Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: A Problem | August 3rd, 2012
Cast :
+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun)
+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Eunhyuk, Shindong, Minho, OnKey, Baekhyun, Henry, Soohyun
+ Cameo : Ryeowook, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon
+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong, Junho, Se7en and who's next?
[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]
[SNSD | B.E.G]
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : 7I! MAAF, AKU BARU BISA UPDATE u,u
.
.
.
.
The Time: A Problem | August 3rd, 2012
.
Friday
August 3rd, 2012
08:29 AM
Taemin masuk ke dalam ruangan rawat Changmin seraya membawa beberapa buah jeruk di kantung plastik.
Dia menutup pintu perlahan lalu mendapati Changmin yang tengah tertidur. Taemin tersenyum tipis. Dia mendekat perlahan, kemudian naik ke atas kursi dan menatap Changmin dari dekat.
"Hyung... Taemin bawakan buah jeluk~" kata Taemin dengan nada berbisik.
Changmin terusik—karena memang dia baru saja memejamkan matanya untuk istirahat, setelah Yoochun memintanya. Matanya mengerjap perlahan, lalu menatap Taemin.
"Oh, hei.." kata Changmin.
Taemin tersenyum tipis. "Maaf membangunkan hyung~"
Anak kecil itu meraih satu jeruk dari kantung plastik—lalu meletakkan kantungnya di meja samping ranjang. Changmin mengambil posisi duduk menyandar, sementara Taemin mulai mengupas jeruknya.
"Kemana Yunho-hyung?"
Taemin meletakkan potongan kulit jeruk di meja. "Appa mengantarku kecini, nanti Wookie hyung menjemput. Appa mau bekelja."
Changmin sedikit menggerenyit ketika mendengar nama 'Wookie'. Ia pasti kenal, tetapi ia tidak ingat sekarang.
Taemin meraih satu potongan jeruk lalu mengarahkannya pada mulut Changmin.
Changmin melirik ke arah Taemin lalu pada jeruk itu. Ia membuka mulutnya perlahan, membuat Taemin tersenyum senang.
"Changmin hyung benal lupa... padaku?"
Kedua mata Changmin sedikit membulat mendengar ucapan dari anak kecil itu. Changmin sadar bahwa dia sudah menyakiti hatinya—saat pertama ia sadar. Ia harap ia bisa memperbaiki ingatannya.
"A-aniya... Changmin hyung tidak lupa T-Taemin..."
Taemin menatap Changmin dengan penuh harap. Berharap Changmin berkata jujur. Anak kecil itu menarik napas dan meraih satu potongan jeruk lagi.
"Taemin takut kalau hyung lupa..." ia menggigit bibir bawahnya. "Tidak ada yang bica Taemin belitahu tentang mimpi Taemin."
"Mimpi apa?" Changmin memiringkan kepala bingung.
Taemin menatap jeruk yang di pegangnya. "T-tenang D-Dia.. Taemin takut..."
Changmin semakin menggerenyit bingung.
Taemin menatapnya perlahan. "H-hyung tidak ingat? U-Umma meninggal k-karena Dia..."
Changmin membulatkan matanya kemudian meremas rambutnya kasar. Tidak. Semua bayangan itu. Ada masa lalu yang memaksa untuk diingat. Ada masa lalu yang memintanya untuk bangun pada kenyataan. Ada masa lalu yang menyiksanya.
Taemin kaget melihat Changmin. Dia hendak menyentuh lengan namja itu, namun Changmin menjerit terlebih dahulu.
"Aaaaaaaarrrgghh!"
.
.
The Time
A Problem | August 3rd, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Friday
August 3rd, 2012
09:03 AM
"Changmin sudah ditenangkan."
Yoochun menatap Yunho yang menggendong Taemin di hadapannya. Posisi mereka berada di luar ruangan rawat Changmin—yang beberapa menit lalu sudah diberikan obat penenang karena Changmin tidak mau berhenti berteriak.
Yoochun menarik napas dan mengurut pelipisnya.
"Yoochun..." ucap Yunho pelan. Matanya melirik ke arah Taemin yang mengemut jempolnya.
"Aku sangat tidak mau dia ingat akan hal itu..."
"Aku tahu..." kata Yunho. "Tapi mau bagaimana lagi. Lama-lama dia akan mengingat semuanya."
Yoochun mendesah pasrah mendengar kalimat itu.
"Jadi... apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Bukan apa-apa, tetapi..." Yunho menatap Yoochun di hadapannya. "Berusaha untuk temui Junsu. Tanggal delapan hanya lima hari lagi. Kita harus cepat. Kau harus bisa mendesaknya."
Yoochun menatap Yunho dengan tidak setuju. Yunho menggeleng, memberitahu Yoochun bahwa dia harus melakukan hal itu tetapi ia tidak mau. Yoochun melenggang pergi menyusuri koridor, menjauh dari ruangan rawat Changmin sementara Yunho membawa Taemin menjauh dari sana.
Mungkin keduanya harus melakukan sesuatu dengan cara mereka masing-masing.
Setelah ketiga orang itu pergi, seseorang muncul dari balik dinding di belokan mengenakan jaket berkupluk yang menutupi wajahnya. Berusaha bersikap wajar, ia berjalan ke arah ruangan Changmin dan masuk ke dalam. Setelah menutup pintunya dengan pelan, tanpa basa-basi orang itu mendekat ke arah Changmin yang tertidur karena diberi obat. Ia segera mengeluarkan sebuah bungkusan di tangannya yang menggunakan sarung tangan. Jarinya segera meraih satu suntikan besar yang sudah berisi cairan, lalu meraih lengan Changmin. Segera menyuntikkan cairan itu di sudut yang tepat. Setelah semuanya selesai, namja itu keluar dari ruangan dengan senyuman licik yang terpatri di wajahnya yang tersembunyi.
.:o~o:.
Saya tidak meminta apapun
Hanya review untuk membuat saya tetap hidup untuk The Time
THANKS A LOT FOR EVERYTHING GUYS
REALLY LOVE YA
