Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Welcome Back | July 23th, 2012
Cast :
+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun)
+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun
+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon
+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong, Junho, Se7en and who's next?
[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]
[SNSD | B.E.G]
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : 7F! MAAF, AKU BARU BISA UPDATE u,u
.
.
.
.
The Time: Welcome Back | July 23th, 2012
.
Monday
July 23th, 2012
07:23 AM
Yoochun menutup pintu setelah masuk ke dalam ruangan rawat Changmin. Dia mendesah pelan lalu memijat pelipisnya. Hari ini sama seperti hari-hari biasanya—sejak Changmin kecelakaan—dan tidak ada perubahan. Menunggu Changmin bangun setiap hari. Keluar ruangan untuk keperluan mendesak. Sisanya dia habiskan di kamar Changmin.
Seharusnya dia bekerja, tetapi menunggu Changmin lebih penting untuknya. Bahkan dia tidak apa jika gajinya harus dipotong karena hal ini. Toh uang bukan apa-apa daripada kesadaran Changmin.
Yoochun berdiri di samping ranjang dan menatap Changmin. Ah, namja ini, mengapa memilih untuk mencelakakan dirinya sendiri? Apa otak pintarnya tidak bisa memikirkan cara lain, untuk membunuh Dongwook daripada ini?
Ah, tidak, kekasihnya sangat pintar. Buktinya, ia benar-benar berhasil membawa nyawa Dongwook melayang, dan membuat dirinya selamat—setidaknya dapat dikatakan seperti itu.
Hahh...
Yoochun memijat pelipisnya dan menutup mata.
Ia butuh kepastian. Ia ingin kekasihnya kembali. Yoochun masih berani untuk menganggapnya kekasih, karena waktu itu tidak ada kata 'putus' yang resmi terucap. Tetapi walaupun kata itu memang terlontar, Yoochun sudah membuat hak milik untuk Changmin, tapi tidak resmi.
Yang terpenting adalah, Changmin miliknya dan tidak ada siapapun yang boleh memilikinya.
Yoochun benar-benar akan melakukan apapun untuk membuat Changmin tidak pergi darinya. Ia akan memperjuangkan apapun yang ia—
"Hh... h-hyung..."
Yoochun berhenti memijat pelipisnya dan terdiam. Apa ia tidak salah? Apa ia mendengar suara... yang pastinya adalah suara kekasihnya?
Yoochun menarik tangannya perlahan lalu membuka mata dan menatapnya.
Dapat ia lihat, kelopak mata itu berusaha terbuka. Berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Jari-jari itu bergerak secara perlahan.
Changmin-nya. Changmin-nya sadar. Changmin-nya hidup. Changmin-nya ada disini sekarang.
Yoochun merekahkan senyumannya.
"Welcome back, Baby..."
.
.
The Time
Welcome Back | July 23th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Monday
July 23th, 2012
07:30 AM
Mendapati Changmin sadar, Yoochun segera menghubungi Jungmo untuk datang ke ruangan itu bersama Dokter Sooman. Ia butuh keduanya karena memang mereka yang menangani Changmin waktu itu.
Saking bahagianya, Yoochun segera menghubungi Yunho untuk datang. Lalu Mr. Shim. Beberapa orang lain belum ia beritahu karena ia tidak mau banyak orang yang memenuhi tempat itu. Cukup orang-orang penting yang sangat wajib untuk mengetahui bahwa Changmin sudah sadar.
Yoochun memperhatikan Sooman yang menangani Changmin—pemulihan untuk orang yang baru sadar dari koma. Jungmo berdiri di samping Yoochun, menunggu dengan gembira.
Sungguh, setidaknya mereka sudah melihat bahwa kedua kelopak mata Changmin sudah terbuka. Dan ia masih hidup.
Yoochun mengalihkan pandangannya ketika mendengar pintu diketuk, dan setelah itu terbuka. Yunho masuk dengan Taemin dalam pangkuannya. Keduanya tersenyum lebar, menantikan moment ini.
Keduanya menghampiri Yoochun dan Jungmo. Changmin melirik ke arah mereka. Yunho dan Taemin menatapnya, lalu tersenyum lagi—terlebih pada Taemin yang melambaikan tangannya.
Changmin menatap Yunho secara perlahan lalu membuka mulutnya.
"Y-Yunho hyung... dia anak siapa?"
Seketika semuanya terdiam. Senyum hilang dari bibir semua wajah. Sooman mendesah pelan lalu berbalik menatap Yoochun yang terlihat bingung.
Ia menepuk pundak Yoochun dan menggeleng. "Sudah kuduga, benturan di kepalanya akan mengakibatkan ini. Dia amnesia ringan. Dia melupakan hal-hal yang baru-baru ini ia kenal, dan juga hal yang membebaninya."
Oh Tuhan, tidak mungkin...
.:o~o:.
Monday
July 23th, 2012
09:08 AM
"Kalau Changmin terus seperti ini dalam beberapa waktu..."
Yoochun menggeleng dan mendudukkan dirinya di salah satu bangku di depan ruangan rawat Changmin. Matanya melirik ke arah Yunho yang tengah menggendong Taemin yang sudah tertidur dari beberapa menit yang lalu.
"Taemin sempat menangis, cukup lama karena mengira Changmin melupakannya."
Yoochun menggeleng. "Kenyataannya, Changmin memang melupakannya."
"Itu artinya Death Cycle juga, iya bukan?"
Mau tidak mau, Yoochun mengangguk pasrah.
Yunho membuang napas dan mengurut pelipisnya. "Changmin melupakan semuanya. Jadi siapa yang akan mengurus semuanya? Kita harus membuat Changmin ingat. Kita harus membawa bukti-bukti dan—"
Yoochun menggeleng. "Tidak. Kita yang selesaikan ini. Aku beruntung Changmin amnesia. Setidaknya dia tidak akan seperti dulu lagi." Dan dia tidak akan mengingat Kyuhyun. Tentu saja.
Yoochun tersenyum licik.
Pintu terbuka dan Jungmo muncul dari balik pintu. Keduanya segera menatap Jungmo yang balik menatapnya. Lalu Jungmo menunjuk ke dalam ruangan dengan dagunya.
"Changmin ingin bicara."
Tanpa mengatakan apapun, Yoochun segera berdiri dan melangkah masuk ke dalam ruangan rawat Changmin. Yunho mengikutinya dari belakang—masih posisi menggengdong Taemin yang tertidur. Jungmo menutup pintu setelah itu.
"Hyung... Y-Yunho hyung..." Changmin berucap dengan suara yang lemah.
Yang di panggil segera mendekati Changmin. Changmin menatapnya perlahan.
"Aku ingin b-bertemu Jaejoong hyung... b-bisakah panggil dia untuk.. d-datang?"
Deg!
Tidak Yunho, tidak Yoochun, maupun Jungmo memilih untuk mengatupkan mulut mereka.
Apa yang harus mereka katakan?
Yoochun menyentuh lengan Yunho, membuatnya meliriknya, lalu ia menggeleng.
.:o~o:.
