Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Flashback | The Bastard
Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, Junsu, Junho (kembaran Junsu), OnKey, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi, Henry, Siwon, Kangin, Jungmo, Eli, T.O.P, GD, Seungri, Jay, dan cast lain menyusul (Maincast banyaknya dari Super Shinki a.k.a DBSJ a.k.a DongBangSuJu. Cameo dari SHINee, EXO, Big Bang, U-Kiss)
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : Percaya author gak kalau Yoochun itu brengsek?
.
.
.
.
The Time: Flashback | The Bastard
.
Thursday
April 14th, 2005
02:33 PM
"Yoochun tidak mencintaimu! Percayalah padaku!"
Junsu menghiraukan ucapan teman baiknya di kelas. Tangannya meraih buku-buku di atas meja dan memasukannya secara kasar ke dalam ranselnya. Bukannya jahat, tetapi temannya itu keterlaluan—menurutnya. Apa yang dia harapkan dengan berbicara seperti itu? Ingin hubungannya dengan Yoochun berakhir? Setelah dua bulan yang cukup lama ini? Cih, Junsu tak ingin mengakhiri hubungannya secepat itu walaupun Yoochun—kekasihnya itu—dikenal sebagai player di sekolahnya. Bahkan sudah tak terhitung berapa banyak korbannya sejak dia pertama sekolah disini hampir tiga tahun yang lalu.
"Begini ya, Seungri, jika Yoochun tak serius denganku, mana mungkin hubungan kami bisa bertahan hingga dua bulan lamanya? Kau tahu bahwa hubungan Yoochun dengan mantan-mantannya yang lain hanya berumur sekitar satu sampai dua minggu? Bahkan ada yang hanya satu hari? Dari semua itu kau dapat mengambil kesimpulan bahwa Yoochun benar-benar serius denganku bukan?"
Seungri mendesah pelan. Dia menghampiri Junsu yang hampir meninggalkan kelas dan menahan tangannya. "Kau harus percaya padaku!"
"Aku tidak bisa mempercayaimu jika kau tidak memberiku bukti apapun!" balas Junsu. Dia menghentakkan tangannya kasar sehingga genggaman Seungri terlepas.
"Aku belum mendapat bukti apapun, Junsu-ah. Tetapi apa aku harus diam saja, menunggumu terluka? Begitu?"
Junsu mendecih. Memakai ranselnya pada salah satu bahu dan berkata, "Kau iri karena aku mendapatkan Yoochun?"
Seungri membulatkan matanya tak percaya. Dia mendekati Junsu lagi yang hampir mencapai pintu kelas mereka yang sudah sepi. "Hei! Untuk apa aku iri? Kau pikir aku mau dengan player seperti dia?"
"Kalau begitu bisa tidak kau tutup mulutmu dan berhenti untuk menasehatiku dengan bualanmu itu? Aku tahu Yoochun player, semua orang tahu akan hal itu. Tapi aku yakin dia sudah sangat menc—"
"Mencintaimu. Tentu saja."
Junsu dan Seungri mengarahkan pandangan mereka ke sumber suara. Terlihat Yoochun berdiri di depan pintu kelas dengan ransel yang dia sampirkan di bahunya, seragam berantakan, kancing kemeja seragam teratas yang dibuka, dasi yang sama sekali tak digunakan dan rambut yang berantakan—memang style rambutnya. Cukup untuk memikat hati siapapun yang melihatnya. Junsu tersenyum melihat sang kekasih yang sudah kembali dari ruang kepala sekolah—untuk suatu urusan—sedangkan Seungri hanya mendengus.
"Oh, apa kabar Seungri?" tanya Yoochun. Pertanyaan bodoh yang diberikan untuk teman satu kelas. Namun Yoochun tak sebodoh itu.
Junsu berjalan ke arah Yoochun dan meraih tangannya. Seungri memutar kedua bolamatanya, memilih meraih ranselnya di bangku.
"Ah, jangan kau racuni pikiran My Su-ie dengan fitnahmu." Yoochun memeluk Junsu pada bahunya. Wajahnya mendekat ke arah wajah Junsu, mencium baunya dan kemudian menjilat pipinya. Wajah Junsu bersemu merah. "Aku mencintainya dan tak akan kubiarkan kau merebut—"
"Aku tidak akan merebutnya! Aku hanya tidak suka dia bersamamu!"
"—nya." Yoochun mengangkat salah satu alisnya. "Aku kasihan padamu. Mengapa kau mengumbar fitnah itu terus, eh? Apa karena hanya sedikit orang yang memintamu menjadi kekasih di banding aku? Apa karena aku di kagumi semua orang, dari siswa-siswi maupun para guru? Benar begitu?"
Seungri menggenggam tangannya, menahan emosi. Namun hal itu seperti lelucon untuk Yoochun, membuat dia tertawa meremehkan.
"Kau kalah telak. Aku tampan, kaya, pintar dan... apa lagi ya? Sepertinya aku memiliki semuanya, termasuk Junsu. Sedangkan kau..." Yoochun membawa langkahnya bersama Junsu menjauhi pintu, berjalan melewati koridor sekolah yang kosong. "... tidak laku sama sekali."
Kau akan menyesali ucapanmu suatu hari nanti.
.
.
The Time
Flashback | The Bastard
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Saturday
May 14th, 2005
06:57 PM
"Su-ie, ayolah~ ini sudah tiga bulan kau berpacaran dengan namja itu, tetapi kau sama sekali belum memperkenalkannya kepada kita." kata Eunhyuk merengek.
Junsu tertawa pelan seraya meraih handphone-nya. Kini di kamarnya ada Eunhyuk dan juga saudara kembarnya, Junho. Eunhyuk bermalam hari ini. Rencananya mereka akan bermain scrabble, menonton DVD horror, membuat makanan bersama dan bercerita seram. Namun sepertinya Eunhyuk lebih tertarik untuk mengetahui siapa kekasih Junsu. Seperti seorang gadis memang.
"Hyukie-ah, aku saja—yang merupakan saudara kembar dari si duckbutt—tidak tahu nama kekasihnya. Apalagi kau?" kata Junho cuek seraya memilih beberapa DVD horror yang dia bawa dari kamarnya.
Eunhyuk mengerucutkan bibirnya. Dia menarik tangan Junsu, bergelayut dengan puppy eyes meminta jawaban. Junsu terkekeh seraya menjauhkan handphone-nya dari jangkauan Eunhyuk—walaupun Eunhyuk sama sekali tak berniat untuk mengambilnya.
"Rahasia. Lain waktu aku berjanji akan memberitahukannya."
"Lain waktu yang mana? Dua bulan yang lalu kau mengatakan lain waktu. Satu bulan yang lalu kau mengatakan lain waktu. Sekarang kau masih meng—"
"Lain waktu, Eunhyuk-ah. Aku janji."
"Cih," Eunhyuk mendecih. "Aku akan pegang janjimu, Bebek."
"Aish, Monyet! Jangan memanggilku Bebek!"
Junho terkekeh pelan dengan pandangan yang masih terfokus pada beberapa DVD di tangannya. "Sesama hewan jangan saling menghina."
"Aish! Junho!" kata Eunhyuk dan Junsu bersamaan.
Menyembunyikan sesuatu yang penting dapat membuat kerugian untukmu.
.:o~o:.
Tuesday
June 14th, 2005
11:03 AM
Junsu memejamkan matanya, merasakan hembusa angin yang menerpa wajahnya. Dia sedang duduk dalam pelukan Yoochun—di belakang tubuhnya—menyandarkan punggungnya ke dada Yoochun, sedangkan Yoochun sendiri menyandar ke batang pohon maple di belakang tubuhnya—di taman belakang sekolah. Yoochun menciumi tengkuk leher Junsu dengan lembut, membuat tubuh itu menggeliat pelan dengan sentuhan itu.
"Kapan aku bisa memilikimu seutuhnya?" tanya Yoochun berbisik. Nadanya begitu menggoda Junsu, namun Junsu berusaha untuk menanggapinya secara biasa.
"Kau harus menunggu." kata Junsu, tersenyum kemudian.
Yoochun menjilat tengkuk itu dengan gerakan lambat. "Ini annive hubungan kita yang ke-empat bulan. Kau masih mau menunggu hingga kapan? Sepuluh hari yang lalu, ketika aku berulang tahun kau masih belum mau memberikannya. Hubungan kita sudah lumayan lama, Su-ie Baby. Apa kau masih belum percaya padaku? Eum?" Dan kemudian lidahnya bergerak maju, ke telinga.
"Aku percaya padamu." Junsu membuka matanya dan menoleh ke arah Yoochun. Hal itu membuat Yoochun segera meraih bibirnya dan menyesapnya. "Tapi kau harus menunggu." lanjutnya ketika ciuman itu terlepas.
"Sampai kapan?" Yoochun berniat untuk kembali meraih bibir itu namun Junsu segera menjauhkan wajahnya. "Sebentar lagi hari kelulusan kita. Universitas pilihanku dan pilihanmu berbeda, itu membuat kita jarang bertemu, Sayang."
Junsu terkekeh. Jarinya terulur dan menyentuh pipi Yoochun dengan gerakan lembut. "Aku mencintaimu. Aku tidak meragukan cintamu, tetapi semuanya harus dilakukan dengan perlahan. Tunggulah waktunya, Chunie."
Yoochun mengangkat bahu dan akhirnya mengangguk. Dia mendekatkan kembali wajahnya ke arah Junsu, mencium bibir itu dan memulai pergulatan lidah dari keduanya.
Kau terbuai dengan kata-kata cintanya, itu akan membuatmu jatuh suatu hari nanti.
.:o~o:.
Sunday
August 14th, 2005
10:44 PM
"Benar kau sudah bilang pada saudara kembarmu itu?"
Junsu mengangguk. Dia mendekati Yoochun yang duduk di tepi ranjang queen size—kamar Yoochun dan tersenyum. "Aku bilang padanya, aku menginap di rumah teman."
Yoochun tertawa pelan. Tangannya menarik pinggang Junsu dan membawa keduanya terjatuh di atas ranjang. "Apa sampai sekarang kau masih merahasiakan identitasku kepada kembaranmu? Bahkan sahabatmu?"
"Tentu." Junsu mencium bibir Yoochun sekilas. "Mereka tidak usah tahu untuk sekarang. Aku sama sekali tidak ingin mereka berubah menjadi Seungri. Aku percaya kau cinta padaku. Buktinya hubungan kita sudah berjalan enam bulan lamanya."
Yoochun mengangguk mengerti. Dia menjilat leher putih Junsu dan membuat namja di atas tubuhnya mendesah pelan. "Aku dan kau diterima di universitas yang kita inginkan. Dan juga, hari ini tepat hari jadian kita yang ke enam bulan. Apa kau mau—"
Junsu menarik wajah Yoochun dan segera membungkam mulutnya dalam ciuman panas. Sungguh, Junsu yang berani. Dia berubah untuk malam ini. Tangannya membuka kaos yang dia kenakan. Yoochun menyeringai, menarik lidah Junsu dan menghisapnya.
"Enhh..."
Junsu melenguh pelan ketika tangan Yoochun meraih nipple-nya. Junsu membalas ciuman itu dengan liar. Namun karena kebutuhan oksigen, dia melepas ciuman itu hanya untuk beberapa detik—untuk mengambil kembali pasokan udara.
"Aku milikmu..."
Junsu menarik kaos yang Yoochun kenakan dan membuangnya ke sembarang arah. Yoochun menyeringai. Dia membalikkan posisi mereka dengan cepat hingga Yoochun berada di atas tubuh Junsu sekarang.
"Malam ini, miliki aku." ucap Junsu dengan nada yang dibuat semenggoda mungkin.
Yoochun kembali membawa Junsu ke dalam ciuman panas. Jarinya bergerak, melepas materi lain yang masih melekat pada tubuh keduanya. Dan kemudian yang terjadi pada malam itu adalah deru napas yang memburu dengan kulit yang saling bergesekkan.
Pada malam itu, Park Yoochun benar-benar merebut hal pertama untuk Kim Junsu.
Kau memberikan hal pertamamu kepada dia. Berharap tak akan ada penyesalan dari semua perbuatanmu.
.:o~o:.
Wednesday
September 14th, 2005
09:22 AM
"Ada apa memintaku untuk menemuimu, Sayang?" tanya Yoochun seraya berdiri di depan pekarangan rumah Junsu. Kepalanya menengok ke arah pintu, mencari sosok lain selain Junsu yang keluar dari sana. "Apa kau akan memperkenalkan aku pada saudara kembarmu?"
Junsu menggeleng. Dia berlari kecil mendekati Yoochun dan memeluk tubuh itu segera, membuat Yoochun sedikit mundur ke belakang karena gerakan itu. Yoochun mengangkat salah satu alisnya tak mengerti sementara Junsu mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.
"Aku bahagia, Chunie-ah!"
"Bahagia kenapa?" tanya Yoochun tak mengerti.
Junsu melepaskan pelukan itu dan segera mencium bibir Yoochun. "Aku mencintaimu." katanya setelah ciuman itu terlepas.
"Hei, hei, ada apa sebenarnya? Kau rindu padaku?"
Junsu menggeleng dengan senyuman di wajahnya. Dengan gerakan pelan, tangannya naik hingga sejajar dengan wajah Yoochun dan menunjukkan sesuatu yang membuat Yoochun membulatkan matanya.
Dua garis berwarna merah.
Sensitif.
Yoochun terdiam.
Apa?
"A-apa? Ba-bagaimana bi-bis—"
Junsu mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban dari Yoochun. Dia menarik tangannya dan melipatnya di dada. "Hei, Mr. Calon Dokter Park Yoochun atau apalah kau memanggilnya, apa kau belum pernah mendengar bahwa ada laki-laki yang bisa hamil?"
Yoochun menggigit bibir bawahnya dengan gelisah. Hal itu membuat Junsu menggerenyitkan dahinya tak mengerti, dia berniat memeluk Yoochun lagi namun pemuda itu menolaknya.
"Aku tahu, Junsu-ah, ta-tapi..."
"Kau tidak suka?" Mata Junsu mulai berkaca-kaca.
Yoochun tidak tahu apa yang harus ia katakan sekarang. Bagaimana bisa Junsu hamil? Jika memang benar bahwa dia adalah salah satu laki-laki unik di dunia, Yoochun benar-benar tidak pernah menyangkanya.
"Itu bukan anakku." Yoochun mengubah nada suaranya menjadi dingin. Junsu membulatkan matanya tak percaya. Matanya sudah bergetar dan bahkan ada kristal kecil yang meluncur dari sudut matanya. Junsu mengepalkan tangannya, meremas test pack dalam genggamannya. "Mungkin kau tidur dengan namj—"
Buagh!
Satu pukulan Yoochun dapatkan di rahangnya. Tubuh Yoochun tersungkur beberapa langkah dari tempat awalnya berdiri. Junsu kembali mengepalkan tangannya. Buliran-buliran bening itu akhirnya jatuh membasahi pipinya.
"Kau pikir aku tidur dengan namja lain? Huh?" Junsu berusaha menahan isakan dari mulutnya. Dia menggigit bibirnya keras. "Kau pikir aku semudah itu pada orang lain?"
Yoochun mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya. Tak terlalu banyak, namun tetap saja membuat sobekan kecil yang terasa perih.
Junsu menundukkan wajahnya dan menangis. "K-kau pikir untuk apa aku menunda-nunda keinginanmu selama tujuh bulan?" Junsu menggigit bibir bawahnya semakin keras dan membuat sobekan kecil disana. "K-kau pikir aku hanya ingin mempermainkanmu? Huh?" Dengan kepalan tangan yang keras itu, test pack yang digenggamnya retak dan jatuh ke tanah. "Kukira kau... benar-benar mencintaiku."
Yoochun tertawa pelan. Dia membenarkan posisi berdirinya dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana jeans. "Okay, permainan selama tujuh bulan cukup melelahkan juga ya?"
Junsu mengangkat wajahnya perlahan, melihat Yoochun yang tertawa meremehkan ke arahnya.
"Tapi, tentu saja permainan selama ini membuahkan hasil." Yoochun membuat nadanya menjadi berbisik. "Aku berhasil 'menyentuhmu'."
Junsu menggeram. Memperkeras kepalan pada tangannya.
"Dan mungkin sekarang aku bisa lebih terbuka kepadamu. Aku. Tidak. Mencintaimu." Tiga kata itu cukup untuk menohok jantung seorang Kim Junsu. Junsu merasakan amis pada bibirnya, pasti luka sobekan yang dia buat dari gigitan itu. "Asal kau tahu. Aku sudah punya tiga pacar baru di kampusku, dan mereka bisa memberikan tubuhnya dengan mudah. Kau manja. Aku harus menunggu selama berbulan-bulan untuk menyentuhmu. Kau tahu bahwa itu sangat melelahkan?"
Junsu terdiam dengan air mata yang tak bisa berhenti meluncur mulus di wajahnya.
"Ah, jangan menghinaku. Aku tahu bahwa aku adalah seorang calon dokter, tapi... hei! Kita masih muda! Kau pikir aku tidak suka dengan seks? Asal kau tahu saja, seks adalah candu untukku. Dan aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan 'sex doll' yang masih virgin sepertimu."
Bugh!
"Bajingan kau!"
Satu pukulan lagi Yoochun dapatkan di pipinya. Bukannya lemah, namun dia tak siap dengan gerakan tiba-tiba itu.
"Ke-kenapa kau memilihku?"
"Karena kau menyukaiku." Yoochun menyentuh pipinya yang dia yakin akan menghasilkan lebam. "Semua orang di sekolah tahu kau menyukaiku. Dan mengdengarmu masih 'polos' membuatku menjadikan kau sebagai targetku."
Junsu menyentuh perutnya yang masih rata secara perlahan. Mengapa benih di dalam tubuhnya bukan berasal dari cinta? Mengapa dia tidak mempercayai ucapan teman-temannya bahwa dia memang hanya mainan bagi Yoochun? Mengapa dia bisa bertindak begitu bodohnya dengan memberikan dirinya kepada seorang player seperti Yoochun? "Aku membencimu."
"Maka dari itu lekaslah gugurkan anakmu itu. Maaf, aku sama sekali tak ingin mengakui anak itu. Kita putus sekarang."
Sekarang, kau menyesal bukan?
.:o~o:.
Thursday
September 15th, 2005
10:48 AM
Yoochun berjalan malas ke arah pintu utama rumahnya. Dia mendengar suara bel rumahnya berbunyi, itu artinya ada tamu untuknya. Dengan malas dia membuka pintu dan hal pertama yang dia dapatkan adalah pukulan keras di rahangnya. Menambah luka yang dibuat Junsu kemarin.
Yoochun tersungkur mundur dari tempat awalnya berdiri. Dia melihat ada seseorang namja yang berwajah mirip dengan mantan kekasihnya berdiri dengan amarah di depan pintu rumahnya.
Yoochun mengangkat salah satu sudut bibirnya. "Oh, kau Kim Junho ya? Ada apa? Junsu mengadu padamu?"
Junho menggeram marah. Dia maju beberapa langkah dan menarik kerah baju Yoochun. "Kau pikir kau bisa kabur begitu saja setelah menghamili kembaranku?"
"Aku? Menghamili?" Yoochun tertawa. "Kukira dia anak orang la—"
Buagh!
Satu pukulan lagi di rahang Yoochun dan sukses membuatnya tersungkur jatuh membentur lantai.
"Aku akan membunuhmu!"
Buagh!
Satu pukulan lagi membuat Yoochun terkekeh. "Lakukan saja." kata Yoochun seraya mengusap darah di sudut bibirnya.
Junho diam, memilih untuk bergelut dengan batinnya. Tangannya mengepal keras, waspada. Percuma dia memukuli Yoochun sampai mati. Laki-laki seperti dia pasti tidak akan mau untuk bertanggung jawab. Dan sekalinya dia mau, Junho tidak ingin laki-laki brengsek seperti dia menjadi suami dari kembarannya. Junho yakin laki-laki ini tidak akan pernah serius dengan kehidupan asmaranya.
"Kau selamat kali ini, Park Yoochun."
Kuharap kau dapat balasannya, Park Yoochun.
.:o~o:.
Hei, jangan bingung. Bulannya beda-beda, chapter ini gak nyeritain satu hari.
Olala saya dataaaaaaaang~ ada yang rindu?
Kriik... kriik...
#nangisdipojokan
Hei, readersku yang request Seungri, saya membawakannya untuk kaliaaaaaaaaaaann (walau selewat) hehehe XD *ditimpuk
Tuh, percaya kan sama omongan Chunie kalau dia tuh brengsek? *diinjekChun
Okay, saya senang? Anda tahu kenapa? Tadi hati saya baru bergelut (?)
Tadi, perasaan down datang lagi karena... saya nemu FF orang yang baru prolog doang reviewersnya udah 400+! YA TUHAN! *dies
Tapi, tiba-tiba semangat dari kalian berputar di benak saya
Lalu saya berkata (bahasanya baku banget Ya Allah -,-)
Buat apa dapet reviewers banyak? Aku nulis FF ini karena INGIN berbagi imajinasi dan karena aku SUKA MENULIS, bukan mengharapkan banyak review dengan cerita yang asal, maksud saya mungkin FF punya seseorang itu (Demi Tuhan maafkan saya jika menyakiti hati orang itu) full of sex scene jadi banyak yang review. Sementara saya sendiri lebih senang pada jalan cerita, bukan pada sex scene yang berlimpah ruah. Terlihat sekali bahwa orang itu ingin... eum masturbasi? #frontal!
Okay, sungguh saya minta maaf. Tapi... saya juga orang yang YADONG AKUT, bahkan gak ketulungan lagi *lirikkoleksiDVD* *what?* #abaikan
Tapi, saya lebih menghargai author yang membuat cerita dengan pembawaan yang bagus. Masalah NC (untuk sex scene) dibuat sebagai bumbu penyedap saja, karena IDE CERITA TENTU LEBIH PENTING DARIPADA SEX SCENE, BUKAN?
Saya bersumpah membuat tulisan ini tidak ada maksud menjatuhkan pihak manapun. Saya hanya ingin mengeluarkan pemikiran saya. Pemikiran bahwa cerita lebih penting daripada adegan seks. Saya pernah menemukan FF di sebuah blog dan DEMI TUHAN ceritanya BAGUS SEKALI. Tapi... yang memberi review hanya sedikit. Memang dia tidak memberikan sex scene sedikitpun, tapi dia berhasil membuat saya menganga membacanya. Sungguh, DIA HEBAT! (Tapi maaf aku lupa pada FF dan juga authornya, sudah lebih dari satu tahun yang lalu saya baca FF-nya)
Okay, daripada bacot gak jelas mending saya kubur diri sendiri sebelum di timpuk *kabur
SAYA CINTA KALIAAAAAAAAAANNN *teriak pake toa mesjid*
Min Yeon Rin : Auch, jangan diambil pusing untuk hubungan YooMinKyu haha *diinjek. Lebih baik pilih satu siapa yang di dukung. YooMin? MinKyu? Atau MinThor (ChangminXAuthor)? *dicekikChun. Okay, maaf baru dataaaaaaanng~
NakamaLuna : Gwenchana :) Ah, Siwon banyak job sih jadi cuma bisa jadi cameo yang numpang liatin senyum kuda doang *diinjekSiwon. Saya juga punya tatonya nih *nunjukin tengkuk* tuh kaaaaaaaannnn, saya juga korban lho~ korban mode maksudnya *plak* *apaansih*. Apaan pengen ChangKyu mati berdua? SAYA TIDAK RELA *kibarbenderaYooMin *gaknyambung. Oalah, pertanyaan itu gak bisa dijawab sekarang. Kapan-kapan yaaaaaa~ *kedipkedipgenit*. Wah, kenapa gak kuat? Pasti ChangKyu shipper akut ya? Ah, pokoknya rahasia author itu semua hahaha *Evillaugh*. Gomawo atas doa dan reviewnya~ :D *hug* #SKSD
trueetr : Hoahaha kaget ya? Saya aja kaget .-. *enggakding. Tahu gak, saya kesel kenape si Chun itu gak bisa maraaaaaaahhh? ARRGGHH! *gigirjidatChun* *authorsarap*. Nah, udah kejawab kan disini kekekeke. Okay, maaf menunggu lamaaaaaa~
Park YUIrin : Aku menemukanmu di FB nyeahahahaha~ *ketawabadut*. Gomawo ya :D dan selamat Anda bisa menduga dengan benar (psst, kali ini haha) *diinjek. Gomawo ya ya ya :D *hug*
Cloud1124 : Karena... eum karena apa ya? Karena saya yang buat FF ini *PLAKgaknyambung*. Ayo kita bunuh KYU *gotongKyupakekuda-kudaan* (?). Saya juga sukaaaaaaaaaaa *sarap* ehehe gomawo yaaaaa :D
HyeFye : Login nih *kedip kedip*. Wah, wah, belum bisa dijawab tuh kalau pertanyaannya yang itu kekeke. Nah itu mbak (?) saya setuju, Min kalau gak suka Chun yang kaya gitu ya gak usah cari perkara! (Min: Gue kan cuma ngikutin naskah lu doang!). Wah, itu sih terserah saya *usap-usapdagu*. Gomawo neeeee :D
lee jungmin : Oh ya? TIDAAAKKK! Aku sudah berjanji untuk jadi orang yang (kelewat) semangat! Ya Tuhan~ kamu harus suka YOOMIN! (maksa ceritanya). Haha gomawo ya~ :D
Elf-eviL'without'Horn : Ne~ sepertinya masih kurang hehehe. Gomawo yaaaaa :D
RedWineCouple : Haha belum bisa aku jawab disini semua pemikirannya kekeke *ditabok. Yap, betul sekali! Ne~ gomawo yaaaaaaa :D
PoLipo : Hahaha dan sekarang udah tahu masa lalu YooSu kan? Kekeke. Gomawo yaaaaa :D saya juga suka :p
mutun : Benar sekali! Hehe mianhae ya, apa chap yang sekarang masih pendek? Maafkan sayaaaaaa~. Yap, gomawo yaaaaaaaaaaa :D Padahal FF orang barat aja sering diatas 50 chap, dan itu terbilang pendek. Memang bener ya kata guru bahasa Indo aku, orang Indonesia itu memang malas membaca *pelukBuGuru* hehe. Aseeekkk seumuraaaaaaaaaaaaaann~
chidorasen : I'm back jugaaaaaaaaaaaaa~ Ne gwenchana. Semangat ulangannya! *telat*. Waw waw, masih rahasia. Tapi saya memenuhi requestmu, flashback JUNCHAN! Tapi mian YunJae belum nongol lagi kekeke. Wah, kalau ke rated M pake adegan pembunuhan, siapa yang harus dibunuh *lirikKyu**diinjek. Hehe gomawo yaaaaa :D
Miaw. Miaw : Hehe gomawo~ memangnya unnie (bener kan?) berapa tahun? Hehe udah kejawab di chapie ini kan? *kedip kedip*. Nah itu banget, Min tobaaaaatt Min tobaaaaaaattt jangan buat Chun maraaaaahhh *dicekikMin. Itu rahasia :p gomawo yaaaaa :D
Ticia : Gwenchana :D selamat datang di FF ini ya ^^ ne~ gomawo yaaaaa :D
doubleU26 : Saya juga kembaliiii :D gwenchana~. Eh, udah sembuh belum? Ya ampun chinguuu, jangan maksain diri kalau belajar. Kalau cape istirahat dulu ^^. Gwenchana, aku juga seneng SKSD kok :D. Nah, udah kejawab kan pertanyaannya? Haha. Chingu juga jaga kesehatan ne :) gomawoooo :D
zakurafrezee : Jawaban yang benar adalah Changmin dan saya *ditendangChun. Ne ^^ Ichan eonie :D gomawo yaaaa~ #biarin aja SKSD sama saya mah hehe
widiwMin : Gomawooo :D *hug*. Nah, udah kejawab kan beberapa kekeke? Ada saatnya Chun marah, tapi bukan sekarang kekeke. Gomawo yaaaaaaa :D maaf lama update
blacknancho21 : Ne gwenchana ^^ gomawo yaaa :D. Yap, dan sekarang aku kasih flashback lagi tapi untuk YooSun :). Gomawo yaaaaaaa :D
pumpkins : Gwenchanaaaa :D. Aku gak bilang lho, chingu yang bilang kekekeke. Gomawo yaaaaa *hug*
nobinobi : Yap hehe ^^. Gomawo yaaaaaaaaa :D hehe
Lu I-Mo : I'm back jugaaaaaaaaaaa :D. Gwenchana haha. Yayy 96-line dan saya sudah kelas 2 hahaha *kedipkedip*. Tapi di kelas saja jadi maknae hahaha *tosbarengKyudanMin*. Eh jadi chingu namja or yeoja? (please jangan marah gara-gara saya nanya ini). Sok akrab itu bagus lho untuk pertemanan *what* #abaikan. Haha gwenchana, tapiiiii masih ada 'sesuatu' yang belum tertebak kan? Dan terima kasih banyaaaaaaaakk :D. Saya bawa flashback lagi, tapi tidak menyangkut YooMin hoho. Astaga, makasih~ terima kasih banyaaaaakkk~ saya mencintai Andaaaaa *loveydovey*. Gwenchana kok gak review setiap saat, saya tahu chingu juga punya kesibukan bukan? Hehe, dan oh ya panggil aja aku Yuri biar akrab, dan aku manggil kamu...?
Kulkasnya Changmin : HALO JUGAAAAAAAAAA :D Nih ada scene YooSu tapi flashback kekeke. Ne semangaaaaaaattt~ gomawo ne ^^ SEMANGAT UJIANNYAAAAAAAAaa *telat
Kaguya : Wah, berharap Donghae masih ada ya kekeke? Nde selamat dataaaaaaaaanngg :D dan salam kenal dan gomawo jugaaaaaaaa~
vanillaScarlet : Ada yang bilang T.T tapi gomawo yaaaaaa :D ne, si duckbutt itu masih bernapas *PLAK. Wah itu rahasia sih kekeke. Nde gwenchana~ gomawo yaaaaaaaa :D
Big thanks for my beloved readers
MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin| Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri |VitaMinnieMin |Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin | Elf-eviL'without'Horn | Ticia | Kaguya | vanillaScarlet dan untuk semuanya.
With love, Yuri Masochist.
PS: Join grup FB "Uke!Changminnie Shipper" untuk para pecinta Changmin as Uke :D
