Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: A Good Idea | July 5th, 2012
Cast :
+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun), Se7en (masih bingung ni orang masuk maincast apa kagak)
+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, Junho (kembaran Junsu), KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun
+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon
+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong and who's next?
[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]
[SNSD | B.E.G]
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : 6E! Terlalu sibuk, bahkan untuk bernapas sekali pun. Maafin aku readers, aku tetep cinta kalian dan seneng kalian masih mau baca FF ini
.
.
.
.
The Time: A Good Idea | July 5th, 2012
.
Wednesday
July 5th, 2012
09:12 AM
"Sudah seminggu, dan akhirnya..."
Yunho mengangkat salah satu alisnya dan menatap Changmin.
Changmin merasa diperhatikan, ia membalikkan tubuhnya menatap Yunho dan kemudian melipat kedua lengannya di dada.
"Ini sudah mendekati tanggal tujuh dan hyung baru mendapatkan Kim Junsu sekarang?"
Yunho memutar kedua bolamatanya.
"Okay," Changmin mengusap wajahnya. "Maaf hyung, aku hanya sedikit frustasi dengan tanggal itu di lusa nanti."
Yunho mengangkat bahunya dan kemudian berjalan ke arah tumpukkan berkas-berkas.
"Jadi apa?"
"Pencurian di minimarket." Yunho melirik ke arah Changmin. "Anak buahku yang menyusun rencananya."
"Setidaknya itu berhasil."
Yunho mengangguk. Ia meraih berkasnya dan kemudian berjalan melewati Changmin. "Ayo. Jangan membuang waktu."
Changmin mengangguk dan mengikuti Yunho ke ruang introgasi.
Junsu harus bisa membantu mereka untuk kali ini.
.
.
The Time
A Good Idea | July 5th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Wednesday
July 5th, 2012
09:20 AM
"Aku berani bersumpah bahwa aku tidak melakukannya!"
Changmin mengangguk dan menumpu dagunya dengan tangannya. Ia duduk berhadapan dengan Kim Junsu yang masih mengenakan kursi rodanya, sedangkan Yunho berdiri di belakang Junsu.
"Aku tahu—"
"Maka dari itu, mengapa kalian menangkapku?"
Changmin menggeleng pelan. "Maafkan aku, Hyung. Tapi ini untuk kebaikan banyak orang."
"Apanya yang untuk kebaikan? Anakku melihat aku dibawa oleh—"
"Aku, um maksudku, kami tidak bermaksud seperti itu."
Yunho mengangguk dan berjalan perlahan hingga berada di samping Junsu. "Changmin benar, ini untuk kebaikan banyak orang. Kami akan melepaskanmu hari ini juga, dengan syarat kau harus menjawab pertanyaan kami."
Junsu menaikkan wajahnya untuk melihat Yunho. "Tanyakan saja apa yang kalian inginkan." Dia mendesah pelan.
Changmin menatap namja yang memiliki anak dari—mantan—kekasihnya. "Hyung tahu Death Cycle?"
Junsu menatap Changmin bingung.
"Ah," Changmin mengusap tengkuknya. "Aku lupa kalau itu adalah nama buatanku. Maksudku... hyung pernah mengalami sesuatu yang aneh bukan... pada Desember 2007?"
Junsu sedikit terkesiap dari duduknya. Yunho memperhatikan setiap gerakan Junsu.
Yoochun pernah menanyakan hal ini...
"Mungkin itu mengakibatkan trauma..." lanjut Changmin perlahan. "Dan mungkin itu yang membuat kondisi hyung menjadi seperti ini."
Junsu menggigit bibir bawahnya.
"Aku tahu hyung mungkin tidak mau membahas ini... tetapi..."
Yunho memukul permukaan meja sedikit keras. "Kita benar-benar membutuhkan penjelasan darimu, maka dari itu bicaralah sekarang."
Junsu menatap keduanya bergantian. Ia masih menggigit bibir bawahnya, tangannya menggenggam erat kaos yang ia kenakan.
Changmin melirik Yunho.
"Aku tidak bermaksud kasar ataupun keras," Yunho mendesah pelan. "Tapi kami benar-benar membutuhkanmu."
Junsu menunduk, "Aku sama sekali... tidak membantu kalian."
Changmin mengangkat satu alisnya.
"Tolong katakan dengan jelas." Yunho melipat kedua tangannya.
"Maksudku... penjelasanku tidak akan membantu kali—"
"No!" Changmin sedikit berteriak, menarik perhatian Junsu dan Yunho untuk menatapnya. "Hyung tidak tahu seberapa frustasinya aku untuk menemukan jalan keluar atau setidaknya titik terang dalam masalah ini! Hyung harus tahu, bulan Juni sudah lewat, itu artinya sudah enam nyawa yang melayang sia-sia dan aku berharap dapat menghentikan yang ke tujuh ini!"
Junsu sedikit menggertakkan giginya. "Kau juga tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan sebelas nyawa hanya gara-gara aku."
Yunho dan Changmin segera menatap Junsu.
"Kau tidak bisa melakukan apapun. Percayalah padaku. Kecuali, jika kau mengetahui siapa pemain utama disini."
Changmin mengusap wajahnya. "Aku pernah berpikir, apakah... itu aku?"
Junsu menggeleng pelan. "Hanya Dia yang tahu. Pemain utama bukanlah dia yang berperan aktif dalam kematian berurut ini." Junsu menunduk lagi. "Aku punya satu teman. Dia yang mengurusi dan mempelajari kematian ini dari awal, dan dia berpikir dialah pemain utama. Ditambah dengan kesaksiannya yang pernah diperlihatkan oleh Dia atau tentang mimpi-mimpi buruknya. Tetapi... ia mati dalam bulan ke-sembilan."
Changmin mendengarkan dengan hati-hati penjelasan dari Junsu. Ia mengangkat wajahnya untuk menatap Yunho yang membalas tatapannya perlahan.
"Jadi... siapa pemain utamanya di tahun 2007?"
Junsu menelan ludahnya dengan sangat kasar dan menatap Changmin dengan mata yang sedikit berair.
"Itu aku."
"Kau?!"
Junsu mengusap matanya dengan ibu jari.
"Pemain utama bukanlah yang aktif, aku termasuk dalam orang yang dapat dibilang tidak peduli dengan kematian berurut itu walaupun aku pernah mendapatkan mimpi-mimpi aneh."
"Jadi bagaimana caranya kau meloloskan diri?! Apa yang terjadi ketika siklus itu—"
Changmin menghentikan kalimatnya ketika melihat Junsu tiba-tiba meremas rambutnya dan menunduk. Ia meringis. Changmin segera berdiri dan Yunho mencoba untuk menenangkan Junsu. Namun namja itu hanya menggeram kesakitan dan menggeleng cepat lalu berbicara sendiri dengan cepat.
Changmin bergerak khawatir. Ia menatap Yunho yang mencoba membantu Junsu perlahan.
"Hyung... sepertinya kita tidak bisa..."
Yunho melirikkan pandangannya ke arah Changmin dengan pandangan kecewa, bersamaan dengan Junsu yang tiba-tiba menjerit kesakitan, dan kemudian mengeluarkan darah dari telinga dan mulutnya lalu tak sadarkan diri.
"Panggil ambulance!"
.:o~o:.
Wednesday
July 5th, 2012
11:44 AM
"Maafkan aku..."
Junho menggeram, hanya itu yang bisa ia lakukan untuk meredam emosinya. Ia menggendong Baekhyun yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Changmin mendudukkan dirinya perlahan di kursi. Menatap pintu di hadapannya, dimana Junsu tengah dalam penanganan. Yunho berdiri di sampingnya.
"Tidak sesuai dengan rencana kami." ucap Yunho perlahan, membuat Junho berbalik menatapnya. "Terjadi tiba-tiba."
Junho berjalan dengan amarah yang ia tahan ke arah Yunho dan berdiri depannya. "Jangan pernah kalian singgung lagi dia dengan kecelakaan waktu itu!"
"Tapi hanya itu yang bisa kami lakukan untuk menyelamatkan hari lusa!" Changmin menyanggah.
Junho menatap Changmin kembali. "Kukatakan pada kalian, bahwa usaha yang kalian lakukan percuma! Kecuali, jika kau mencari korban untuk tanggal itu, dan membunuhnya dengan tanganmu sendiri, mungkin itu bisa membantu! Mungkin Dewa Kematian itu akan menganggapmu mencurangi rencananya!"
Changmin terdiam selama beberapa saat. Junho hanya mendesah berat dan melangkah ke depan pintu. Sedangkan Yunho melirik Changmin, berusaha berkomunikasi bisu dengannya bahwa mereka mendapatkan sedikit titik terang.
Changmin menggeleng dan menatap Yunho yang kini menatapnya.
"Tetap saja ada nyawa yang hilang, Hyung." Ia berbisik.
Junho melirik sedikit lewat ekor matanya, dan selang dua detik setelah itu pintu terbuka. Yoochun keluar dari ruangan dan menatap empat manusia yang menunggu kabar dari dalam sana.
Junho menarik napas ketika berhadapan dengan Yoochun.
"Bisa aku masuk? Apa yang terjadi?" tanyanya dingin.
Yoochun melirik Changmin yang berusaha menjauhkan pandangannya. "Tidak ada yang salah. Yang 'berulah' bukan penyakit atap apapun. Kau boleh menemuinya."
Tanpa mengatakan apapun, Junho segera melenggang masuk ke dalam ruangan bersama Baekhyun.
Yoochun hanya mendesah pelan. Dia berjalan perlahan mendekati Yunho dan Changmin.
"Ada ide?" Yoochun melirik Changmin dan kemudian menatap Yunho, yang ia ajak bicara.
Yunho menyandarkan punggungnya di dinding. "Sedikit pencerahan, tetapi beresiko."
"Hm." Yoochun melirik ke arah Changmin lagi.
"Biar kutebak," Changmin dan Yoochun mengarahkan perhatiannya ke arah Yunho. "Sudah beberapa hari tidak ada komunikasi dari kalian. Benar bukan?"
Changmin kembali menunduk sedangkan Yoochun menatap Yunho.
"Dia terlalu bodoh dan tidak pernah dewasa. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika aku tidak mengontrolnya. Mungkin dia sudah tidur lagi dengan Kyuhyun ataupun Dongwook."
Changmin membulatkan matanya dan menatap Yoochun tidak terima.
Yoochun menatap Yunho yang tidak setuju dengan ucapannya, namun ia hanya memasukkan tangannya ke dalam saku jasnya dan berbalik, berjalan di koridor rumah sakit meninggalkan mereka, sebelum berkata, "Tetapi tolong katakan pada dia bahwa aku sangat mencintainya. Mungkin dia terlalu bodoh untuk mengerti hal itu."
Changmin menggigit bibir bawahnya dan matanya bergetar, tidak tahu harus berkata apa.
.:o~o:.
Mungkin beberapa dari kalian udah siapin golok ya? ._.
AAAAAAAAAAA MAAAAAP
KESIBUKAN INI MEMBUNUHKU U,U
Aku bener-bener sibuk dan lupa gimana caranya bernapas, tapi dengan adanya review dari kalian, atau setidaknya aku tau kalian baca dan mungkin suka FF ini, itu ngebuat aku dapat oksigen tambaha
:)
Pokoknya, LOVE YA GUYS
Maaf ga bisa balessin review satu-satu, tapi percaya deh, AKU BENER-BENER SENENG BACA REVIEW DARI KALIAN
Okay, tungguk besok, besok dan besok update-an The Time ocreee~
Follow me on twitter : littlerape
SEEYA~
With love,
Yuri Masochist
