Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Disappear | June 1st, 2012

Cast :

+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), Se7en (masih bingung ni orang masuk maincast apa kagak)

+ Other Cast : YunJae, Taemin, Jungmo, Zhoumi, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun

+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon

+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai

[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]

[SNSD | B.E.G]

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 5C! BUNUH YURI MASOCHIST SEKARANG KARENA BARU NONGOL! /wusshh ngilang/

MAAFKAN AKU READERS TERCINTA~! MAAF KALAU BOSEN SAMA CERITANYA~ DOAIN YA, MINGGU DEPAN AKU UKK~ == kenapa tanggal 6 Juni harus tanggal ujian sih?

.

.

.

.

The Time: Disappear | Juni 1st, 2012

.

Friday

June 1st, 2012

07:11 AM

Kyuhyun berdiri di depan meja dalam kamarnya, memandang sebuah jam digital yang memperlihatkan pukul berapa sekarang beserta tanggal pada hari ini. Dia menarik napas panjang dengan perlahan, lalu menghembuskannya dengan hati-hati. Perasaannya tidak enak. Sangat tidak enak.

1 Juni

Sudah berminggu-minggu sejak kematian Zhoumi yang melibatkan Changmin sebagai tersangka, Kyuhyun sudah tidak pernah melihat Changmin. Beritanya di televisi pun tidak ada. Kabar dimana ia dipenjara pun tidak terdengar. Pihak rumah sakit, dokter yang menangani Changmin bahkan Yoochun pun tidak tahu. Kekasihnya saja tidak tahu. Changmin seperti menghilang ditelan bumi.

Kyuhyun menghela napas.

Memaksa melupakan Changmin rasanya seperti memaksanya untuk bunuh diri. Entah mengapa, Kyuhyun benar-benar tidak bisa melupakan namja itu. Apalagi...

Kyuhyun mengarahkan pandangannya ke arah ranjang.

...mereka sudah pernah melakukan bukti cinta, walau Kyuhyun tidak tahu pasti alasan Changmin mau melakukan hal itu bersamanya.

Kenapa hatinya benar-benar terikat pada namja itu, sih? Namja yang sudah memiliki orang yang sangat mencintainya? Ah, bukan! Kenapa Kyuhyun tidak bertemu dengan Changmin lebih awal daripada Yoochun? Mungkin saat ini mereka sudah bersama, dengan tenang tanpa ada masalah.

Kyuhyun meremas rambutnya kasar.

Aish, sudahlah! Percuma mengutuk apapun yang telah terjadi. Semuanya tidak akan terulang. Akan tetap seperti ini.

Aku... sendiri. Changmin... bersama Yoochun.

"Argh!"

Kyuhyun menonjok meja dihadapannya.

Sudah, sudah, Kyuhyun, jangan pikirkan hal itu. Sekarang fokus pada pencarian Changmin. Kau harus bisa mendapatkan informasinya. Kau harus bisa menemui Changmin dan melihat keadaannya. Kau harus bisa bertemu dengannya!

Maka, Kyuhyun meraih kunci motornya dan segera bergegas keluar dari rumahnya.

.

.

The Time

Disappear | June 1st, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Friday

June 1st, 2012

08:04 AM

Mata Yoochun menangkap sosok Silky yang berlari ke arahnya. Yoochun terseyum tipis. Tangannya segera meraih anjing kecil yang sudah tumbuh itu dan membawanya ke dalam pangkuannya. Dia mengusapi bulu lembut milik anjing itu dengan perlahan.

Akhirnya dia bisa kembali ke rumahnya sejak seminggu yang lalu. Dia senang, tentu saja, dia bisa melihat Silky lagi. Tapi... ada yang kurang. Bahkan sangat kurang. Yoochun merasa oksigen di dunia sudah menghilang.

Changmin.

Dia hilang, tanpa kabar. Mr. Shim juga menghilang. Yoochun tak tahu dimana mereka. Dia berusaha mencari keduanya, dibantu oleh Jungmo dan beberapa kenalannya dengan Changmin. Tapi... semua orang tidak tahu. Orang yang bekerja di NCIS pun tidak tahu. Tidak ada yang tahu, kemana mereka.

Yang Yoochun tahu... kasus kematian Zhoumi ditutup. Itu artinya ada yang tidak beres disini.

"Mimax-ah, kau tahu kemana umma-mu? Eum?" tanya Yoochun kepada anjing kecilnya. Menggerakkan tangan anjing kecil itu dengan lembut.

Silky hanya menjulurkan lidahnya, melihat Yoochun yang memangkunya. Mungkin anjing itu mengerti, karena ketika Yoochun merendahkan wajahnya, anjing itu segera menjilat pipi Yoochun.

Yoochun terkekeh pelan.

Anjing itu sahabat manusia. Pasti Silky tahu apa yang Yoochun rasakan sekarang.

Yoochun memeluk Silky dengan gerakan lembut, mengusapi rambutnya dengan penuh kasih sayang.

"Sebentar lagi Appa akan pergi mencari umma-mu. Kau bersama Jonghyun lagi, ne?"

Silky menjilat pipi Yoochun lagi.

Yoochun tersenyum. "Tapi... Appa sudah tidak tahu lagi harus mencari kemana..." dia mengambil helaan napas, "semoga Appa bisa menemukannya."

Silky menggonggong kecil seraya masih menjilati pipi Yoochun berulang kali. Yoochun tersenyum lagi, memeluknya lebih erat dan setelah itu menghela napas.

"Aku akan menemukanmu, Sayang."

.:o~o:.

Friday

June 1st, 2012

10:07 AM

Henry berjalan di sebuah pemakaman. Langkahnya tidak bisa dibilang cepat maupun lambat. Tangannya membawa setangkai bunga. Hanya setangkai bunga mawar hitam yang ia dapatkan dengan susah payah, berkeliling kota Seoul hanya untuk mendapatkan bunga langka ini.

Ini hari ke duapuluh tujuh setelah kematian Zhoumi, kekasihnya. Entah mengapa Henry masih bisa menyebut Zhoumi sebagai kekasih, walau apa yang dilakukan Zhoumi terhadapnya sudah benar-benar membuat Hangeng dan Heechul marah.

Ya, Zhoumi berubah setelah mengenal Kyuhyun.

Dan Heechul semakin menyalahkan Kyuhyun atas kematian Zhoumi.

Henry berjalan ke arah sebuah makam yang masih baru, makam yang ia tuju. Angin berhembus dengan agak kencang. Sedikit membuat dirinya merinding mengingat bahwa hanya dia sendiri yang berada di pemakaman ini.

Dan disinilah dia berhenti.

Berdiri di sebuah makam dengan nama di batu nisan yang sangat dikenalnya.

"G-gege..."

Henry mengambil posisi jongkok dengan perlahan, dan kemudian berubah menjadi berlutut. Henry tersenyum, namun dalam senyuman itu penuh dengan kesedihan.

Apa Zhoumi tidak tahu seberapa besar cinta Henry terhadapnya? Apa Zhoumi tidak tahu sudah banyak pengorbanan yang Henry lakukan untuknya? Apa Zhoumi tidak tahu bahwa Henry selalu memaafkan apapun yang ia perbuat? Sekalipun itu adalah sebuah kesalahan yang sangat besar?

"K-kenapa harus seperti ini..."

Henry menggigit bibir bawahnya sedikit, tepat ketika satu tetes air mata berhasil lolos dari pertahanannya.

Kenapa aku menangis, ukh?

Henry segera mengusap matanya dengan satu tangan, tak suka dengan batinnya yang ingin menangis. Masih ingin menangis seperti hari-hari kemarin. Henry tersenyum lagi, senyum yang terlalu dipaksakan, sebelum dia meletakkan mawar hitam itu di depan sebuah foto. Foto namja yang membuatnya seperti ini sekarang.

"S-semoga... kau t-tenang di alam sana, Z-Zhoumi-ge... huks..."

Trak!

Henry segera mengusap wajahnya—membersihkan seluruh air mata—ketika didengarnya suara ranting patah yang tidak sengaja terinjak di tanah. Dia berbalik dan mendapati seorang namja yang berdiri dengan takut, memandang Henry dengan waspada seolah-olah orang itu adalah pencuri yang dipergoki.

Kyuhyun—orang itu—bergerak kaku, mencari alasan ketika Henry berdiri dari posisinya.

"Um... a-aku tadi... h-hanya eum... k-kebetulan lewat, d-dan tidak sengaja... uh... aku m-melihatmu dan—"

"Apa kabar, K-Kyuhyun?"

Kyuhyun mengerjapkan matanya tidak percaya ketika respon itulah yang dia dapatkan. Dia tidak percaya dengan mimik wajah yang tengah Henry perlihatkan. Bahkan... senyuman itu? Oh, ya Tuhan, kenapa Henry tersenyum padanya? Hal itu semakin membuat Kyuhyun seperti pihak yang paling salah disini.

"H-Henry... a-aku..."

"Ah, pertemuan pertama kita disini." Henry memutar pandangannya ke arah makam yang tak jauh berada dari makan Zhoumi. Jari Henry terulur, menunjuk ke arah makan itu. "Tepatnya disana. Di makam Sungmin."

Kyuhyun bahkan tidak bisa menerima perilaku ramah Henry sementara dia sudah berurusan tentang kematian dengan keluarga itu. Sungmin. Zhoumi. Dua-duanya punya hubungan dengan Kyuhyun, dan mereka meninggal. Kenapa Henry masih bisa menyapanya dengan... senyuman?

"Kau masih ingat tidak? Heechul hyung memukulmu waktu itu."

Kyuhyun mengarahkan pandangannya ke arah makam Sungmin dan Zhoumi secara bergantian. Dia merasa bersalah. Henry benar-benar baik. Dia tidak menumpahkan segalanya dengan emosi.

Dia... sangat baik.

"M-maafkan aku... Henry... a-aku—"

"Hei, semuanya takdir Tuhan, kau tahu? Itu bukan salahmu. Tuhan yang menentukan, Tuhan yang menggariskan. Jadi jangan pernah—"

"Kalau ia tidak bertemu denganku, mungkin hubungan kalian masih baik-baik saja."

Wussh!

Setelah kalimat itu terlontar, angin di area pemakaman itu berhembus dengan sangat kencang. Henry menelan kalimatnya ketika Kyuhyun memotongnya. Dan kalimat yang dilontarkan Kyuhyun cukup membuat emosi yang selama ini ia pendam, naik perlahan ke permukaan.

"Aku memang pembawa sial. Disini sepenuhnya aku yang salah. Aku—"

Henry menggertakan giginya. "Changmin... yang membunuh Zhoumi-ge, bukan?"

"Jangan pernah menyalahkan Changmin! Aku yang salah. Aku memang pembawa petaka. Semua yang dekat denganku pasti meninggal atau dalam masalah. Sungmin, Zhoumi dan masih banyak orang yang—"

"Cukup!" Henry menggenggam tangannya keras. "Sungmin... Zhoumi-ge... apa yang kau lakukan sebenarnya, huh? Orang-orang yang jatuh cinta padamu berakhir pada kematian seperti ini. Sebenarnya... kau ini siapa?"

"Kau benar." Kyuhyun mengangguk pelan. "Orang-orang yang cinta padaku akan mengalami kematian. Kau benar, kau sangat benar."

Henry mulai melangkan maju mendekati Kyuhyun. Memperkecil jarak mereka.

"Kau itu gila, Kyuhyun. Disini aku mencoba untuk tidak menyalahkanmu—karena bukti tertuju pada Changmin, walau kasus itu sudah ditutup tanpa tersangka. Tapi ucapanmu ada benarnya. Orang yang cinta padamu... pasti mati."

"Maka dari itu aku minta ma—"

"Maka dari itu kenapa kau tidak enyah saja dari muka bumi ini?"

Deg!

Kyuhyun sama sekali tidak menyangkanya. Benar-benar tidak menyangka. Dari obrolannya dengan Zhoumi selama ini, dia tahu karakteristik Henry. Lemah, pemaaf, baik hati dan pendiam. Tapi sekarang? Kyuhyun mendapati namja manis itu membentaknya. Membentaknya di hadapan makam Zhoumi dan Sungmin. Dua namja yang Kyuhyun yakin meninggal karena cinta padanya.

Jadi... dia memang tidak usah hidup di dunia ini, bukan?

Dia hanya pembawa sial.

"Henry... aku hanya ingin meminta maaf atas—"

"Kusarankan agar kau tidak pernah merusak hubungan orang lain lagi. Cukup hubunganku dengan Zhoumi-ge yang menjadi korban. Terima kasih."

Dan setelah itu Henry memilih untuk meninggalkan pemakaman, dengan wajahnya yang sedikit basah karena air mata lagi. Dia meninggalkan Kyuhyun, yang mencerna kalimat dari namja kecil itu.

"Kau benar... aku tidak boleh merusak hubungan orang lain lagi. T-termasuk... Changmin."

.:o~o:.

Friday

June 1st, 2012

01:01 PM

"Perutmu belum terlihat besar ya?"

Jaejoong tersenyum ketika Yoochun bertanya akan hal itu. Dia meletakkan dua cangkir cappucino di atas meja, dimana Yoochun dan Yunho duduk berhadapan disana. Yunho tersenyum seraya meraih cangkir itu dan meneguknya sedikit, sedangkan Jaejoong mengusap perutnya yang masih rata.

"Aku ingin anak ini segera lahir."

Yoochun mengangguk, dan setelah itu tersenyum miris. "Changmin... pasti sangat tak sabar menantikan adik barunya."

Jaejoong mengganti senyumannya dengan raut wajah sedih. Dia memeluk nampan yang dipegangnya, dan kemudian berusaha untuk tersenyum kembali.

"Changmin... pasti kau akan menemukannya, Yoochun-ah."

Yoochun mengangguk dan menarik napas. "Aku berharap begitu."

"Umma! Minho hyung menumpahkan terigu~!"

"A-ah... bukan aku!"

Jaejoong melirik ke arah belakang, tepatnya ke arah dapur sebagai sumber suara. Dia tersenyum kecil, membalikan pandangan dan kemudian menatap Yoochun yang tetap duduk di sofa.

"Ah, kalian mengobrolah dulu berdua. Aku harus membantu Taemin dan Minho membuat kue."

"Pergilah, Jae." kata Yunho seraya tersenyum.

Jaejoong membalas senyumannya dan kemudian pergi ke arah dapur. Meninggalkan Yunho dan Yoochun di ruang tamu.

Yoochun menarik napas lagi sebelum mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

"Jadi, kau sudah dapat informasi... tentang Changmin?"

Yunho menggeleng pelan menjawab pertanyaan itu. "Belum, Yoochun. Orang-orang di NCIS pun sedang berusaha untuk menemukannya. Lagipula dia tak menghilang sendiri, dia hilang bersama Mr. Shim. Mungkin mereka baik-baik saja."

"Aku harap kata 'mungkin' dari kalimatmu itu tidak ada."

"Maaf, maaf. Tapi kita tidak bisa melakukan apapun sekarang. Kita hanya bisa berharap bahwa Changmin baik-baik saja bersama Mr. Shim."

"Tapi harus berapa lama kita menunggu? Aku harus menemukan Changmin. Entah bagaimana caranya, aku harus menemukan dia!"

Yunho mengangguk mengerti. "Tenang Yoochun, tenang. Jangan panik. mungkin, ah maaf, maksudku berpikirlah bahwa Changmin ba—"

"Jika kenyataannya tidak, bagaimana? Kau tahu, sebentar lagi tanggal 6 Juni! Akan ada yang mati lagi disini!"

Benar.

Sebentar lagi tanggal 6 Juni.

Itu artinya... ada nyawa lagi yang menghilang.

"Bisa aku bertemu dengan Taemin?"

Yunho mengerjapkan matanya beberapa kali dan setelah itu mengangguk. "Taeminnie~ kesini dulu, Sayang~! Yoochun-hyung mau bicara denganmu~!"

Dan setelah itu terdengar langkah kaki yang terburu-buru dari arah dapur. Taemin berlari dengan beberapa krim coklat dan terigu di pipinya. Tersenyum seperti anak kecil pada umumnya.

"Ne, Yoochun-hyung, ada apa?" tanya Taemin manis.

Yoochun tersenyum dan menarik Taemin ke pangkuannya. Dia mengusapi rambut Taemin dengan lembut.

"Perlu waktu? Aku bisa pergi ke dapur untuk membantu Jaejoong." ucap Yunho.

Yoochun mengangguk, menyetujui. Yunho berdiri dari duduknya dan segera menghilang ke arah dapur. Sedangkan Taemin hanya memandang Yoochun dengan tidak mengerti.

"Boleh Hyung tanya sesuatu pada Taemin?"

Taemin mengangguk dengan cepat.

"Kau... dapat mimpi lagi tidak?"

Taemin terdiam sebentar, dan kemudian mengangguk kecil. Yoochun dapat melihat anak kecil itu ketakutan, tapi ia harus mendapatkan informasi dari Taemin.

"Boleh... hyung tahu?"

Taemin segera memeluk Yoochun dengan erat, dan menyembunyikan wajahnya di bahu Yoochun.

"H-hyung... dan Changmin-hyung... d-dalam bahaya..."

.:o~o:.

BUNUH YURI MASOCHIST SEKARANG KARENA BARU NONGOL!

Tenang~ aku selalu memberikan kejutan untuk kalian, bukan?

Jadi~ tunggu tanggal mainnya kkk~

SARANGHAE! /teriak dari atas punca monas/

PS: Yang mau ikut RP, hubungi aku di FB Yuri Han Youngra

Beberapa readers disini juga udah ikutan kok~ :3

Big thanks for ma beloved readers

MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi a.k.a BunyyMin25 | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin | Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin | Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung a.k.a ejinki | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin | Elf-eviL'without'Horn | Ticia | Kaguya | vanillaScarlet | Jung Ye Eun | zen hikari | dnr0502 | Jisuu Kim | honey | bella | ninamum itha | MinKi Lie | eL-ch4n | Lil'cute Bear | MinKyu | Natsue | michio giichi chan | mhiakyu | missrama | Zhao Gui Xian | magiciankunai | Ruffy tabooty | EviLisa2101 | Shim Minsu | dew | jungyunhae | Shania9ranger | yui | CloudSomniaLoveYunJae | Reader menunggu | scuit | MinkyuKihae | Reinatta | vitthia | anon | Cho min ri | Yui-chunnie | KaiHyun | cho-choi | E.V.E | puzzpitjewelforever | moonHJ | Lee Hyuknie or Park Hee Chan | saera park | mutun | Choi Taenma | ceekuchiki | leenahanwoo | Park Sung Rin | Ryu | Cha2LoveKorean | rikha-chan | MiNamGirls | My Baby Dongho | Eunhyuk's wife | winterheenim || Jiji | mochiminonot | leeminralovehyuknyet | Fika1002 | puzzpitjewelforeve | elforeveRYE | JaeTaeYun | vickyuhyun | mimi03 | kritik ff | elforeverRYE | YeWook dan untuk semuanya.

Siapa yang namanya kesebut 2 kali? :/ atau ada yang belum kesebut? Kasih tau ya :)

Just call me Yuri :)

With love, Yuri Masochist

SARANGHAE~!

Makasih untuk cinta kalian kepada saya X3

Spesial untuk kritik ff : Maaf ya chingu, tapi kayanya chingu kurang update sama FF dari luar negri ya? Kalau chingu suka baca FF dari luar negri, chingu pasti hapal dengan khas mereka, yaitu chapter diatas 50. Itu masih kehitung sedikit lho~ biasanya mereka punya chapter diatas 80 atau sampai seratus lebih. Jadi, kalau aku jadi chingu, aku gak akan shock liat chapter yang udah panjang kaya FF ini. Dan~ chingu :3 ini FF ya, bukan sinteron. FF-ku dan sinetron itu beda jauh. Aku bikin banyak chapter bukan mau bikin rekor atau cari sensasi atau apalah, tapi chingu kalau baca juga pasti bakal mikir FF ini pasti panjang, karena ceritanya memang akan sangat panjang (terlihat dari plotnya). So, kalau gak suka dan malas membaca, tinggalkan FF ini jauh-jauh ne~? Otte? Gomawo ya sudah mau meluangkan beberapa detik dalam hidup Anda yang begitu berharga untuk mengkritik saya. Jya~ 3