Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Confusion | June 12th, 2012

Cast :

+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), Se7en (masih bingung ni orang masuk maincast apa kagak)

+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun

+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon

+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong and who's next?

[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]

[SNSD | B.E.G]

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 6B! HIIII! I'M BAAAAAAAAACCCCKKK

.

.

.

.

The Time:Confusion| June 12th, 2012

.

Wednesday

June 12th, 2012

06:54 AM

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. Gelisah. Keringat dingin membasahi punggungnya. Ia memejamkan matanya dan kemudian membukanya lagi dengan cepat, hanya untuk memastikan bahwa apa yang dilihatnya adalah bohong.

Fuck!

Kyuhyun menengadahkan kepalanya, kembali memejamkan matanya. Ia mengutuk karena hari itu pernah terjadi. Ia mengutuk karena ia seperti ini. Ia mengutuk Tuhan yang membuatnya seperti ini.

God!

Berhenti berikan aku masalah! Cukup untuk hari-hari kemarin, jangan bertambah lagi.

Kyuhyun meremas rambutnya dan menggeram. Dia menjatuhkan sesuatu yang daritadi ia genggam. Yang ia ingin remukkan saat itu juga.

Sebuah testpack dengan tanda positif.

.

.

The Time

Confusion | June 12th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Wednesday

June 12th, 2012

07:01 AM

Changmin mengetuk-ngetukan jarinya di meja makan. Setelah selesai sarapan, ia tidak memilih untuk beranjak dari sana. Ia hanya merenung, tanpa meminum orange juice yang telah Yoochun siapkan sejak tadi.

Pikirannya terpenuhi oleh banyak hal.

Terutama kematian Jaejoong enam hari yang lalu.

Terlalu mengejutkan untuknya. Ia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa Jaejoong akan terlibat dalam permainan sialan ini.

Tapi apa daya? Apa yang bisa ia lakukan?

Selama enam bulan ini ia hanya berputar-putar dalam masalah Death Cycle, tanpa menemukan celah bagaimana untuk menghentikannya. Belum lagi dengan banyaknya masalah yang menimpanya. Kyuhyun... Se7en...

Sialan!

Changmin meremas rambutnya kasar dan setelah itu menumpukan wajahnya terhadap meja. Ia menggigit bibir bawahnya, berusaha untuk membuat pikirannya tenang.

Tetapi sial, ia tidak bisa.

Sekarang ia benar-benar tidak boleh banyak menunda waktu. Ia harus mencari cara bagaimana untuk mengetahui siapa yang mati selanjutnya. Ah bukan, dia harus mencari cara untuk menghentikan kematian ini. Dan juga ia harus bertemu dengan Kim Junsu. Memaksanya untuk memberi tahunya cara untuk keluar dari Death Cycle.

Dan sekarang mencari tahu siapa pemain utamanya.

Apakah dirinya?

Atau Yoochun? Kyuhyun? Atau mungkin... Taemin?

Lalu apa yang akan pemain utama dapatkan di akhir 'permainan'? Kematian juga-kah?

Changmin menggeram pelan dan menggigit bibir bawahnya semakin keras.

Setelah itu, Changmin merasakan sebuah usapan lembut di kepalanya. Ia mengangkat kepalanya dan melirik Yoochun yang berdiri di sampingnya.

"Jaejoong pasti tenang disana."

Changmin menarik napasnya.

Ia berharap Jaejoong dan korban-korban lainnya dapat tenang. Tetapi, mengingat bahwa mereka masuk neraka... membuat Changmin tidak dapat melakukan apapun.

"Aku sudah bertemu ayahmu." kata Yoochun, masih mengusapi rambut Changmin. "Dia memperbolehkanku untuk membawamu ke Amerika."

Changmin segera menatap Yoochun dengan tidak setuju. "Tapi kita tidak bisa meninggalkan S—"

"Seoul. Aku tahu. Tapi, tsk," Yoochun mendecih. "Dongwook sialan itu bisa merebutmu kembali."

Changmin menarik napasnya, "Kupastikan hal itu tidak akan pernah terjadi lagi."

Yoochun menyipitkan matanya sedikit, meminta kepastian akan ucapan dari kekasihnya. Changmin menatapnya dengan penuh keyakinan dan itu membuat Yoochun membuang napasnya.

"Aku pegang kata-katamu, Shim Changmin."

Changmin tersenyum tipis. "Aku punya rencana."

.:o~o:.

Wednesday

June 12th, 2012

01:22 PM

Changmin keluar dari minimarket dengan sekaleng cola di tangannya. Namja tinggi itu mendesah pelan, bersamaan ketika jarinya membuka kunci kaleng itu dan kemudian meneguk isinya sedikit.

Kakinya berjalan di trotoar yang lumayan ramai itu, tetapi pikirannya entah berada dimana. Ia hanya tidak mengerti. Apa tahun 2012 ini adalah tahun terkutuk? Ah, tidak mungkin. Buktinya di tahun-tahun sebelumnya juga ada Death Cycle, itu artinya seluruh tahun adalah terkutuk.

Changmin berdecak pelan.

Bagaimana bisa lingkungan sekitarnya yang terkena Death Cycle? Sialan. Dosa apa yang pernah ia perbuat sehingga Tuhan sama sekali tidak ada di belakangnya selama ini.

Changmin berhenti berjalan, menunduk dan menggeleng pelan.

Sepertinya aku sudah sering menghina Tuhan. Maafkan aku.

Bruk!

Tanpa Changmin sadari, langkah kakinya yang berhenti itu membuat orang lain yang sedang tidak memperhatikan sekitar pun menabrak Changmin dari depan. Cola yang digenggam Changmin tanpa sengaja tumpah membasahi kaos seseorang yang ditabraknya. Changmin segera mengangkat wajahnya dan meminta maaf, tetapi...

"Mianh—"

... ia terdiam ketika melihat siapa yang ditabraknya, tak jauh beda dari yang orang itu lakukan.

Mungkin ada sekitar belasan detik untuk keduanya menyadari apa yang mereka berdua lakukan di trotoar ini. Hanya diam, saling memandang dengan kaget.

Changmin membuka mulutnya perlahan, "Kyu...hyun."

Kyuhyun terpaksa menarik senyuman samar. Ia menggigit bibir bawahnya sedikit dan melihat sekitar untuk menjauhkan pandangannya.

"Sudah lama ya." Changmin bersuara perlahan.

Perlahan Kyuhyun mengembalikan pandangannya terhadap Changmin. Ia mengangguk ragu kemudian.

"A-aku masih ada u-urusan..." Kyuhyun berkata gugup dan melirik pergelangan tangan kanannya, seolah ada jam yang melingkar disana. Ia menatap Changmin lagi. "Ah, aku sudah telat! M-mian ne.. lain kali kita—"

Changmin meraih pergelangan tangan Kyuhyun dan menggeleng. "Jangan menghindar. Aku bersyukur kita bertemu sekarang."

Kemudian Changmin membuang kaleng cola-nya dan menarik Kyuhyun masuk ke sebuah cafe yang berada di sekitar. Ia memilih tempat duduk yang paling ujung dan setelah itu menyuruh Kyuhyun untuk duduk. Kyuhyun duduk perlahan dan Changmin mengambil tempat di depannya.

Seorang pelayan berjalan mendekati mereka. Changmin menatap Kyuhyun yang hanya menggeleng pelan. Changmin membalasnya dengan gelengan lagi dan kemudian bicara pada pelayan itu.

"Caffe Latte. Caramel Macchiato. Please." Ia tersenyum pada pelayan.

Si pelayan menuliskan pesanannya dan bertanya apa ada tambahan lain. Changmin hanya menggeleng dan kemudian pelayan itu membungkuk rendah dan meninggalkan keduanya.

Changmin melihat Kyuhyun menunduk di hapadannya. Dan ia memilih untuk diam, tidak tahu harus memulai dengan apa.

Sama seperti Changmin, Kyuhyun juga tidak tahu harus memulai pembicaraan dengan apa. Apakah ia harus memberitahu Changmin tentang... sialan-mengapa-aku-bisa-hamil?

Kyuhyun tersedak ucapannya sendiri. Changmin memandangnnya khawatir dan menepuk pundaknya.

"Gwenchana?"

Kyuhyun mengangkat wajahnya sedikit dan menggeleng. Changmin menarik senyuman tipis.

"Bagaimana... kabarmu?"

Kyuhyun menelan ludahnya sebelum menjawab. "S-seperti biasa."

Changmin tersenyum samar. "Kau terlihat tidak baik. Apa kau sakit?"

Kyuhyun menggeleng.

Changmin sedikit memiringkan wajahnya dan kemudian menyentuhkan punggung tangannya di dahi Kyuhyun.

Deg... deg...

Dada Kyuhyun berdebar kencang.

Changmin menarik tangannya kembali.

Begitupula dengan Changmin.

"Tidak sakit... tapi terlihat pucat. Apa makanmu baik? Kau punya masalah?"

Kyuhyun menatap Changmin dengan sedikit terkesiap.

Aku punya masalah sejak awal aku bertemu denganmu, Shim Changmin.

"Kyuhyun?" tanya Changmin lagi.

Kyuhyun mendesah pelan dan menggeleng. "Aku baik-baik saja dan... tidak punya masalah." Jawabnya dengan penekanan di akhir kalimat.

Changmin yang mengerti arti kalimat Kyuhyun hanya dapat menarik napasnya dan kemudian menunduk.

Dia tidak tahu harus mengakhiri yang mana. Mengembalikan keadaan yang mana. Dan posisinya sekarang.

Ia sama sekali tidak tahu.

"Baiklah..." akhirnya Changmin bersuara kembali, tepat ketika si pelayan datang dan meletakkan pesanan di meja.

Kyuhyun menatap Changmin kembali, begitupula sebaliknya.

Dan kemudian hening memenangkan kembali suasana di sekitar mereka.

"Aku... minta maaf."

Kyuhyun masih menatap Changmin. "Maaf untuk?" ucapnya sedikit dingin, berbeda jauh dari jantungnya yang berdetak dengan kencang. Karena takut dan rindu yang begitu menyelimutinya.

"Semuanya." Changmin menarik napas seraya memejamkan matanya sebentar. "Aku telah masuk ke dalam... kehidupanmu... dan menghancurkan semuanya."

Kyuhyun mendecih dan tertawa perih. Ia menahan dirinya sekuat tenaga untuk tidak menampilkan emosi yang sebenarnya ada padanya.

"Seharusnya aku yang berkata itu padamu. Kau menyindirku?"

Changmin menggeleng dan Kyuhyun hanya menatapnya.

"Aku tidak mau kita hilang kontak..." ucap Changmin pelan.

Kyuhyun sedikit membulatkan matanya.

"Aku ingin bertemu denganmu setiap hari... bisa memelukmu seperti dulu..." Changmin menatap mata Kyuhyun. "Aku... ingin mendekapmu dan..."

Kyuhyun menggenggam tangannya di atas meja.

"... selalu berada di belakangmu untuk melindungim—"

"Berhenti ucapkan omong kosong!"

Buagh!

Seluruh pengunjung cafe itu mengalihkan perhatian mereka terhadap satu bangku yang penuh dengan berbagai emosi itu. Kyuhyun menarik kembali tangannya dan rahang Changmin dan berusaha mengatur napasnya.

Changmin menyentuh rahangnya perlahan dan mengebalikan perhatiannya terhadap Kyuhyun. Denyutan sakit di rahangnya tak seberapa dengan hatinya yang benar-benar sakit jika andaikata dia harus rela melepaskan Kyuhyun.

Kyuhyun berusaha menstabilkan emosinya. Jika tidak, ia takut fakta bahwa ia sedang hamil dapat terucap pada namja yang menghamilinya.

Ada sedikit darah di sudut bibir Changmin. Kyuhyun menunduk perlahan.

"Ma—"

"Tidak apa." Potong Changmin. "Aku layak."

Kyuhyun berdiri perlahan dan menunduk. "Maaf dan terima kasih."

Ia berlalu dari hadapan Changmin dengan cepat. Changmin segera berdiri. Meletakkan beberapa lembar uang yang ia ambil dari dompetnya dan kemudian menyusul Kyuhyun keluar.

"Tunggu Kyuhyun! Kita belum selesai!"

Kyuhyun hanya berjalan tergesa di trotoar itu. Changmin berusaha menyusulnya, di dalam padatnya orang yang berjalan di trotoar itu.

Hingga jarak keduanya tidak jauh, Changmin menarik pergelangan tangan Kyuhyun dan membuatnya berbalik.

"Kyu..." ucap Changmin perlahan. Kyuhyun merasakan jantungnya berdebar lagi. "Maafkan aku."

Kyuhyun menatap Changmin dan tersenyum miris. "Kau pasti menyesal mengenalku."

Changmin menggeleng pelan.

Kyuhyun mengulurkan jarinya dan menyentuh darah di sudut bibir Changmin. "Maaf..." dan setelah itu melangkah mundur.

"Kapan kita... bisa bertemu lagi? Aku merindukanmu..."

Kyuhyun menggeleng pelan.

"Lusa. Taman di dekat Butterfly Cafe. Aku tunggu jam tiga."

Kyuhyun tersenyum tipis. "Senang mengenalmu... Changmin." Dan kemudian ia berbalik. Meninggalkan Changmin yang masih mematung disana.

.:o~o:.

Wednesday

June 12th, 2012

03:39 PM

Yoochun mengalihkan perhatiannya ke arah pintu ketika melihat Changmin masuk dan melepas sepatunya. Ia segera menghampiri Changmin, berniat untuk bertanya namun ketika Changmin berbalik, ia melihat luka di sudut bibir Changmin.

"God..." Yoochun mendesah pelan. "Apa yang terjadi?"

Changmin menggeleng pelan. Ia berjalan ke arah ruang tengah dan segera mendudukkan tubuhnya di sofa panjang. Yoochun mengikutinya dan duduk di sampingnya.

"Hei, kau tahu, aku khawatir."

Changmin menarik napasnya dalam dan menatap Yoochun kemudian.

"Hyung... apa aku mencintaimu?"

Deg!

Pertanyaan yang terlontar itu membuat Yoochun membulatkan matanya. Changmin menggeleng lagi dan mengubur wajahnya pada tangannya.

"Maaf... aku tidak bermaksud bertanya seperti itu."

Yoochun terdiam sebentar dan kemudian berdiri.

"Aku benar-benar akan membunuh Cho Kyuhyun itu."

Changmin mengangkat wajahnya dan menatap Yoochun yang beranjak menuju lantai dua.

Tuhan, jangan sampai Yoochun serius mengatakan hal itu.

.:o~o:.

OHAAAAAAAAAAAAAAAIIIII

ASTAGAAAAHH! SATU TAHUN TIDAKS BERTEMUUUU!

AAAAAAAAAAAAAAAAAKKKUUUU KANGEEEEEEEEENNN!

._.

Mumumumuuuuu love you guys. Maaf buat kalian nunggu selama SETAHUN. Aku seneng untuk yang setia nunggu, ya ampun aku terharuuu

THANKS GUUUYYSS

Maaf kalau kurang memuaskan. Ini adalah awal untuk melanjutkan THE TIME.

RnR yaaaa, REALLY LOVE YOUUUUUU GUUUYYYSSS

Ah ya, baca juga ya FF baruku. URBAN LEGEND dan WATCH IT!

Dan tunggu FF baru lainnya owkaaaay!

Sekali lagi THANKS. Dan untuk yang ingin ngobrol, ayo lewat PM atau via twitter : littlerape

SEKALI LAGI TERIMA KASIH DAN MAAF KARENA MENUNGGU LAMAAAA

With love,

Yuri Masochist