Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Emerge | June 5th, 2012

Cast :

+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), Se7en (masih bingung ni orang masuk maincast apa kagak)

+ Other Cast : YunJae, Taemin, Jungmo, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun

+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon

+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi and who's next?

[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]

[SNSD | B.E.G]

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 5F! MAAFKAN AKU READERS TERCINTA~! MAAF KALAU BOSEN SAMA CERITANYA~ DOAIN YA, SAYA SEDANG UKK~ == kenapa tanggal 6 Juni harus tanggal ujian sih?

.

.

.

.

The Time: Emerge | June 5th, 2012

.

Tuesday

June 5th, 2012

12:02 AM

"Yoochun..."

Yoochun mengusap rambut Changmin yang berada dalam pelukannya di atas ranjang. Dia hanya menatap ke arah depan, tanpa mau mengalihkan pandangannya untuk menatap Changmin.

Luka di pelipisnya kemarin sudah diobati asal. Dia bisa mengatasi luka kecil itu sendiri. Namun luka dihatinya sama sekali belum terobati. Dia benar-benar marah, kecewa dan merasa kalah.

Dasar bodoh.

"Kita pergi hari ini."

Changmin mengangkat kepalanya dan menatap Yoochun yang memeluknya. "K-kemana?"

"Ke Amerika. Kita pergi secara sembunyi. Ayahmu tidak perlu tahu. Kita akan menikah disana, setelah itu kita pulang."

Changmin melonggarkan sedikit pelukannya. Merasa bersalah. Matanya menatap sayu ke arah cincin di jari manisnya.

Bodoh. Kenapa bisa aku membiarkan cincin ini melingkar di jariku? Kenapa Dongwook bisa melakukan ini? Kenapa ia bisa menyusun sandiwara ini?

Changmin menarik napas dalam setelah itu.

"T-tapi... tidak bisa..."

Yoochun menghentikan jemarinya yang mengusapi rambut Changmin ketika dia mendengar kata yang terdengar ragu itu. Giginya menggertak kembali. Dia bisa kembali marah.

"Oh, jadi kau memang sudah benar-benar berpaling pada si brengsek itu?" tanya Yoochun. Mulutnya mengeluarkan sebuah decihan merendahkan.

"Bukan i-itu..." Changmin menarik napasnya dan mengecup singkat dagu Yoochun. "Besok tanggal 6 Juni. Kita tidak bisa meninggalkan Seoul."

Yoochun mengeluarkan desahan napas lega. Dia menarik Changmin dalam pelukannya, dan kembali mengusapi rambutnya dengan lembut.

"Untuk sebelum-sebelumnya, aku sangat tidak mengharapkan ada korban di siklus ini. Tapi... untuk sekarang, aku ingin Dongwook yang mati, Hyung."

Yoochun menggigit kecil daun telinga Changmin. "Jika kau mengharapkan orang lain untuk mati, aku akan memarahimu. Namun, jika kau ingin Dongwook yang mati, aku setuju." ucapnya seraya menyeringai kecil dan menjilat telinga Changmin setelah itu.

Yoochun segera menarik tubuh Changmin dan membuat dia berada di atas tubuh namja tinggi itu. Ia tersenyum, sebelum menjilat pipi Changmin. Yoochun meraih tangan Changmin, menarik kasar cincin di jari manisnya dan melemparkannya ke sembarang arah.

"Aku akan meludahi makam Dongwook jika ia benar-benar mati besok."

Dan setelah itu, Yoochun kembali memperlakukan Changmin sebagai namja yang sangat dicintainya. Merasakan hangatnya cinta satu sama lain. Seperti apa yang telah mereka lakukan sejak kemarin.

"Kau harus tahu.. hh.. aku sangat mencintaimu."

.

.

The Time

Emerge | June 5th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Tuesday

June 5th, 2012

05:22 AM

Kyuhyun membuka selimutnya dengan perlahan.

Kepalanya terasa berdenyut, perutnya terasa sangat mual dan sangat sakit. Ini bukan pertama kalinya. Hampir setiap pagi dia selalu merasakan hal ini—sejak sekitar dua bulan yang lalu. Namun ia hanya menganggapnya sebagai sakit karena kelelahan.

Ya, lelah. Memikirkan Changmin membuatnya kelelahan namun ia tidak pernah merasa lelah.

Ia hanya lelah memikirkan kekalahannya.

"Shit."

Dia meremas perutnya yang terasa sangat sakit. Mungkin kembung, karena perutnya agak membesar. Tapi... kenapa selama ini? Cukup. Dia perlu ke dokter. Tapi sepertinya tidak hari ini. Dia harus menemukan Changmin, karena mau bagaimanapun juga, besok adalah tanggal 6 Juni.

Tanggal untuk kematian lagi.

"Ukhh... apa gara-gara selama dua bulan lebih ini aku terus menghawatirkan dan memikirkan Changmin, dampaknya menjadi sakit seperti ini ya? Ish.. perutku jadi agak membesar."

.:o~o:.

Tuesday

June 5th, 2012

06:00 AM

Jaejoong tersenyum senang melihat sebuah pesan di handphone-nya. Dia segera meletakkan kembali handphone-nya di meja dan berniat untuk memberikan sebuah kabar kepada suaminya dan anaknya.

Kakinya mengarah ke meja makan, dimana suaminya tengah menikmati kopi yang beberapa menit lalu dibuatnya sedangkan anaknya yang tengah mengaduk-aduk isi sereal.

"Yunho, Sayang, Umma punya kabar gembira."

Yunho meletakkan kembali cangkir kopi yang sebelumnya berada di tangannya, hampir untuk meneguknya sedikit seraya membaca koran. Sedangkan Taemin berhenti mengaduk-aduk serealnya yang sama sekali belum tersentuh sejak tadi.

"Ne, ada apa Umma~?"

"Kenapa Boo?"

Jaejoong merekahkan senyumannya dan segera memeluk Yunho yang masih menatapnya bingung di kursi. Taemin segera turun dari kursinya dan ikut memeluk Yunho bersama Jaejoong.

"Hei, hei, Boo~ ada apa? Katakan padaku?"

Jaejoong yang masih tersenyum mengecup kilat bibir Yunho. Kemudian dia melepaskan pelukannya dan membawa Taemin ke dalam gendongannya.

"Minnie, tahu sesuatu tidak?"

Taemin menggeleng pelan dengan wajah imutnya yang terlihat tidak mengerti.

"Tahu apa, Umma?"

"Changmin... Yoochun sudah menemukannya, Sayang."

Dari raut tidak mengerti, kini mimik wajah Taemin berubah menjadi terkejut dan senang. Dia memeluk leher Jaejoong dengan erat dan tertawa gembira.

"Ah, Umma! Aku ingin beltemu Changmin-hyung! Asik~ Changmin-hyung kembali! Yay~!"

"Taeminie, jangan terlalu bersemangat. Kau tidak mau melukai Umma dan adikmu, bukan?"

Taemin yang sebelumnya memeluk dengan bersemangat kini berhenti secara perlahan. Jaejoong terkikik kecil, disusul oleh Yunho.

"Maaf Umma.."

"Gwenchana, Sayang~." Jaejoong mengacak rambut anaknya dengan lembut. "Nanti kita bertemu dengan Changmin-hyung, ne? Umma juga merindukannya."

.:o~o:.

Tuesday

June 5th, 2012

11:13 AM

Yoochun mengusap lembut rambut Changmin yang kini tengah duduk di sofa bersamanya. Sungguh, ia merindukan moment seperti ini. Setelah sebelumnya hubungan mereka melalui banyak masalah—walau masalah mereka kali ini bukan berkurang tetapi bertambah. Namun setidaknya Yoochun dan Changmin bisa menikmati saat-saat seperti ini lagi.

Tett~ tett~

Seketika itu Changmin menolehkan pandangan mereka ke belakang, tepatnya ke arah pintu utama. Setelah itu ia mengembalikan pandangannya dan menatap Yoochun.

"Siapa... yang datang?"

Yoochun tersenyum seraya mengecup pelipis Changmin. "Sepertinya Jaejoong, tadi aku mengirimnya pesan, mengatakan bahwa aku sudah bertemu denganmu." Dan setelah itu dia mengecup bibir Changmin.

Changmin tersenyum hangat. Dia membiarkan Yoochun berdiri meninggalkannya untuk membuka pintu dan mempersilahkan sang tamu masuk.

Yoochun berjalan ke arah pintu utama, berusaha untuk melangkah lebih cepat karena tamu yang datang tidak hentinya menekan bel agar diperbolehkan untuk masuk. Yoochun meraih kenop pintu dan menariknya hingga pintu terbuka.

Dan yang dia dapatkan adalah sebuah pukulan di rahangnya.

Buagh!

"Ukh..." posisi Yoochun mundur beberapa langkah dari posisi awalnya. Ia mengusap rahangnya yang terasa berdenyut, dan segera setelah itu menatap marah pada sosok yang memukulnya.

"Dimana Changmin-ku?"

Yoochun mendengus mendengar kalimat itu.

Se7en—orang yang datang itu—segera masuk dan menarik kerah baju Yoochun. "Dimana Changmin-ku?"

"Changmin-mu?" Yoochun mendorong kasar dada Se7en sehingga menjauh dari dirinya. "Sejak kapan Changmin menjadi milikmu?"

"Sejak dahulu! Kau tidak lihat bahwa dia adalah tunanganku, huh? Bahkan aku sudah berhasil menidurinya!"

Deg!

T-tidur?

Dengan... Changmin-nya?

Buagh!

"Jangan pernah kau berani menyentuh Changmin, brengsek!"

"Cih.." Se7en tertawa kecil seraya mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.

Di sofa, Changmin bangkit dari duduknya dan menatap panik ke arah dua namja yang tengah bertengkar itu di depan pintu. Ia tidak tahu harus melakukan apa. Ia takut melakukan hal yang salah.

Apalagi... kini Yoochun tahu bahwa Se7en sudah berhasil... menidurinya.

Tubuh Changmin bergetar. Dia takut. Dia tak pernah punya keinginan untuk melihat Yoochun kembali marah. Dia tidak mau, dan tidak sanggup.

"Dia tunanganku!"

"Tidak lagi!"

Buagh!

Yoochun berhasil mendaratkan satu pukulan lagi di rahang Se7en. Berhasil membuat darahnya semakin banyak keluar. Changmin segera berlari ke arah mereka. Mendorong keduanya menjauh dan menatap marah ke arah Se7en.

"Berhentilah!"

"Diam kau, Shim Changmin!" Yoochun mendorong tubuh Changmin menjauh. "Dan kau Choi Dongwook, aku akan membunuhmu!"

Buagh!

Satu pukulan lagi yang Yoochun berhasil berikan pada Se7en.

Se7en segera menggenggam tangannya dengan marah dan memukulkannya tepat ke hidung Yoochun. Membuat namja itu tersungkur dan merintih kecil.

Changmin membulatkan matanya. Menatap panik ke arah keduanya.

"Jebal.. berhentilah kalian!"

"Dia tunanganku!"

"Yah! Apa yang terjadi disini?"

Sebuah suara menginterupsi kegiatan mereka. Se7en dan Changmin mengarahkan pandangan mereka ke arah pintu utama sedangkan Yoochun mengusap darah yang keluar dari hidungnya.

"Y-Yunho-hyung..."

Yunho menolehkan kepalanya ke belakang, tepat ke arah istri dan anaknya yang hampir menginjakkan kakinya mendekati pintu rumah.

"Jaejoong, bawa Taemin ke dalam mobil!" dan setelah itu dia mengembalikan pandangannya ke arah yang lainnya. "Dan apa yang terjadi disini?"

Yoochun bangkit dan mengusap darahnya yang masih mengalir dari hidung. Mengetahui ada yang tidak beres, Yunho segera menarik Changmin dan mendorongnya keluar rumah.

"Masuk mobil, bersama Jaejoong!"

Changmin memandang ketiganya dengan perasaan bersalah. Namun, Yunho yang tengah marah itu berhasil mendorongnya keluar sehingga Changmin menuruti permintaan 'ayah keduanya' itu.

"Yoochun, apa yang terjadi disini? Dan kau Choi Dongwook, sudah pernah kukatakan, jauhi Changmin!"

"Sudah kukatakan, Changmin itu tunanganku!" bentak Se7en.

"Dia bukan tunanganmu!"

Yoochun berniat untuk memukul kembali, namun Yunho menahannya. Ia mendorong dada Yoochun dengan kasar.

"Berhenti! Sekarang berhenti! Kumohon Yoochun, kau tenangkan dirimu. Dan Dongwook-ssi," Yunho menekankan nama terakhir dalam kalimatnya. "kumohon untuk pergi dari tempat ini sekarang."

"Cih.." Yoochun menengadahkan kepalanya, berusaha menghentikan darah yang mengalir dari hidungnya.

Se7en menggertakan giginya. Berniat untuk kembali memukul Yoochun namun Yunho berhasil mendorongnya menjauh kembali.

"Pergilah..." Yunho berusaha menetralkan nada bicaranya.

Se7en mendecih marah. Setelah berusaha menahan emosinya, dia menggenggam erat tangannya dan menendang pintu, setelah itu keluar dari rumah itu dan mengendarai mobilnya pergi.

Yunho menarik napas lega. Dia mengarahkan pandangannya ke arah Yoochun yang masih sibuk dengan darah yang mengalir dari hidungnya.

"Jangan dulu bertemu Changmin sekarang. Aku tidak mau kau melampiaskan amarahmu pada Changmin."

Yoochun menatap marah ke arah Yunho, namun dia lebih sibuk mengurusi darahnya.

"Aku akan menemanimu disini." Yunho berjalan sedikit ke luar dan berteriak pada Jaejoong. "Bawa Changmin pulang ke rumah!"

Dan Jaejoong hanya bisa menuruti ucapan suaminya.

.:o~o:.

Aku mohon dengan sangat... maklumi aku.

Aku sedang UKK sekarang, aku baru membuat chapter ini beberapa detik yang lalu.

Kumohon maafkan aku.

Aku sedang punya banyak tugas, hal yang harus dikerjakan, dan sedang sakit sekarang.

Kumohon...

Aku akan membalas review kalian, karena aku sangat mencintai kalian. Tapi kumohon... untuk sementara waktu ini maklumi aku. Aku sangat sibuk... ;~; kumohon... hiks...

Big thanks for ma beloved readers

MinnieGalz | elfishy | shihyun sparkyumin | kangkyumi a.k.a BunyyMin25 | KyuHyunJiYoon | anonym | eunhee24 | putryboO | BlackAngel | HanRyuu | Halcalilove12 | Wonkyurity | shakyu | Cloud1124 | Stella | Cho Luna Kuchiki | WindaaKyuMin | Hayaka Koizumi | Hyorin | maxdisaster | widiwMin | minnie beliebers | Meong | Hyeri | VitaMinnieMin | Kulkasnya Changmin | ma'on clouds | Leeyasmin | lee jungmin | Hikari | schagarin | Han HyeYoo | chidorasen | Els a.k.a HyeFye | Soldier of Light | dn | ukechangminnie | trueetr| ChoKyuLate| lilin | someone | blacknancho21 | zakurafrezee | | Jiji | Park YUIrin | Lu I-Mo | Cho Kyurin | doubleU26 | X | PoLipo | jungyunhae | Cho RhiYeon | HanChullie | ressijewelll | NakamaLuna | Madamme Jung | Arisa tanaka | Momoelfsparkyu | jinki jung a.k.a ejinki | pumpkins | mutun | RedWineCouple | nobinobi | KyuNa | jielf02 | pL.h | Min Yeon Rin | Elf-eviL'without'Horn | Ticia | Kaguya | vanillaScarlet | Jung Ye Eun | zen hikari | dnr0502 | Jisuu Kim | honey | bella | ninamum itha | MinKi Lie | eL-ch4n | Lil'cute Bear | MinKyu | Natsue | michio giichi chan | mhiakyu | missrama | Zhao Gui Xian | magiciankunai | Ruffy tabooty | EviLisa2101 | Shim Minsu | dew | jungyunhae | Shania9ranger | yui | CloudSomniaLoveYunJae | Reader menunggu | scuit | MinkyuKihae | Reinatta | vitthia | anon | Cho min ri | Yui-chunnie | KaiHyun | cho-choi | E.V.E | puzzpitjewelforever | moonHJ | Lee Hyuknie or Park Hee Chan | saera park | mutun | Choi Taenma | ceekuchiki | leenahanwoo | Park Sung Rin | Ryu | Cha2LoveKorean | rikha-chan | MiNamGirls | My Baby Dongho | Eunhyuk's wife | winterheenim || Jiji | mochiminonot | leeminralovehyuknyet | Fika1002 | puzzpitjewelforeve | elforeveRYE | JaeTaeYun | vickyuhyun | mimi03 | kritik ff | elforeverRYE | YeWook | Shinhyun Cho | dame-an | MermutCS | runashine88 | Reita dan untuk semuanya.

Siapa yang namanya kesebut 2 kali? :/ atau ada yang belum kesebut? Kasih tau ya :)

Just call me Yuri :)

With love, Yuri Masochist

SARANGHAE~!

Makasih untuk cinta kalian kepada saya X3