Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time | May 5th, 2012
Cast :
+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), Se7en (masih bingung ni orang masuk maincast apa kagak)
+ Other Cast : YunJae, Taemin, Jungmo, Zhoumi, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun
+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon
+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai
[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]
[SNSD | B.E.G]
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : 5 MEI! Maaf kalau pendek dan gak seru~ aku lagi ada masalah nih, tiba-tiba dateng masalahnya =..=
.
.
.
.
The Time | May 5th, 2012
.
Satu jam menjelang pukul 00:00
Kyuhyun berjalan tergesa di koridor rumah sakit. Dia perlu bergegas menemui Zhoumi. Ya, setidaknya dia harus bertemu Zhoumi agar bisa membantunya untuk menemui Changmin. Satu jam—kurang—lagi tanggal Lima Mei. Kyuhyun menyesal sempat melupakan tanggal itu karena pikirannya terus berputar mengenai Changmin.
Changmin, Changmin, Changmin, dan hanya Changmin.
Sudah satu bulan mereka tidak bertemu.
Ketika melihat ruangannya semakin dekat, Kyuhyun mempercepat langkahnya. Bahkan dia hampir menabrak beberapa suster dan dokter—bahkan kerabat pasien—yang berlalu lalang disana. Dia harus segera sampai dan meminta Zhoumi untuk membawanya bertemu dengan Changmin.
Itu harus. Dia tidak ingin Changmin yang pergi.
Ketika sampai di hadapan sebuah pintu berwarna putih yang menjadi tujuannya, Kyuhyun segera mengetuk pintu berulang kali dengan tempo yang agak cepat. Hanya perlu beberapa detik menunggu, pintu terbuka. Beruntunglah Kyuhyun karena Zhoumi tidak tengah menangani pasien dan masih ada di rumah sakit sekarang.
"Kyu? Ada apa malam-malam datang kesini?" tanya Zhoumi.
Kyuhyun menggeleng pelan, membuat Zhoumi mengerti dan membukakan pintu lebih lebar. Membiarkan Kyuhyun masuk ke dalam ruangannya.
"Kau sedang sibuk, Hyung?" tanya Kyuhyun.
Zhoumi tersenyum. "Duduklah dulu." Dia menunjuk ke salah satu kursi. "Aku tidak sedang sibuk. Ada apa?" dan kemudian Zhoumi duduk di kursi samping Kyuhyun dengan senyumannya.
Zhoumi tersenyum senang. Ketika dia berniat untuk kembali menyewa pelacur, ternyata ada yang lebih menyenangkan dari itu. Zhoumi akan mencoba merebutnya hari ini. Apapun yang terjadi, ia harus segera memiliki Kyuhyun. Sebelum Kyuhyun dan Changmin kembali bertemu. Zhoumi tak ingin hal itu terjadi.
"Apa... kau benar-benar sudah memberikan handphone Changmin kepadanya?"
Zhoumi mengangguk mantap. Dia sudah tidak ragu untuk berbohong. "Tentu saja."
"Tetapi... m-mengapa dia belum—"
"Kau tahu sendiri, bukan?" Zhoumi mengangkat salah satu alisnya.
Kyuhyun menatapnya dan akhrinya mengangguk pasrah. "Yeah, yeah. Yoochun. Aku tahu."
Zhoumi tersenyum senang. Dia mendekat ke arah Kyuhyun yang menatapnya waspada.
"Ke-kemarin aku melihatmu di club."
Zhoumi mengangkat aslisnya. "Oh, kau kesana juga? Kenapa tidak menghampiriku?"
"Kau dokter. Masa iya kau mabuk seperti itu?" tanya Kyuhyun.
"Ah, Kyuhyun. Khawatir padaku ya?"
Kyuhyun memutar kedua bolamatanya pelan.
"Sebenarnya, aku punya maksud lain kesini."
Zhoumi menarik segaris senyuman yang lebih lebar di bibirnya. Dia menatap ke arah Kyuhyun dengan tatapan yang tidak bisa dibaca. "Hm? Apa itu?" Zhoumi mendekatkan wajahnya ke arah leher Kyuhyun.
Kyuhyun bergerak perlahan, berusaha menjauh namun tangan Zhoumi menahannya. "B-bisa kau... bawa aku bertemu Changmin?"
Zhoumi terkesiap sebentar. Namun setelah itu sebuah seringai muncul di bibirnya. Membawa tubuhnya lebih mendekat ke arah Kyuhyun dan membatasi pergerakannya.
"Z-Zhoumi..."
"Kyuhyun sudah bersama Yoochun. Lebih baik kau cari orang lain saja. Ah... mungkin aku bisa menjadi orang lain itu."
Dan setelah kalimat itu terlontar, Zhoumi berhasil menarik wajah Kyuhyun dan menciumnya. Menciumnya dengan liar seperti apa yang dilakukannya kepada pelacur-pelacur yang dia sewa beberapa malam kemarin. Kyuhyun berusaha untuk melepaskan pelukan itu, namun tenaga Zhoumi lebih kuat.
Mungkin... orang yang terobsesilah yang bisa melakukan hal ini. Berubah dari baik menjadi hilang kendali.
.
.
The Time
May 5th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Saturday
May 5th, 2012
12:00 AM
Zhoumi mendorong tubuh Kyuhyun terhadap meja di ruangannya. Menyingkirkan vas bunga yang berada disana hingga jauh dan pecah di lantai. Dia menaikkan tubuh Kyuhyun yang kurus ke atas meja, dengan bibir mereka yang masih bertautan.
Zhoumi tahu ini terlalu cepat, tetapi lebih baik begini bukan?
Dia benar-benar mabuk akan ciuman ini. Dia benar-benar mabuk akan segala hal menyangkut Kyuhyun. Dan bisa merasakan bibirnya seperti ini membuat Zhoumi lepas kendali.
Salah satu tangan Zhoumi menahan tangan Kyuhyun, membatasi pergerakannya. Sedangkan tangannya yang satu lagi bergerak ke arah kaos yang Kyuhyun kenakan. Menyelipkan salah satu tangannya disana, membuat tubuh Kyuhyun menegang kaget.
Zhoumi tersenyum dalam ciuman. Dia menyelipkan lidahnya ke dalam mulut Kyuhyun—ketika kesempatan itu ada—dan segera merebut lidahnya. Tangan Kyuhyun berusaha sekuat mungkin untuk mendorong Zhoumi, namun tenaga namja itu memang lebih kuat darinya. Kakinya memberontak, namun ketika jemari Zhoumi berhasil terselip ke dalam celananya, Kyuhyun semakin takut.
Dia berharap ada yang menolongnya dari keadaan ini.
Zhoumi mengangkat salah satu kaki Kyuhyun hingga menekuk di atas meja. Memudahkannya untuk naik ke atas tubuhnya dan memperpanas ciuman. Dia tidak peduli jika Kyuhyun akan marah setelah ini. Yang pasti dia harus memilikinya sekarang juga.
Dan ketika dia berhasil menyentuh sesuatu di dalam celana Kyuhyun, pintu ruangannya terbuka dengan cepat. Menampilkan sosok seorang namja yang berdiri marah melihat pemandangan itu.
"Zhoumi-ge!"
Zhoumi melepaskan ciumannya dan menatap marah ke arah si pengganggu.
Changmin.
Matanya terlihat nyalang. Terlihat ada kemarahan yang sudah naik hingga ke ubun-ubun kepalanya. Bergerak dengan cepat, Changmin mendekati mereka dan mengangkat tangan kirinya sehingga...
Buagh!
Mendarat mulus di pipi kanan Zhoumi.
Zhoumi meringis pelan, kesempatan yang Kyuhyun gunakan untuk mendorong tubuh Zhoumi menjauh dan turun dari atas meja. Dia berlari ke arah di belakang tubuh Changmin, dan berusaha mengatur napasnya sendiri.
Zhoumi mengusap pipinya perlahan. Dia bangkit dari posisinya dan melayangkan sebuah pukulan di rahang Changmin.
Buagh!
Changmin jatuh tersungkur di lantai, dengan sudut bibir yang sobek karena pukulan itu. Ada tetesan darah di yang keluar.
"Jangan mengganggu makan malamku!"
Masih dengan penuh emosi, Changmin melihat ada beberapa pecahan dari vas bunga di bawah meja. Dia tidak akan mungkin membunuh Zhoumi, dia hanya berniat untuk mengancam Zhoumi dengan benda ini.
Maka, Changmin segera meraih salah satu pecahan yang paling besar dan mengacungkannya ke arah Zhoumi.
"Jauhi Kyuhyun atau aku akan membunuhmu!"
Zhoumi mendengus. Dia mendekat ke arah Changmin dengan kesal dan menendang punggungnya.
Buagh!
"Akkhh!"
Changmin meringis keras. Pasalnya tubuhnya belum sepulih tubuh Yoochun. Masih banyak anggota tubuhnya yang sakit. Apalagi dengan pukulan itu.
Refleks, Changmin mengangkat pecahan vas di tangannya dan menusukkannya di salah satu betis Zhoumi.
"Akkhh!"
Kali ini Zhoumi yang meringis. Pecahan vas itu tertancap di betisnya, mengeluarkan darah yang membasahi jemari Changmin. Hendak melakukan sesuatu, ketika Zhoumi berkedip ada angin kencang yang menabraknya.
Angin? Darimana? Di ruangan tertutup seperti ini mana mungkin ada angin kencang yang menabraknya. Setidaknya jika jendela terbuka, angin tidak akan bisa menabraknya seperti ini.
Di tengah rasa penasarannya, Zhoumi membuka kedua matanya.
Dan semuanya berubah.
Dia terduduk di hamparan rumput hijau tua yang luas. Ada banyak pohon tinggi di sekitarnya, menjulang. Membuat sekitarnya gelap. Ada beberapa burung gagak yang terbang diantara cabang-cabang pohon tinggi yang terlihat mengerikan itu. Sungguh, semuanya terlihat sangat mengerikan.
Ditambah dengan kehadirannya secara tiba-tiba di tempat yang tidak ia ketahui apa?
What the hell?
Dimana dia?
Dimana Kyuhyun?
Dimana Changmin?
Zhoumi teringat pada tusukan yang Changmin buat dan segera menengokan kepalanya ke bawah. Masih ada. Pecahan vas itu masih ada. Zhoumi menarik pecahan vas itu perlahan untuk memastikan.
Ini asli.
Nyata.
Tetapi... bagaimana bisa? Apa yang terjadi sebenarnya?
Zhoumi menarik pecahan kaca itu perlahan. Sebagai seorang dokter, dia tahu apa yang harus ia lakukan. Jarinya mengeluarkan pecahan vas itu dan membuangnya sembarang arah. Segera dia merobek kaos dalamnya dan melilitkannya di luka yang mengeluarkan darah itu. Darah ini harus dihentikan, jika tidak ia bisa mati kehabisan darah.
Setelah itu, Zhoumi memilih untuk berdiri secara perlahan dan memperhatikan sekitarnya.
Tenpat ini terasa asing baginya. Ditambah dengan kejadian tiba-tiba yang membuatnya berada disini. Mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah ia bermimpi?
Tidak. Zhoumi yakin rasa sakit ini bukan mimpi. Terlebih dengan ciumannya dengan Kyuhyun tadi. Dia yakin seratus persen bahwa kenikmatan itu bukanlah mimpi.
Maka, Zhoumi memilih untuk berdiri dan berjalan ke arah manapun di tempat yang mirip dengan hutan ini.
Saturday
May 5th, 2012
01:00 AM
Dia memilih untuk berjalan ke arah selatan. Agak terpincang dengan kaki kirinya yang terluka. Namun dia harus segera mendapatkan jawaban. Ada dimanakah dia dan apa yang terjadi disini?
Dan ketika dia mendengar suara bising dari kejauhan, Zhoumi mempercepat langkahnya. Mungkin dia akan mendapatkan jawaban. Mungkin dia akan bertemu seseorang. Mungkin dia bisa tahu tempat apa ini dan apa yang terjadi.
Kaki panjangnya membawa dia menuju sumber suara dengan cepat—walau kakinya terluka. Namun dia tidak menemukan siapapun walau suara-suara itu masih terdengar. Seperti suara raungan atau semacamnya. Zhoumi memperlambat gerakannya, perlahan untuk mencari asal dari suara itu.
Saturday
May 5th, 2012
02:00 AM
Raungan atau rintihan itu mulai terdengar jelas. Namun Zhoumi tetap tidak menemukan apapun. Hanya pohon-pohon yang menjulang tinggi di gelapnya hutan yang menyeramkan ini.
"Halo! Ada seseorang disini?" tanyanya.
Dia akan memberikan Changmin perhitungan jika dia sudah bertemu dengannya. Yang terpenting sekarang adalah dia mendapatkan jawaban tentang segala pertanyaannya.
Tidak ada jawaban. Zhoumi tetap berjalan dengan perlahan. Berusaha untuk meredam langkah kakinya. Dia takut yang dia temukan bukanlah jawaban... melainkan bahaya.
Instingnya yang mengatakan hal itu.
Saturday
May 5th, 2012
03:00 AM
Hanya beberapa langkah dari posisinya berdiri, Zhoumi dapat mendengar suara rintihan itu terdengar sangat jelas. Ditambah dengan suara aneh dari sesuatu yang mendekat. Zhoumi bergerak waspada. Melihat sekelilingnya tanpa mengetahui bahwa ada beberapa yang mendekat.
Dari atas pohon-pohon tinggi itu, datang beberapa makhluk seperti manusia yang merangkak layaknya laba-laba turun ke bawah. Mereka telanjang, namun tubuhnya yang penuh cakaran dan keriput membuatnya menakutkan. Ditambah dengan rambut acak berwarna hitam dan lidah panjang yang menjulur keluar. Kuku-kuku panjang itu bergerak, seolah ingin mencakar Zhoumi di bawah mereka.
Zhoumi masih belum menyadari kehadiran makhluk-makhluk itu. Ia hanya berputar, berusaha mencari sumber suara.
"Halo! Ada yang bisa membantuku?"
Dan dari belakang tubuhnya beberapa makhluk itu berhasil turun dan mendekat ke arah Zhoumi. Dan ketika lengah, salah satu makhluk berhasil mencakar kaki Zhoumi.
Crakk!
"Arrggh!"
Zhoumi meringis, segera berbalik dan mendapati ada beberapa makhluk merangkak di hadapannya. Zhoumi terkesiap ketika banyak makhluk serupa yang juga turun dari atas pohon. Tanpa memperdulikan lukanya, dia segera memilih untuk berlari ke arah manapun.
"Aish! Aish! Tempat apa ini?"
"Hraaahh!"
"Hrrhhhh!"
Begitulah kira-kira suara yang dikeluarkan makhluk-makhluk itu. Menggeram dengan lidah panjang mereka yang terjulur keluar. Mengejar Zhoumi yang berusaha lari menjauh dari makhluk-makhluk itu.
"Bagaimana bisa aku ada disini?"
Saturday
May 5th, 2012
04:00 AM
Zhoumi berlari dengan sesekali menoleh ke belakang. Makhluk-makhluk merangkak itu masih mengejarnya. Bahkan ada salah satu yang merangkak dengan cepat, hampir menyusul Zhoumi.
"Hrraahhh!"
"Ya Tuhan! Ya Tuhan! Ada apa ini?"
"Hrrahh!"
Salah satu makhluk lompat ke arahnya. Menerkamnya seperti binatang buas dan bersiap mencakar Zhoumi.
"Hraahh!"
Crakk!
"Argghh!"
Zhoumi mendapatkan cakaran lagi, namun kali ini di perutnya. Dia segera mendorong makhluk itu menjauh, sebelum makhluk lainnya berhasil menangkapnya. Dengan rasa sakit itu, Zhoumi berlari menjauh lagi.
"Apa ini? Mimpi buruk apa ini?"
Bruk!
Tanpa sengaja, kakinya menabrak akar pohon yang memang berada di permukaan tanah. Membuat ia jauh terguling di permukaan hutan yang tidak rata itu.
"Hraahhh!"
Suara itu terdengar semakin banyak dan dekat. Zhoumi berusaha bangun dari jatuhnya, membiarkan luka yang mengeluarkan darah dan memilih untuk berlari.
"Brengsek! Apa yang terjadi sekarang?"
Saturday
May 5th, 2012
05:00 AM
Zhoumi berhasil membawa dirinya jauh dari jangkauan makhluk-makhluk yang merangkak itu. Kakinya membawa dia ke ujung hutan, dimana Zhoumi menemukan sebuah danau yang cukup besar. Airnya berwarna hitam, tenang dan seperti tidak berpenghuni.
Melihat hal itu, Zhoumi memilih untuk menjatuhkan dirinya di depan danau dan duduk disana. Meringis. Merasakan perihnya luka yang dia punya.
"Aish! Apa-apaan ini?"
Dia membuka jas dokter yang dia kenakan dan menyimpannya di samping. Jarinya memegang kaos yang sudah sobek yang dia kenakan dan mengangkatnya—dia memang menggunakan kaos bukan kemeja. Ada beberapa cakaran panjang disana. Mengeluarkan daras dan rasanya sangat perih.
"Apa yang terjadi disini? Sebenarnya dimana aku?"
Dia menyentuh sedikit lukanya. Pandangannya melihat ke sekitar, mencari sesuatu yang bisa membantunya namun tidak ada. Hanya air hitam dari danau yang mungkin bisa menjadi pilihannya.
Tetapi danau tenang itu memiliki air berwarna hitam. Tetapi bisa saja itu karena faktor gelapnya pohon.
Maka Zhoumi membawa dirinya mendekati danau, berniat mengambil sedikit air dari danau untuk membersihkan luka di perut dan betisnya karena ketika dia jatuh tanah bercampur dengan luka itu. Ketika tangannya terulur ke air, suara dari makhluk-makhluk merangkak—atau merayap—itu kembali terdengar.
Zhoumi menolehkan pandangannya untuk melihat.
Tidak ada.
Dan kemudian ada sesuatu yang menariknya ke dalam danau.
Byuuurr!
Saturday
May 5th, 2012
06:00 AM
Zhoumi berusaha membawa dirinya ke permukaan. Ada sesuatu yang menarik kakinya dari dalam air. Sementara dia harus segera menyentuh permukaan, mengambil pasokan oksigen yang tak sempat ia ambil ketika masuk ke dalam danau.
Blukbuk~ blukbuk~
"Tol—blukbuk—tolonghh!"
Zhoumi berusaha membuka mata di dalam air hitam itu. Berusaha mencari sesuatu yang terus menarik kakinya, membawanya ke dasar danau. Tangannya menggapai-gapai ke atas sedangkan kakinya berusaha untuk melepaskan sesuatu yang menjeratnya.
Blukbuk~ blukbuk~
Kaki panjang itu menendang-nendang di dalam air sedangkan tangannya berusaha mencari sesuatu di atas sana yang bisa menjadi pegangan.
Blukbuk~ blukbuk~
Zhoumi merasakan oksigennya sudah semakin menipis. Tubuhnya sudah melemah. Sesuatu itu semakin keras menarik kakinya. Dan dia sudah tidak mempunyai banyak tenaga.
Saturday
May 5th, 2012
07:00 AM
Grep!
Seseorang menyentuh tangannya yang terulur ke atas. Zhoumi yang sebelumnya memejamkan mata mulai membuka lagi—walaupun yang dia lihat hanyalah air hitam. Kelegaan muncul di wajahnya ketika dia merasakan tangan itu mengangkatnya dari dalam danau.
Kupikir aku akan mati sekarang.
Dan ketika tubuhnya sudah menyentuh tanah, Zhoumi segera mengambil sebanyak-banyaknya oksigen untuk mengisi paru-parunya. Dia terbatuk-batuk kecil, memejamkan mata seraya mengusapi dadanya.
"Uhuk... uhuk.."
Saturday
May 5th, 2012
08:00 AM
Perlahan Zhoumi membuka matanya. Dia sudah berada di darat sekarang, tetapi bukan di depan danau lagi. Dia berada di depan sebuah rumah sakit tua yang terlihat sudah lama tidak berpenghuni. Cat dindingnya mengelupas dan ditumbuhi beberapa tumbuhan lumut. Banyak kaca jendela yang pecah. Ada banyak kayu yang sudah lapuk. Sepertinya bangunan ini memang sudah tua termakan usia.
Tetapi, mengapa dia bisa berada disini? Siapa yang menyelamatkannya?
Zhoumi memperhatikan sekitarnya. Tubuhnya masih basah kuyup. Mana mungkin dia bermimpi. Tetapi dimana lagi ini? Siapa yang menolongnya? Apa yang terjadi sebenarnya?
Zhoumi memilih untuk berdiri. Melupakan rasa perih di tubuhnya dan memilih untuk masuk ke dalam rumah sakit.
"Aku benar-benar harus mendapatkan jawaban sekarang."
Saturday
May 5th, 2012
09:00 AM
Zhoumi membuka pintu rumah sakit tua itu dengan perlahan. Ada bau bangunan lama yang sudah tidak pernah didatangi menguar di sekitar. Zhoumi berjalan dengan sedikit terpincang.
Langkahnya membawanya masuk, lebih dalam kedalam lorong rumah sakit.
"Halo? Ada seseorang disini?"
Saturday
May 5th, 2012
10:00 AM
Tidak ada siapapun yang menjawab pertanyaannya.
Mata Zhoumi melirik ke segala arah, memperhatikan semuanya. Bangunan yang sudah rusak dan kotor. Zhoumi tidak bisa memperkirakan sudah berapa lama bangunan ini ditinggali. Dia mencari sesuatu yang bisa mengobati—atau setidaknya berguna—untuk lukanya. Namun, seperti yang dia perkirakan. Tak akan ada benda yang masih steril disini.
Bruk!
Ada sesuatu yang jatuh. Suaranya dari belakang tubuhnya. Zhoumi segera menengok ke belakang, mencari sumber suara. Namun dia tidak menemukan apapun. Ketika hendak untuk mengembalikan pandangannya, ia merasakan ada sesuatu yang menggelinding kemudian menyentuh kakinya.
Tubuh Zhoumi menegang. Tentu saja dia kaget. Wajahnya menunduk sedikit, untuk melihat apa yang menyentuh kakinya.
Deg!
Se-sebuah... kepala manusia?
Refleks Zhoumi segera menendang kepala dengan mata yang melotot ke arahnya itu dengan keras. Zhoumi segera membalikan tubuhnya. Berniat untuk kembali keluar dari rumah sakit namun beberapa sosok makhluk di depannya menghentikan pergerakannya.
Makhluk itu... makhluk merayap itu...
"Hrahhh!"
Saturday
May 5th, 2012
11:00 AM
Zhoumi memutar pandangannya. Mencari celah untuk kabur dari semuanya. Dia harus bergerak cepat, karena makhluk-makhluk itu mulai merayap mendekatinya.
"Tuhan, apa yang harus kulakukan?"
Dia bergerak panik dan memilih untuk lari ke sembarang arah.
"Fuck! Apa yang terjadi disini sebenarnya?"
"Hraahh!"
Makhluk-makhluk mengerikan itu mengejarnya. Zhoumi berlari terpincang ke sebelah kiri, ke koridor yang lebih rusak daripada sebelumnya.
"Hrraahh!"
"Bantu aku! Kumohon siapapun bantu aku!"
Zhoumi melihat ada sebuah ruangan yang terbuka. Dia segera masuk ke dalam dan menutup pintunya.
"Fuck! Makhluk apa itu?"
Ia mengusap dada dan mencoba mengatur napasnya.
Saturday
May 5th, 2012
12:00 PM
"Hraaaaahhh!"
Suara itu masih terdengar dari luar. Dan pintu yang Zhoumi tutup sedikit berguncang. Zhoumi menarik sebuah meja besar di ruangan itu dan meletakannya di depan pintu. Mengunci pintu itu agar makhluk-makhluk itu tidak bisa mendapatkannya. Entah mengapa tubuh Zhoumi sudah tidak basah kuyup lagi.
"Agrh! Sialan! Apa yang terjadi disini, Tuhan? Ada apa ini?"
Namun tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya.
Zhoumi terduduk di lantai. Menengadahkan kepalanya dan menarik napas.
"Siapapun, bantu aku keluar dari sini."
Saturday
May 5th, 2012
01:00 PM
"Hrahh!"
Bug! Bug!
Zhoumi memperhatikan pintu yang sedikit terdorong akibat pergerakan dari para makhluk itu. Namun dia hanya diam. Setidaknya dia bisa beristirahat disini untuk beberapa waktu. Di tempat yang tidak ia ketahui apa.
Mata Zhoumi melihat ke sekitar. Ini ruangan dokter yang sudah lama tidak berpenghuni.
Bug! Bug!
Mata Zhoumi menangkap sebuah jalan keluar. Ada jendela di ruangan itu. Beruntung karena dia tidak naik ke lantai dua ketika berlari. Zhoumi mendekati jendela itu dan mengusap banyak debu disana.
Saturday
May 5th, 2012
02:00 PM
Ada jalan keluar. Dia bisa keluar.
Bug! Bug!
Suara gedoran itu semakin keras. Mungkin makhluk-makhluk itu menjeduk-jedukan kepalanya terhadap pintu. Tetapi Zhoumi tidak peduli. Dia mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk memecahkan jendela itu.
Kursi.
Zhoumi bergegas mengambil kursi itu dan memukulkannya terhadap kaca jendela dengan keras.
Prang!
Zhoumi membanting kursi itu sembarang arah. Jarinya menyingkirkan beberapa kaca yang masih menempel di sisi jendela. Setelah dirasa cukup, Zhoumi membawa tubuhnya keluar dari rumah sakit tua itu.
Saturday
May 5th, 2012
03:00 PM
Bruk!
Srett!
"Akhh!"
Zhoumi berhasil keluar dari dalam rumah sakit itu dengan menjatuhkan dirinya lewat jendela yang agak tinggi, walau salah satu pecahan kaca yang masih menancap di jendela menggores lengan kanannya dan membuatnya mengeluarkan darah. Zhoumi meringis. Segera berdiri dan memilih untuk berlari menjauh.
"Aku akan mengutuk-Mu Tuhan jika kau tidak membawaku segera keluar dari tempat terkutuk ini!"
Saturday
May 5th, 2012
04:00 PM
"Siapa yang akan kau kutuk? Hm?"
Zhoumi membulatkan matanya ketika dia mendengar sebuah suara dari belakang tubuhnya. Dia menghentikan larinya. Membalikan tubuhnya dan melihat siapa yang berbicara kepadanya.
Orang itu...
Orang yang ia temui beberapa waktu lalu.
Orang yang ia cium bibirnya.
Orang yang membuatnya dengan tega membuang Henry.
Dia...
"Kyuhyun? Benarkah kau Kyuhyun?"
Orang yang dipanggil Kyuhyun itu mengangguk. Zhoumi masih ingat dengan pakaian yang Kyuhyun gunakan ketika ia menciumnya. Dan Kyuhyun mengenakan pakaian itu sekarang.
Apa... apa itu artinya dia bisa keluar dari sini?
"Hyung, kau ingin memilikiku? Hm?"
Saturday
May 5th, 2012
05:00 PM
Zhoumi menggerenyitkan dahinya.
Walaupun dia ingin memiliki Kyuhyun, tetapi dia termasuk orang yang pintar. Dia tidak akan langsung terjerumus oleh kalimat itu. Pasalnya, Kyuhyun adalah orang yang dingin kepadanya, Kyuhyun tidak mungkin mengatakan hal itu. Lalu kehadiran Kyuhyun di tempat yang aneh ini juga perlu dipertanyakan.
Maka, Zhoumi bergerak mundur dari posisinya, menjauh dari Kyuhyun yang berjalan mendekat.
"Kau bukan Kyuhyun."
Saturday
May 5th, 2012
06:00 PM
"Kau menolakku? Hm?"
Zhoumi menggeleng seraya masih memundurkan langkahnya
Kyuhyun berjalan lebih mendekat. Tertawa kecil ketika Zhoumi menabrak seseorang di belakang tubuhnya.
Bruk!
Saturday
May 5th, 2012
07:00 PM
Zhoumi membalikan tubuhnya dengan segera. Dan matanya membulat lebar ketika dia melihat siapa yang ditabraknya.
Henry.
"H-Henry?"
"Zhoumi-ge, kenapa kau meninggalkanku?"
Saturday
May 5th, 2012
08:00 PM
Zhoumi mengganti posisi berdirinya. Di samping kirinya ada Kyuhyun yang menyeringai sedangkan di sisi kanannya ada Henry yang menatapnya sendu.
"Apa kau akan membuangku, Zhoumi-ge?"
Kyuhyun tertawa kecil di posisinya. "Tentu saja. Pacarmu itu mencintaiku. Bahkan kami sudah pernah tidur bersama."
Zhoumi menggeleng dan memejamkan matanya. Bohong! Semuanya bohong! Tidak mungkin mereka berada disini sekarang! Tidak mungkin! Ini tempat yang sangat aneh!
Zhoumi yakin Henry masih ada di rumah Hangeng dan Heechul. Sudah beberapa hari sejak—
Eh tunggu?
Henry mengurung diri sejak tanggal... apa... apakah s-sekarang tanggal...
5 Mei.
Bukankah itu... tanggal kematian yang tengah Changmin cari penyebabnya.
Apakah...
Zhoumi membuka matanya secara perlahan.
Di-dia yang akan menjadi korban selanjutnya?
Saturday
May 5th, 2012
09:00 PM
Cleb!
Belum sempat ia melakukan sesuatu, ada rasa panas yang menusuk di punggungnya. Zhoumi tidak bisa menahan segumpal darah yang tiba-tiba keluar dari mulutnya.
Sungguh, rasanya menyakitkan.
"Kau sudah tidak mencintaiku lagi bukan, Zhoumi-ge?"
Berniat untuk berbalik, dia sudah melihat ada Kyuhyun yang berjalan ke hadapannya. Kyuhyun meraih sebuah batu sebesar genggaman tangan di tanah dan menyeringai ke arah Zhoumi.
"Dan kau mencampakkanku, Zhoumi?" Kyuhyun berjalan mendekat ke arah Zhoumi. "Aku berniat untuk memberikan diriku untukmu, tetapi mengapa kau tak percaya padaku?"
Buagh!
Batu itu Kyuhyun pukulkan di kepala Zhoumi, membuat namja itu merintih kesakitan. Tepat ketika cairan kental mengalir dari pelipisnya.
"Zhoumi-ge bilang akan selalu bersamaku."
Cleb!
Satu tusukan lagi di punggungnya.
"A-akh.. H-Henry..."
"Kau menciumku tadi."
Buagh!
Satu pukal lagi di kepalanya.
Zhoumi merasakan kepalanya sudah mulai berat. Rasanya menyakitkan. Pukulan dan tusukan itu membuatnya melihat ujung kematiannya.
"A-apa ini... kematianku?"
Saturday
May 5th, 2012
10:00 PM
Cleb!
Buagh!
Tusukan dan pukulan lagi. Membuat Zhoumi jatuh dari posisi berdirinya.
"Kau membuangku, Zhoumi-ge. Mungkin kau lebih pantas berada di Neraka."
Cleb!
"A-akh..."
Saturday
May 5th, 2012
11:00 PM
"Kau juga mencampakan aku."
Cleb!
Buagh! Buagh!
Pukulan dari batu itu membuat kepala Zhoumi bocor. Mengeluarkan banyak darah dari kepalanya. Kyuhyun menyeringai. Menginjak tubuh Zhoumi yang terkapar di tanah seraya tertawa.
Henry juga melakukan hal yang sama. Dia mengangkat pisaunya dengan tinggi dan kemudian tertawa kecil.
"Ucapkan selamat datang untuk segala pembayaran dosamu."
CLEB!
Dan tusukan terakhir di dadanya itu membawa dia untuk membayar segala dosanya.
Sunday
May 6th, 2012
12:00 AM
"Selamat tinggal Zhoumi. Berbahagialah karena kau adalah salah satu pemain dalam permainan ini."
Kyuhyun dan Henry menyeringai, memperhatikan tarikan napas terakhir yang dapat Zhoumi rasakan.
"Selamat tinggal. Selamat bersenang-senang di Neraka."
Dan Lima Mei-mu sudah berakhir.
.:o~o:.
NEXT~
Maaf ya, aku lagi dapat masalah. Jadinya pendek T.T
Maaf untuk yang menunggu~
ZHOUMI YANG MATI~ KALIAN SENENG KAN OLOLOLO /ditendang
