Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Gloomy | July 8th, 2012
Cast :
+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun)
+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun
+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon
+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong, Junho, Se7en and who's next?
[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]
[SNSD | B.E.G]
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : 7B! Jangan kelewat baca ini jugaaaa
.
.
.
.
The Time: Gloomy | July 8th, 2012
.
Sunday
July 8th, 2012
06:22 AM
Yoochun menatap Changmin yang terbaring koma di ranjang. Dipenuhi alat yang membantu untuk menopang kehidupan. Terkadang napas Yoochun tercekat tiba-tiba, ketika bayangan buruk tentang apa yang akan terjadi selanjutnya berputar di benaknya.
Ia sama sekali tidak ingin kehilangan namja itu. Membuatnya sadar akan kesalahannya dengan cara bercumbu dengan orang lain saja membuatnya merasa begitu berdosa.
Yoochun menunduk. Jarinya meraih jemari Changmin dan menggenggamnya.
Jangan... jangan sampai kau ambil Changmin...
.
.
The Time
Gloomy | July 8th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Sunday
July 8th, 2012
09:51 AM
Yunho keluar dari dalam mobilnya dan setelah itu membuka pintu lainnya. Taemin keluar dan melihat sekeliling. Yunho segera mengunci mobilnya dan meraih Taemin lalu menggendongnya. Kemudian ia berjalan ke arah sebuah pintu milik rumah yang minimalis itu.
Tett!
Hanya perlu sekali menekan, Yunho menunggu pintu untuk terbuka. Selang beberapa detik, pintu terbuka secara perlahan.
Yunho menatap seorang namja tinggi berambut pirang yang membukakan pintu.
"Apa benar ini rumah Kim Junsu?" tanya Yunho, sudut matanya melirik ke arah nomor rumah yang tertera di samping pintu.
Laki-laki itu mengangguk dan tersenyum. "Ya. Anda siapa?"
"Ah, saya temannya." kata Yunho.
Bohong. Tidak apa.
"Biar saya panggilkan kalau begitu."
Yunho mengangguk dan menyunggingkan senyuman. Laki-laki itu masuk ke dalam sekitar satu menit dan akhirnya kembali untuk membukakan pintu dengan lebar.
Sebelum Yunho hendak bertanya, ia sudah melihat Junsu mengikuti laki-laki itu dari belakangnya dengan menggunakan kursi roda.
Laki-laki itu menunduk rendah kepada Junsu dan setelah itu melenggang pergi.
Junsu memiringkan wajahnya menatap Yunho, "Darimana—"
"Tidak penting darimana aku tahu rumahmu. Yang pasti aku ada keperluan kesini." kata Yunho.
Junsu mengangguk. "Ayo masuk."
"Tidak perlu," Yunho tersenyum lagi. "Aku hanya sebentar. Lagipula aku harus mengurusi sekolah baru anakku."
"Ah," Junsu mengangguk. "Jadi ada apa?"
"Ini tentang Taemin," Yunho melirik ke arah Taemin. "Apa yang akan kau katakan waktu itu? Aku khawatir dengan anakku."
Junsu menggigit bibir dan menggeleng. "K-kumohon... jangan..."
"Kumohon," Yunho menekankan suaranya. "Ini untuk anakku."
"A-aku tidak bisa..."
"Aku mohon padamu..."
Junsu menggeleng lagi sambil menggigiti bibirnya. Sudah cukup. Ia tidak mau berurusan dengan kematian berurut itu lagi. Ia sudah tidak mau mengingat tentang masa lalunya dan apa yang terjadi kemarin. Dengan apa yang membuatnya benar-benar gila dengan keadaan ini.
"Junsu... aku mohon... aku perlu tahu dengan apa yang akan terjadi dengan anakku..."
Junsu memundurkan sedikit kursi rodanya. Tangannya meraih pintu, berniat untuk menutup. Yunho yang melihat pergerakan itu segera menahan pintunya.
"Kumohon..."
Junsu menggeleng lagi.
Taemin meremas bahu Yunho dan menyembunyikan lagi wajahnya, kegiatan yang ia lakukan ketika sedang takut.
Junsu lagi-lagi hanya menggeleng.
"Kumohon... cukup beritahu apa yang—"
"K-kurasa... T-Taemin pemain utamanya."
Deg!
Yunho membulatkan matanya mendengar hal itu.
"D-dia... pemain utama?"
Taemin berusaha untuk tidak mendengar percakapan keduanya.
"A-aku hanya menebak... dan mungkin... u-untuk menghentikan kematian berurut..."
Yunho mendengarkan secara seksama.
"... b-bunuh pemain utama."
Brak!
Setelah itu Junsu membanting pintunya secara kasar.
Yunho masih membulatkan matanya. Sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"A-appa... hiks..."
Info yang diberikan Junho dan Junsu benar-benar berbeda. Namun keduanya melibatkan nyawa yang harus dikorbankan.
Apa Yunho harus mengorbankan satu untuk lima korban selanjutnya.
"Hiks... a-appa... Taemin cayang appa... hiks dan umma..."
.:o~o:.
YA AMPPUN
READERSDEUL MAAFIN AKUUUU
Rasanya kaya baru keluar dari permukaan, setelah tenggelam (?)
Aku bener-bener gaada akses internet dua hari kemarin
Dan terlalu sibuuuuuk
Maaf yaaaa ;^; aku bawa 4 chapter (walau pendek) tapi aku harap bisa memuaskan readers
JEONGMAL MIANHAE DAN JEONGMAL SARANGHAEEEE
MUMUMUMUUUUU :*
