Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Seek | June 2nd, 2012

Cast :

+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), Se7en (masih bingung ni orang masuk maincast apa kagak)

+ Other Cast : YunJae, Taemin, Jungmo, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun

+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon

+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi and who's next?

[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]

[SNSD | B.E.G]

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 5D! Maaf pendek, soalnya yang mau aku ceritain itu bukan di chap ini~

MAAFKAN AKU READERS TERCINTA~! MAAF KALAU BOSEN SAMA CERITANYA~ DOAIN YA, MINGGU DEPAN AKU UKK~ == kenapa tanggal 6 Juni harus tanggal ujian sih?

.

.

.

.

The Time: Seek | June 2nd, 2012

.

Saturday

June 2nd, 2012

06:20 AM

Choi Dongwook atau yang lebih akrab dengan panggilan Se7en berdiri di hadapan cermin di sebuah kamar hotel. Dia baru selesai mandi, dan kini sudah berpakaian. Dia memperhatikan pakaian santai yang dikenakannya dari cermin. Menata rambutnya beberapa kali dan mengagumi ketampanannya.

Perlahan bibirnya menarik sebuah lengkungan, yang lebih cocok disebut seringai daripada sebuah senyuman. Jarinya meraih setangkai mawar merah di atas meja, menggenggamnya dengan senyuman kemenangan.

"Aku pemenangnya."

Masih dengan seringai, dia berjalan keluar dari kamar hotel itu.

.

.

The Time

Seek | June 2nd, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Saturday

June 2nd, 2012

09:33 AM

"Jadi... bagaimana, Eunhyuk? Kau dapat kemajuan?"

Eunhyuk menoleh ke arah Yoochun yang berdiri di belakang laptop miliknya. Eunhyuk menghentikan kegiatannya dari laptop dan menengadahkan sedikit kepalanya menatap Yoochun.

"Tidak."

"Bahkan... Shindong tidak bisa melacak nomor handphone Mr. Shim?"

Eunhyuk mengangguk ragu menjawab pertanyaan Yoochun.

Yoochun menarik napas panjang dan membuangnya dengan kesal. Dia meremas rambutnya, menahan keinginan untuk berteriak karena dia sadar bahwa dia sedang berada di kantor sekarang.

"Jadi, sekarang bagaimana lagi?"

"Shindong sedang mencari informasi dari NCIS luar negeri. Berpikirlah positif, Changmin pasti baik-baik saja."

Yoochun menggertakan giginya dan setelah itu menonjok kasar meja Eunhyuk. Eunhyuk tersentak. Dia mengerjap ragu melihat Yoochun yang terlihat sangat panik, khawatir dan takut.

"A-aku akan berusaha sebisaku..." kata Eunhyuk.

Yoochun berusaha mengatur emosinya yang hampir keluar. Ia takut salah melampiaskan emosinya. Maka dari itu ia memilih untuk berbalik dan berjalan ke arah lift. Dia harus meninggalkan tempat ini dan mencari informasi lain.

"Gomawo... Eunhyuk." ucapnya sebelum masuk ke dalam lift yang kebetulan terbuka karena ada seseorang yang berhenti di lantai ini.

Yoochun segera masuk ke dalam dan menekan tombol nomor 1, menuju lobi. Emosinya hampir tidak terkontrol. Ia hanya ingin menemukan Changmin, bagaimanapun caranya. Ia harus bisa menemukan namja yang sangat dicintainya itu.

Dan ketika ia sudah sampai di lantai yang dituju, Yoochun segera keluar dari dalam lift dan menuju pintu utama gedung itu. Dia memang tidak memakai mobil hari ini, mungkin dia akan dapat petunjuk secara tidak sengaja. Maka ia segera keluar dari area gedung NCIS tanpa perlu menuju basement terlebih dahulu.

Sekarang dia harus kemana?

Dia khawatir terhadap Changmin, dan juga... terhadap Death Cycle.

Oh, tidak. Sekarang sudah tanggal 2 Juni. Tinggal 4 hari sebelum tanggal kematian terjadi lagi. Jadi apa yang harus ia lakukan sekarang? Tanpa Changmin? Tanpa petunjuk?

Tap!

Yoochun menghentikan langkahnya di trotoar panjang yang sudah agak jauh dari kantor NCIS. Matanya terarah ke depan, tepat ke arah seseorang yang duduk di kursi roda dan seorang anak kecil yang berjalan di samping seseorang itu.

"J-Junsu..."

Wajah kaget dari Junsu terganti secara perlahan dengan sebuah lengkungan senyum di bibirnya. Dia mengarahkan kursi rodanya mendekati Yoochun, dan anak kecil—yang Yoochun ketahui bernama Baekhyun—itu berjalan mensejajarkan langkahnya.

"Hai, Yoochun. Apa kabar?" tanya Junsu dengan manis.

Yoochun bergerak kaku dan mencoba untuk tersenyum, membalas sapaan dari Junsu. "A-aku ada urusan. Kau sendiri? Dimana Junho?"

"Dia sedang mencari kedai es krim, Baekhyunnie ingin es krim. Jadi kami disuruh menunggu," Junse mengarahkan pandangannya ke sebrang jalan. "di taman itu."

"O-oh. Mau kubantu... kesana?" tanya Yoochun hati-hati.

Junsu tersenyum. "Tentu."

Yoochun membalas senyuman itu. Dia melirik ke arah Baekhyun, yang memegang pegangan kursi roda dengan erat.

"B-biar aku...gendong Baekhyun. B-bagaimana?" tanya Yoochun dengan hati-hati lagi. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia punya keinginan untuk menggendong anaknya. Anak kandungnya walau mereka sudah membuat perjanjian tentang anak itu.

Kenapa... aku masih ketakutan jika bertemu dengan Yoochun?

Kumohon, Junsu, jadilah berani.

"B-boleh." Junsu tersenyum canggung.

Yoochun segera menarik Baekhyun dan menggendongnya.

Hangat. Ternyata seperti ini rasanya memeluk anak sendiri. Kenapa aku harus meninggalkan Junsu dahu—ARGH! Yoochun! Apa yang kau bicarakan? Kau menyesal bertemu Changmin, huh? Kau hanya mencintai Changmin! Ingat itu! Tujuan utamamu dahulu berpacaran dengan Junsu hanya untuk menyentuh dirinya, bukan? Bukan karena cinta, benar 'kan?

Yoochun mengusap rambut Baekhun dalam pelukannya, memandang wajah anak kecil itu dengan seksama.

Tapi... dia anak kandungku. A-aku harus bagaimana? Perasaan ini... ya Tuhan... kenapa hatiku tiba-tiba seperti ini?

"—Chun? Hei Yoochun-ah?"

Yoochun mengerjapkan matanya dan memandang Junsu yang menatapnya bingung. Dia tersenyum kaku, membenarkan posisi Baekhyun dalam pangkuannya.

"Kau bisa sendiri, Junsu?"

Junsu mengangguk. "Tentu. Ayo menyebrang, jalannya sedang sepi." kata Junsu seraya menggerakkan kursi rodanya ke arah zebra cross.

Yoochun mengikutinya dari samping. Ikut berjalan ketika mobil-mobil berhenti, membiarkan mereka lewat. Dan setelah sampai di sebrang jalan, Junsu lebih dahulu masuk ke dalam taman dan mencari bangku yang kosong. Dan Yoochun mengikutinya.

"Kuharap Junho tak melihat kita sekarang." kata Junsu.

Yoochun menurunkan Baekhyun dan mendudukannya di bangku taman yang mereka dapatkan. Junsu membelas rambut Baekhyun, dan tersenyum lagi.

"Umma, dia siapa?" tanya Baekhyun. "Kita pernah bertemu ya? Di rumah sakit, benar tidak?"

Yoochun tersenyum kaku dan mengangguk. Sementara Junsu terdiam, tidak tahu harus menjawab apa.

"Dia... t-teman Umma. Namanya Yoochun."'

Yoochun mengacak rambut Baekhyun dengan ragu, namun sebisa mungkin ia memperlihatkan senyumannya kepada anak kecil itu.

"N-ne, Baekhyun. Kau punya... nama yang bagus."

Baekhyun tersenyum. Dia menarik lengan baju Yoochun dan menyuruhnya untuk duduk di sampingnya.

"Teman Umma baik sekali ya~?" katanya senang.

Yoochun tersenyum lagi, senyum yang benar-benar kaku.

"Ah, J-Junsu... boleh aku tanya sesuatu?" tanya Yoochun. Berusaha untuk menutupi kegugupannya, tepat ketika dia teringat bahwa Junsu adalah korban tahun 2007 yang selamat dari Death Cycle. Mungkin pertemuan mereka kali ini akan membantunya.

"N-ne, kenapa Yoochun-ah?"

"Um, a-apa... kau benar korban Dea—ah maksudku, apa kau mengalami sesuatu yang aneh atau buruk pada Desember 2007?" tanya Yoochun.

Terlihat bahwa Junsu kaget menerima pertanyaan itu. Dia menarik napasnya, berusaha menstabilkan rasa ketakutannya, mungkin.

"Ada sesuatu... yang terjadi, hingga aku koma beberapa hari bahkan minggu."

"Boleh... aku tahu?"

Junsu mengalihkan pandangannya. "Kau tidak akan mengerti."

Baekhyun hanya memperhatikan kedua orang dewasa itu berbicara, walau tangannya memainkan salah satu lengan Yoochun.

"Aku memang tidak mengerti, maka dari itu aku bertanya. Kumohon Junsu, beritahu aku. Kau akan sangat membantuku... dan juga Changmin."

"Ng... ngomong-ngomong dimana Changmin?"

Yoochun meraih tangan Junsu dan menggenggamnya. "Kumohon jangan mengalihkan pembicaraan. Kau tahu sendiri bukan bahwa sebentar lagi tanggal 6 Juni?"

Deg!

"M-mengapa kau tahu... tentang k-kematian berurut itu?"

"Maka dari itu jawab pertanyaanku, Junsu-ah. Kumohon."

Junsu menggeleng pelan menjawab pertanyaan dari Yoochun.

"Kumohon... ini untuk keselamatan—"

Dan tidak sengaja mata Junsu menangkap sosok Junho yang berjalan ke arah taman ini, dengan dua cup es krim di tangannya. Junsu segera bergerak, menatap Yoochun dengan cepat.

"Junho datang. Pergilah kau sebelum dia melihatmu."

"T-tapi..."

Baekhyun menatap bingung ke arah keduanya sedangkan Junsu berusaha untuk mendorong Yoochun pergi.

"Pergilah! Aku tidak ingin kau dipukul lagi oleh Junho!"

Yoochun berdiri dari duduknya dengan ragu. "T-tapi kau harus menjelaskannya padak—"

"Kumohon, pergilah sekarang!"

Yoochun akhirnya mengalah, sebelum Junsu berteriak lebih keras dan membuat orang-orang yang berada di taman mencurigainya. Dia menarik kepala Junsu dan mencium keningnya dengan lembut.

"Kumohon... bantu aku."

Dan setelah itu dia memeluk Baekhyun untuk yang terakhir kali dan mencium keningnya perlahan.

Maafkan Appa, Baekhyun.

Kemudian Yoochun segera berjalan cepat, ke arah yang berbeda dari arah Junho datang. Dengan segala perasaan bersalah dan ingin tahunya.

"Changmin... Junsu... Baekhyun... maafkan aku."

.:o~o:.

Maaf pendek, soalnya yang mau aku ceritain itu bukan di chap ini~

Big thanks for ma beloved readers

MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi a.k.a BunyyMin25 | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin | Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin | Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung a.k.a ejinki | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin | Elf-eviL'without'Horn | Ticia | Kaguya | vanillaScarlet | Jung Ye Eun | zen hikari | dnr0502 | Jisuu Kim | honey | bella | ninamum itha | MinKi Lie | eL-ch4n | Lil'cute Bear | MinKyu | Natsue | michio giichi chan | mhiakyu | missrama | Zhao Gui Xian | magiciankunai | Ruffy tabooty | EviLisa2101 | Shim Minsu | dew | jungyunhae | Shania9ranger | yui | CloudSomniaLoveYunJae | Reader menunggu | scuit | MinkyuKihae | Reinatta | vitthia | anon | Cho min ri | Yui-chunnie | KaiHyun | cho-choi | E.V.E | puzzpitjewelforever | moonHJ | Lee Hyuknie or Park Hee Chan | saera park | mutun | Choi Taenma | ceekuchiki | leenahanwoo | Park Sung Rin | Ryu | Cha2LoveKorean | rikha-chan | MiNamGirls | My Baby Dongho | Eunhyuk's wife | winterheenim || Jiji | mochiminonot | leeminralovehyuknyet | Fika1002 | puzzpitjewelforeve | elforeveRYE | JaeTaeYun | vickyuhyun | mimi03 | kritik ff | elforeverRYE | YeWook | Shinhyun Cho | dame-an | MermutCS dan untuk semuanya.

Siapa yang namanya kesebut 2 kali? :/ atau ada yang belum kesebut? Kasih tau ya :)

Just call me Yuri :)

With love, Yuri Masochist

SARANGHAE~!

Makasih untuk cinta kalian kepada saya X3

/kecup basah/ Pokoknya saya punya kejutan untuk nanti :3 S-A-R-A-N-G-H-A-E