Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Wrong Choice 2 | July 7th, 2012
Cast :
+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun)
+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun
+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon
+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong, Junho, Se7en and who's next?
[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]
[SNSD | B.E.G]
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : 7A! Jangan kelewat baca ini~
.
.
.
.
The Time: Wrong Choice 2 | July 7th, 2012
.
Saturday
July 7th, 2012
12:01 AM
"Appa mencintaimu, Taemin."
Junsu memeluk Baekhyun yang duduk di sampingnya. Junho memperhatikan gerakan semua orang sedangkan Ryeowook hanya diam tidak mengerti.
Baru saja Yoochun mengedarkan pandangannya kembali, matanya menangkap Junho jatuh tertunduk. Segera seluruh perhatian semua orang tertuju padanya. Dan satu detik kemudian munculah sesuatu yang berbeda.
Kaki kanannya yang sobek penuh cakaran, telinga kanannya yang hilang, punggungnya yang penuh dengan cakaran juga dan kepalanya yang penuh darah.
Yunho membulatkan mata, memeluk Taemin semakin erat, berusaha menjauhkan pandangan mata anaknya. Taemin menjerit dan menangis. Ryeowook menutup mulutnya kaget. Baekhyun berteriak dan ikut menjerit sedangkan Junsu segera kehilangan kesadarannya.
Ada sedikit rasa lega di hati Yoochun.
Kekasihnya tidak mati.
Disaat semuanya panik, handphone Yunho berdering. Yunho berniat untuk tidak mengangkatnya. Dia masih berusaha menenangkan Taemin di pelukannya.
"A-appa... appa... hiks takut... hiks... umma..."
Yunho tahu bahwa kejadian ini akan membuat Taemin kembali mengingat akan kejadian sebulan yang lalu. Istirnya. Yunho berusaha untuk lebih tenang.
Yoochun mengusap wajahnya. "Aku akan panggil Jungmo." Dia berjalan ke arah ranjang, melewati mayat Junho dan mengangkat Baekhyun yang menjerit keras. Ia menggendongnya dan memeluknya erat.
"Ssh... jangan menangis..." Yoochun berusaha menenangkan.
Telepon sudah berhenti, namun akhirnya kembali menyala ketika Yunho bersyukur bahwa seseorang yang berusaha menghubunginya itu menyerah.
Yoochun berusaha menenangkan Baekhyun, begitupula dengan Yunho. Telepon tetap berdering hingga akhirnya berhenti sendiri.
"Ryeowook, bisa kau panggilkan dokter kesini?" tanya Yunho.
Yoochun melirik ke arah Ryeowook, "kalau bisa cari yang bernama Jungmo. Kim Jungmo."
Ryeowook mengangguk di tengah rasa kagetnya. Ia hendak berjalan ke arah pintu, namun terhenti ketika deringan itu terdengar kembali.
"Mungkin penting," ucap Yoochun, mengisyaratkan Yunho untuk mengangkat teleponnya.
Yunho mendesah pelan, masih berusaha menenangkan Taemin. Ia memberikan Taemin kepada Ryeowook. Awalnya Taemin tidak mau, namun akhirnya ia melepaskan genggamannya pada bahu Yunho dan setelah itu memeluk Ryeowook di pangkuannya. Menangis lagi sejadinya.
Yunho meraih telepon dari dalam saku celananya dan mengerutkan dahinya.
"Panggilan NCIS," ia menjawab tatapan Yoochun yang memperlihatkan pertanyaan. Yunho menekan salah satu tombol dan menjawab telepon itu. "Ya, ada apa?"
Yunho diam. Membiarkan lawan bicaranya berbicara. Dan setelah itu dia merasakan bahwa jam di dinding itu berhenti. Ia menatap Yoochun dengan mata yang membulat.
"O-okay, terima kasih. Bawa k-kesini... tempat Yoochun bekerja..."
Yunho mematikan sambungan telepon dan menyimpan kembali handphone-nya. Yoochun menatapnya dengan pandangan menuntut, ia merasakan sesuatu yang tidak enak.
"A-ada apa?" Yoochun tidak tahu mengapa suaranya bergetar.
Yunho menarik napas, berusaha untuk kuat. "M-mobil yang dikendarai... C-Changmin... masuk jurang..."
Yoochun sudah lupa caranya bernapas sekarang.
.
.
The Time
Wrong Choice 2 | July 7th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Saturday
July 7th, 2012
02:04 AM
"Jungmo sudah mengurusi Junho. Dokter bernama Sooman yang menangani Changmin sekarang." kata Yunho pelan.
Yoochun mengusap wajahnya frustasi. Air matanya sudah tidak bisa terbendung, matanya memerah. Ia begitu takut. Sangat takut kehilangan Changmin. Kecelakaan sebelumnya sekitar tiga bulan yang lalu memberikannya mimpi buruk. Kondisi Changmin belum sepenuhnya sembuh. Walau ia bisa bergerak bebas, tetapi ia pernah koma. Kepalanya terbentur keras, hampir membuat ia buta. Delapan jahitan. Punggungnya. Patah tulang lengan kanan.
God... Yoochun tidak bisa membayangkannya.
"Apa yang dia pikirkan?" Yoochun berbisik pelan di tengah tangisnya.
Yunho hanya mendesah berat, duduk di samping Yoochun dan menepuk punggungnya. Taemin dan Baekhyun berada dengan Ryeowook, di ruangan Yoochun ditemani beberapa pihak dari NCIS, termasuk Eunhyuk.
Sedangkan kedua namja ini berada di depan UGD, dimana Changmin berada.
"Dia mengikuti saran Junho... sepertinya..."
Yoochun membulatkan mata dan melirik ke arah Yunho. "Apa?! Apa yang brengsek itu katakan?!"
"Dia bilang jika Changmin mencari siapa yang dia perkirakan sebagai korban untuk bulan ini, dan membunuhnya dengan tangan sendiri, mungkin itu akan menggagalkan rencana Dewa Kematian dan mungkin akan—"
"Tetapi Changmin tidak perlu melibatkan dirinya!" Yoochun berteriak.
Yunho berusaha menenangkannya. "Mungkin dia tidak ingin dipenjara jika ia membunuh Dongwook dengan langsung. Dipenjara akan menghambatnya untuk menyelamatkan bulan ke delapan dan seterusnya."
Yoochun mendesah dan mengusap wajahnya lagi. Matanya masih basah, air mata tidak bisa berhenti turun.
"Kita berdoa sekarang dan berharap semuanya berjalan seperti apa yang kita inginkan."
.:o~o:.
Saturday
July 7th, 2012
04:01 AM
Jungmo berjalan mendekati Yoochun dan menepuk pundaknya. Yoochun masih menunduk, berdoa.
"Aku sudah berusaha menjelaskan kepada pihak NCIS tentang Junho, beruntung karena Yunho membantu untuk menjelaskan semuanya. Tentang kematian itu. Di tengkuk leher Junho sudah muncul tandanya," Jungmo terdiam sebentar dan menarik napas. "Dongwook meninggal. Banyak bagian tubuhnya yang hancur. Pihak NCIS dan polisi menemukan ia terlempar keluar mobil, jauh dari mobil, mungkin tidak memakai seatbelt. Dugaannya pintu tidak dikunci dan jendela terbuka—bukti menunjukkan seperti itu. Maka dari itu mayatnya terlihat sangat parah. Bahkan wajahnya sulit dikenali."
Yoochun masih terdiam dan berdoa.
"Aku membantu Changmin sedikit. Percaya padaku... dia akan selamat."
Ada rasa lega, namun tidak dapat membuatnya berhenti berdoa.
Selang beberapa menit setelah itu, pintu UGD terbuka. Yoochun mengangkat wajahnya secara cepat dan berdiri, ia melihat Sooman keluar dan berjalan ke arahnya.
"B-bagaimana...?"
Sooman mendesah pelan. "Kehilangan banyak darah. Kecelakaan waktu itu belum..." Sooman menarik napas. "Berdoalah komanya tidak akan lama."
Koma lagi... ya Tuhan...
.:o~o:.
Saturday
July 7th, 2012
06:08 AM
Kyuhyun membawa segelas susu hangat ke arah ruang tengah. Dia melirik ke arah jam dinding. Lalu tersenyum. Ia akan menemui Changmin. Ia sudah mengirim pesan padanya, namun belum ada balasan. Mungkin belum terbaca. Tetapi tidak apa, Kyuhyun sudah menyuruh Changmin untuk datang ke cafe tempat mereka bertemu waktu itu pada pukul dua sore.
Kyuhyun duduk di sofa dan meraih remote televisi di sampingnya. Jarinya mengarahkan tombol merah dan menatap televisi yang kemudian menyala. Kyuhyun meneguk susunya perlahan. Mengganti channel, mencari acara televisi yang menarik.
Dan ketika satu channel menayangkan tentang berita, Kyuhyun memilih untuk melihatnya.
Ia meneguk lagi susunya. Menonton sebuah berita tentang pengeboman pesawat. Kyuhyun menontonnya dengan seksama. Setelah itu berita berganti pada sebuah kecelakaan mobil yang jatuh masuk ke dalam jurang.
Beberapa kali Kyuhyun meringis ketika melihat liputan tentang betapa parahnya kecelakaan itu. Bagaiaman ketika dua korban itu berusaha dibawa keluar dari jurang menuju jalanan.
Dan ketika identitas korban itu disebutkan—karena ditemukan kartu tanda pengenal milik keduanya—Kyuhyun terbatuk.
Korban itu... bernama Choi Dongwook dan Shim Changmin.
Tidak... jangan-jangan...
.:o~o:.
