Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Conflict | May 1st, 2012
Cast :
+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), Se7en (masih bingung ni orang masuk maincast apa kagak)
+ Other Cast : YunJae, Taemin, Jungmo, Zhoumi, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun
+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon
+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai
[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]
[SNSD | B.E.G]
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : 4G kekekeke~
.
.
.
.
The Time: Conflict | May 1st, 2012
.
Tuesday
May 1st, 2012
07:20 AM
Tanggal pertama pada bulan kelima di tahun ini.
Changmin memperhatikan kalendar di meja nakas di sampingnya. Tidak terasa, sudah hampir satu bulan sejak kematian Kai. Dan sudah satu bulan juga Death Cycle dengan korban ke-empat sudah berlalu. Itu artinya sebentar lagi akan ada korban ke-lima.
Berusaha fokus untuk Death Cycle tetapi dia tidak bisa karena beberapa alasan.
Pertama, Changmin masih belum bisa mengetahui bagaimana cara Dia memilih korban.
Kedua, jika Changmin tahu siapa yang akan mati selanjutnya, bagaimana cara menyelamatkannya?
Ketiga, apa yang bisa ia lakukan sebagai pemain utama di tahun ini?
Agak gegabah memang, memperkirakan bahwa dialah sang Pemain Utama. Tetapi untuk beberapa kejadian yang terjadi selama empat bulan ini, semuanya mengarah kepada dirinya. Menunjukan bahwa semua kematian ini berhubungan dengan dirinya. Itu artinya, dia mungkin atau memang pasti si Pemain Utama.
Dan ke-empat, masalah cintanya. Semuanya mengganggu pikirannya. Bagaimana bisa dia memfokuskan pikirannya pada Death Cycle jika kehidupan cintanya juga tengah menjadi pertanyaan sekarang?
Mencintai Yoochun? Tentu saja iya.
Tentang Kyuhyun? Tidak bertemu dengannya selama kurang lebih satu bulan ini membuat Changmin bisa menghapus sedikit—walau hanya sedikit, mungkin hanya setitik—rasa cintanya kepada Kyuhyun. Buktinya, walau dia mengharapkan Kyuhyun menjenguknya, Changmin tidak sedih mendapati Kyuhyun tidak pernah datang kesini sedetik pun, menemuinya. Dan hal itu membuat otaknya mengambil sebuah kesimpulan.
Mungkin Jaejoong benar. Changmin hanya iba. Changmin hanya terpesona.
Yah, mungkin saja.
Entahlah, siapa yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika kedua insan itu dipertemukan kembali?
Apakah... perasaan cinta itu akan kembali kuat seperti sebelumnya?
Dan mengenai Dongwook...
Changmin bersumpah dia tidak mempunyai perasaan apapun kepada namja itu. Tetapi, dengan menciumnya dua hari yang lalu tentu saja akan membuat Dongwook mendapatkan suatu harapan. Harapan yang tentu saja tak akan pernah Changmin kabulkan.
Hanya saja, dengan datangnya Dongwook cukup membantunya. Dia menghindari Yoochun sejak insiden itu. Melahirkan tanda tanya pada Yoochun. Namun Changmin memilih untuk diam.
Jika Yoochun mencintainya dengan tulus, maka Yoochun akan tahu apa yang membuat Changmin seperti ini.
.
.
The Time
Conflict | May 1st, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Tuesday
May 1st, 2012
08:22 AM
Orang bilang, bulan baru adalah awal untuk mengulang semuanya dari pertama. Sama seperti tahun baru, hanya saja bulan baru lebih hebat daripada tahun baru. Bulan baru terjadi dengan cepat, sehingga mengulangi semuanya dari awal bisa lebih cepat daripada harus menunggu selama satu tahun.
Dan mengulanginya dari awal adalah jalan terbaik untuk segala masalah.
Sama seperti yang terjadi pada keluarga Jinki.
Sekarang sudah hampir satu bulan sejak kematian anak semata wayang mereka. Dan keduanya sungguh tidak akan menyangka bahwa umur anaknya hanya akan bertahan hingga hitungan enam. Meninggal dengan cara yang tidak wajar. Dan tanpa sebab dalam kematiannya.
Awalnya rasa tidak terima itu memenuhi hati mereka. Membenci pihak yang berhubungan dengan anaknya untuk yang terakhir kali. Namun mereka harus sadar. Ini bukan salah siapapun. Jika benar ada yang harus disalahkan, maka jawabannya adalah takdir. Sungguh, hanya orang bodoh yang menyalahkan takdir, tetapi apa daya? Manusia lebih sering menggunakan emosinya. Dan jika hal ini sudah terjadi, orang setaat apapun akan berani menghina Tuhan-nya. Menyalahkan segala takdir yang sebelumnya telah ditulis, yang tentu saja akan terjadi cepat atau lambat.
Key menggengam tangan Minho yang berjalan di sampingnya. Di sisi lainnya Onew mensejajarkan langkahnya dengan langkah kecil mereka.
Ini harus menjadi bulan baru yang bagus. Tentu saja tanpa dendam dari berbagai pihak.
Maka, Key memberanikan dirinya untuk menekan tombol bel di hadapan pintu rumah yang mereka tuju. Hanya menekannya sekali, berharap sang tuan rumah dapat mendengar permintaan mereka untuk bertemu.
Setelah menunggu selama beberapa detik, Key dapat melihat handel pintu tertekan ke bawah, gerakan yang akan terjadi jika ada yang menekan handel pintu. Dan setelah pintu terbuka, raut yang Key tangkap adalah raut kaget dari orang yang pertama mereka lihat dari dalam rumah itu.
"Pagi, Jaejoong-hyung."
Jaejoong hanya mengerjapkan matanya beberapa kali, memastikan. Sedangkan Minho yang berdiri di samping Key hanya tersenyum, sesekali matanya berusaha melirik ke dalam, menembus segala pembatas untuk mencari sesuatu—atau seseorang—yang dicarinya.
"K-Key?"
Onew yang hanya tersenyum membuka pembicaraan.
"Kami hanya ingin meminta maaf karena menyalahkan keluarga Hyung begitu lama atas kematian Kai. Kami sadar itu bukan salah kalian. Itu semua takdir, walau tidak ada penjelasan nyata untuk menjawab semuanya."
Jaejoong terdiam, memandang Key yang tersenyum ke arahnya.
"Maaf untuk segalanya, Jaejoong-hyung. Aku sadar bahwa kematian Kai adalah takdir. Dan aku juga sadar bahwa tindakanku untuk menjauhkan Minho dari Taemin adalah salah. Minho jadi sering membantah dan Yunho-hyung juga bilang bahwa Taemin berubah. Dan hal itu membuatku merasa bersa—"
Grep!
Sebelum berhasil menyelesaikan kalimatnya, Jaejoong segera memeluk tubuh Key di hadapannya. Membuat genggaman tangan Key dan Minho terlepas. Jaejoong menggeleng pelan dalam pelukan itu.
"Kau tidak perlu meminta maaf. Kau boleh marah kepada—"
"Ani. Waktu itu aku masih terpukul, maka dari itu aku memukulmu. Maaf, aku benar-benar merasa bersalah telah melakukan hal itu kepada orang yang aku dan Jinki hormati."
"Tidak. Aku harus meminta maaf dan berterima kasih kepadamu. Terima kasih karena telah memaafkanku, dan keluargaku."
Key tersenyum. Menepuk punggung Jaejoong beberapa kali sebelum melepaskan pelukannya.
"Kau sungguh baik, Jaejoong-hyung."
Minho masih mencuri waktu untuk menengokan kepalanya ke dalam, mencari sosok Taemin yang sudah lama tidak ia temui. Sedangkan Onew hanya tersenyum. Menepuk kepala Minho dan membuatnya berhenti melakukan kegiatannya.
Jaejoong yang menangkap gerakan Minho hanya tersenyum.
"Taemin ada di kamarnya. Dia hanya butuh ditemani teman, sepertimu."
Minho tersenyum mendengar kalimat itu. Segera dia menerobos celah muka pintu yang terhalangi oleh Jaejoong dan masuk ke dalam. Berlari dengan kakinya menuju lantai dua, dimana kamar Taemin berada. Dan setelah sampai di tempat tujuannya, Minho segera membuka pintu dan mendapati Taemin tengah menggambar sesuatu di kertas gambar.
Melihat Minho datang, Taemin segera berdiri dari duduknya dan berlari, menabrak Minho ke dalam sebuah pelukan. Tentu saja setelah itu, kristal bening jatuh dari mata indah anak kecil itu.
"Mi-Minho hyung... Kai..."
.:o~o:.
Tuesday
May 1st, 2012
11:23 AM
"Zhoumi jadi kacau sekarang."
Yoochun mengalihkan pandangannya ke arah Jungmo yang berdiri di dekat jendela kamar VVIP-nya, tempat seperti biasa. Matanya melontarkan pertanyaan tentang penyebab dari ucapan Jungmo dan Jungmo hanya menghela napas sebelum menjelaskan.
"Masalah Henry. Zhoumi tidur dengan pelacur dan Henry melihatnya. Dan aku dengar Henry mengurung diri di kamar sejak kejadian itu. Kasihan, sungguh."
"Sejak kapan Zhoumi jadi brengsek seperti itu?"
Jungmo mengangkat bahunya. "Istrinya Hangeng-hyung bilang bahwa penyebabnya adalah... Kyuhyun. Bukankah Kyuhyun juga mantan pacar dari adik istrinya Hangeng-hyung, 'kan?"
Yoochun memutar kedua bola matanya mendengar nama itu. "Kyuhyun itu benar-benar perusak hubungan orang lain." Yoochun berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah sofa, di dekat Jungmo. "Dan aku tidak tahu mengapa Changmin berubah sekarang."
"Berubah?" Jungmo menatap Yoochun bingung. "Apanya?"
"Sejak dua hari yang lalu, dia berubah menjadi dingin. Apa yang kuperbuat kepadanya? Apa kau melihat Kyuhyun datang ke rumah sakit ini dan menjenguk Changmin? Aku takut dia menghasut Changmin dengan tidak-tidak."
Jungmo menggelengkan kepalanya seraya melipat kedua tangannya di depan dada.
"Kurasa tidak."
Yoochun mengusap wajahnya dengan perlahan. "Jadi, apa yang telah kuperbuat kepadanya?"
.:o~o:.
Tuesday
May 1st, 2012
01:04 PM
Kyuhyun mengaduk cappucino yang telah ia pesan sejak beberapa menit yang lalu. Hanya mengaduknya, tanpa meminumnya sedikitpun.
Di sebrang kursinya—tepat di hadapannya—Zhoumi juga masih diam, mengaduk espresso-nya dengan hati-hati.
Kini keduanya tengah berada di salah satu cafe dekat rumah sakit—walau agak jauh dari tempat itu. Alasan keduanya bertemu hanya untuk meluruskan masalah. Salah paham yang terjadi kepada kekasihnya Zhoumi, namja bernama Henry itu.
Dan juga Kyuhyun ingin menanyakan apakah handphone Changmin sudah kembali ke tangan pemiliknya?
"Jadi... bagaimana?" Kyuhyun mencoba membuka pembicaraan.
Zhoumi memandang Kyuhyun bingung. Berniat untuk bertanya, namun pikirannya telah menjawab pertanyaannya lebih dahulu. Maka Zhoumi hanya menggeleng pelan sebelum akhrinya menyesap espresso-nya yang sudah agak dingin dari sebelumnya.
"Dia tidak mau keluar kamar dan bicara kepadaku."
Jawaban itu membuat tatapan Kyuhyun berubah menjadi bersalah. Zhoumi bergerak cepat, meluruskan.
"Ani, ani. Ini bukan salahmu dan ini bukan tentangmu. Beberapa hari yang lalu dia mendapatiku tidur dengan... um, yeah, pelacur, begitulah."
"Kau..."
Zhoumi menggeleng lagi dan mengacak rambutnya. "Aku juga tidak sadar melakukan itu! Aku mabuk! Aku tidak tahu apa yang terjadi!"
Dahi Kyuhyun menggerenyit. "Ta-tapi kau seorang dok—"
"Aku punya alasan melakukannya! Bukan tanpa masalah aku bisa mabuk seperti itu!"
Mendengar sedikit bentakan seperti itu membuat Kyuhyun hanya mengangguk-angguk cepat. Dia memilih untuk kembali mengaduk cappucino-nya.
"Maaf."
Dan kemudian hening kembali yang berhasil menyelimuti keadaan mereka. Ada beberapa hal yang ingin dibicarakan, tetapi mereka tidak tahu harus memulai darimana. Maka, Kyuhyun memilih untuk memulainya dengan topik baru.
"Ah, jadi... apakah Changmin sudah mendapatkan handphone-nya kembali?"
Zhoumi terkesiap. Jarinya mengangkat cangkir espresso-nya dengan ragu sebelum meminumnya sedikit. "Sudah." Jawabnya bohong.
"Benarkah? Lalu mengapa dia tidak mengabari—ah lupakan. Maksudku jadi bagaimana kabarnya? Apa dia membaik?"
Zhoumi mengangguk cepat beberapa kali menjawab pertanyaan Kyuhyun. Dia tidak memandang berbohong sebagai perbuatan yang salah, selama hal itu bisa membantunya.
Jika Kyuhyun tidak bertemu Changmin sedangkan dirinya yang lebih sering bertemu dengan Kyuhyun, mungkin saja Kyuhyun akan berpaling kepadanya, bukan?
Semoga saja.
Dan... Henry? Ah, lupakan dia. Zhoumi tidak suka orang yang sangat childish seperti dia.
.:o~o:.
Tuesday
May 1st, 2012
02:31 PM
Changmin duduk di atas ranjangnya, memandang ke depan, ke arah jendela kamar rawatnya yang terbuka. Disana, tempat dimana Changmin melihat Yoochun berbohong padanya. Pada cintanya.
Mencium orang lain selain dirinya, apa itu bukan awal dari penghianatan?
Cih, Changmin tidak suka dengan hal ini.
Cklek!
Pintu kamarnya terbuka, membuat Changmin menoleh dan melihat siapa yang datang.
Yoochun. Kekasihnya.
Mau apa dia datang kesini? Mau memberitahunya bahwa dia memilih Junsu? Eum?
Yoochun menutup pintu secara perlahan dan berjalan mendekati ranjang, dimana Changmin duduk disana. Changmin membawa kembali pandangannya ke depan, melihat jendela di depannya. Sedangkan Yoochun memilih untuk mengambil tempat duduk di kursi samping ranjang Changmin.
Butuh penyesuaian keheningan bagi keduanya. Mereka sudah sering melewati masa ini, tentu jika mereka mendapatkan masalah. Tetapi, Yoochun sama sekali tidak tahu kesalahan apa yang ia perbuat. Hal apa yang membuat kekasihnya berubah kembali? Yoochun yakin hari ini bukan ulang tahun siapapun untuk dikerjai.
"Changmin, apa yang terjadi padamu?"
Akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut Yoochun setelah dua hari ini Changmin begitu dingin terhadapnya. Changmin menoleh sebentar, sebelum mengembalikan pandangannya.
Jangan pura-pura bodoh.
"Apa ada yang menyakitimu? Dongwook itu?"
Kau, bodoh!
"Hei, Changmin. Jebal~ bicaralah."
Changmin hanya diam, tidak menggubris sedikitpun kalimat dari Yoochun.
Yoochun yang menginginkan jawaban, berdiri dari duduknya. Dia meraih dagu Changmin hingga mereka bertatapan, walau mata Changmin ditamparkan ke arah lain.
"Hei~ apa yang terjadi kepadamu?"
Changmin hanya diam dengan memasang mimik kesal. Dia tidak tahu apa Yoochun-nya yang pintar itu berpura-pura bodoh atau memang berubah menjadi bodoh karena kecelakaan itu?
Cih, apa dia tidak peka terhadap perasaannya?
Yoochun menggerakan dagu Changmin sedikit, meminta jawaban. Namun yang ditanya masih memilih untuk diam.
Yoochun mendekatkan bibirnya ke arah bibir Changmin, namun segera di tolak oleh namja tinggi itu.
Dan segera pikiran Yoochun mengambil sebuah jawaban.
Ciuman?
Ah, jangan-jangan...
"K-kau melihatku... ber-bersama Juns—"
Cklek!
Ketika suara pintu terbuka kembali terdengar, kalimat Yoochun terputus hingga disitu. Matanya membulat kecil melihat seorang namja masuk ke dalam dengan sebucket mawar merah di tangannya, seperti biasa. Namja itu tersenyum, seolah tanpa dosa ia datang kemari.
"Kupikir tak ada kau, Yoochun? Tadinya aku ingin bersenang-senang dengan Changmin."
Otot wajah Yoochun menegang melihat kehadiran orang itu. Dia menjauhkan wajahnya dari Changmin, menatap Se7en yang berjalan mendekati keduanya.
"Apa maksudmu dengan kata 'bersenang-senang'?"
Se7en berjalan mendekati Changmin dan memberikan bucket mawar itu kepadanya. Changmin menerimanya dengan acuh, membuat Yoochun kesal dengan respon dari kekasihnya.
"Kau terlalu bodoh jika tidak tahu artinya."
Se7en berjalan ke sisi ranjang yang lain. Membuat Yoochun memutar tubuhnya, memperhatikan setiap gerakan sekecil apapun dari Se7en.
Changmin hanya diam di tempatnya, memainkan kelopak bunga berwarna merah itu dengan jari tangan kirinya—mengingat tangan kanannya masih diberi gips. Sedangkan Se7en menatap Yoochun dengan tatapan menantang—dengan posisi mereka yang bersebrangan diantara Changmin.
"Kuharap kau menjauh dari Changmin sebelum kesabaranku habis."
Se7en tertawa kecil, meremehkan sebelum berkata. "Kesabaran? Apa alasanmu tiba-tiba mengatakan hal itu kepadaku?"
"Jauhi orang yang sudah punya kekasih."
"Kau tak punya hak untuk melarangku, Hyung."
Mata Yoochun membulat lebar mendengar kalimat yang terlontar dari bibir kekasihnya. Sedangkan Se7en menarik segaris senyuman kemenangan, seolah peluangnya semakin lebar dari kalimat itu.
"A-apa maksudmu, Changmin?"
Changmin mendengus sebelum mengangkat kepalanya menatap Yoochun. "Tidak adil bukan jika kau bisa berciuman dengan Kim Junsu sedangkan aku tidak diperbolehkan?"
Dan setelah kalimat itu lolos dari pita suara Changmin, yang pemuda tinggi itu lakukan adalah menarik wajah Se7en dengan tangan kirinya dan menciumnya dengan dalam tepat di bibir.
Tepat di hadapan kekasihnya.
Tepat masuk ke dalam bibirnya.
"Apa yang kau lakukan, Shim Changmin?"
Buagh!
Sebuah pukulan keras membuat ciuman itu terlepas. Changmin menatap marah ke arah Yoochun yang memukul Se7en hingga namja itu tersungkur menjauh. Napasnya terengah, menahan emosi dalam dirinya.
"Beraninya kau mencium orang lain tepat dihadapan wajahku?"
Changmin tertawa pelan mendengar kalimat yang penuh kemarahan itu.
"Orang lain? Ah, apa Hyung lupa? Dia tunanganku jika aku berhasil membuat hubungan kita berkahir."
Yoochun terhenti dalam pergerakannya. Dia memandang Changmin yang terlihat serius dengan kalimatnya.
Sedangkan Se7en mengusap pipinya yang terkena pukulan itu. Ada sobekan kecil di sudut bibirnya. Tetapi tidak apa. Sudah dua kali Changmin menciumnya seperti ini.
"J-jangan pernah berani kau..."
"Kenapa? Hyung sendiri berani mencium orang lain ketika Hyung sudah punya kekasih, kenapa aku tidak bisa? Bahkan aku bisa melakukan hal yang lebih kepada Dongwook-hyung seperti yang aku lakukan bersama Kyuhyun waktu itu."
Buagh!
Bukan karena benci Yoochun melakukan hal ini. Dia memukul Changmin tepat di rahangnya karena dia begitu mencintainya. Dan mendengar kalimat menantang dari kekasihnya cukup membuatnya sensitif. Dia masih begitu trauma dengan apa yang Changmin lakukan bersama Kyuhyun waktu itu.
Se7en bergerak cepat, mendorong dada Yoochun dengan keras.
"Apa yang kau lakukan, brengsek?"
Dorongan itu membuat tubuh Yoochun mundur satu langkah. Se7en berjalan mendekati Yoochun—memutar ranjang Changmin—dan mendorong dadanya lagi ketika berada di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan terhadap Changmin, huh?"
Yoochun bergerak marah. Mendorong dada Se7en yang mendekat dengan lebih keras.
"Kau pikir kau siapa bisa melarangku melakukannya kepada Changmin? Dia milikku! Aku bisa melakukan apapun terhadapnya!"
Changmin menyentuh rahangnya secara perlahan. Rasanya menyakitkan dipukul oleh kekasihmu sendiri, walau ini bukan yang pertama kalinya. Tetapi...Changmin menyentuh sudut bibirnya, darah lagi.
Kau berjanji tidak akan pernah menyakitiku, bodoh!
"Kau memukulnya, brengsek!"
Buagh!
Kali ini bukan pukulan dari Yoochun, namun dari Se7en untuk Yoochun di rahangnya. Membuat namja yang belum sepenuhnya pulih dari segala lukanya karena kecelakaan itu jatuh tersungkur. Dan hal itu merupakan kesempatan bagi Se7en untuk kembali memukulnya tepat di wajah.
Buagh! Buagh!
"Kau tidak pantas melindungi Changmin! Dengar itu! Kau. Tidak. Pantas. Untu—"
Cklek!
"Apa yang terjadi disini?"
Seseorang yang baru datang ke dalam kamar itu berhasil menghentikan pukulan Se7en terhadap Yoochun. Changmin hanya membuang pandangannya, walau jari tangan kirinya masih sibuk mengusapi darah di sudut bibirnya.
Sedangkan Se7en mendorong tubuh Yoochun sebelum berdiri dan menjauh dari tubuh yang masih penuh luka itu dari kecelakaannya.
Jungmo—orang yang baru datang itu—segera membantu Yoochun berdiri. Yoochun menerima uluran tangan Jungmo dengan kesal, masih memandang marah ke arah Se7en yang mengusap rahangnya yang mulai berubah warna menjadi ungu samar.
"Apa yang terjadi disini? Apa yang kalian lakukan?" tanya Jungmo kesal.
Changmin hanya mendengus sebelum memundurkan sedikit posisinya sehingga berubah dari duduk menjadi berbaring. Menarik selimut dengan satu tangannya dan menyembunyikan wajah.
Jungmo menarik Yoochun agar duduk di sofa, membiarkan Se7en yang masih berdiri dengan tatapan membunuh ke arah Yoochun.
"Kuharap kalian bisa menyelesaikan masalah ini secara baik-baik."
Se7en hanya mengacuhkan saran itu dan memilih untuk meninggalkan ruangan. Keluar dari pintu yang kembali menutup itu.
Yoochun memandang kesal ke arah pintu, dimana Se7en sudah menghilang dari sana. Kemudian pandangannya teralih ke arah Changmin yang tertutupi selimut itu. Mengusap wajahnya dan membuang napas.
"Aku tidak tahu apa lagi yang terjadi padamu, Changmin. Maafkan aku. Aku mencintaimu. Kumohon, jangan berubah menjadi seperti ini."
.:o~o:.
Makasih ya doanya~
Tangan aku sembuh X3
Big thanks for ma beloved readers
MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi a.k.a BunyyMin25 | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin | Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin | Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung a.k.a ejinki | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin | Elf-eviL'without'Horn | Ticia | Kaguya | vanillaScarlet | Jung Ye Eun | zen hikari | dnr0502 | Jisuu Kim | honey | bella | ninamum itha | MinKi Lie | eL-ch4n | Lil'cute Bear | MinKyu | Natsue | michio giichi chan | mhiakyu | missrama | Zhao Gui Xian | magiciankunai | Ruffy tabooty | EviLisa2101 | Shim Minsu | dew | jungyunhae | Shania9ranger | yui | CloudSomniaLoveYunJae | Reader menunggu | scuit | MinkyuKihae | Reinatta | vitthia | anon | Cho min ri | Yui-chunnie | KaiHyun | cho-choi | E.V.E | puzzpitjewelforever | moonHJ | Lee Hyuknie | saera park | mutun | Choi Taenma | ceekuchiki | leenahanwoo | Park Sung Rin | Ryu | Cha2LoveKorean | rikha-chan | MiNamGirls | My Baby Dongho | Eunhyuk's wife dan untuk semuanya.
Siapa yang namanya kesebut 2 kali? :/ atau ada yang belum kesebut? Kasih tau ya :)
Just call me Yuri :)
With love, Yuri Masochist
SARANGHAE~!
Makasih untuk cinta kalian kepada saya X3
