Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: A Plan | June 14th, 2012

Cast :

+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), Se7en (masih bingung ni orang masuk maincast apa kagak)

+ Other Cast : YunJae, Taemin, Jungmo, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun

+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon

+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi and who's next?

[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]

[SNSD | B.E.G]

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 6C! HIIII! I'M BAAAAAAAAACCCCKKK! MAAP PENDEEEK u,u

.

.

.

.

The Time:A Plan | June 14th, 2012

.

Wednesday

June 14th, 2012

09:21 AM

14 Juni.

Changmin mendesah pelan dan beranjak menuju ranjang lalu duduk di tepinya. Mungkin menurut orang-orang lainnya, tanggal ini masih jauh dari awal bulan Juli. Tapi tidak untuk dia. Changmin merasa bahwa tanggal 7 Juli terlalu dekat untuk dirinya.

Ia tidak tahu harus berbuat apa sebelum tanggal itu terlewati.

Kemudian Changmin mengalihkan perhatiannya ketika melihat Yoochun masuk ke kamar. Changmin berdiri dan Yoochun sedikit membulatkan mata ketika melihat kekasihnya sudah rapi.

"Mau kemana?"

Changmin memasukkan handphone-nya ke dalam saku.

"Ke kantor NCIS, aku harus kembali bekerja." Changmin berjalan ke arah cermin. "Hyung juga harus bekerja ke rumah sakit."

"Tapi..." Yoochun mengikuti Changmin.

Changmin berbalik dan menatap Yoochun. Ia menatap Yoochun, menunggu lanjutan kalimatnya.

"Bisakah kita punya kehidupan yang normal?"

Changmin tersenyum miris. "Kau tahu sendiri alasannya mengapa kita tidak bisa."

Yoochun menyeringai tipis dan menggeleng. "Maksudku... aku dan kau berpisah." Dan setelah itu berbalik meninggalkan Changmin keluar kamar.

Changmin berdiri mematung dan membulatkan matanya.

Apa yang baru saja ia dengar adalah... serius?

.

.

The Time

A Plan | June 14th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Wednesday

June 14th, 2012

11:08 AM

Changmin hanya diam dan menatap wallpaper handphone-nya di tangan.

Kali ini dia sedang duduk di ruangan ayahnya di kantor NCIS, hanya sendiri. Ayahnya sedang mengurusi kasus pembunuhan baru, sedangkan ia masih tidak percaya dengan apa yang baru di dengarnya sekitar satu jam lebih yang lalu.

Yoochun memintanya untuk berpisah?

Gara-gara apa?

Apa gara-gara ucapannya lusa lalu?

Sial.

Changmin tau ia salah mengatakan hal itu, tetapi itu hanya refleks. Ia benar-benar tidak menyukai dirinya, yang begitu ingin memiliki Kyuhyun ketika sudah berada di dekatnya, dan tidak mau kehilangan Yoochun ketika berada dengannya.

Tidak adil.

Dunia ini tidak adil.

Tuhan juga tidak adil kepadanya.

Changmin menggeram dan membanting ponselnya ke meja, tepat ketika ayahnya masuk ke dalam ruangannya.

"Hei, kenapa Changmin?"

Changmin mendongakkan kepalanya dan melihat ayahnya. Dia menggeleng pelan kemudian.

Ayahnya hanya tersenyum simpul dan berjalan mendekati Changmin lalu mengacak rambutnya pelan. "Anak kecil."

Changmin refleks mengerucutkan bibirnya. "Yah! Ayah bilang apa?"

Mr. Shim terkekeh pelan dan menatap anaknya. "Ada apa?"

Changmin mengganti raut wajahnya kemudian. "Tidak ada apa-apa." ia mendesah pelan.

Mr. Shim hanya menatap Changmin, masih tersenyum kecil. Changmin yang menyadari hal itu akhirnya mengalah.

"Aku menyakiti perasaan Yoochun." kata Changmin pelan, lalu menunduk. "Lalu... dia minta untuk..."

Ayahnya masih menunggu lanjutan kalimatnya.

Changmin mendesah berat. "... b-berpisah."

Ayahnya terdiam sebentar lalu menepuk kepala Changmin.

"Ini masalah yang akan kau hadapi ketika sudah dewasa. Coba berpikir, mana yang terbaik untukmu. Ayah tidak mau ikut campur untuk sekarang." Ayahnya tersenyum ketika Changmin menatapnya. "Kau selalu menyia-nyiakan apapun yang sudah menjadi milikmu."

.:o~o:.

Wednesday

June 14th, 2012

16:44 PM

"Maksudku... aku dan kau berpisah."

"Kau selalu menyia-nyiakan apapun yang sudah menjadi milikmu."

Changmin mendesah berat lalu menengadahkan kepalanya, menatap langit sore. Sudah hampir dua jam ia menunggu Kyuhyun disini, namun namja itu belum juga terlihat batang hidungnya. Hal itu membuat Changmin hanya bisa diam, merenung. Memikirkan apa yang dibicarakan oleh ayahnya dan juga Yoochun.

Dari kejauhan, Kyuhyun dapat melihat sosok Changmin duduk di salah satu bangku panjang yang berada di taman itu. Kyuhyun menghela napasnya dan berjalan perlahan mendekati Changmin. Changmin tidak menyadari kedatangan Kyuhyun yang segera duduk di sampingnya.

"Maaf..."

Changmin mengalihkan pandangannya dari langit dan melihat ke sampingnya. Ia tersenyum simpul dan menggeleng.

"Tidak apa."

Kyuhyun segera menatap ke arah depan, memandang hamparan rumput. Changmin mengganti senyumannya dengan senyuman miris, dan kemudian mengikuti pandangan Kyuhyun.

"Ada yang perlu aku bicarakan..." ucap Kyuhyun perlahan. Ia melirik sedikit ke arah perutnya sedikit dan kemudian berdecak.

Changmin menatap Kyuhyun. "Katakan saja."

Kyuhyun terdiam. Matanya masih mengarah pada hamparan rumput hijau di hadapannya, tetapi pikirannya segera bergelut dengan batinnya. Apa dia benar-benar harus memberitahu Changmin.

Lalu, respon apa yang akan dia dapat?

Pertanggungjawabankah? Atau... dirinya akan segera ditinggalkan?

Kyuhyun harap pilihan pertaman yang akan ia dapat. Namun... sepertinya tidak akan mungkin, mengingat Yoochun adalah pemilik namja itu.

"Kyuhyun..." Changmin masih menatap Kyuhyun, menunggu kalimat yang akan terlontar.

Kyuhyun menggeleng pelan.

"Aku lupa." Ia berbohong. Kyuhyun melirik Changmin sedikit. "Sekarang untuk apa kita bertemu?"

Changmin mendesah berat dan menunduk. Ia mengeluarkan ponselnya dan memberikannya ke arah Kyuhyun.

"Ketikkan nomor ponselmu disini. Ada yang harus aku bicarakan, tapi tidak sekarang."

Kyuhyun melirik handphone Changmin dan kemudian ke arah pemiliknya. Ia terdiam selama beberapa detik dan kemudian meraihnya perlahan.

Jujur, Kyuhyun benar-benar tidak mau kehilangan kontak dengan namja itu.

Kyuhyun mengetikkan nomor ponselnya dan kemudian menyimpannya.

"Kim Taewoo." Kyuhyun memberikan handphone itu kembali pada Changmin. Ia menatap Changmin perlahan. "Pastikan bahwa Yoochun tidak akan tahu bahwa ini nomorku."

Changmin menatapnya kembali. Ia terdiam selama dua detik, dan kemudian tersenyum miris.

"Aku mengerti."

Kyuhyun berdiri dan kemudian menarik napas panjang. "Aku benar-benar harus pergi jika memang tidak ada lagi yang harus kau bicarakan."

"Sebenarnya ada, tetapi ada perubahan rencana." Changmin tersenyum simpul.

"Baiklah, aku akan pergi sekarang." Kyuhyun melangkah, mulai berjalan perlahan menjauhi Changmin yang masih duduk di bangkunya. Lalu ia berhenti dan kemudian membalikkan pandangannya sebentar. "Hubungi aku." Katanya pelan.

Changmin yakin telinganya tidak salah mendengar ucapan Kyuhyun.

Ia tersenyum, melupakan apa yang Yoochun katakan padanya pagi lalu.

.:o~o:.

Saya sudah siap ditimpuk dengan berbagai alasan ._.

Baru muncul setelah hilang satu tahun, ehehehe

Chapter pendek? .-. alasannya;

Saya mau kasih kejutan #dor

Udah mepet waktunya u,u

Saya mau kabur sebelum dimakan idup-idup sama readers yang penasaran XD

Ehehehe~ maap ya~

Makasih udah mau baca dan review~

Oh ya, untuk kutunakal, bisa follow lagi twitter aku? Kemarin aku salah pencet, bukannya di accept ._. maaf ya

BIG THANKS FOR EVERYONE

LOVE YOU ALL

With love,

Yuri Masochist