Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Help | April 7th, 2012
Cast :
+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun)
+ Other Cast : YunJae, Taemin, Jungmo, Zhoumi, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KeVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun
+ Cameo : Ryeowook, Henry, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Soohyun, Sooman, Seungri, Daseung, SooSun (SunnyxSooyoung), Narsha
+ Say 'Goodbye' to : Jay, Sungmin, Donghae, Kibum, Kai
[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss]
[SNSD | B.E.G]
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : 4B :D
.
.
.
.
The Time: Help | April 7th, 2012
.
Saturday
April 7th, 2012
05:11 AM
Changmin membawa posisinya menjadi duduk dengan perlahan. Dia baru saja terbangun dari tidurnya dan tidak menemukan Yoochun di samping ranjangnya. Dia tidak terkejut akan hal itu, walau biasanya Yoochun selalu menemaninya. Kemarin Yoochun dimarahi oleh Jungmo karena selalu melawan jika diperintahkan untuk tidur di kamarnya. Kondisinya belum baik. Jadi memilih untuk tidur dengan posisi duduk—dengan alasan menemani Changmin—bukan jawaban yang baik demi kepulihannya.
Changmin tidak menyalahkan kondisinya sekarang. Dia menyalahkan mengapa sampai sekarang dia tidak mengerti bagaimana siklus sesungguhnya. Bagaimana cara Dia memilih korban selanjutnya. Jika saja dia tahu, mungkin Kai masih bisa bernapas sekarang.
Kemarin Kai sudah di makamkan. Permintaan dari Onew agar istrinya berhenti menangisi mayat anaknya. Dan Changmin sama sekali tidak dapat datang ke pemakaman anak kecil yang tidak berdosa itu.
Andai saja dia tahu bagaimana caranya menghentikan siklus ini.
Ah, ada. Tentu saja selalu ada pilihan bantuan di setiap permainan. Dan pilihan yang diberikan kepadanya adalah... membunuh 365 nyawa di tahun ini.
Demi apapun yang bisa Changmin lakukan, dia tidak akan pernah memilih pilihan itu. Dia lebih memilih mengorbankan nyawanya daripada harus merenggut 365 nyawa dari orang-orang yang sama sekali tidak terlibat dalam permainan ini.
Mungkin mudah untuk membawa 365 nyawa melayang. Dengan merakit atau mungkin membeli bom—tentu saja perlu mencari teroris untuk melakukannya—dan meledakkannya di tempat umum seperti rumah sakit ini, sebuah sekolah, pusat perbelanjaan atau stasiun kereta api dapat membuat 365 nyawa melayang—bahkan lebih dari itu. Resiko dia masuk penjara dan dihukum mati sepertinya tak apa. Setidaknya dia menghentikan siklus untuk tahun ini.
Tetapi Changmin tidak seegois itu. Mengorbankan ratusan nyawa untuk menyelamatkan beberapa nyawa. Tidak, Changmin tidak akan memilih pilihan itu.
Tetapi, duduk diam seperti orang bodoh juga bukanlah sebuah jawaban yang tepat. Apakah dia hanya akan diam, menyaksikan orang-orang menjadi korban dalam suatu permainan yang tidak mereka ketahui apa itu?
Berniat untuk memberitahu semua orang tentang Death Cycle juga Changmin urungkan. Jika dia melakukannya, taruhannya nyawa Yoochun. Tetapi jika dia tidak melakukannya, taruhannya nyawa orang-orang yang tidak berdosa.
Ya Tuhan! Mengapa aku yang harus melewati semua ini? Kau boleh membunuhku, setidaknya aku tidak akan tertekan dengan semua ini.
.
.
The Time
Help | April 7th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Saturday
April 7th, 2012
08:14 AM
Changmin berdiri secara perlahan, dibantu oleh dua orang suster untuk duduk di kursi roda. Dokter Sooman sudah memperbolehkannya turun dari ranjang. Dan Changmin sangat mensyukuri hal itu. Dia bosan hanya duduk diam, menunggu orang-orang mendatanginya. Dan dalam kesempatan ini, Changmin ingin memanfaatkannya dengan berjalan-jalan di koridor.
"Boleh aku keluar?" tanya Changmin, mendongak ke arah suster di belakang tubuhnya.
Suster yang memakai name tag bernama Choi Sooyoung itu mengangguk. "Tentu saja."
"Perlu kami antar?" tanya suster yang satunya, yang Changmin ketahui bernama Lee Sunkyu.
Changmin menggeleng. Tersenyum berterima kasih kepada keduanya. "Tidak usah. Lagipula aku hanya berkeliling di lantai ini saja, kok."
Sunkyu memandang Sooyoung, memberitahu bahwa dia khawatir jika pasien berjalan-jalan sendiri. Namun Sooyoung hanya mendekat ke arah Sunkyu dan membisikan sesuatu di telinganya.
"Dokter Sooman bilang kita harus menuruti segala ucapannya. Kau tahu sendiri bukan bahwa dia pacar dari Dokter Yoochun?"
Sunkyu mengangguk. Balas membisik ke arah Sooyoung. "Dan Dokter Sooman sangat menyayangi Dokter Yoochun, seperti pada anaknya. Aku tahu."
"Jadi, Suster, boleh aku keluar sendiri? Aku berjanji tidak akan macam-macam."
Sooyoung segera menjauhkan dirinya dari Sunkyu. Tersenyum dan mengangguk pada saat yang bersamaan.
"Baiklah. Tetapi jangan sampai keluar dari lantai ini."
Changmin menjawabnya dengan anggukan kepala. Akhirnya kedua suster itu melepaskan tangan mereka dari pegangan untuk mendorong kursi roda dan membiarkan Changmin mengarahkan rodanya sendiri—dengan alat pengontrol di bagian kiri pegangan kursi roda—ke arah pintu dan menghilang setelah itu.
Changmin memilih jalan ke arah kanan, menyusuri koridor dimana banyak suster yang berlalu lalang. Terkadang ada beberapa dokter dan juga keluarga pasien yang di rawat disini. Changmin tersenyum samar. Agak kesulitan juga mengontrol kursi roda dengan tangan kirinya, dia tidak kidal.
Ketika Changmin berada di ujung koridor, dimana jalan memecah menjadi dua, Changmin memilih untuk mengambil jalan ke koridor kiri. Namun ketika dia membelokan rodanya, tak sengaja ada seseorang yang menabraknya. Beruntung orang itu bisa mempertahankan keseimbangannya sehingga dia tidak terjatuh menabrak Changmin.
"Kau baik-baik saja? Maafkan aku."
Changmin mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menabraknya. Namja ini... namja yang tidak sengaja Changmin tabrak waktu itu. Ketika dia sedang berjalan di koridor rumah sakit dan secara tidak sengaja menabrak orang ini karena melamun. Kejadian sekitar dua minggu—lebih—lalu tidak membuat Changmin melupakan wajahnya. Bukan karena suka, tetapi wajah namja secantik itu tak mungkin membuat orang lupa.
"Ah, maaf. Aku tidak sengaja."
"Gwenchana. Aku baik-baik saja." kata Changmin. "Waktu itu aku yang menabrakmu, sekarang kau yang menabrakku. Rasanya lucu, ya?"
Namja cantik itu memandang Changmin bingung. Seolah-olah dia tidak mengerti dengan yang Changmin katakan.
Changmin yang semula memandangnnya penuh harap, berharap dia akan tertawa juga menghapus harapannya. Mungkin namja ini lupa, karena kejadiannya sudah agak lama dan juga waktu itu Changmin tidak memakai kursi roda seperti ini. Changmin juga tak punya banyak luka goresan dan lebam—yang sudah membaik—di tubuhnya.
"Lupakan. Namaku Shim Changmin. Kau?"
Namja cantik berambut pirang itu mengerjapkan matanya dan tersenyum. "Aku Woo Sunghyun. Tetapi kau dapat memanggilku Kevin."
"Oh. Salam kenal, eum Kevin...?"
Kevin yang mengerti dengan pertanyaan Changmin menjawab. "Umurku dua puluh tiga."
"Ah, kalau begitu aku tidak usah memanggilmu dengan embel-embel. Umurku juga dua puluh tiga." kata Changmin. "Oh ya, ngomong-ngomong apa yang kau lakukan disini? Percaya atau tidak kita pernah bertabrakan dua minggu yang lalu, dan aku yakin akan hal itu."
"Well, mungkin aku lupa. Maaf ya?"
"Tidak masalah."
Kevin tersenyum. "Eum, aku disini menemani pacarku. Dia masuk rumah sakit ini beberapa minggu yang lalu, karena kecelakaan. Mungkin dokter akan memperbolehkan dia pulang beberapa hari lagi, karena kulihat dia sudah membaik."
Changmin hanya mengangguk, mendengarkan ucapan Kevin.
"Boleh aku tahu, apa yang terjadi padamu?"
Changmin tertawa kecil sebelum menjawab. "Aku juga mengalami kecelakaan mobil. Mobil yang aku tumpangi bersama kekasihku menabrak sebuah truk sehingga—"
"Oh, kau korban kecelakaan di jalan Sherlock itu?"
Ketika ucapannya terpotong, Changmin memilih untuk menghentikan kalimatnya dan mengangguk menjawab pertanyaan Kevin.
"Oh, beruntunglah kau selamat."
"Ya, kurasa aku cukup beruntung." Changmin tersenyum. "Eum, boleh aku bertemu dengan kekasihmu? Aku tidak ada tujuan sekarang, bosan hanya diam di ruanganku sendiri."
"Tentu saja." Kevin berjalan ke belakang kursi roda Changmin. "Biar aku yang membawamu."
Changmin mengangguk dan membiarkan Kevin membawanya melewati koridor rumah sakit di lantai itu.
Agak aneh juga, sewaktu Changmin menabraknya beberapa minggu lalu dia terlihat penakut. Tetapi sekarang dia menjadi orang yang ramah. Apa yang terjadi padanya? Apa mungkin waktu itu kekasihnya sedang melewati masa kritis sehingga dia begitu khawatir? Apa itu yang membuatnya begitu ketakutan?
Ah, entahlah.
Changmin memperhatikan bahwa kamar dimana kekasih Kevin di rawat tak jauh dari kamarnya. Hanya berbeda satu belokan dan berjarak beberapa kamar. Cukup dekat. Ketika sampai, Kevin membuka pintunya dan mendorong kursi roda Changmin. Membuat keduanya masuk ke dalam kamar VVIP itu.
Changmin melihat ada seseorang yang sedang duduk di ranjangnya, memandang ke arah mereka. Di kepalanya ada perban dan ada beberapa luka goresan yang sudah mengering di bagian tubuhnya yang terlihat.
Tetapi... sepertinya Changmin agak mengenal wajah itu.
"Annyeong, Hyung. Aku dapat teman baru." kata Kevin seraya tersenyum.
Namja yang tengah duduk di atas ranjang itu memandang Changmin dengan tatapan sepertinya-aku-pernah-melihatmu, begitu pula dengan Changmin sendiri.
"Nah, Hyung, dia namanya Shim Changmin, seumuran denganku. Dan Changmin, dia Lee Kiseop, pacarku, satu tahun di atas kita."
"Salam kenal, Kiseop-hyu—"
"Tunggu. Mungkin aku salah, tetapi... apa kau namja yang berjalan di trotoar ketika mobilku lepas kendali dan hampir menab—"
Ah, benar. Changmin pernah melihatnya. Dia namja yang hampir menabraknya beberapa minggu yang lalu. Changmin masih ingat bagaimana wajahnya ketika dia dikeluarkan dari dalam mobil oleh beberapa warga yang menolong. Benar, pasti tidak salah.
"Ah, kau yang mengemudi mobil waktu itu? Syukurlah, kau selamat."
"Ya. Tapi... astaga! Apa aku yang membuatmu seperti ini?" tanya Kiseop khawatir, melihat Changmin duduk di atas kursi roda dengan penuh luka.
"Tidak. Tenang saja. Sewaktu kejadian itu ada seseorang yang menolongku, dan aku tak mengalami luka apapun. Hanya luka kecil di sikuku." Changmin tersenyum agar Kiseop bisa mengganti raut khawatirnya. "Dan yang membuatku seperti ini adalah kecelakaan mobil yang dikendarai kekasihku, dengan aku di dalamnya. Kejadiannya memang tak berselang jauh dengan kecelakaanmu. Sekitar lima atau enam hari jika aku tidak salah."
"Maafkan aku waktu itu. Aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba mesin mobilku tidak bisa bekerja dan menabrakannya ke trotoar. Kurasa bukan aku yang mengendalikannya."
"Sudah kubilang agar kau tidak keluar waktu itu. Sudahlah, sekarang yang terpenting kalian berdua selamat, benar bukan?"
Changmin dan Kiseop mengangguk mengiyakan. Benar kata Kevin, yang terpenting keduanya masih bisa merasakan bagaimana rasanya bernapas. Hal itu sudah lebih dari cukup.
Kevin mendorong kursi roda Changmin mendekati ranjang. Setelah itu dirinya menarik sebuah kursi yang berada di sana dan duduk, di samping Changmin.
"Hm, maaf aku menanyakan hal ini, tetapi apa kecelakaan itu membuatmu lumpuh, Changmin?" tanya Kiseop
Changmin tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. "Tidak. Aku hanya belum pulih, jadi aku belum terlalu bisa berjalan dengan baik. Maka dari itu aku menggunakan kursi roda."
"Syukurlah." kata Kiseop. "Kau benar-benar beruntung setelah dua kecelakaan hampir merenggut nyawamu."
"Ya, bisa dibilang seperti itu."
"Eum, Changmin, aku tidak berniat untuk menakuti dirimu, tetapi sepertinya kau dalam bahaya." ucap Kevin pelan.
Changmin memandang Kevin bingung. Salah satu alisnya terangkat. "Apa maksudmu?"
Kevin segera memandang Kiseop, dengan tatapan yang seolah mengatakan bahwa dia menyesal telah mengatakan hal itu. Kiseop hanya tersenyum.
"Tidak apa, Kevin-ah. Lagipula kau sudah menganggap Changmin sebagai temanmu, bukan?"
Changmin memandang keduanya tidak mengerti. "Apa yang kalian berdua bicarakan?"
Kiseop mengangguk ke arah Kevin yang masih menatapnya. "Begini," Setelah itu Kiseop membawa pandangannya ke arah Changmin. "Sebenarnya, Kevin itu indigo. Jadi sebaiknya kau memang berhati-hati jika Kevin sudah mengatakan hal itu."
Sebentar.
Kevin? Indigo?
Apa... apa Kevin bisa membantunya untuk mengetahui siapa korban selanjutnya? Mungkinkah...
"Ah, terima kasih banyak Kevin. Aku beruntung mengenalmu. Jadi, apa kau bisa memberitahuku jika orang-orang terdekatku akan meninggal? Bisakah?"
Kevin mengangguk pelan sebagai jawaban.
"Tetapi aku tidak janji."
.:o~o:.
PS: Kevin tuh yang Changmin tabrak di 3G
Bentar, kayanya banyak yang kelewat chapter 4 ya? Pasti langsung ngacir ke 4A ya?
Maaf ya lagi-lagi belum balas review
Readers : Lagi?
Maafiiiiiiiiiin~ saya banyak tugas, senin harus sekolaaaaaaaaaaaaaaahhh T_T
Tapi perlu kalian tahu bahwa saya senang membaca review kalian :D
Tidak ada satu review yang terlewat untuk dibaca kok :)
Makasih yaaaaaaaaaaaaa :D
Kalau saya lagi santai, pasti saya balas reviewnya
Terima kasih yaaaaaa *hug semua readers*
Big thanks for my beloved readers
MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin | Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin | Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung a.k.a ejinki | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin | Elf-eviL'without'Horn | Ticia | Kaguya | vanillaScarlet | Jung Ye Eun | zen hikari | dnr0502 | Jisuu Kim | honey | bella | ninamum itha | MinKi Lie | eL-ch4n | Lil'cute Bear | MinKyu | Natsue | michio giichi chan | mhiakyu | missrama | Zhao Gui Xian | magiciankunai | Ruffy tabooty | EviLisa2101 | Shim Minsu | dew | jungyunhae | Shania9ranger | yui | CloudSomniaLoveYunJae | Reader menunggu | scuit | MinkyuKihae | Reinatta | vitthia | anon | Cho min ri | Yui-chunnie | kaihyun | cho-choi | E.V.E | puzzpitjewelforever | moonHJ dan untuk semuanya.
Siapa yang namanya kesebut 2 kali? :/ atau ada yang belum kesebut? Kasih tau ya :)
Just call me Yuri :)
With love, Yuri Masochist
PS : For KaiHyun, namamu udah ada kok, itu~ dari pertama kamu kasih review juga udah ada kok :) mungkin gak kebaca :D
