Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Gadfly | April 13th, 2012
Cast :
+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), Se7en (masih bingung ni orang masuk maincast apa kagak)
+ Other Cast : YunJae, Taemin, Jungmo, Zhoumi, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun
+ Cameo : Ryeowook, Henry, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Soohyun, Sooman, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), Narsha
+ Say 'Goodbye' to : Jay, Sungmin, Donghae, Kibum, Kai
[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en]
[SNSD | B.E.G]
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : 4D
.
.
.
.
The Time: Gadfly | April 13th, 2012
.
Friday
April 13th, 2012
08:11 AM
Hidup ini begitu rumit.
Kalimat itu yang kini sedang berputar di benak Yoochun. Dia sudah cukup bersyukur, Changmin tidak mempermasalahkan masa lalunya lagi bersama Junsu. Dan dia bersyukur, karena kecelakaan itu, Changmin lost contact dengan Kyuhyun. Akhirnya Yoochun dapat bernapas lega.
Tetapi apa sekarang?
Datang seorang namja yang mengaku-ngaku sebagai tunangan Changmin? Cih, jangan berharap! Semuanya hanya mimpi! Pertunangan itu gagal total, sudah seharusnya Se7en menyerah. Dia tidak mengenal Changmin selama ini, hanya dibekali rencana pertunangan yang membuat dia mengharapkan Changmin. Bertemu saja hanya beberapa kali.
Mengapa Tuhan senang mempermainkan kehidupan dia dengan Changmin? Dengan adanya Death Cycle sudah cukup membuatnya iba melihat Changmin yang begitu menginginkan siklus ini terhenti. Dan tentu saja Death Cycle membawa bencana pada kehidupan mereka yang sebelumnya damai. Ditambah datangnya Kyuhyun dan Se7en. Oh, kembalinya Junho dan Junsu juga menambah kerumitan hidup mereka. Aish! Mengapa semuanya terjadi serentak di tahun ini?
"—Chun! Yah! Sekarang kau tidak mendengarkanku! Aish! Jincha!"
Yoochun mengerjapkan matanya dengan cepat ketika dia merasakan sebuah pukulan agak keras mendarat di lengannya. Matanya menangkap Changmin—yang duduk dihadapannya menggunakan kursi roda—menatapnya kesal.
"Jadi kau tidak mendengarkanku dari tadi?"
Yoochun tersenyum minta maaf. Dia berniat meraih wajah Changmin namun kekasihnya itu menjauhkannya segera.
"Aish, jangan marah."
"Tapi kau tidak mendengarkanku sejak tadi!" kata Changmin kesal.
Kau lebih sering tidak mendengarkanku.Yoochun memutar kedua bolamatanya.
"Maaf, Sayang. Lagipula aku tidak melamun yang tidak-tidak. Aku sedang memikirkan tentang Death Cycle."
"Bohong!" Changmin menepis tangan Yoochun yang hampir meraih wajahnya lagi. "Dahimu terlihat lebar kalau kau berbohong."
Yoochun memutar kedua bolamatanya lagi untuk yang kedua kalinya. Astaga! Apa yang terjadi kepada otak Changmin? Dia terbentur apa tadi malam? Yoochun pikir sifatnya sudah kembali normal karena kecelakaan itu.
"Dahiku memang lebar, puas?"
Changmin menggigit bibir untuk menahan tawanya. Senang juga melihat Yoochun yang kalah telak jika ia kerjai seperti dahulu.
"Ish, marah. Marah nih, marah."
Yoochun menggeleng melihat kelakuan Changmin-nya. Changmin terkikik pelan, mencolek ujung hidung Yoochun dengan jari telunjuk kirinya.
"Kalau marah, aku kabur lho."
"Aish!" Yoochun menepis jari Changmin. "Lihat saja kalau berani kabur."
"Memangnya kau mau apa?" Changmin mendekatkan wajahnya ke arah Yoochun, menantangnya.
Diberi reaksi seperti itu, tentu saja mau-tak-mau Yoochun tak bisa menahan seringai yang terlukis di bibirnya. Wajah yang menantang ini begitu lucu di matanya. Dasar, anak kecil.
"Aku akan memperkosamu."
Plak!
Changmin memukul kepala Yoochun seketika. Yoochun meringis, mengusap kepalanya yang menjadi sasaran empuk dari kekasihnya.
"Bicaramu frontal sekali. Bagaimana jika ada yang dengar?"
"Bagus dong! Dengan begitu mereka akan tahu bahwa Changminnie benar-benar hanya milikku seorang."
Kali ini Changmin yang memutar kedua bolamatanya. "Tetapi bukan dengan kata 'memperkosa' juga. Nanti orang-orang melihatmu sebagai namja mesum yang ingin meniduri namja polos sepertiku."
"Namja polos?" Yoochun tertawa keras setelah itu. Membiarkan Changmin yang menampilkan raut kekesalan di wajahnya. "Polos darimana? Kalau kau polos, mana mungkin kau tahu caranya mendesah di atas ran—"
Plak!
Satu pukulan lagi, kali ini lebih keras Yoochun terima daripada sebelumnya.
"YA! Apa yang kau bicarakan sih?" tanya Changmin kesal. Dia ingin mengutuk rona merah yang muncul di pipinya.
"Wah, ada yang malu sepertinya."
"AISH! PARK PERVERT YOOCHUN!"
.
.
The Time
Gadfly | April 13th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Friday
April 13th, 2012
10:23 AM
"Junho, tadi Soohyun menelpon." kata Junsu ketika dia merasakan ada sebuah tangan yang menyentuh bahunya.
Junho mendorong kursi roda yang di duduki Junsu ke ruang tengah. Mendudukan dirinya sendiri di salah satu sofa, di samping Baekhyun yang tengah menonton acara televisi untuk anak-anak.
"Apa katanya?" tanya Junho.
"Dia menyuruhmu untuk membawaku ke rumah sakit. Membicarakan tentang donor mata katanya."
Junho terdiam beberapa saat. Ya, sudah seharusnya Junsu mendapatkan sepasang mata baru agar dia dapat kembali melihat. Tetapi mengapa harus di rumah sakit dimana Yoochun bekerja dan dirawat? Hal itu akan membuat mereka bertemu dengan namja itu lagi. Dan lebih parahnya, ketika Junsu sudah bisa kembali melihat, dia akan bertemu dengan Yoochun secara langsung. Ah, Junho tidak bisa membayangkan hal itu. Junsu sudah begitu trauma dengan namja brengsek itu.
"Oh, dan juga Soohyun menyuruhmu untuk menjenguk temanmu yang baru sadar dari komanya beberapa hari yang lalu. Soohyun bilang dia sudah sering menyuruhmu, tetapi kau tidak mau. Kau bahkan tidak memberitahuku akan hal ini. Kau jahat Junho, masak tidak mau menjenguk temanmu sendiri."
Bukan begitu. Aku melakukannya agar aku tidak bertemu dengan namja yang ingin kubunuh sekarang juga.
.:o~o:.
Friday
April 13th, 2012
01:11 PM
Mungkin terlihat berani jika dia melakukan hal ini.
Datang ke rumah sakit untuk mencari kabar Changmin, dimana dia tidak tahu apakah kekasih Changmin masih hidup atau tidak. Jika kekasih Changmin masih hidup, dan tak sengaja bertemu dirinya, Kyuhyun sudah tahu pasti resiko apa yang harus di tanggungnya.
Sekarang Kyuhyun sedang berjalan di koridor rumah sakit, berharap langkah kakinya dapat membawa dia lebih cepat ke ruangan Zhoumi. Tidak sulit. Dia sudah pernah berada di ruangan Jungmo, dan katanya ruangan Jungmo tak jauh dari ruangan Zhoumi. Jadi tentu saja Kyuhyun bisa tahu dimana tempatnya.
Setelah menemukan sebuah ruangan yang Kyuhyun yakin adalah ruangan Zhoumi—dia bisa membaca tulisannya di depan pintu—Kyuhyun mengetuk pintu itu dengan hati-hati.
Butuh beberapa detik untuk mendengar sahutan dari dalam ruangan. Kyuhyun menekan handel pintu dan membukanya. Dan yang dia temukan adalah Zhoumi yang tengah duduk di kursinya, memandang terkejut ketika Kyuhyun masuk ke dalam.
"Ah, Kyuhyun, sudah lama kita tidak bertemu."
Kyuhyun tersenyum samar. Dia membawa dirinya duduk di salah satu kursi—di hadapan meja yang menjadi pembatas di antara mereka.
"Ya. Sudah lama." kata Kyuhyun.
Zhoumi membalas senyumannya dengan lembut. Jari panjangnya melepas kacamata berbingkai hitam yang dia kenakan, meletakkannya di meja setelah meniup kacanya.
"Jadi, ada apa kau menemuiku? Oh, apa kau rindu padaku?"
Ingin Kyuhyun memutar kedua bolamatanya, namun dia hanya tertawa kecil.
"Oh, bukan. Aku ingin mengetahui keadaan Changmin."
Zhoumi membuang harapannya yang menginginkan Kyuhyun menjawab 'Ya, aku rindu padamu. Sudah lama kita tidak bertemu'. Dia hanya membuang napas dan menatap Kyuhyun.
"Mau aku antar ke kamarnya?"
Dengan cepat Kyuhyun menggeleng seraya mengibaskan tangannya. "Oh, tidak usah. Jadi, apakah dia selamat?"
"Tentu saja." Zhoumi tersenyum. "Dia cukup beruntung."
Mendengar jawaban itu, tentu saja Kyuhyun dapat bernapas lega. Dia begitu senang, setidaknya dia sudah tahu kabar Changmin walau belum melihatnya.
"Bahkan dia berhasil melewati masa kritis dan koma."
"Jincha?" Senyum Kyuhyun semakin mengembang. "Syukurlah. Aku senang sekali."
Zhoumi ikut tersenyum melihat reaksi Kyuhyun. Agak tak suka juga melihat namja yang merebut debaran jantungnya itu menghawatirkan orang lain, tetapi melihatnya tersenyum juga membuatnya senang.
"Oh, ya, boleh aku tahu bagaimana keadaan... um Yoochun?"
Zhoumi mengangguk. "Dia juga selamat. Bahkan dia tidak separah Changmin yang koma dalam beberapa hari—satu minggu lebih."
Oh, Yoochun masih hidup ternyata.
Kyuhyun membuang napas.
Kukira...
"Ah," Kyuhyun mengingat sesuatu. "Apa kau tahu siapa yang meninggal pada tanggal Empat April?"
Zhoumi mengusap tengkuk lehernya. "Kai. Dia anak kecil, enam tahun. Cukup akrab dengan Changmin."
"Enam tahun? Astaga! Kasihan sekali. Dia masih kecil."
"Ya. Tidak ada yang menyangka bahwa umur anak kecil itu hanya sebatas hitungan enam."
"Ya Tuhan..."
Ketika Zhoumi berniat untuk mengambil kacamatanya, tak sengaja matanya menangkap handphone yang dia letakan di dekat lembaran-lembaran kertas yang disusun. Zhoumi tersenyum, meraih handphone-nya dan menatap Kyuhyun lagi. Dia punya satu ide yang melintas di pikirannya.
"Boleh aku minta nomormu?"
Kyuhyun mengangkat salah satu alisnya. "Untuk?"
"Aku bisa memberitahumu keadaan Changmin jika kau mau, setiap waktu."
Kyuhyun terlihat menimbang-nimbang tawaran itu. Cukup bagus, setidaknya Kyuhyun tidak perlu mengambil resiko dengan datang kesini.
"Baiklah." kata Kyuhyun seraya mengeluarkan sesuatu dari saku celanannya. "Boleh aku titip handphone Changmin padamu? Ah, tapi jangan katakan itu dariku. Bilang saja ada yang mengantarnya." lanjutnya seraya memberikan sebuah handphone kepada Zhoumi.
Zhoumi mengangguk. Dia menerima handphone itu dan meletakannya di meja. Setelah itu dia menunggu Kyuhyun untuk menyebutkan nomornya.
"010-3144-2908."
Zhoumi mengetikkan angka-angka yang disebutkan Kyuhyun. Menyimpan kontaknya dengan nama 'Cho Kyuhyun' dan setelah itu sebuah senyum terlukis kembali di bibirnya.
"Kuharap kau benar-benar memberitahuku tentang keadaan Changmin."
"Tentu saja." Zhoumi berdiri dari duduknya. "Untuk apa aku berbohong?" kemudian dia berjalan mendekati Kyuhyun di kursinya.
Kyuhyun mulai memandang Zhoumi bingung ketika namja tinggi itu mendekat ke arahnya. Hampir bergerak waspada, Kyuhyun mendapati Zhoumi mengusap rambutnya dengan begitu lembut.
"Sepertinya kau cukup tersiksa untuk berada diantara hubungan Yoochun dan Changmin."
Kyuhyun bergerak kaku untuk menjauhkan tangan Zhoumi dari rambutnya. Namun yang dia dapat adalah Zhoumi menarik kepalanya dan menyandarkannya di dada.
"A-apa yang—"
"Kau tidak perlu merusak hubungan mereka. Masih ada orang lain yang mencintaimu."
Cklek!
Ketika pintu ruangan itu terbuka, kedua pasang mata itu segera teralih kesana. Dan mereka menangkap seorang namja manis menatap mereka curiga.
"Mimi-ge..."
Zhoumi segera melepaskan pelukannya terhadap kepala Kyuhyun dan menjauh.
"Henry? Apa yang kau lakukan disini?"
.:o~o:.
Friday
April 13th, 2012
03:13 PM
"Hyung, sekarang hari Jumat tanggal tigabelas." kata Changmin ketika matanya menangkap kalendar di meja nakas samping ranjang—yang kini sedang berada satu garis lurus dengan matanya. Dirinya sedang duduk di kursi roda, di dekat jendela sedangkan Yoochun duduk di sofa yang berada di sampingnya.
Yoochun menoleh dan bertanya, "Lalu?"
"Bukankah Kim Junsu itu Paraskavedekatriaphobia? Dia takut pada tanggal ini bukan?"
Ada perasaan ketakutan di hati Yoochun ketika Changmin kembali mengucapkan nama itu.
"Itu bukan masalahmu."
Changmin tertawa kecil. Tangan kirinya memukul lengan Yoochun kemudian. "Tenang saja. Aku tidak akan menyuruhmu untuk menemuinya lagi jika kau tak ingin."
Yoochun membulatkan matanya. "Apa itu benar? Apa kau tidak asal bicara?"
Changmin tersenyum. "Aniya. Mungkin aku terdengar jahat sekarang, tetapi... aku tidak ingin kau pergi meninggalkanku."
Yoochun membalas senyuman itu dengan perasaan bahagia. Dengan begini, masalahnya akan berkurang sedikit. Yoochun berdiri dari duduknya dengan perlahan. Memilih untuk duduk di tangan sofa sehingga posisinya lebih tinggi dari Changmin yang duduk di kursi roda. Dia menunduk sedikit. Mencium Changmin pada bibirnya dengan gerakan lembut.
"Aku mencintaimu." kata Yoochun.
"Aku juga mencintaimu."
Aku sudah memilih sekarang. Semoga rasa pada Kyuhyun bisa kuhentikan mulai dari sekarang. Aku benar-benar tak ingin kehilangan Yoochun.
"Hyung, sudah lama aku tidak melihat Silky."
Yoochun bergerak lagi, mencium bibir Changmin. Tak berniat untuk berhenti.
"Hyung~." Changmin merengek meminta jawaban.
"Dia bersama Jonghyun, Appa yang bilang." Dan bibirnya kembali mencium Changmin.
Changmin berusaha mengejar lumatan bibir Yoochun yang mulai cepat. Wajahnya menengadah, membiarkan Yoochun berhasil melumat bibirnya dengan ganas. Yoochun menyeringai dalam ciuman itu. Melupakan rasa ngilu di beberapa bagian tubuhnya—karena lukanya. Dia lebih senang menciumi Changmin seperti ini.
Cklek!
Pintu terbuka, membuat aktivitas keduanya terhenti. Yoochun mengalihkan pandangannya ke arah pengganggu mereka. Dan matanya sedikit membulat lebar melihat siapa yang datang.
Choi Dongwook.
"Ah, apa yang kau lakukan? Kau menciumi My BabyMin, eh?"
Raut kekesalan muncul di wajah Yoochun. "Siapa yang kau panggil dengan BabyMin?"
"Kau bodoh sekali. Tentu saja Changmin, mana mungkin aku memanggilmu dengan sebutan seperti itu." Se7en memutar kedua bolamatanya. Dia berjalan mendekat ke arah Changmin dan Yoochun dengan cengiran lebarnya. "Ah, sebentar lagi aku yang akan menciumi Changmin seperti itu."
"Dalam mimpimu." Yoochun menarik kursi roda yang diduduki Changmin lebih mendekat ke arahnya. "Hiduplah dalam mimpimu. Kau tidak akan pernah bisa memiliki Changmin."
"Siapa bilang?" Se7en melipat kedua tangannya di dada. "Aku punya modal untuk hal itu."
Yoochun berniat mengacuhkan namja baru pengganggu hubungannya dengan Changmin.
"Aku punya cinta. Tidak sepertimu. Kalah oleh emosi sehingga membuat Changmin-ku terluka seperti ini. Ah, bahkan kau punya masa lalu yang menyakitkan bagi Changmin sendiri."
Yoochun membulatkan matanya. "Bagaimana bisa kau asal bicara seperti itu?"
"Asal bicara?" Se7en tertawa. "Aku bicara kenyataan disini."
Changmin menarik tangan Yoochun, membuatnya menolehkan pandangan ke arahnya. Changmin menggeleng, mengatakan bahwa dia tidak perlu meladeni Se7en.
Dan hal itu membuat Se7en tertawa. "Ah, orang brengsek sepertimu mana pantas untuk melindungi Changmin."
Yoochun geram. Memang pilihan untuk tidak meladeninya adalah pilihan bagus, tetapi darimana namja ini tahu segala yang terjadi dalam hubungan mereka? Hal ini bisa merusak hubungan Changmin dan dirinya lagi. Dan Yoochun tak ingin hal itu terjadi.
"Panggil aku dengan panggilan apapun yang kau mau. Tetapi, asal kau tahu, Changmin tidak akan pernah menjadi milikmu."
"Hei!" Se7en tertawa lagi. "Kutanya satu hal padamu. Apa kau bisa membahagiakan Changmin dengan semua masa lalu yang masih mengejarmu hingga sekarang?"
Changmin menarik tangan Yoochun dan menatap kesal ke arah Se7en. "Cukup, Hyung! Tidak usah kau dengarkan dia!"
Se7en mengangkat salah satu alisnya. "BabyMin, tak baik berkata seperti itu. Orang yang sedang bebicara harus didengarkan, bukan?"
"Ya. Tetapi ucapanmu terdengar sok tahu. Seburuk apapun masa lalunya, aku sudah memilih untuk tetap mencintai Yoochun-hyung. Kau perlu tahu hal itu."
"Ah, kau tidak bisa menyimpulkan hal secepat itu." Se7en berjalan lebih mendekat ke arah mereka. "Bahkan kau belum pernah merasakan 'tidur' di ranjang bersamaku, bukan?"
"Apa yang kau—"
Buagh!
Se7en segera jatuh tersungkur ketika sebuah pukulan mendarat di rahangnya. Yoochun menatapnya dengan tatapan nyalang. Dia masih cukup ketakutan dengan kejadian antara Changmin dan Kyuhyun beberapa waktu lalu. Dan Yoochun tidak akan membiarkan hal itu kembali terulang kepada Changmin. Apalagi dengan namja agresif yang kini menjadi lawannya.
"Berani kau menyentuh Changmin, akan kubunuh kau!"
.:o~o:.
TODAY IS FRIDAY 13TH!
Saya gak nonton sushow ToT
Maaf jika ada kekurangan dan terima kasih untuk semuanya
Maaf, saya lagi ada masalah
Big thanks for my beloved readers
MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin | Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin | Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung a.k.a ejinki | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin | Elf-eviL'without'Horn | Ticia | Kaguya | vanillaScarlet | Jung Ye Eun | zen hikari | dnr0502 | Jisuu Kim | honey | bella | ninamum itha | MinKi Lie | eL-ch4n | Lil'cute Bear | MinKyu | Natsue | michio giichi chan | mhiakyu | missrama | Zhao Gui Xian | magiciankunai | Ruffy tabooty | EviLisa2101 | Shim Minsu | dew | jungyunhae | Shania9ranger | yui | CloudSomniaLoveYunJae | Reader menunggu | scuit | MinkyuKihae | Reinatta | vitthia | anon | Cho min ri | Yui-chunnie | KaiHyun | cho-choi | E.V.E | puzzpitjewelforever | moonHJ | Lee Hyuknie | saera park | mutun | Choi Taenma | ceekuchiki | leenahanwoo dan untuk semuanya.
Siapa yang namanya kesebut 2 kali? :/ atau ada yang belum kesebut? Kasih tau ya :)
Just call me Yuri :)
With love, Yuri Masochist
