Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Determination | March 24th, 2012

Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, Junsu, Junho (kembaran Junsu), OnKey, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi, Henry, Siwon, Baekhyun, Soohyun, Kangin, Jungmo, Eli, T.O.P, GD, Seungri, Jay, dan cast lain menyusul (Maincast banyaknya dari Super Shinki a.k.a DBSJ a.k.a DongBangSuJu. Cameo dari SHINee, EXO-K, Big Bang, U-Kiss)

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : Surprise again! 3I! He... he... he... *kabur

.

.

.

.

The Time: Determination | March 24th, 2012

.

Saturday

March 24th, 2012

03:54 AM

Kyuhyun membuka matanya secara perlahan. Rasanya agak berat. Apa ini efek soju yang semalam ia minum? Ah, tidak mungkin. Kyuhyun yakin dia tidak mabuk semalam.

Dia masih ingat begitu nyatanya sentuhan yang diberikan Changmin untuknya.

Pandangan Kyuhyun segera menangkap sosok Changmin yang berada di sampingnya. Dia masih terlelap, dengan tangan yang memeluk tubuhnya.

Kyuhyun mengambil seulas senyuman.

Ada Changmin bersamanya. Satu ranjang dan beberapa jam yang lalu mereka baru saja melakukan sesuatu yang sangat berarti bagi Kyuhyun. Tentu saja Kyuhyun dapat mendengar jantungnya memompa dengan cepat. Apa... Changmin juga begitu?

Secara perlahan kelopak mata Changmin terbuka, menangkap sosok Kyuhyun dihadapannya.

"Pagi," kata Changmin. Mengecup ujung hidung Kyuhyun kemudian.

Kyuhyun tersenyum.

Apa seterusnya akan seperti ini?

.

.

The Time

Determination | March 24th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Saturday

March 24th, 2012

04:45 AM

Kyuhyun tidak tahu emosi apa yang harus ia keluarkan sekarang.

Senang? Sedih? Kecewa? Atau...

Ya Tuhan. Dia sangat senang pagi ini. Semalam adalah malam terindah yang pernah ia lalui, berbeda dengan yang ia lalui bersama Sungmin. Dia dan Changmin melakukan sesuatu yang membuatnya dapat merasakan bahwa dia adalah milik Changmin. Saling menjeritkan nama dalam deru napas dan puncak kenikmatan.

Kyuhyun yakin wajahnya memerah sekarang.

Namun ada perasaan sedih juga dalam hatinya. Apakah dia hanya pelampiasan? Karena Changmin sedang ada masalah dengan Yoochun? Apa dia hanya tempat untuk melampiaskan masalah?

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya ketika pemikirannya mengambil kesimpulan seperti itu.

"Kenapa?"

Belum sempat Kyuhyun melakukan apapun, dia sudah merasakan ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Demi Tuhan, Kyuhyun benar-benar sangat senang sekarang. Dia akan melakukan apapun jika dia dapat memiliki Changmin selamanya, seperti ini.

Kyuhyun menyentuh lengan Changmin di pinggangnya. "Sudah selesai mandi?"

Kyuhyun dapat merasakan Changmin mengangguk di belakang tubuhnya. Ada beberapa tetesan air dari rambut Changmin membasahi pundaknya—yang tehalang kaos v-neck berwarna hijau muda. Kyuhyun membalikan tubuhnya sehingga mereka berhadapan. Changmin sendiri sudah mengganti bajunya. Sekarang dia mengenakan kaos berwarna biru muda milik Kyuhyun, dengan kalimat 'I Love Music' di bagian dadanya. Sedangkan untuk celana, Changmin mengenakan yang kemarin, yang dia pakai tentu saja.

"Kita salah ya?" tanya Kyuhyun pelan.

Dia berharap dapat mendengar kata 'tidak' dari mulut Changmin. Jika 'tidak', itu artinya dia punya kesempatan. Namun jika 'iya', itu artinya...

Aku hanya pelampiasan, aku tahu.

"Entahlah." kata Changmin.

"Apa kau tidak punya jawaban?"

Changmin terdiam. Dia mengamati wajah Kyuhyun dengan teliti.

Salah?

Tentu saja!

Mana mungkin hal yang mereka lakukan tidak salah. Changmin memiliki Yoochun. Tetapi mengapa dia 'tidur' bersama Kyuhyun? Sekarang yang benar-benar brengsek adalah dirinya sendiri.

Masa lalu Yoochun tetaplah masa lalu. Kenyataan yang harus Changmin terima. Dia tidak bisa mengulang waktu untuk membuat Yoochun menjadi orang yang baik sejak awal. Seandainya dia bisa mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Mungkin sekarang pikiran Changmin tidak teralih pada kenyataan bahwa Yoochun sudah mempunyai anak, mencampakan ibu dan anaknya, dan membiarkan anaknya tak tahu dimana ayahnya.

Tetapi...

Oh! Fuck! Setan apa yang merasuki dirinya sehingga melakukan hal ini bersama Kyuhyun?

Dia mencintai Kyuhyun. Dia sadar akan hal itu. Tetapi, apa posisi Kyuhyun sekarang? Selingkuhan? Pelampiasan? Lalu Yoochun? Tetap kekasihnya? Apa dia masih mau menerima dirinya yang bahkan lebih brengsek daripada Yoochun sendiri? Tidur bersama orang lain sedangkan dirinya sudah memiliki kekasih yang sangat sempurna melebihi apapun di dunia ini?

Oh, Tuhan, bisakah aku memutar waktu?

Changmin membenci dirinya sendiri.

Dia tahu dia mencintai Yoochun, namun dia tidak bisa membendung perasaannya terhadap Kyuhyun. Jika dia bersama Kyuhyun, yang ingin dia lakukan adalah melindungi namja itu. Membuatnya berada dalam dekapannya. Tetapi... ketika dia bersama Yoochun dia sadar. Dia sadar bahwa dia adalah milik Yoochun dan tidak seharusnya bersama Kyuhyun. Namun satu detik kemudian pikirannya telah teralih kembali, bahwa dia harus melindungi namja manis itu.

Apa yang salah terhadap hatinya?

Dia tidak bisa memilih satu! Benar-benar tidak bisa memilih!

"Ya. Tentu saja," Akhirnya Kyuhyun membuka suara dengan tawa kecilnya. "Aku mengerti perasaanmu. Aku rela kau menjadikanku sebagai pelampiasanmu. Kau ada masalah dengan Yoochun, aku tahu. Kau tidak perlu takut. Aku tidak akan memaksamu untuk menjalin sebuah hubungan denganku. Jika kau membutuhkan seseor—"

Sebelum Kyuhyun berhasil menyelesaikan kalimatnya, Changmin telah memotongnya dengan sebuah ciuman. Dengan ciuman lembut yang membuat Kyuhyun membelalakan matanya.

Tett~ tett~

Suara bel menginterupsi kegiatan mereka. Kyuhyun mendorong lembut dada Changmin dan kemudian menatap ke arah pintu kamarnya.

"Siapa yang datang?" tanya Kyuhyun sendiri.

Changmin mengangkat bahunya. "Ini masih pagi. Diluar juga hujan."

Kyuhyun mengembalikan kembali pandangannya kepada Changmin. "Bukan. Bukan itu. Yang tahu alamatku hanya kau, dan juga keluargaku. Tetapi mereka tidak berada di Korea." Kyuhyun melihat Changmin mengangkat bahunya lagi. Tidak tahu respon apa yang harus dia berikan. Kyuhyun membuang napasnya dan berjalan ke arah pintu kamar. "Ya sudah, aku lihat dulu kalau begitu."

Kyuhyun segera keluar dari kamarnya dan menuruni tangga menuju lantai satu. Changmin hanya berjalan ke arah karpet putih di hadapan televisi dan meraih handphone-nya. Dengan ragu dia memilih untuk menyalakan handphone-nya.

Brak!

Ada sebuah suara. Seperti suara benturan yang membuat Changmin menghentikan aktivitasnya. Dia segera melempar handphone-nya sembarang dan bergegas keluar dari kamar. Kaki panjangnya membantu dia untuk mencapai tangga dengan cepat dan menuruninya. Kemudian matanya menangkap sesuatu yang membuat dia membelalak tak percaya.

Sosok seseorang basah kuyup yang berdiri di muka pintu. Dengan Kyuhyun yang tersungkur disana.

"Aku mencarimu, Shim Changmin."

Ba-bagaimana bisa?

Yoochun melihat jam pada arlojinya. Sudah pukul setengah empat pagi. Sudah semua tempat yang berkemungkinan bahwa Changmin berada disana ia kunjungi. Dimulai dari bar-bar yang terkenal hingga tempat-tempat hiburan malam lainnya. Dia sangat takut jika Changmin memilih untuk mabuk agar melupakan masalahnya. Namun, Yoochun sama sekali tidak menemukannya. Mungkin terlewat, tetapi dia sudah punya satu tujuan lain sekarang.

Yoochun meraih handphone-nya dan melihat satu kontak yang berada di handphone-nya.

Woo Janghyun.

Changmin mengatakan bahwa itu adalah nomor temannya di bangku SMU dahulu. Yoochun hanya mengangguk percaya, karena dia melihat tak ada pesan aneh antara mereka selain ucapan rindu karena tidak melakukan kontak selama beberapa tahun. Namun Yoochun menangkap sesuatu yang ganjil.

Changmin yang tiba-tiba mendapatkan nomor temannya di SMU sedangkan nomor Kyuhyun yang tiba-tiba tidak aktif.

Yoochun perlu mencurigai hal ini.

Maka dari itu, dia memarkirkan mobilnya di depan kantor NCIS. Tak ada waktu untuk mencapai basement. Dia hanya perlu sesuatu yang cepat. Dengan menembus hujan yang agak lebat, Yoochun masuk melalui pintu utama gedung itu dan segera naik lift menuju lantai tujuh. Dia berharap masih ada orang disana.

Ting!

Pintu lift terbuka, membawa dia pada lantai tujuh yang sudah sepi itu. Namun ada sebuah harapan ketika dia melihat sosok namja yang masih duduk di hadapan komputernya, dengan sebungkus keripik kentang di tangannya.

"Shindong!"

Shindong—namja itu—menoleh ke sumber suara. Dia melihat Yoochun yang agak basah berlari pelan menghampirinya.

"Wah, ada apa? Sudah lama sekali. Terakhir kau kesini bersama Changmin pada malam sebelum natal. Benar, 'kan? Sekarang dimana Changmin? Sudah lama juga dia tidak ke kantor."

Yoochun mengeluarkan handphone-nya dengan tangannya yang basah. Dia meletakkan handphone itu diatas meja. "Itu yang ingin aku tanyakan. Lacak nomor ini segera, untukku."

Shindong yang mendengar nada panik dalam kalimat Yoochun segera menyimpan keripik kentangnya. Dia mengurungkan niat untuk bertanya macam-macam. Pasti ada sesuatu yang tidak beres terjadi. Mana mungkin Yoochun akan datang ke kantor NCIS, basah karena hujan sejak pukul tiga yang lalu, terlihat panik, dan tanpa Changmin di sampingnya. Apa jangan-jangan...

Shindong segera menutup game dalam komputernya dan memilih untuk memfokuskan pekerjaannya. Dia meraih handphone Yoochun, mengetikkan beberapa angka pada komputer dan mulai melacak nomornya.

Program pada komputer itu bekerja dengan cepat. Berusaha mencari sinyal dimana pemilik nomor itu berada. Dan hanya perlu menunggu beberapa detik, hasil yang Yoochun harapkan sudah muncul di layar.

"Kompleks Perumahan Diamond, Shine Street, 18."

Yoochun segera meraih handphone-nya dan menepuk pundak Shindong, tanda terima kasih. Dia berlari kembali menuju lift, meninggalkan Shindong yang masih tak mengerti dengan apa yang terjadi.

Aku akan menemukanmu, Changmin.

"Aku sudah menemukanmu, Changmin."

Changmin membelalakan matanya, membeku pada posisinya.

Tentu saja bukan tanpa alasan Yoochun membuat Kyuhyun tersungkur seperti itu. Kissmark yang Changmin berikan semalam terhadap leher Kyuhyun terlihat jelas, sangat jelas. Dan juga Yoochun tahu bahwa Kyuhyun tak memiliki siapa-siapa lagi sekarang—setelah Sungmin meninggal. Ditambah dengan Changmin yang tiba-tiba menghilang. Tentu saja hal itu membawa Yoochun pada satu kesimpulan.

Changmin sedang bersama Kyuhyun dan kissmark itu membuktikan bahwa ada sesuatu yang salah terjadi.

"H-Hyung..."

Pandangan Yoochun menyiratkan amarah sekarang. Changmin tahu bahwa dia yang seharusnya marah karena kenyataan yang ditutupi oleh Yoochun, perihal bahwa dia telah memiliki anak dengan hubungannya bersama orang lain. Tetapi kali ini Changmin tahu bahwa dia berada dalam pihak yang harus takut. Dia yang salah sekarang.

Dia membuat dosa yang lebih besar.

Yoochun pasti tahu apa yang telah dia lakukan bersama Kyuhyun semalam.

"Kemari."

Shit! Nada dingin itu lagi!

"Kemari."

Changmin masih terdiam dalam posisinya. Memandang Yoochun dengan takut. Changmin dapat melihat Yoochun menggertakan giginya.

"Kemari."

Changmin masih memilih untuk diam. Kyuhyun berdiri dari posisi tersungkurnya dengan perlahan. Ada tetesan darah di sudut bibirnya. Sebelum dia bisa melakukan apapun, Yoochun menarik kerah baju Kyuhyun dan kembali memukulnya tepat di rahang.

"Kemari atau kubunuh dia!"

"Kyuhyun!"

Refleks jeritan itu yang keluar dari mulut Changmin. Dia tak menyangka bahwa Yoochun akan memukul Kyuhyun lagi. Namun dia lebih tidak menyangka bahwa Yoochun akan berteriak kepadanya.

Itu artinya Yoochun sudah marah sekarang, bahkan sangat marah.

Ini adalah saat dimana Changmin dapat melihat Yoochun marah kepadanya.

Changmin segera menjauhi tangga dan berlari ke arah mereka. Yoochun mendorong tubuh Kyuhyun kasar, hingga menabrak dinding di samping pintu dan membuat luka benturan di kepalanya. Changmin berniat untuk menolong Kyuhyun namun Yoochun telah lebih dahulu menariknya dan kemudian memukul rahangnya.

Buagh!

"Aku menghawatirkanmu, Shim Changmin! Aku mencarimu, Shim Changmin!"

Changmin menyentuh ujung bibirnya perlahan.

Darah ini...

Yoochun berjanji tak akan pernah menyakitinya. Tetapi... Changmin tahu, ini adalah saat yang tepat untuk Yoochun melanggar janji itu. Changmin berhak mendapatkannya. Changmin berhak menerimanya.

Itu artinya, Changmin benar-benar membuat Yoochun marah sekarang.

"Perlu kau tahu bahwa aku sangat menghawatirkanmu!"

Kyuhyun menyentuh dahinya secara perlahan. Rasanya sangat berat. Pusing, bahkan dia melihat sekelilingnya berputar. Kyuhyun mencoba mengatasi rasa sakitnya. Dia berbalik secara perlahan dan melihat Changmin berada dalam posisi jatuh, jarinya menyentuh bibirnya. Ini salahnya. Dia perlu meluruskan hal ini.

"A-aku yang salah, bu-bukan Changmin..."

Yoochun geram. Dia menahan tangannya yang hampir melayangkan satu pukulan lagi.

Changmin tahu bahwa sebaiknya dia tidak bersuara sekarang. Terlihat seperti pengecut memang, namun dia tidak mungkin untuk membela Kyuhyun dan membuat amarah Yoochun semakin meningkat. Dia tidak ingin Kyuhun kembali dipukul oleh kekasihnya.

Yoochun menahan keinginannya untuk memukul kembali keduanya.

Dia menarik kerah baju Changmin dengan kasar dan membuatnya berdiri. Changmin hanya diam saja. Jika dia melawan rasanya akan terlihat lucu. Dia yang salah, tak seharusnya dia mengelak, bukan?

Maka, Changmin benar-benar memilih untuk diam ketika Yoochun mendorong tubuhnya keluar melewati pintu.

Yoochun menahan tangannya untuk sementara, namun rasanya dia belum puas jika tidak memberikan pukulan lagi untuk Kyuhyun. Bahkan jika perlu dia akan memukulinya sampai mati. Dengan cepat Yoochun kembali menarik baju Kyuhyun dan memukulnya kembali, lebih keras dari sebelumnya.

Buagh!

Dan pukulan itu berhasil membuat Kyuhyun jatuh, meringis kesakitan.

Yoochun membalikan tubuhnya dan keluar dari rumah itu. Meninggalkan Kyuhyun di dalam sana yang berusaha mengatasi rasa sakitnya. Entah pada fisik, entah pada hatinya.

Yoochun mendorong tubuh Changmin—yang agak basah karena air hujan—masuk ke dalam mobilnya, di tempat samping kemudi. Kemudian Yoochun masuk ke dalam mobil di bagian kemudi dan segera menyalakan mesinnya. Dia berusaha untuk melawan amarahnya, namun sepertinya dia tidak bisa. Yoochun hanya bisa melampiaskannya terhadap laju kendaraannya yang sangat kencang.

Changmin menggigit bibir bawahnya. Agak perih karena luka sobekan, namun tidak seberapa.

Apa dia benar-benar Yoochun-nya? Sungguh, Changmin seperti melihat sisi lain dari Yoochun-nya yang selalu lembut. Mungkin Yoochun memang pernah dingin, tetapi tidak menyeramkan melebihi ini.

"Aku bisa membunuhmu sekarang juga!"

Oh, ya Tuhan. Apa kau benar-benar akan melakukannya?

Jari Changmin bergerak perlahan, menyentuh safe belt di joknya dan mulai memasangnya. Dia takut, jujur, dia takut dengan mobil yang melaju sangat kencang seperti ini.

Mata Yoochun terlihat nyalang. Menatap lurus ke depan dengan emosi yang memuncak dalam dirinya.

Dan mungkin ini yang Changmin takutkan. Ketika mobil Yoochun yang melaju tanpa kendali, dengan sebuah truk yang melaju kencang dari arah yang berlawanan, suara klakson yang melengking panjang dan akhirnya suara benturan yang teramat keras.

Seperti inikah cara-Mu mengakhiri hidupku?

.:o~o:.

"Dilaporkan secara langsung dari tempat kejadian. Tabrakan antara sebuah mobil Lexus LS600hL dengan truk pengangkut batu bara terjadi di Sherlock Street pagi ini. Tabrakan itu membuat bagian belakang mobil Lexus terhimpit oleh badan truk. Batu bara yang mengubur mobil menyulitkan polisi untuk mengeluarkan penumpang mobil Lexus, sedangkan supir truk telah berhasil di keluarkan dengan luka serius. Dugaan sementara supir truk yang menjadi pemicu kecelakaan tersebut, dalam kondisi mabuk. Kini, polisi dan beberapa warga berusaha untuk menyelamatkan kedua korban dalam mobil Lexus. Diperkirakan, korban tidak akan selamat."

.:o~o:.

Saya belum balas review bukan berarti saya tidak menghargai kalian

Sungguh, saya menghargai kalian semua

Bahkan saya mencintai kalian semua

Terima kasih atas dukungannya, FF ini sudah berhasil melewati sebanyak 37 chapter

Rencananya mau post chapter ini nanti malem, tapi saya mau pergi jadinya sekarang hehe

With love, Yuri Masochist

Big thanks for my beloved readers

MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin | Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin | Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin | Elf-eviL'without'Horn | Ticia | Kaguya | vanillaScarlet | Jung Ye Eun | zen hikari | dnr0502 | Jisuu Kim | honey | ejinki | bella | ninamum itha | MinKi Lie | eL-ch4n | Lil'cute Bear | MinKyu | Natsue | michio giichi chan | mhiakyu | missrama dan untuk semuanya.

Mari berteman :)

PS:

Di Seoul tadi pagi sekitar jam 1-4 itu memang hujan, suhunya 2 derajat celcius

Readers: So?

Info doang, hehe *diinjek

Eh, masih TBC lho~