan gelas dengan erat, memikirkan sesuatu yang akan dilakukannya. Pilihannya. Mungkin ini adalah jalan terbaik sebelum ia menyesal di kemudian hari.
Setelah memantapkan hatinya, Changmin membawa posisi duduknya menghadap Yoochun dan menelan ludahnya.
Lepaskan kesucianmu untuk orang yang kau cinta.
Baiklah.
Tangan Changmin menarik kaos—bagian dada—yang Yoochun gunakan dengan gerakan cepat dan membawanya ke dalam sebuah ciuman panas. Aroma alkohol yang dikonsumsi keduanya menjadi rasa dalam ciuman itu, namun tak menghilangkan rasa aslinya. Yoochun tersenyum dalam ciuman dan kemudian memilih untuk membalas lumatan itu. Mendominasi pergerakan Changmin dengan lidahnya. Tangannya menarik tangan Changmin, membawa keduanya menjauh dari meja bar dengan ciuman yang semakin menggila.
Yoochun menggigit bibir bawah Changmin, membuat mulut itu mengeluarkan desahan kecil yang semakin membawa Yoochun dalam gairahnya. Kaki Yoochun mengarahkan keduanya ke sebuah ruangan, yang disebut dengan 'Make-out Room'. Tentu semua orang tahu ruangan untuk apa itu.
Dengan mudah, jari Yoochun meraih kenop pintu dan membukanya. Changmin membantu, dia menutup pintu—setelah mereka masuk ke dalam—dan menguncinya dengan kunci yang sudah terselip di lubang kunci. Yoochun menyeringai, menarik lidah Changmin dan menghisapnya.
"Mmhpphh..."
Yoochun dapat merasakan Changmin mendorong dadanya setelah desahan itu. Yoochun menatap Changmin yang terengah dengan wajah yang memerah.
"Kau yakin untuk melakukan ini?"
Aku tahu ini kali pertamamu. Kau masih polos.
Changmin menggigit bibir dan membuka kaosnya. Tetesan saliva di sudut bibirnya tak mampu menahan gairah Yoochun yang semakin memuncak.
Changmin menarik kaos Yoochun dengan kasar dan membukanya. "Ini hadiah dariku. Untuk ulang tahunmu, kelulusanmu, dan juga..." Changmin membuang kaos itu sembarang. "... sebagai kenang-kenangan sebelum kau pergi ke Amerika."
Yoochun menyeringai ketika Changmin mendorong tubuhnya ke ranjang, membiarkan namja manis itu menduduki perutnya—seperti kejadian di perpustakaan lima bulan yang lalu. Changmin menundukkan tubuhnya dan Yoochun segera meraih bibirnya. Menyesap rasanya. Tangan Changmin bergerak, berusaha membuka skinny jeans yang Yoochun kenakan. Sedangkan jari Yoochun mulai bermain dengan nipple dari pemuda kurus itu.
"Enhh..."
Jarinya memainkan nipple Changmin, mencubit dan memelintirnya. Membuatnya mengeras dan menonjol.
"Ennhh..." Changmin melenguh lagi, tepat ketika bibir Yoochun turun dan menghisap lehernya. Membuat tanda berwarna keunguan di leher putih itu.
Yoochun menjauhkan wajahnya dari leher Changmin dan menatap wajah yang memerah itu. "Kita hanya teman." kata Yoochun. Melepaskan segala materi yang masih melekat di tubuh keduanya. Dan kini hanya kedua tubuh telanjang yang berada di atas ranjang.
Changmin memejamkan mata untuk beberapa saat. Dia menyadari bahwa dirinya hanya sekedar teman untuk Yoochun. Haruskah dia menghentikan semua ini?
Changmin memantapkan hatinya dan membuka mata.
Sepertinya tidak.
"Kita hanya teman. Aku tahu." Changmin memposisikan tubuhnya di tempat yang tepat, untuk menghujamkan tubuhnya terhadap kejantanan Yoochun yang sudah mengeras.
Tetapi aku mencintaimu.
Tanpa ada foreplay, untuk pertama kalinya, Changmin melepaskan segalanya ketika dia menghujamkan tubuhnya, membuat Yoochun masuk sepenuhnya ke dalam dirinya. Changmin mengerang, melengkungkan punggungnya membentuk busur dan meremas tangan Yoochun erat.
Yoochun menggeram mendapat perlakuan nikmat yang tiba-tiba itu. Dia mendesah lega. Salah satu tangannya meraih kejantanan Changmin dan memijatnya.
Changmin terdiam selama beberapa saat, membiarkan benda asing—untuk pertama kalinya—berada di rektumnya. Cukup membuat Yoochun menunggu, Changmin dapat merasakan Yoochun meraih pinggangnya, memandunya untuk bergerak.
"Hnnh~," Changmin mendesah lembut. Dinding rektumnya menjepit milik Yoochun dengan keras, membuat Yoochun mengerang nikmat. Dan Changmin juga merasakan hal yang sama, ditambah dengan tangan Yoochun yang memanjakan kejantanannya.
Perlahan, Changmin mulai berani menggerakan tubuhnya, disertai dengan erangan-erangan pelan. Yoochun menyeringai. Dia menaikkan tubuhnya, meraih bibir Changmin dan menjilatnya. Tangannya yang satu masih memanjakan milik Changmin, sedangkan tangannya yang lain masih memandu Changmin, membantunya untuk bergerak.
Dalam ciuman itu, Changmin masih berusaha mencari kenikmatan yang lebih. Dia menaikkan tubuhnya, terdapat gesekan yang membuat Yoochun mengerang pelan dalam ciuman dan membuat junior Yoochun tersisa kepalanya. Dengan berani, Changmin menghujamkan dirinya dan membuat dia menjerit keras, membuat ciuman terlepas.
"Ahh... s-so tight..."
Yoochun membantu Changmin menguasai gerakannya. Dia bergerak, mencoba menghujam titik Changmin dengan keras. "Ohh.. hnhh.. Ch-Chunieeh~,"
Changmin memejamkan mata. Ada yang membuat dirinya senang dan sedih kala ini. Dia senang, dia telah memberikan hal pertamanya kepada orang yang kini dia cintai, dia menyadari hal itu. Namun, jika Yoochun hanya menganggapnya sebagai teman setelah ini, apakah dia masih akan bahagia?
Hubungan mereka dengan ikatan pertemanan tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan pada malam itu.
.:o~o:.
Our first time
.:o~o:.
Kenapa saya bikin flashback lagi? Karena saya punya rencana nyeahahahaha *ketawa badut di chapter 1*
Ah, aku gak mau pindah rate ke M T.T
Readers : Wae?
Me : Aku gak mau~ menurut readerdeul gimana? Apa harus pindah rate? T.T
SAYA SUKA UKE ON TOP HAHAHAHA *stress*
Eh, ini bukan tentang kegiatan 'making love', tapi tentang perasaan (?)
Eum, maksud saya coba deh rasain kalau jadi Changmin. Ngelepas kesuciannya *ceilah* kepada orang yang dia cinta, tapi dia gak tahu perasaan orang itu terhadapnya. Yang Changmin tahu, orang itu hanya menganggapnya sebagai teman. (saya ngomong apa sih?)
Ah, saya tidak bisa bacot lagi
Readerdeul tahu tidak? Jum'at saya bagi rapor, tapi kenapa besok masih ada ulangan fisika ya? Dasar guru kurang kerjaan *ditabok*
Okay, tunggu chapter 3C :D
PS: Ngomong-ngomong aku publish harian terus ya? Dari tanggal 29 Februari nyampe sekarang ._. Pantesan capek ngetik. Hehehe gak ding, bercanda, saya gak capek kok. Demi kalian saya akan berusaha untuk melanjutkan next chap~ wuuushhhhh *terbang*
Big thanks for my beloved readers
MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri |VitaMinnieMin |Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin dan untuk semuanya.
With love, Yuri Masochist.
Segalanya akan menjadi benar jika kau melakukannya untuk orang yang kau cinta—by me.
