Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Bleak | June 4th, 2012

Cast :

+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), Se7en (masih bingung ni orang masuk maincast apa kagak)

+ Other Cast : YunJae, Taemin, Jungmo, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun

+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon

+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi and who's next?

[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]

[SNSD | B.E.G]

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 5E! MAAFKAN AKU READERS TERCINTA~! MAAF KALAU BOSEN SAMA CERITANYA~ DOAIN YA, SAYA SEDANG UKK~ == kenapa tanggal 6 Juni harus tanggal ujian sih?

.

.

.

.

The Time: Bleak | June 4th, 2012

.

Monday

June 4th, 2012

05:03 AM

Seorang namja tinggi menarik kopernya dengan tangan kiri di bandara kota Seoul. Dia masih agak kaku menggunakan tangan kanannya. Dia mengenakan sebuah kaos berwarna biru muda yang tipis dan celana jeans ketat, dan juga sebuah kupluk hitam di kepalanya.

Namja itu menarik napas yang dalam. Tepat ketika sebuah tangan menarik bahunya mendekat. Menarik kepalanya mendekat dan mencium pelipis namja tinggi itu dengan begitu lembut.

"Kau senang? Kita sudah kembali ke Korea lagi sekarang."

Namja tinggi itu hanya mengalihkan pandangannya, menoleh ke arah seorang laki-laki paruh baya yang menatapnya dengan tatapan bersalah. Sang namja tinggi hanya bisa mengutuk dalam hati. Tidak bisa melakukan apapun ketika namja yang memeluk bahunya itu menarik wajahnya dan mencium bibirnya sangat dalam.

"Kau milikku, Sayang."

.

.

The Time

Bleak | June 4th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Monday

June 4th, 2012

05:05 AM

Yoochun membuka kedua matanya secara perlahan. Dia melihat ke sekitar. Dia tertidur di ruang tamu, dengan laptopnya yang sudah mati—mungkin karena kehabisan baterai—dan juga Silky yang masih tidur di sofa. Yoochun menarik napas dan kemudian bangkit dari atas karpet dan duduk di sofa, tepatnya di samping Silky. Tangannya menutup laptop dengan perlahan, dan setelah itu mengusap kepala Silky hingga anak anjing itu terbangun.

"Mimax-ah~ kau tahu hari apa ini?"

Anjing itu menggonggong lembut dan segera menjilat pipi Yoochun. Yoochun tersenyum. Mengacak-acak bulu Silky dengan lembut.

"Sekarang Appa ulang tahun. Semoga Umma pulang hari ini, ne~?"

Silky menggonggong lagi dan menjilati wajah Yoochun berkali-kali. Yoochun tertawa kecil, namun tawanya segera hilang ketika dia menyadari bahwa Changmin tidak sedang bersamanya sekarang.

"Ah, Appa benar-benar merindukan Umma-mu, Mimax-ah."

Sekarang anjing itu berhenti menjilati wajah Yoochun. Dia menatap Yoochun sebentar dan kemudian mengusap-usapkan puncak kepalanya pada rahang Yoochun.

Hal itu membuat Yoochun tersenyum lagi. Mencium wajah Silky dengan penuh sayang. "Kau memang mengerti Appa, ne? Appa janji akan menemukan Umma dengan segera."

Dan setelah itu dia memandang langit-langit. Tersenyum miris mengingat kenyataan.

"Aku mencintaimu, Changmin-ah. Cepatlah kembali."

.:o~o:.

Monday

June 4th, 2012

02:03 PM

Yoochun berjalan di koridor rumah sakit dengan tak bersemangat.

Hari ini dia kembali bekerja. Namun tidak sepenuhnya bekerja. Dia lebih sering melamun atau menelpon orang-orang yang dia anggap bisa membantunya untuk menemukan Changmin. Tekadnya sangat kuat. Dia harus menemukan Changmin. Dia sudah berencana untuk mencarinya keluar dari kota Seoul, tapi... dia tidak tahu harus mencari kemana. Dia tidak punya petunjuk sama sekali.

"Yoochun-ah!"

Yoochun menghentikan langkahnya dan menolehkan pandangannya ke belakang, ke arah sumber suara, tepat ketika orang yang memanggilnya itu berhasil mencapai posisi dirinya.

"Bagaimana?" tanya namja itu—Jungmo—dengan perlahan.

Yoochun menggeleng lalu membuang napasnya.

Jungmo tersenyum miris. Tangannya terulur dan menepuk-nepuk punggung Yoochun dengan gerakan perlahan.

"Dia pasti kembali." katanya menghibur. "Bagaimana kalau nanti siang kita makan di luar? Aku yang traktir deh~. Hitung-hitung kadoku untuk ulang tahunmu hari ini."

Yoochun menyikut pelan perut Jungmo. "Benar mau traktir? Tapi aku tidak mau di traktir makan."

"Jadi kau ingin apa?" tanya Jungmo.

"Traktir aku ke luar negeri, aku mau mencari Changmin."

Jungmo mengusap dagunya perlahan. "Sepertinya... kau bisa melakukannya sendiri tanpa perlu kutraktir."

Yoochun menatapnya beberapa detik dan kemudian membuang napas. Dia kembali menatap ke depan dan berjalan lurus.

"Yah, percayalah bahwa Changmin akan kembali."

"Kuharap begitu."

Jungmo hanya mengangguk beberapa kali. Terdiam sebentar hingga dia menyadari sesuatu, dan segera setelah itu dia juga menyadari bahwa langkahnya sudah jauh dengan langkah Yoochun.

"Hei, Yoochun-ah. Aku ada sesuatu untukmu, ada di ruanganku."

Yoochun berbalik dan memperhatikan Jungmo yang menatapnya.

"Apa? Kau memberiku kado?"

Jungmo terkikik kecil lalu mendorong Yoochun ke arah yang berlawanan dengan arah yang ia tuju sebelumnya.

"Ayo ke ruanganku."

Dan Yoochun sendiri hanya menurut saja ketika Jungmo mendorongnya hingga menuju keruangannya. Setelah sampai, ia mendorong pintu putih itu dan membawa Yoochun masuk ke dalam.

Mata Yoochun memperhatikan seluruh ruangan. Disana, di atas meja terdapat sebuah box berukuran sedang berwarna hijau muda. Jungmo tersenyum, mendorong Yoochun lagi, menyuruhnya untuk membuka box itu.

"Tadi Soohyun yang menitipkan ini disini, dia menyuruhku untuk memberikan ini padamu."

"Ha?" Yoochun menaikkan salah satu alisnya. "Jadi ini dari Soohyun?"

"Ah, tentu saja bukan. Ini dari teman Soohyun, yang sedang berobat disini."

Yoochun membulatkan matanya setelah mendengar kalimat itu. Setelah itu, dia segera membuka box itu dan menemukan sesuatu di dalamnya.

Deg!

Sebuah... boneka beruang berwarna coklat, dengan kalung berbandul kata 'YooSu'.

Yoochun benar-benar ingat benda itu.

"Yah, aku ingin hadiah~! Aku sudah meminta padamu beratus-ratus kali~." Junsu menggoyang-goyangkan lengan Junsu seraya mengerucutkan bibirnya dengan manis.

Yoochun hanya melihat ke depan, mendengarkan musik dari headphone-nya tanpa memperdulikan Junsu yang sejak tadi merengek padanya. Junsu mendorong punggung Yoochun setelah itu dan melipat kedua tangannya di dada.

"Yah~! Aku bicara padamu sejak—hmpph~"

Dan belum sempat Junsu menyelesaikan kalimatnya, Yoochun telah membungkamnya dengan sebuah ciuman singkat yang dalam.

"Tenang saja, Sayang. Aku punya hadiah untukmu."

Yoochun mengeluarkan sesuatu dari dalam ranselnya. Sebuah boneka beruang berwarna coklat. Junsu merekahkan senyumannya setelah itu. Meraih hadiahnya dan kemudian memeluknya erat.

"Aigoo~ ini lucu sekali, Yoochun-ah~!" katanya senang. Lalu ia teringat sesuatu. Tangannya meraih sesuatu dari saku seragamnya dan memperlihatkannya kepada Yoochun tepat di depan wajahnya. "Nah, lihat kalung ini. Baguskan? YooSu. Yoochun dan Junsu. Otte~? Aku memesannya kemarin."

Yoochun tersenyum dan mengacak rambut Junsu setelah itu. Dia meraih kalung itu dan memakaikannya di leher boneka beruang.

"Ah, kenapa dipakai disini?"

"Biar boneka beruang ini yang menjadi lambang tentang kisah cinta kita."

"—Chun? Yah! Kau melamu? Hei, Yoochun-ah!"

Yoochun segera mengerjapkan matanya berulang kali dan menatap Jungmo yang menatapnya kesal. Yoochun segera menarik napasnya, menutup box itu kasar dan keluar dari ruangan itu dengan segera.

Dia bergegas menuju lift dan segera membawa dirinya sendiri ke basement. Mencari mobilnya dan setelah itu segera mengendarainya keluar dari rumah sakit.

Di dalam mobil, Yoochun memukul stir dengan sangat keras. Mengendarai mobilnya dengan sangat kencang, menuju rumahnya. Ada emosi yang tiba-tiba meluap dari dalam dirinya.

Memori itu... dia tidak mau mengingatnya lagi sekarang!

"Aku mencintai Changmin. Aku mencintai Changmin. Aku hanya mencintai Changmin!"

Ckiit!

Dia membelokkan mobilnya dengan sangat kasar ketika ia sudah berhasil mencapai kompleks perumahan rumahnya. Masih dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang lambat, dia mengendarai mobilnya menuju rumahnya bersama Changmin.

"Changmin, aku hanya mencintaimu! Aku mencintaimu!"

Deg!

Ckiitt!

Bruk!

"Ukh..." Yoochun meringis kecil ketika dahinya menghantam stir mobil dengan lumayan keras ketika ia menginjak pedal rem secara mendadak. Tanpa butuh waktu untuk mengusap dahinya yang terasa berdenyut, dia lebih memilih membuka sabuk pengamannya dan dengan cepat keluar dari dalam mobil.

Ketika... dia melihat sosok seorang namja tinggi yang berdiri di depan pintu rumahnya.

Dan seketika itu, dia bisa merasakan kembali bagaimana rasanya bernapas.

"C-Changmin?"

Walau kepalanya terasa berat, Yoochun segera berlari ke arah namja tinggi yang hanya menatapnya dengan datar itu dan segera membawanya ke dalam sebuah pelukan hangat. Sebuah pelukan yang sangat erat. Sebuah pelukan yang penuh dengan cinta dan kerinduan.

"Y-ya Tuhan, Sayang. Aku mencarimu. Aku merindukanmu. Changmin-ah~ jangan pergi lagi. Kau tahu bukan bahwa cintaku padamu sangatlah bes—"

"Mianhae..."

Yoochun menggelengkan kepalanya, masih memeluk Changmin dengan sangat erat.

"Ani, ani. Kau tidak salah, Sayang. Ini salahku. Maafkan aku. Waktu itu aku ti—"

"Bukan itu. M-maafkan aku. K-kumohon..."

Yoochun merenggangkan pelukan eratnya secara perlahan. Raut gembiranya terganti dengan tanda tanya dalam pikirannya. Dia mendorong sedikit bahu Changmin agar bisa melihat wajahnya. Changmin hanya menundukkan kepalanya, tak berani menatap Yoochun tepat pada matanya.

"H-hei... katakan padaku. Ada apa? Kau kenapa?"

Changmin hanya diam, tidak menjawab pertanyaan itu. Yoochun masih menatapnya bingung.

"Hei, Sayang? Kau kenapa? Aku yang salah disini."

Yoochun merasakan ada sesuatu yang mengalir dari pelipisnya. Dia menyentuhnya. Ternyata ada darah yang mengalir dari sana. Pantas saja kepalanya terasa sangat berat sekarang.

Namun walau begitu, dia tetap menatap Changmin dengan khawatir. Jarinya terulur, mengangkat dagu Changmin dengan sangat lembut.

"Katakan padaku, kau kenapa Say—"

Deg!

Yoochun yakin jantungnya berhenti berdetak ketika dia melihat sesuatu di jari manis Changmin yang namja tinggi itu tunjukkan kearahnya. Mata Yoochun membulat. Napasnya terasa berhenti.

Dan rasanya dunianya sudah berakhir.

"J-jangan bercanda Changmin. I-itu... cincin d-dari siapa? Yah! Jangan bercanda seperti in—"

"Dongwook."

Deg!

"Ch-Changmin... k-katakan bahwa kau hanya sedang bercanda sekarang? Kau bercanda, bukan? Ini hanya c-candaanmu sebagai ucapan 'aku kembali' saja, 'kan?"

Yoochun dapat melihat ada setetes cairan bening yang mengalir dari sudut mata orang yang paling dicintainya. Yoochun mengusapnya dengan keadaan yang masih shock dan ragu.

"J-jangan bercanda seperti ini. Mimax s-sudah menunggumu."

"M-maafkan aku. A-aku dan Se7en hyung sudah bertunangan... dan kami akan menikah... d-dalam waktu dekat."

Brak!

"Kenapa bisa?"

Yoochun mendorong dengan kasar tubuh Changmin ke arah pintu dan segera memenjarakannya dengan kedua tangan. Matanya kembali terlihat nyalang. Napasnya terdengar memburu. Dan emosinya sudah dapat Changmin lihat kembali.

Changmin hanya menatap Yoochun dengan tatapan bersalah dan khawatir. Ingin ia memeluk Yoochun dengan erat dan mengatakan 'Saranghae. Maafkan aku yang childish ini. Aku sangat mencintaimu.' ketika pertemuan pertama mereka lagi setelah berminggu-minggu tidak bertemu karena dia dibawa kabur ke California untuk pemulihan keadaannya dan untuk pertunangannya.

Ini bukan keinginannya. Bukan keinginan ayahnya. Tapi, Se7en berhasil menjebaknya hingga seolah-olah dia begitu menginginkan Se7en. Maka dari itu, Mr. Shim tidak sanggup mengatakan apapun ketika ayah dari Se7en menagih keinginannya.

"Kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu, bukan? Kau tahu hal itu, 'kan?"

Walau Yoochun sudah menggertakan giginya, tetapi ia tetap tidak bisa untuk meredamkan emosinya. Yoochun merasakan darah di pelipisnya semakin jatuh ke bawah, mengalir menuju pipinya. Namun ia hanya menatap namja tinggi yang kini menangis tanpa suara itu.

Yoochun menarik napasnya dalam dan mencoba menghembuskannya dengan perlahan. Dia mengusap rambut Changmin dengan gerakan pelan dan lembut.

"Katakan bahwa kau sedang bercanda, Sayang."

Changmin menggigit bibirnya dan menggeleng pelan. Yoochun menggenggam tangannya keras. Menatap Changmin dalam selama beberapa detik, dan setelah itu menonjok pintu di belakang tubuhnya.

Buagh!

"Katakan bahwa kau sedang bercanda, Shim Changmin!"

"M-maafkan aku... Y-Yoochun..."

Yoochun menggertakan giginya kembali. Mengeluarkan kunci rumah dari saku celananya dan setelah itu membuka pintu. Dengan gerakan kasar, ia menarik tangan Changmin dan membawanya ke masuk ke dalam rumah. Ia membanting pintu itu dan segera membawa Changmin masuk ke dalam kamarnya.

"Kau milikku! Kau hanya milikku! Aku tidak akan membiarkan ada orang lain yang memilikimu!"

.:o~o:.

Kuharap kalian mengerti keadaanku sekarang

Aku sedang sakit (lagi) dan sekarang sedang UKK

Kumohon agar kalian mengerti... /bites lip hardly/ hiks...

Saranghaeyoo~

Aku merindukan kalian juga... dan aku sangat mencintai kalian~ /big love sign/

Big thanks for ma beloved readers

MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi a.k.a BunyyMin25 | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin | Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin | Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung a.k.a ejinki | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin | Elf-eviL'without'Horn | Ticia | Kaguya | vanillaScarlet | Jung Ye Eun | zen hikari | dnr0502 | Jisuu Kim | honey | bella | ninamum itha | MinKi Lie | eL-ch4n | Lil'cute Bear | MinKyu | Natsue | michio giichi chan | mhiakyu | missrama | Zhao Gui Xian | magiciankunai | Ruffy tabooty | EviLisa2101 | Shim Minsu | dew | jungyunhae | Shania9ranger | yui | CloudSomniaLoveYunJae | Reader menunggu | scuit | MinkyuKihae | Reinatta | vitthia | anon | Cho min ri | Yui-chunnie | KaiHyun | cho-choi | E.V.E | puzzpitjewelforever | moonHJ | Lee Hyuknie or Park Hee Chan | saera park | mutun | Choi Taenma | ceekuchiki | leenahanwoo | Park Sung Rin | Ryu | Cha2LoveKorean | rikha-chan | MiNamGirls | My Baby Dongho | Eunhyuk's wife | winterheenim || Jiji | mochiminonot | leeminralovehyuknyet | Fika1002 | puzzpitjewelforeve | elforeveRYE | JaeTaeYun | vickyuhyun | mimi03 | kritik ff | elforeverRYE | YeWook | Shinhyun Cho | dame-an | MermutCS | runashine88 dan untuk semuanya.

Siapa yang namanya kesebut 2 kali? :/ atau ada yang belum kesebut? Kasih tau ya :)

Just call me Yuri :)

With love, Yuri Masochist

SARANGHAE~!

Makasih untuk cinta kalian kepada saya X3