Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Hazard | April 19th, 2012
Cast :
+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), Se7en (masih bingung ni orang masuk maincast apa kagak)
+ Other Cast : YunJae, Taemin, Jungmo, Zhoumi, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun
+ Cameo : Ryeowook, Henry, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Soohyun, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonaxSeohyun (YoonaxSeohyun), Narsha
+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai
[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en]
[SNSD | B.E.G]
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : 4E~
.
.
.
.
The Time: Hazard | April 19th, 2012
.
Thursday
April 19th, 2012
06:33 AM
Junho berjalan mendekati ranjang rumah sakit dimana Junsu tengah duduk disana. Helaian perban putih dipasang berputar menutupi matanya, sudah berapa lama. Junho meraih tangan Junsu, membuat tubuhnya sedikit terlonjak kaget karena sentuhan itu. Sedangkan Baekhyun hanya menatap khawatir ibunya—berdiri di samping Junho.
"Kau akan baik-baik saja. Percaya padaku." kata Junho lembut.
Junsu mengangguk secara perlahan. Meremas tangan Junho dengan jarinya. Junho menepuk tangan itu beberapa kali, sebelum mengarahkan pandangannya ke arah Dr. Jung yang berdiri di sisi lain ranjang, menunggu saudara kembar untuk meyakinkan yang buta.
Sudah berapa lama mereka menantikan hal ini, dan sekarang terwujud. Namun bukan artinya mereka berhasil bukan? Inilah saat penentuan. Mungkin... mungkin setelah operasi itu, Junsu dapat mendapatkan kembali sesuatu yang sebelumnya telah hilang dari dirinya.
Dan setelah Junho mengangguk, Dr. Jung mendekat ke arah Junsu dan berbicara dengan begitu lembut.
"Kau hanya perlu menunggu aba-aba saya untuk membuka mata. Jangan terburu-buru, lakukan perlahan. Percayalah bahwa kau akan berhasil."
Junsu mengangguk menyetujui. Junho melepaskan tangan Junsu secara perlahan, setelah sebelumnya memberikan tepukan lembut lagi. Dia memundurkan sedikit tubuhnya, membawa Baekhyun juga.
Dokter paruh baya itu mengangkat tangannya, meraih lipatan paling ujung dari putaran itu. Dua orang suster yang berada di ruangan itu mendekati sang dokter, untuk membantu namun Dr. Jung memberikan perintah agar mereka diam.
"Jangan pernah membuka matamu sebelum aba-aba dari saya."
Junsu lagi-lagi hanya mengangguk. Sebelum putaran perban itu terbuka banyak, Dr. Jung mengarahkan pandangannya ke arah kedua suster itu.
"Suster Yoona, Suster Seohyun, bisa kalian tutup tirai itu?"
Mereka segera mengikuti perintah sang dokter. Dr. Jung kembali fokus pada pekerjaannya. Dia memutar kembali putaran itu secara perlahan, membuat perban semakin tipis melingkari mata Junsu. Detik-detik yang begitu menegangkan bagi Junsu, Junho, Baekhyun dan mereka yang berada disana. Gerakan yang dilakukan secara terus menerus itu akhirnya membuat perban terlepas sepenuhnya. Salah satu suster—dengan name tag bertuliskan Seo Joohyun—membawa perban itu ke tangannya, menjauhkan dari daerah itu.
Junho meremas bahu Baekhyun yang kini berdiri di depannya, memandang takut ke arah Junsu. Junsu mengigit bibirnya untuk beberapa detik, namun ketika Dr. Jung menepuk pahanya, Junsu menghentikan kegiatannya. Dia mengangguk lagi, mengerti bahwa Dr. Jung hanya menenangkannya.
Ketika Dr. Jung hendak mengatakan sesuatu, pintu yang berada di ruangan itu terbuka. Soohyun masuk ke dalam sana, dengan wajah yang penuh penasaran. Dia menunduk meminta maaf kepada Dr. Jung dan Dr. Jung hanya menatapnya seolah mengatakan bahwa tidak apa-apa, selama ia tidak mengagetkan.
"Saya hanya ingin melihat keadaan Junsu. Dr. Jung tahu sendiri bahwa dia teman saya, bukan?"
Dr. Jung hanya mengangguk beberapa kali, dan kemudian kembali fokus pada pekerjaannya.
"Nah, Junsu, kau harus mendengarkan perintah dari saya. Saya akan menghitung mundur dari sepuluh hingga satu, dan setelah itu kau bisa membuka matamu. Ingatlah, lakukan secara perlahan. Persiapkan dirimu. Percaya bahwa kau akan berhasil."
Junsu mengangguk. Baekhyun menggenggam tangannya sendiri, menantikan hal ini dengan perasaan takut, sama seperti Junho.
"Kau akan baik-baik saja."
Setelah ucapan itu terlontar, tubuh Junsu terasa menegang. Tentu dia takut, sangat takut. Namun dia mencoba untuk menenangkan dirinya, ketika mendengar Dr. Jung kembali bersuara.
"Sepuluh... sembilan... delapan..."
Soohyun mendekati Junho dan menepuk bahunya, meyakinkan temannya bahwa semuanya akan berjalan lancar. Dia mengenal Dr. Jung, dan dia yakin operasi ini tidak akan gagal.
"... tujuh... enam... lima... empat..."
Terlihat oleh Junho bahwa Junsu menarik napasnya panjang. Junho menepuk-nepuk pundak Baekhyun, meyakinkan anak kecil itu bahwa ibunya akan berhasil.
"... tiga... dua... satu..."
Junsu meremas tangannya sendiri, sedikit tidak yakin.
"Lakukan secara perlahan, jangan terburu-buru."
Perintah itu membantunya. Perlahan, Junsu memerintahkan otot kelopak matanya untuk terangkat secara perlahan. Terasa agak sulit mengingat sudah berapa lama matanya diperban seperti itu. Perlahan, benar-benar sangat perlahan sehingga orang-orang yang berada di ruangan itu hanya dapat melihat sedikit bagian putih dari mata Junsu.
"Perlahan. Lakukan perlahan."
Dengan beberapa usaha, kelopak itu akhirnya terangkat lebih tinggi. Perlahan, berulang kali dan membuat mata itu terlihat seluruhnya.
Gelap.
Menyakitkan.
Apa ini? Apa aku masih buta?
Hal itu yang kini berputar dalam benak Junsu. Junsu mencoba mengerjapkan matanya lagi, berulang kali namun dengan perlahan.
"Junsu? Apa... apakah..."
Junsu menggeleng pelan.
"A-aku... tidak bisa..."
Dia mencoba mengerjapkan kembali matanya, berulang. Hingga akhirnya dia mendapatkan segaris cahaya masuk ke dalam matanya.
"A-aku... a-aku b-bisa melihat?"
Dan setelah itu semua wajah di dalam ruangan itu menarik segaris senyuman bahagia.
.
.
The Time
Hazard | April 19th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Thursday
April 19th, 2012
07:21 AM
Yunho keluar dari rumahnya melalui pintu depan. Dia harus pergi ke kantor polisi, mungkin agak telat dari biasanya. Ketika dia keluar dan matanya menangkap seseorang yang berpakaian rapi keluar dari rumah di sebelahnya, Yunho segera bergerak cepat.
"Ah, Jinki!"
Orang itu—Onew—menoleh dan mendapati Yunho berjalan mendekati pagar rumah yang menjadi batas antara rumah keduanya.
"Kau punya waktu untuk bicara? Sebentar?"
Onew tak punya pilihan lain selain mengangguk. Dia berjalan keluar dari pagar rumahnhya, seperti apa yang dilakukan Yunho. Dan setelah keduanya mendekat, Yunho memulai percakapan.
"Um, mungkin aku tidak usah berbasa-basi untuk hal ini. Tapi... bagaimana keadaan Key sekarang?" tanya Yunho.
Onew memandang Yunho tak mengerti. "Mengapa kau harus menanyakan hal itu?"
"Bukan maksudku untuk... ah, jangan berpikiran buruk padaku. Tetapi ini sudah sekitar dua minggu sejak kematian... Kai. Ma-maksudku... setelah kejadian itu, Minho tak pernah datang lagi ke rumah kami. Aku tidak tahu siapa yang melarang, tetapi aku mengerti bahwa kalian sangat terpukul atas kematian anak kalian. Namun... hal itu membuat Taemin juga... berubah. Bukan bermaksud egois atau menyalahkan, tetapi kalian juga tahu bahwa Taemin tak punya teman sebaya lain selain Kai dan Minho, hanya mereka yang bisa menemani Taemin. Maksudku dia masih kecil. Dia juga butuh teman, dan kau juga harus tahu bahwa Taemin masih terpukul karena kematian Kai. Dan melihat Taemin berubah seperti itu juga membuat istriku... khawatir. Jaejoong sedang mengandung sekarang, dan melihat Jaejoong begitu tertekan akan kematian Kai—ditambah dengan Taemin yang berubah—itu akan membuat keadaannya memburuk. Sekali lagi, aku tidak berniat bersifat egois, tetapi aku juga menghawatirkan istri dan anakku."
Onew terdiam selama beberapa saat mendengar penjelasan itu. Hatinya juga mengatakan bahwa Key tidak bisa selama-lamanya seperti ini—melarang Minho dan juga dirinya untuk berhubungan dengan keluarga Jung.
"Jadi, apa yang kau minta?" tanya Onew.
"Kematian Kai, kau harus percaya padaku bahwa sama sekali tidak ada penyusup yang masuk ke dalam rumah kami. Dan saat kejadian itu, Taemin yakin sekali bahwa Kai sedang memeluk dirinya dan tiba-tiba saja semuanya berubah. Maksudku... ini bukan salah siapa-siapa. Mungkin terdengar konyol dan bodoh, aku juga mengutuki diriku yang mempercayai hal ini, tetapi perlu kau tahu bahwa sepertinya ada... bukan, maksudku di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Kau tahu bahwa Dewa Kematian itu ada, bukan? Dan aku yakin—walau aku mengatakan bahwa aku bodoh untuk percaya hal ini—bahwa ini hanyalah salah satu contoh dari cara-Nya mengambil nyawa dari raga manusia."
Onew memandang Yunho serius, memproses segalanya dalam otaknya.
"Kau boleh menertawakanku, tetapi apa polisi masih kurang jelas menjelaskan semuanya padamu? Tidak ada sedikit pun barang bukti, sidik jari ataupun jejak kaki yang mengarahkan semuanya tentang pembunuhan. Aku bisa membawa rekaman CCTV kematian pada bulan Februari lalu kepadamu. Kematian yang menunjukan bahwa seseorang bisa mati secara tiba-tiba, hanya dalam hitungan satu sampai tiga detik, seperti apa yang terjadi pada Kai."
Dan Onew hanya terdiam.
.:o~o:.
Thursday
April 19th, 2012
09:44 AM
"Ini sudah hampir satu minggu, Sayang."
Heechul menepis tangan Hangeng yang menyentuh bahunya. Dia berjalan menjauh sejak tadi, dengan Hangeng yang terus mengikuti istrinya. Berharap istrinya mau mendengarkan dirinya.
"Zhoumi sudah meminta maaf ratusan kali kepada Henry."
Heechul menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Hangeng.
"Kau pikir kata maaf cukup, huh?"
Dan setelah itu dia mendorong bahu suaminya dengan keras.
"Tapi itu bukan—"
"Kau tahu bahwa aku sudah menganggap Henry sebagai adik kandungku sendiri? Kau tahu bahwa aku menyayanginya sebagaimana aku menyayangi Sungmin? Adikmu menyakitinya! Kau tahu bahwa Henry begitu sensitif, bukan?"
"Ya tapi—"
Heechul mendorong lagi dada Hangeng yang berniat mendekat.
"Bukannya aku ikut campur ke dalam hubungan adikmu dengan Henry. Tetapi lihat? Apa kau tega melihat anak itu sakit hati dengan tindakan Zhoumi? Aku tahu hanya sebuah pelukan, tetapi kau harus lihat bagaimana perlakuan Zhoumi akhir-akhir ini kepada Henry, sebelum dia melakukan hal ini!"
Hangeng diam tidak menjawab.
"Semuanya gara-gara Zhoumi dan Kyuhyun sialan itu!"
Heechul membalikan tubuhnya dan kembali berjalan meninggalkan Hangeng yang terdiam selama beberapa saat. Ketika tersadar, Hangeng kembali melangkah dan menyusul istrinya.
"Tetapi membuat Henry menj—"
"Biarkan Henry tetap di rumah ini! Jangan biarkan Zhoumi membawanya pulang ke apartement mereka!"
"Tapi—"
Heechul mendorong dada Hangeng untuk yang kesekian kalinya.
"Ah, beritahu kepada adikmu itu untuk menjauhi Kyuhyun jika dia inginkan aku memperbolehkan Zhoumi dan Henry bertemu! Sudah kubilang bahwa Kyuhyun itu bukan orang baik, bukan? Dia membuat Sungmin berubah, dan membunuhnya! Dan setelah itu dia merusak hubungan adikmu dengan Zhoumi! Dia memang terlahir untuk merusak apapun yang berhubungan dengan keluargaku atau keluargamu! Atau mungkin keluarga siapapun!"
Hangeng menggeleng. "Ini sepenuhnya salah Zhoumi, kurasa."
"Ini memang salahnya! Dan juga salah Kyuhyun! Oh, ayolah! Percaya padaku untuk membuat adikmu menjauhi Kyuhyun!"
.:o~o:.
Thursday
April 19th, 2012
01:12 PM
Changmin memandangi sebucket bunga mawar merah di tangannya. Entahlah, dia tertidur pukul sepuluh tadi pagi dan ketika ia terbangun, ia mendapati sebucket mawar merah di sampingnya. Awalnya dia tersenyum, mengira bahwa bunga itu pemberian dari Yoochun. Namun ketika dia melihat sebuah kartu dengan nama lain di dalamnya, Changmin menghapus kesimpulan itu.
Cklek!
Pintu kamarnya terbuka, memperlihatkan Yoochun yang masuk ke kamarnya. Jika dilihat, kondisi Yoochun sudah membaik, bahkan sangat membaik. Terlihat dari Yoochun yang lebih senang berjalan-jalan, daripada duduk di kamarnya. Seolah-olah dia tidak merasakan sakit apapun di sekujur tubuhnya. Padahal umur kecelakaan mereka belum genap satu bulan.
Yoochun menutup pintu dan setelah itu berjalan mendekati Changmin.
"Bunga dari siapa, Min?"
Changmin membuka kartu kecil itu dan memperlihatkannya ke arah Yoochun.
"Dongwook? Orang gila itu?"
Yoochun segera merebut bucket mawar itu dengan kasar dari tangan Changmin. Membawanya mendekati tempat sampah di dekat pintu dan membuangnya.
"Tidak seharusnya kau menerima benda apapun darinya."
Changmin menggeleng. "Aku tidak tahu hyung. Aku menemukannya di samping ranjang ketika aku bangun."
Yoochun membuang napasnya dan kembali berjalan mendekati Changmin. Dia membawa tubuhnya duduk di kursi samping ranjang, dan menatap kekasihnya.
"Bukan berniat untuk jahat kepada orang lain, tetapi orang seperti Kyuhyun saja membuatku lepas kendali karena takut kehilanganmu, apalagi dengan orang ini? Aish! Namja gila itu harus mendapatkan perawatan paling bagus di rumah sakit jiwa! Aku tidak tahu apa yang terjadi pada otaknya, tetapi dia terlalu gila untuk merebutmu dariku!"
Changmin menarik tangan Yoochun—dengan tangan tanpa gips-nya—dan menggenggamnya. Dia tersenyum, dengan tulus. "Tenang saja, aku tidak akan berpaling darimu."
Ayo, lupakan juga Kyuhyun.
"Bukan itu masalahnya, Min." Yoochun menepuk punggung tangan Changmin berulang kali. "Aku percaya padamu, tetapi, namja ini begitu agresif! Dia begitu berani! Aku takut dia melakukan sesuatu yang kutakutkan terjadi padamu, Min. Apalgi, tentang ucapannya beberapa hari yang lalu."
Changmin tersenyum lagi, membuat Yoochun mau-tak-mau sedikit tenang dengan perlakuan itu.
"Aku hanya tidak mau kehilanganmu, itu saja."
"Aku tahu." Changmin mengangguk beberapa kali.
Yoochun tersenyum lembut. Dia mencondongkan wajahnya, membuat Changmin juga melakukan hal itu dan menciumnya dengan lembut.
"Ah, Hyung, ada yang harus kuucapkan padamu."
Yoochun menjauhkan dirinya dengan tangan yang masih menggenggam tangannya.
"Mengenai Kyuhyun atau Dongwook, aku tidak mau dengar."
"Bukan." Changmin menggeleng pelan. "Tentang Kevin."
"Kevin? Ada apa dengannya?"
Changmin menarik napasnya sebelum menjawab. "Aku tidak mau melibatkannya dalam masalah ini."
"Karena?"
"Jungmo-hyung bilang kemarin Kevin jatuh dari tangga. Tepat ketika dia berjanji untuk menemuiku. Dia bilang dia melihat sesuatu yang berbahaya. Aku tidak mengerti, namun sepertinya Kevin merasakan kehadiran Dia."
Yoochun mengangguk pelan. "Itu artinya kau tidak bisa meminta bantuan Kevin untuk hal ini. Bahkan hanya untuk melihat sesuatu yang aku pikir tidak dapat Kevin ketahui. Kevin tidak akan pernah tahu rencana dari Dewa Kematian."
.:o~o:.
KANGIN PULAAAAAAAAAAAANG~!
Big thanks for my beloved readers
MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin | Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin | Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung a.k.a ejinki | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin | Elf-eviL'without'Horn | Ticia | Kaguya | vanillaScarlet | Jung Ye Eun | zen hikari | dnr0502 | Jisuu Kim | honey | bella | ninamum itha | MinKi Lie | eL-ch4n | Lil'cute Bear | MinKyu | Natsue | michio giichi chan | mhiakyu | missrama | Zhao Gui Xian | magiciankunai | Ruffy tabooty | EviLisa2101 | Shim Minsu | dew | jungyunhae | Shania9ranger | yui | CloudSomniaLoveYunJae | Reader menunggu | scuit | MinkyuKihae | Reinatta | vitthia | anon | Cho min ri | Yui-chunnie | KaiHyun | cho-choi | E.V.E | puzzpitjewelforever | moonHJ | Lee Hyuknie | saera park | mutun | Choi Taenma | ceekuchiki | leenahanwoo | Park Sung Rin | Ryu | Cha2LoveKorean dan untuk semuanya.
Siapa yang namanya kesebut 2 kali? :/ atau ada yang belum kesebut? Kasih tau ya :)
Just call me Yuri :)
With love, Yuri Masochist
