Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Missing | July 20th, 2012

Cast :

+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun)

+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun

+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon

+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong, Junho, Se7en and who's next?

[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]

[SNSD | B.E.G]

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 7E! MAAF, AKU BARU BISA UPDATE u,u

.

.

.

.

The Time: Missing | July 20th, 2012

.

Friday

July 20th, 2012

10:10 AM

Yunho terbangun dari tidurnya secara perlahan. Kedua matanya berusaha terbuka, lalu mencari dimana letak jam berada. Ketika melihat pukul berapa sekarang, ia segera terperanjat dan bangun dari posisinya.

Sudah pukul sepuluh dan ia baru bangun?

Aish! Ini pasti gara-gara beban pikirannya yang membuat ia tidak bisa tidur semalam.

Yunho segera keluar dari kamarnya dan beranjak menuju dapur. Bergegas meraih bahan termudah untuk membuat sarapan. Ia begitu menyesal karena membuat Taemin seperti ini.

Tunggu! Taemin kemana? Kenapa dia tidak membangunkannya?

Mungkin masih tidur.

Yunho mengangkat kedua bahunya dan meraih pemanggang roti.

Tetapi, lebih baik dia membangunkan Taemin sekarang dan menyuruhnya mandi. Jadi sarapan akan selesai ketika Taemin sudah mandi.

Maka Yunho berhenti untuk membuat sarapan dan kembali menaiki tangga, menuju kamar Taemin. Dahinya menggerenyit sedikit ketika melihat pintu kamar Taemin terbuka sedikit. Tanpa berpikir panjang, Yunho segera melangkah masuk ke dalam.

Dan dia tidak menemukan Taemin disana.

Ranjangnya sudah rapi, kebiasaan Taemin setelah bangun tidur. Itu artinya anaknya sudah bangun. Yunho beranjak menuju kamar mandi untuk menemukannya, tetapi tidak ada. Ia mencari Taemin ke ruangan lain, tetap tidak ada.

Dan sekarang, jantungnya memompa sedikit lebih cepat.

Ia takut, kemana Taemin-nya sekarang?

Dengan panik, Yunho segera meraih jaket dan kunci mobilnya lalu berlari keluar rumah.

"Ya Tuhan... Taemin, dimana kau?"

.

.

The Time

Missing | July 20th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Friday

July 20th, 2012

12:33 PM

Tiga belas hari sejak Changmin koma.

Yoochun mengusap wajahnya kasar dan menatap sosok yang terbaring lemah di atas ranjang itu. Dia benar-benar frustasi hanya untuk melihat kelopak mata itu terbuka. Hanya itu yang ia inginkan, tidak banyak.

Selain menyelami kasus Kematian Berurut—berupaya untuk mencari jalan keluar, pikiran Yoochun bertambah dengan kenyataan bahwa kekasihnya belum sadarkan diri hingga detik ini. Yoochun takut, takut koma yang dialami Changmin akan sangat lama.

Lalu bagaimana nasibnya? Bagaimana dengan nasib orang-orang di sekitarnya?

"Fuck!" Yoochun menjerit marah dan meremas rambutnya kasar. Dia menghampiri jendela dan memukul dinding di sampingnya.

Dia benar-benar tidak bisa untuk kehilangan Changmin-nya. Dia tidak bisa menerima hal itu.

Apa yang bisa ia lakukan?

"Changmin... kumohon..."

Cklek!

Ketika mendengar suara pintu terbuka, Yoochun melirikkan kepalanya sedikit, untuk melihat siapa yang datang. Yunho muncul dari balik pintu dan terengah. Yoochun menatapnya bingung dan berdiri menghadapnya.

"Ada ap—"

"Apa ada Taemin?"

Yoochun menggerenyitkan dahinya, "Taemin?"

"Ya! Dia menghilang!"

"T-tidak mungkin.." Yoochun menggeleng pelan.

Yunho berusaha menetralkan napasnya yang terengah lalu mengusap wajahnya kasar. "Sudah kudatangi rumah tetanggaku, menelpon Ryeowook dan bertanya ke tempat yang mungkin Taemin berada, tetapi nihil!"

"Taemin tidak mungkin kesini..."

"Ya aku tahu," Yunho mendesah berat. "Rumah sakit ini cukup jauh dari rumahku. Tetapi aku sudah tidak tahu harus mencari kemana lagi."

Yoochun menghampiri Yunho dan menepuk pundaknya. "Tenangkan dulu dirimu. Istirahat dulu."

Yunho menggeleng lalu memijat pelipisnya. "Tidak. Tidak bisa. Aku harus mencarinya. Hanya dia yang aku punya sekarang."

Yoochun melirik ke belakang, lalu kembali pada Yunho. "Tapi maaf, aku tidak bisa membantu. Bolehkah aku egois? Aku juga khawatir terhadap Changmin, dan aku tidak mau meninggalkannya."

Yunho mengibaskan tangannya. "Gwenchana. Kau memang harus disini menjaga Changmin. Kau harus ada saat ia membuka mata."

Yoochun tersenyum tipis mendengar respon Yunho yang mengerti situasinya.

"Baiklah, aku akan mencari lagi." Yunho beranjak keluar.

Yoochun mengangguk. Jarinya memegang pintu, menatapnya sebelum pergi. "Sudah kau coba ke makam Jaejoong?"

Deg!

Makam Jaejoong? Benar juga!

"God! Thanks, Yoochun!"

.:o~o:.

Friday

July 20th, 2012

01:12 PM

Yunho memasuki area pemakaman dengan tergesa. Kaki panjangnya mengarahkan ia ke arah satu makam yang sudah sangat ia kenal. Semoga orang yang ia cari dapat ia temukan disana.

Dari kejauhan, dimana tempat istrinya beristirahat, Yunho dapat melihat sosok anak kecil yang memeluk batu nisan itu. Yunho menarik napas. Lega karena sudah menemukan yang ia cari.

Yunho memperlambat langkahnya, menuju ke arah itu.

"Taemin..."

Anak itu tertidur sambil memeluk batu nisan ibu angkatnya. Yunho menggeleng pelan. Sebegitu kehilangannyakah Taemin dari sosok ibu yang resmi menjadi ibu angkatnya sekitar enam bulan lebih yang lalu?

Lalu, apa yang dirasakan dirinya sendiri melihat pendamping hidupnya kini sudah lepas dari raganya?

Yunho jongkok perlahan dan menyentuh bahu Taemin. Anak itu menggeliat, tetapi tidak terbangun. Yunho meraihnya perlahan. Dapat ia lihat bekas air mata yang mengering di pipinya. Yunho mendesah pelan dan kemudian menggendongnya lalu berdiri.

Taemin menggeliat lagi lalu mengemut jempolnya. Yunho mengusapi punggungnya lembut dan membawanya keluar dari area pemakaman.

Ia tidak tahu, apa yang membuat Taemin pergi ke makam Jaejoong sendirian.

Yunho membuka kunci mobilnya lalu membuka pintu bagian belakang. Dia memasukkan Taemin secara perlahan, membaringkannya di backseat. Yunho mendesah pelan melihatnya.

Hanya Taemin yang ia punya sekarang.

Yunho menggeleng. Dia tidak boleh larut dalam kesedihan. Yunho mundur, tangannya meraih pintu untuk menutupnya, namun seketika itu juga Taemin terbangun dan menjerit.

"Aaaaaa!"

Yunho membulatkan matanya dan mendekat. "Sayang, tenang. Sshh.. tenang..."

Taemin yang melihat Yunho segera memeluk tubuh itu. Yunho membalas pelukannya. Mengusapi punggungnya lembut sembari berbisik untuk menenangkannya berulang kali.

"Hiks... U-Umma disiksa di neraka.. hiks... aku takut..."

Yunho terdiam. Jaejoong miliknya... disiksa... di Neraka? Jadi benar... bahwa korban di bawa ke Neraka?

.:o~o:.