Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Oblivious | July 26th, 2012

Cast :

+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun)

+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun

+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon

+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong, Junho, Se7en and who's next?

[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]

[SNSD | B.E.G]

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 7G! MAAF, AKU BARU BISA UPDATE u,u

.

.

.

.

The Time: Oblivious | July 26th, 2012

.

Wednesday

July 26th, 2012

08:00 AM

Hari ketiga setelah Changmin sadar. Yoochun sudah mulai mencoba untuk memulihkan ingatannya—hanya tentang beberapa hal, dan menjauhi tentang Death Cycle.

Changmin sudah terlihat lebih sehat. Cara makannya sudah hampir seperti biasa. Kondisi fisiknya juga terlihat bahwa dia bisa keluar dari rumah sakit sekitar tiga sampai empat minggu lagi.

"Aku mau memperlihatkan ini lagi, tapi jangan terlalu terburu-buru. Perlahan saja, kalau kau tidak kuat, suruh aku berhenti."

Changmin mengangguk perlahan, menatap Yoochun yang duduk di kursi samping ranjangnya.

Yoochun mengeluarkan handphone-nya dan mencari sebuah gambar. Setelah itu dia memberikannya kepada Changmin, membiarkannya melihat sendiri.

"Dia anak anjing kita, jenis West Highland Terrier. Namanya Silky—nama yang kau buat. Sedangkan aku menamainya Mimax." Yoochun terkekeh pelan. "Kita memilikinya Januari lalu, tepatnya tanggal limabelas."

Changmin menatap foto itu dengan tatapan intens. Berusaha menyelami masa-masa itu. Dia menggigit bibir bawahnya. Ada sedikit sinyal—sama seperti dua hari yang lalu karena Yoochun sudah berusaha untuk membuatnya ingat pada anak anjing itu. Tetapi masih sedikit sulit.

"Jangan dipaksa..." Yoochun tersenyum manis.

Changmin masih menggigit bibir bawahnya lalu menggeleng perlahan. Dia melirik Yoochun—sangat takut kekasihnya kecewa.

"Tidak apa, Sayang. Tidak apa jika kau belum ingat." Yoochun tersenyum lagi dan menepuk kepala Changmin lembut. "Kau melakukannya dengan baik."

Changmin memberikan handphone itu perlahan.

"Setidaknya kau tidak melupakanku, Baby."

.

.

The Time

Oblivious | July 26th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Wednesday

July 26th, 2012

10:21 AM

"Kau benar-benar tidak akan memberitahunya?"

Yoochun menggeleng ketika Jungmo mendesah berat.

"Lalu bagaimana seterusnya? Akan tetap seperti ini? Lama kelamaan dia akan ingat."

Yoochun mengangkat bahu. "Kuharap itu terjadi setelah tahun ini berlalu."

"Oh astaga..." Jungmo meremas rambutnya. "Kau tahu sendiri bahwa yang lebih mengerti tentang ini adalah Changmin."

Yoochun menggeleng lagi. "Keselamatan Changmin lebih penting bagiku."

"Jadi apa kau akan membiarkan lima orang lagi mati dalam tahun ini? Masalahnya, orang yang mati adalah orang terdekat."

"Terdekat dari siapa?!" Yoochun mulai geram. Dia menatap Jungmo seraya menggertakkan giginya. "Aku tidak mau kehilangan Changmin dan kau tahu akan hal itu! Aku hampir kehilangan dia dua kali—karena koma. Dan ingatannya akan membawa kemungkinan lebih besar untukku kehilangannya. Aku takut dia ingat akan Kyuhyun!"

Jungmo diam mendengar semua kalimat itu. Dia mengalihkan pandangannya. Diam. Tidak tahu harus merespon apa.

Yoochun mencoba mengatur napasnya yang sempat memburu. "Tentu aku tidak akan diam, Jungmo. Aku akan mencoba untuk menyelamatkan semuanya dari Death Cycle—kita juga tidak bisa menutup kemungkinan untuk korban selanjutnya. Bisa saja itu Changmin."

Jungmo kembali menatap Yoochun. Dia menepuk bahunya perlahan. "Kau tertekan, aku tahu. Semua masalah ini terlalu beruntun. Sampai sekarang, kita belum bisa tahu pasti apa yang menyebabkan semua korban dapat kehilangan nyawanya dalam satu detik dengan banyak luka aneh di tubuh mereka." Jungmo menelan ludahnya. "Pernah ada yang selamat bukan? Berarti masih ada peluang. Jika saja aku... yang menjadi korban ke-delapan, aku akan mencoba sebisaku untuk keluar dari Death Cycle itu. Aku berjanji padamu dan aku akan memberitahu padamu caranya. Setidaknya itu akan meringankan sedikit bebanmu tentang Death Cycle—kurasa."

Yoochun menatap Jungmo dengan seksama. "Jangan bicara begitu... aku tidak mau ada korban lagi..."

"Aku hanya bersiap. Lagipula, aku juga menyelami kasus ini sedikit-sedikit. Dan sampai sekarang, pemain utama yang aku tebak adalah Changmin."

Yoochun menggeleng cepat. "Pemain utama bukanlah yang berperan aktif."

"Tapi feeling ini begitu kuat Yoochun. Aku hanya menyuruhmu untuk waspada. Sampai sekarang kita tidak tahu, apa bedanya pemain utama dan yang bukan. Yang pasti, korban selalu orang yang dikenal—atau ada hubungan dari orang yang dikenal—oleh pemain utama. Jadi sebaiknya, jaga dia, sangat jaga dia."

.:o~o:.

Wednesday

July 26th, 2012

02:44 PM

Baekhyun masuk ke dalam rumah, berlari cukup riang. Tao baru saja memberikannya mainan baru—sebuah mobil remote control—yang kemarin-kemarin Baekhyun lihat di iklan televisi. Tao mendorong kursi roda yang diduduki Junsu setelah pulang dari rumah sakit—untuk terapi kakinya. Tao membawanya ke ruang tengah, dimana Baekhyun mulai membuka dus mainan barunya dengan tidak sabar.

"Sayang, jangan terburu-buru~" kata Junsu, lalu terkekeh pelan.

Baekhyun tidak menghiraukan ucapan ibunya. Dia hanya tertawa, menatap mainan barunya dengan gembira.

Tao tersenyum, tipis. Dia menepuk pegangan untuk mendorong kursi roda, membuat Junsu memberikan perhatian padanya.

"Maaf Tuan, saya hanya ingin bertanya lagi. Jadi apa yang akan dilakukan? Saya sudah menelusuri profil ayah Baekhyun."

Junsu menghela napas perlahan. Matanya tetap mengarah pada Baekhyun, namun pikirannya menyelami hal-hal lain.

"Lakukan saja sesuai rencana kemarin."

"Tetapi Tuan..." Tao menarik napasnya. "Bukankah dengan cara itu, ia tidak—"

Junsu memejamkan matanya, lalu mengeraskan rahangnya. "Lakukan saja apa yang aku perintahkan." ucapnya penuh penekanan.

Tao mengangguk perlahan. "Baik Tuan."

.:o~o:.