Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Victim | April 4th, 2012

Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), YunJae, HanChul, HaeHyuk, Taemin, Junsu, Junho (kembaran Junsu), OnKey, Minho, Jonghyun, Kai, Kibum, Jungsoo, Yesung, Sungmin, Zhoumi, Henry, Siwon, Baekhyun, Soohyun, Kangin, Jungmo, Eli, T.O.P, GD, Seungri, Jay, Sooman, Daesung dan cast lain menyusul (Maincast banyaknya dari Super Shinki a.k.a DBSJ a.k.a DongBangSuJu. Cameo dari SHINee, EXO-K, Big Bang, U-Kiss)

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 4A :D

.

.

.

.

The Time: Victim | April 4th, 2012

.

Wednesday

April 4th, 2012

12:00 AM

"Taemin kedinginan."

"Aku sudah memelukmu, 'kan? Apa sudah hangat?"

Taemin mengangguk lagi dan Kai tersenyum melihatnya. Taemin begitu senang dengan posisi ini. Dia bisa merasakan kasih sayang dari orang yang sering melindunginya.

"Kai, Taemin ingin belcelita lagi pada Kai." kata Taemin pelan, nyaris seperti berbisik.

"Tentang apa?"

Taemin menggigit bibir bawahnya ragu. Kai mengangkat jarinya, menyentuh bibir Taemin sekedar untuk memperingatkannya agar tidak menggigit bibir mungilnya.

"Taemin bingung, cudah bebelapa hali ini Taemin tidak mendapatkan mimpi buluk."

"Itu bagus, dong?" kata Kai. Namun dibalas oleh gelengen pelan dari Taemin.

"Tapi Taemin punya filasat buluk, Kai. Taemin takut."

Kai mempererat pelukannya terhadap Taemin. Berusaha menenangkannya. Taemin sendiri dapat meraskan bahwa dia jauh lebih nyaman sekarang.

"Itu hanya perkiraanmu saja. Tidak akan ada hal buruk terjadi, Taemin."

"Tapi aku takut, Kai."

Kai tersenyum seraya menggeleng. "Tenang saja, aku akan melindungimu."

Secara perlahan, Taemin menarik segaris senyuman di bibirnya, sebelum mengulumnya hingga basah. Dia senang, entah mengapa begitu senang ketika Kai memperlakukannya dengan begitu lembut. Begitu spesial. Dengan keberanian diri, Taemin mengecup pipi Kai dengan bibirnya yang basah karena salivanya.

Dapat Taemin lihat, Kai merekahkan senyumannya lebih lebar. Kai mempererat pelukannya terhadapnya dan memejamkan matanya secara perlahan.

Taemin memperhatikan wajah Kai dengan seksama. Entah karena mereka sering menonton drama yang disiarkan di televisi, atau hanya mengikuti naluri ketika mereka bertindak layaknya sepasang kekasih dewasa.

"Taemin, kalau sudah besar nanti mau tidak aku ajak ke bulan?" tanya Kai dengan matanya yang masih terpejam.

Ada rona merah yang menghiasi wajah Taemin. Dia mengangguk pelan, berharap Kai membuka mata merasakan pergerakannya.

Namun Taemin tidak mendapatkan balasan setelah itu. Dia menatap Kai bingung. Apa Kai sudah tertidur?

"Kai?"

Secara perlahan, Taemin mengulurkan jarinya untuk menyentuh pipi Kai. Namun hanya sedetik setelah itu, wajah dan tubuh Kai berubah secara tiba-tiba.

Penuh lebam, cakaran, darah bahkan wajah Kai hampir tidak terlihat. Wajah itu rusak seperti terkena hantaman sesuatu.

Taemin membulatkan matanya. Ada mayat yang memeluk tubuhnya di atas ranjang

"UMMAAAAAAAAAA!"

.

.

The Time

Victim | April 4th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Wednesday

April 4th, 2012

01:23 AM

"Kai... Kai..."

Key menangis terisak di dada Onew. Onew berusaha menenangkan istrinya yang menangis sejak tadi, walaupun dia juga masih belum bisa merelakan kepergian anak semata wayangnya.

Kali ini mereka sedang berada di salah satu koridor rumah sakit, dekat dengan ruang mayat. Kai sudah dinyatakan meninggal saat itu. Nyawanya sudah tidak dapat diselamatkan. Mendapatkan berita duka seperti itu membuat kedua orang tua muda itu terpuruk.

Disana ada Jaejoong yang duduk di salah satu kursi dengan wajah yang basar karena air mata. Di sampingnya ada Minho yang juga menangis. Padahal kemarin mereka baru saja mereka tertawa bersama, tetapi sekarang sosok sepupunya itu telah tiada. Yunho menggendong Taemin, menenangkannya yang masih menangis dan shock karena kejadian itu. Masih terbayang rupa Kai yang bahkan sudah sulit dikenali, membuat anak kecil itu menggigit jempolnya. Yunho tak menghentikan kebiasaan buruk itu. Melihat Taemin menggigit jempol lebih baik daripada melihatnya diam, menangis dengan pandangan kosong.

"Kai..." Key melepaskan pelukannya dari Onew secara perlahan. Dia berbalik, melihat Jaejoong yang duduk bersama Minho.

Dengan emosinya, Key berjalan mendekati Jaejoong dan menampar wajahnya.

Plak!

"Key!" kata Onew sedikit berteriak. Dia segera mendekati Key dan menahannya yang hampir melayangkan satu tamparan lagi terhadap Jaejoong.

"Bagaimana bisa anakku mati? Bagaimana bisa? Huh?"

"Semuanya bukan salah Jaejoong, Key!"

"Ini salahnya!" Key menunjuk wajah Jaejoong dengan jarinya.

Minho yang melihat itu menggeleng. "Jaejoong Umma tidak salah, Key Umma. Semuanya terjadi tiba-tiba."

"Diam Minho! Kau tidak tahu apapun!" bentak Key. Mengalihkan kembali pandangnya ke arah Jaejoong dengan wajah yang penuh air mata. "Kenapa kau tidak bisa menjaga anakku, huh?"

"Aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi." kata Jaejoong pelan.

Yunho mendekati istrinya, memeluk Jaejoong yang kembali menangis.

"Bagaimana bisa Kai mati secara tiba-tiba dengan kondisi seperti itu? Kau harus menjelaskan semuanya, Jaejoong! Kau harus!"

"Aku sungguh tidak tahu..."

Taemin mempererat pelukannya dalam gendongan Yunho. Dia menangis lagi.

"A-Appa... T-Taemin ingin beltemu Changmin hyung."

"Ini salahnya, Onew! Dia tidak bisa menjaga anak kita!"

"Tenang Key! Tenang!" Onew memeluk tubuh Key yang meronta, tak kendali.

Key menggeleng. Dia meronta kembali sekuat tenaga, namun emosinya membuatnya kalah. Dia kembali menangis. Membiarkan Onew memeluknya dengan erat.

"Ini bukan salah siapapun, Key. Ini bukan salah siapapun."

Yunho menatap Taemin dalam pelukannya. Mata Taemin masih merah, karena tangisnya. Anak itu menatap Yunho penuh harap.

"Appa... bialkan T-Taemin bel-beltemu Changmin hyung."

.:o~o:.

Wednesday

April 4th, 2012

01:36 AM

Yunho membuka pintu ruang rawat Changmin dengan perlahan. Taemin masih dalam gendongannya, berusaha menahan tangis walau matanya memerah. Disana ada Yoochun yang tertidur di kursi samping ranjang Changmin, dengan kepala di atas ranjang yang di tiduri Changmin.

Jangan heran mengapa Yoochun—yang sekarang sedang menjadi pasien di rumah sakit ini—bisa tidur di kamar Changmin, seolah-olah dia bukanlah pasien tetapi orang yang menunggu Changmin. Dia dokter disini. Jadi, seberapa keras para suster dan dokter menyuruhnya untuk tidur di kamarnya, Yoochun dapat mempertahankan keinginannya untuk tidur disini menemani Changmin-nya. Cukup sulit untuk orang yang kondisinya masih belum stabil.

Yunho berniat untuk kembali keluar, namun tangan Taemin menahannya.

"Appa, Changmin hyung halus tahu hal ini."

Yunho menggeleng pelan. "Dia masih sakit, Sayang. Lagipula dia sedang tidur sekarang."

"Tapi Changmin hyung halus tahu, Appa!"

Kalimat yang di lontarkan Taemin dengan sedikit teriakan itu membuat Changmin terganggu dari tidurnya. Dia membuka matanya secara perlahan, dan menangkap sosok Yunho dan Taemin di muka pintu.

"Yun-Yunho hyung? Taemin?"

Dan setelah itu, Yoochun-lah yang terusik dari tidurnya. Dia mengangkat kepalanya, melihat Changmin dan kemudian mengedarkan pandangannya ke arah Yunho dan Taemin.

Mata Changmin menatap jam dinding, sebelum bertanya alasan mengapa mereka bisa berada di rumah sakit pukul segini, dan mengapa mereka menangis.

Yunho akhirnya menutup pintu itu. Membawa dirinya mendekati ranjang bersama Taemin dalam gendongannya.

"Ada apa, Taemin?"

Yunho mengambil tempat duduk di salah satu sofa yang berada di ruangan VVIP itu. Dengan cepat, Taemin melepaskan dirinya dan berlari mendekati Changmin di ranjangnya.

"Hyung, Taemin takut."

Changmin menatap Taemin tak mengerti. Dia melebarkan tangan kirinya, memberikan Taemin tempat untuk memeluknya namun Taemin hanya menggeleng. Air matanya meluncur lagi dari kedua bola mata kecilnya.

"H-Hyung... Ka-Kai..."

"Kai? Kenapa Kai?" tanya Changmin bingung. Dia mengangkat wajahnya dan menatap Yunho. Yunho menjawabnya dengan gelengan pelan, membuat Changmin semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi.

"Apa yang terjadi kepada Kai?"

Taemin menggigit bibir bawahnya. Berusaha agar tidak menangis. "Ka-Kai... hiks... Kai..."

Changmin menatap Taemin tidak mengerti. Dia mengarahkan pandangannya ke arah Yoochun, menatapnya dengan pertanyaan yang Yoochun tahu pasti apa itu.

Yoochun membuang napas sebelum menjawab. "Sekarang tanggal Empat April, Min."

"A-astaga..." Changmin menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Matanya membesar, kaget tidak percaya. Dia tidak bisa mengucapkan apapun. Mulutnya terbuka, dia dalam kondisi shock sekarang.

Padahal kemarin dia baru saja bertemu dengan Kai dan tertawa bersama.

Yunho berdiri dan menghampiri Taemin. Dia mengangkat tubuh kecil itu dan kembali menggendongnya. Taemin kembali menangis, menelusupkan wajahnya di bahu Yunho. Meredam tangisnya.

Yoochun berdiri dari duduknya. Memeluk Changmin yang masih shock mendengar jawaban itu. Jujur, Yoochun juga tidak percaya bahwa Kai-lah yang selanjutnya. Dia masih kecil. Dia hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa, tetapi mengapa harus dia?

"Ch-Chun... Ka-Kai... Kai..."

"Sshh, tenangkan dirimu. Tenangkanlah dirimu."

.:o~o:.

Wednesday

April 4th, 2012

06:01 AM

"Orangtua Kai masih menangisi anak kecil itu. Aku kasihan melihatnya." kata Zhoumi seraya memakai kacamata berbingkai hitamnya.

Jungmo mengangguk setuju. Dia memperhatikan Changmin yang duduk di ranjangnya dan Yoochun di kursi samping ranjang itu. Sekarang mereka berada di ruang rawat Changmin, dengan Zhoumi dan Jungmo yang duduk di sofa ruangan itu.

"Kalian mau bertemu mereka lagi?" tanya Jungmo.

Changmin menggeleng. "Nanti saja. Jadi bagaimana hasil autopsi?"

"Ah, aku dapat informasi dari Dokter Daesung—karena aku melakukan autopsi dibantu oleh Daesung—bahwa wajah Kai sepertinya dihantam oleh sesuatu yang berat, seperti besi atau mungkin batu. Wajahnya rusak. Ada cakaran di bahu kanan, sobekan di lengan kanan, gigitan kecil di telinga, benturan di kepala, memar dan goresan di seluruh tubuh dan wajahnya yang rusak... bahkan sudah tidak bisa dikenali lagi bagaimana rupanya. Aku masih tidak mengerti mengapa ada kematian misterius seperti ini." kata Jungmo menjelaskan.

"Dan simbol itu? Ada di tengkuknya?"

"Ya." Kata Zhoumi. Memberikan selembar foto kepada Changmin. "Simbolnya seperti ini, 'kan?"

Changmin menerima foto itu dan memperhatikannya. Dia menatap miris foto itu dan mengangguk.

"Mengapa harus Kai korban selanjutnya? Dia hanya anak kecil."

Changmin menggeleng. Dia menatap Yoochun, meyakinkannya. "Kita harus memberitahukan tentang Death Cycle kepada semua orang."

Berani melakukannya, akan kubawa Park Yoochun ke Neraka.

Oh, tidak. Sekarang suara Dia selalu menghantuinya. Seolah-olah Dia selalu berada di samping Changmin.

.:o~o:.

Sorry telat!

Tau gak? Tadi hujan besar, terus di deket rumah aku ada pohon tumbang, nimpa kabel listrik. Jadi mati lampu di daerah rumah, kalau mati lampu sp**dy aku gak jalan, jadi gak bias internetan. Nah, aku harus cari warnet jauh-jauh kaya gini ToT tapi gwenchana, yang penting aku publish sekarang :D

Maaf ya lagi-lagi belum balas review

Silahkan bunuh saya *jurus seribu bayangan* Nah lho, cari saja saya yang asli yang mana? :P *diinjek*

Big thanks for my beloved readers

MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin | Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin | Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung a.k.a ejinki | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin | Elf-eviL'without'Horn | Ticia | Kaguya | vanillaScarlet | Jung Ye Eun | zen hikari | dnr0502 | Jisuu Kim | honey | bella | ninamum itha | MinKi Lie | eL-ch4n | Lil'cute Bear | MinKyu | Natsue | michio giichi chan | mhiakyu | missrama | Zhao Gui Xian | magiciankunai | Ruffy tabooty | EviLisa2101 | Shim Minsu | dew | jungyunhae | Shania9ranger | yui | CloudSomniaLoveYunJae | Reader menunggu | scuit | MinkyuKihae | Reinatta | vitthia | anon | Cho min ri | Yui-chunnie | kaihyun | cho-choi | E.V.E dan untuk semuanya.

Siapa yang namanya kesebut 2 kali? :/ atau ada yang belum kesebut? Kasih tau ya :)

Just call me Yuri :)

With love, Yuri Masochist