Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Nice Day | June 28th, 2012
Cast :
+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), Se7en (masih bingung ni orang masuk maincast apa kagak)
+ Other Cast : YunJae, Taemin, Jungmo, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun
+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon
+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi and who's next?
[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]
[SNSD | B.E.G]
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : 6D! HIIII! I'M BAAAAAAAAACCCCKKK
.
.
.
.
The Time: Nice Day| June 28th, 2012
.
Wednesday
June 28th, 2012
08:04 AM
Changmin berjalan tergesa ke arah pintu utama di rumahnya. Ia memasukkan handphone-nya ke dalam saku jeans-nya dan kemudian meraih sepatu di rak.
Yoochun keluar dari dapur, menghampiri pintu utama dimana Changmin masih memakai sepatunya. Ia menatap 'kekasihnya' dengan tanpa ekspresi.
"Mau kemana?" tanya Yoochun dingin.
Changmin selesai mengenakan sepatunya dan berdiri. Ada sedikit rasa sesak, sudah dua minggu Yoochun menjadi dingin kepadanya. Bermula saat Yoochun bertanya padanya, dapatkah ia memiliki kehidupan yang 'normal'? Ah, sepertinya bukan karena itu, tapi karena pertanyaan darinya di hari sebelumnya.
Changmin meraih knop pintu dan membukanya.
"Bertemu Kyuhyun," katanya dingin. Dia melirik Yoochun sedikit. "Bukankah kita sudah tidak punya... hubungan?"
Shit! Sesak.
Yoochun hanya diam. Menatap punggung Changmin yang menjauh pergi melalui pintu yang terbuka.
.
.
The Time
Nice Day | June 28th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Wednesday
June 28th, 2012
09:59 AM
Taemin memainkan jari Changmin, duduk di pangkuannya dengan nyaman. Changmin tidak keberatan dengan apa yang dilakukan Taemin. Ia hanya menatap ke depan, ke arah Yunho yang duduk di hadapannya, membiarkan Taemin memainkan jarinya sejak tadi.
Yunho menatap anak angkatnya dan kemudian ke arah Changmin.
"Sudah lebih baik, tapi tetap saja.." Yunho menarik napas. "Aku belum bisa 'melepasnya', Taemin juga."
Changmin mengangguk mengerti. Taemin menyandarkan punggungnya di dada Changmin.
"Hubunganmu dengan Yoochun bagaimana?"
Changmin menatap Yunho dengan mata yang sedikit membesar. Dia mengulum bibir bawahnya sedikit. Taemin mengangkat wajahnya, untuk melihat Changmin dan masih memainkan jarinya.
"Tidak baik." Changmin tersenyum miris.
Yunho mengangkat salah satu alisnya, membuat Changmin menghela napas.
"Aku coba perbaiki hubunganku dengannya. Sebelumnya... ia meminta berpisah."
Yunho yang hendak meraih gelas minumnya menghentikan pergerakannya. Ia menatap Changmin dengan mata yang sedikit membulat.
"Jangan sampai terjadi.."
Changmin menunduk, menatap surai rambut Taemin di hadapannya.
"Aku coba hyung..." Changmin menggigit bibir. "Tapi sakit... sesak..."
Yunho menggeleng perlahan. "Jaejoong akan membencimu jika kalian berpisah."
Changmin merasakan ada sesuatu yang menyayat dadanya ketika Yunho mengucapkan nama itu. Sosok namja itu, namja yang begitu disayanginya. Yang ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.
Dia sudah tidak ada.
Changmin tahu.
Changmin mengangkat wajahnya dan menatap Yunho.
"Kuharap hubunganku membaik. Sekarang hyung bisa bantu aku?" tanya Changmin.
Yunho mengangguk sebagai jawaban.
"Bantu aku menemukan Kim Junsu. Kalau perlu, manipulasi sesuatu untuk membuatnya di tahan untuk introgasi selama beberapa waktu."
Yunho hendak protes, namun ia melihat gerakan Changmin yang meminta Taemin turun dari pangkuannya, dan setelah itu Changmin berdiri.
"Aku harus pergi, Hyung. Bisa kau lakukan itu untukku?"
Yunho menatap Taemin dan kemudian berdiri.
"Itu ilegal dan berak—"
"Aku tidak peduli." ucap Changmin dingin. "Tanggal 7 Juli lebih penting daripada hukum apapun."
.:o~o:.
Wednesday
June 28th, 2012
12:12 PM
Changmin berdiri di depan sebuah pintu yang terbuka setelah satu kali ia tekan bel-nya. Changmin tersenyum perlahan menatap seorang namja yang mengenakan kaos longgar garis-garis dan celana selututnya.
"Aku janji datang jam segini. Tidak menunggu lama?"
Kyuhyun—namja itu—menggeleng dan mempersilahkan Changmin melangkah masuk, melepas sepatunya dan mengikuti Kyuhyun yang masuk ke dalam rumahnya setelah menutup pintu.
Kyuhyun merasakan bahwa jantungnya sedikit berdegup lebih kencang ketika ia mendapati Changmin berada di depan pintunya.
Sama seperti kejadian sebelum 'itu', batinnya.
Kyuhyun membawa Changmin ke ruang tamu dan kemudian duduk di salah satu sofa. Kyuhyun tersenyum, beranjak ke arah dapur dan membawa minuman. Ia kembali ke ruang tamu, meletakan dua gelas jus kiwi dan duduk di depan Changmin.
"Sudah lama." Kata Kyuhyun.
Changmin mengangguk pelan.
"Apa boleh kutanya lagi, apa kabar?"
Kyuhyun melirik sedikit ke arah perutnya. "Ada sedikit masalah." Ucapnya pelan.
Changmin yang hendak meraih minumannya segera berhenti, ia menatap Kyuhyun khawatir.
"Ada apa?"
Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menggeleng. "Tidak ada."
Aku masih belum berani untuk mengatakan hal ini.
"Jangan bohong." ucap Changmin.
Kyuhyun menggeleng lagi.
Changmin hanya menatap Kyuhyun diam. Belum sempat ia mengeluarkan suara, Kyuhyun terlebih dulu mengambil alih.
"Aku akan membantumu."
"Untuk?" Changmin mengangkat satu alisnya.
"Tujuh Juli, kau lupa?"
Changmin mengusap tengkuknya dan menggeleng. "Ah, iya. Aku sudah punya satu rencana, dan aku harap berhasil."
Kyuhyun sedikit memiringkan kepalanya. "Rencana apa itu?"
Changmin tersenyum dan melipat dadanya. "Rahasia."
"Ah.." Kyuhyun mengangguk dan meraih gelas jusnya.
"Kyu, kenapa menawarkan jus kiwi? Tumben sekali, maksudku itu terlalu lama untuk dibuat."
Kyuhyun mengangkat bahunya seraya meminum jusnya. Ia menjawab tanpa sadar, "bawaan bayi mungkin. Aku tidak—" dan setelah itu ia menyadari hal apa yang baru saja ia ucapkan, membuat dengan cepat meletakkan gelasnya saat tersedak. "Uhuk..."
Changmin sedikit melebarkan matanya melihat dan mendengar perkataan Kyuhyun. Ia segera berdiri dan mendekat ke arahnya, lalu menepuki punggung namja bersurai lembut itu.
"Hei, gwenchana?"
Kyuhyun mengibaskan tangannya, masih berusaha berhenti tersedak. Changmin mengusapi punggung Kyuhyun dan menatapnya khawatir.
"Hei.."
Kyuhyun mengangkat kepalanya ketika sudah merasa lebih baik.
"Tadi kau bilang apa?" tanya Changmin.
Kyuhyun berdiri dan menggeleng. Jarinya terarah ke arah pintu dan menunjuk kesana. "Bisa pergi sekarang? Pintu ada di sebelah sana." ucapnya dingin.
Changmin menatapnya tidak mengerti, namun Kyuhyun memandangnya dengan tanpa ekspresi. Dengan terpaksa Changmin berdiri, berjalan ke arah yang ditunjuk Kyuhyun dan keluar dari rumah itu.
Apa pendengaranku tidak bermasalah?
.:o~o:.
Wednesday
June 28th, 2012
04:45 PM
Changmin berjalan dengan begitu lemas. Ia mencoba berkeliling—kebiasaannya jika dapat masalah. Apa dia tidak salah dengar? Kyuhyun bicara sesuatu yang menyinggung dengan... bayi?
Apa dia... hamil?
Changmin menggeleng cepat dan menepuk kepalanya sekali.
Tidak mungkin. Tapi.. Yoochun pernah bilang padanya tentang laki-laki yang bisa hamil. Kenyataannya Jaejoong juga begitu.
Tanpa sadar, kakinya sudah membawanya hingga sampai di depan pintu rumahnya. Changmin meraih knop pintu dan menekannya ke bawah. Ia melangkah masuk ke dalam rumahnya dan menatap sekeliling.
Mungkin Yoochun belum pulang.
Changmin menekan pelipisnya sedikit dan berjalan ke arah dapur. Namun ia urungkan niatnya ketika mengingat ada sebuah buku yang ingin di bacanya, yang tertinggal di ruang tengah, kemarin setelah ia beli.
Changmin mengganti jalur jalannya, ke arah ruang tengah sembari menepuk-nepuk pipinya. Setelah ia melihat kaki sofa di hadapannya, Changmin mengangkat kepalanya dan menemukan sesuatu yang membuat kedua bolamatanya membulat.
Yoochun sedang berciuman dengan seorang gadis.
Bersamaan dengan itu, Yoochun menarik dirinya dan mendapati Changmin yang menatapnya. Ia menatap namja yang hanya membiarkan mulutnya membulat lebar, memandangnya tidak percaya.
"Kenapa?" Yoochun merapikan rambutnya. "Bukankah kita sudah tidak punya... hubungan?"
Itu kalimatnya tadi pagi.
Changmin menggigit bibir bawahnya ketika Yoochun kembali mencumbu gadis pirang di depannya. Changmin membawa tubuhnya berbalik, berjalan seperti tanpa harapan ke arah lantai dua.
Shit! Sesak.
.:o~o:.
Maaf kalau pendeeek
Maaf kalau tidak puas
Aku berusaha biar ga melenceng jadwal, tapi apadaya? Sibuk banget sampai-sampai gaada waktu buat bikin FF. Doain aku ya, lomba cover dance hari minggu :)
I LOVE YOU MY BELOVED READERS~
Semoga The Time ga ngecewain kalian sejauh ini
Oh ya,
Mau promosi, ada agensi RP baru
RP Yaoi bertema Master and Slave (BDSM). Cari page: Pleasure Seekers YAOI Roleplayer
RP Yuri bertema High School. Cari page: Lustful Cherry HS Roleplayer
Masih banyak yang kosong, RP ini baru berdiri. Bantu ramein yaaa~ :3
