Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Conscious | July 31th, 2012

Cast :

+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun)

+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun

+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon

+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong, Junho, Se7en and who's next?

[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]

[SNSD | B.E.G]

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 7H! MAAF, AKU BARU BISA UPDATE u,u

.

.

.

.

The Time: Conscious | July 31th, 2012

.

Tuesday

July 31th, 2012

08:00 AM

"Dia anak anjing kita, jenis West Highland Terrier. Namanya Silky—nama yang kau buat. Tetapi aku menamainya Mimax karena keren. Kita memilikinya tanggal limabelas Januari—"

Changmin memejamkan matanya erat dan meremas lengan Yoochun. Tangan lainnya meremas rambutnya kasar.

Yoochun berhenti. Sedikit senyuman merekah di wajahnya. Dia mengusapi lengan Changmin dengan tangan yang satunya.

"Perlahan... perlahan Baby..."

"Akh... sakit..." Changmin meremas rambutnya semakin keras.

Yoochun mengangguk, seolah mengerti dengan apa yang dirasakan Changmin.

"Jangan buru-buru... kau semakin baik setiap harinya..."

Changmin menggeleng pelan. Meringis kembali, masih meremas kuat rambutnya. "A-anak anjing itu... m-membawa setangkai mawar merah untukku...?"

Yoochun sedikit melebarkan matanya mendengar pertanyaan itu. Setelah hari-hari sebelumnya, hari ini menunjukkan peningkatan. Yoochun tersenyum gembira.

"Ya?"

"D-di malam itu.. ukh... Hyung pulang... membawanya..."

Yoochun semakin melebarkan senyumnya. "Yup."

"Dan... dan... aku..." Changmin membuka matanya perlahan dan menatap Yoochun. Yoochun menatapnya antusias. "A-aku menamainya... Silky, karena bulunya begitu.. halus."

Yoochun segera meraih tangan Changmin dan mencium punggung tangannya. Ia senang. Sangat senang.

"Satu poin untuk kembali pada kehidupanmu, Calon Istriku."

.

.

The Time

Conscious | July 31th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Tuesday

July 31th, 2012

11:03 AM

Yoochun membayar beberapa macam buah yang baru saja ia beli. Ia tersenyum pada kasir yang memberikannya senyuman ramah, lalu menerima kembalian uang tersebut.

Yoochun keluar dari toko tersebut seraya memasukkan uang kembalian dan struk belanjaan ke dalam saku celananya. Matanya mengarah ke depan. Terkadang senyuman muncul di wajahnya.

Mengingat Changmin-nya yang mulai pulih, ia cukup senang bukan?

Tetapi cukup takut untuk mengingatkannya pada mimpi buruk.

Tentang Kyuhyun.

Dan juga tentang Death Cycle yang akan menelan korban lagi sekitar seminggu lagi.

Yoochun menggeleng. Semoga Changmin benar-benar melupakannya... untuk selamanya, bukan sementara.

Yoochun berbelok, mengikuti jalan trotoar itu. Toko buah yang di datanginya tidak jauh dari rumah sakit. Hanya sekitar beberapa meter lagi ia akan sampai.

Matanya melirik pada satu kantung belanjaan berisi empat macam buah-buahan yang ia beli. Jeruk sunkist, anggur hijau, apel merah dan pisang. Yoochun terkekeh keci setelah itu.

Ketika matanya kembali mengarah ke depan, segera langkahnya terhenti secara perlahan. Dia melihat sosok seseorang yang berjalan melawan arah padanya, yang juga terhenti ketika melihatnya.

Yoochun menarik napasnya.

Semoga orang itu tidak kembali dari rumah sakit. Semoga orang itu tidak datang kepada Changmin-nya.

Dia—Kyuhyun—mendesah pelan lalu berjalan mendekat, namun tetap menjaga jaraknya sekitar satu meter.

"Annyeong..." ia memulai secara perlahan.

Yoochun hanya menatapnya, tanpa berniat untuk membalasnya.

Ia takut Kyuhyun telah menemui Changmin. Ia takut jika mereka bertemu kembali. Ia hanya takut.

Kyuhyun menarik napasnya.

"Baiklah, aku tahu pasti kau tidak mau... bicara tentang itu, tetapi..." Kyuhyun menggigit bibir bawahnya sedikit dan menelan ludahnya kasar. "Aku... ikut berduka atas... meninggalnya Changmin..."

Yoochun membulatkan matanya, dan setelah itu segera merubah mimiknya dengan cepat.

Apa? Apa yang baru ia dengar? Changmin... meninggal?

Yoochun menunduk lalu tersenyum sinis.

Benar juga. Bagus sekali jika Kyuhyun menganggap Changmin meninggal. Dengan itu, usaha yang perlu ia lakukan hanyalah membuat Changmin benar-benar melupakan namja itu karena mereka mungkin tidak akan bertemu lagi—dengan kemungkinan lebih besar karena Kyuhyun tidak mungkin menemuinya.

Kyuhyun mencoba untuk menahan rasa sakitnya. Matanya mengarah pada perutnya yang membuncit sedikit dan hampir terlihat. Anak itu benar-benar akan terlahir tanpa ayah. Dan Kyuhyun tahu jelas dengan hal itu.

Padahal dia sudah punya keberanian untuk jujur pada Changmin.

Hendak Kyuhyun bertanya, dimana Changmin dimakamkan, Yoochun segera melanjutkan langkahnya yang terhenti. Melewati Kyuhyun. Meninggalkannya.

Dia merasa hidupnya akan baik-baik saja setelah ini.

.:o~o:.

Tuesday

July 31th, 2012

11:03 AM

Tao masuk ke dalam rumah dan setelah itu menutup pintu. Ketika ia berbalik, ia mendapati Junsu sudah berada dihadapannya—duduk di kursi roda seperti biasa.

Tao menelan ludahnya lalu melirik sedikit ke arah kantung kecil yang dibawanya.

"Apa itu?" tanya Junsu.

"Rencana."

Junsu menatap Tao dengan bingung tetapi pelayannya itu hanya membungkuk rendah, meminta izin untuk pergi dari hadapannya.

Junsu menggeleng. Tangannya mencoba meraih kantung itu tetapi Junsu menjauhkannya.

"Berikan padaku."

Tao menggeleng.

"Apa itu? Apakah itu berbahaya? Sampai sekarang aku tidak tahu apa rencanamu."

Tao menggeleng lagi dan melindungi kantung itu di belakangnya. "Ini hanya bagian dari rencana."

Junsu menunggu Tao untuk menjelaskan, tetapi namja china itu hanya berbisik.

"Mati perlahan itu.. menyakitkan."

.:o~o:.