Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Author : hani yuya
Judul : Yume no mirai
Rate : T
Pairing : Sasusaku, Gaasaku.
Gendere : Au,Ooc,Romance,Drama
Nb: maaf jika ff ini jelek, typo bertebaran dimana mana, bahasa kurang baku. Don't like don't read.
.
.
Sakura nampak gelisah, sejak berada di dalam mobil Sasuke badannya tak bisa diam. Berulang kali tangannya memukuli kaca mobil berharap Sasuke membukakan pintu mobilnya. Sasuke mendelik tak suka melihat tingkah gadis bersurai pink disampingnya ini.
*Sakura pov on *
Sejak tadi aku gelisah, Sasuke akan membawaku kerumahnya. Tidakkkk, Meski dia tampan aku tidak akan mau melakukannya kalau belum menikah. Kami-sama lindungilah aku. Hiks.
"Tch, bisakah kau diam Sakura? " Sasuke mendecih. Tanda segi empat sudah banyak berkumpul di dahinya.
"Tidaakk, cepat turunkan aku Sasuke-kun. Sekarang! Kumohon" aku menangkupkan kedua tanganku memohon padanya.
Sasuke mengernyit kan dahinya "Bukankah kau tak punya tempat tinggal disini ? "tanyanya.
'Ah, aku lupa. Aku tak punya tempat tinggal dan uangpun tak ada . Hiks ' ucapku dalam hati .
"Tapi Sasu- " belum sempat aku melanjut kan perkataanku Sasuke memutusnya.
"Kubungkam mulutmu jika kau terus berisik " Ucapnya. Dan mendeathglare ku dengan tatapan membunuh.
Tubuhku langsung membeku seketika. Diam seribu bahasa, wajahku tertunduk lemas,tak berani memandang wajahnya 'Ah, seeraammm ' batinku.
.
-000-
30 menit berlalu. Aku masih diam membatu. Mobil sport merah Sasuke berhenti di depan gerbang besi yang menjulang tinggi di depannya. Lalu tangannya memencet klakson lama kemudian terlihat dua orang satpam penjaga membukakan gerbangnya. lalu membungkuk memberi hormat padanya.
Sasuke langsung menjalankan mobilnya kembali masuk melewati pagar besi yang menjulang tinggi itu. Lalu kembali menghentikan kendali mobil sportnya tepat di depan sebuah rumah megah layaknya istana ini. Dia langsung turun dan membukakan pintu mobil untukku.
"Turunlah " perintah Sasuke. Mendengar suaranya, aku tersentak kaget dari lamunanku dan mulai turun dari mobil. Alangkah terkejutnya aku saat melihat rumah besar layaknya istana ini. Mulutku menganga terkagum kagum. Sasuke langsung menggendongku bridal style secara tiba-tiba
"Kau - apa yang kau lakukan Sasuke-kun, turunkan aku!" aku meronta -ronta minta dilepaskan dari gendongannya.
"Tch,diamlah. Bukankah kakimu masih lemas he ? " jawabnya. Lalu langsung melangkah masuk ke dalam rumah. Wajahku mungkin merah seperti kepiting rebus. Saat kami memasuki rumah para pelayan membungkukan tubuh dan memberi sambutan kepada Sasuke, Lalu datanglah seorang pria berambut perak melawan gravitasi dengan jas putihnya menghampiri kami .
*sakura pov off *
.
.
" Ohayou gozaimasu, tuan muda Sasuke. Apa ada sesuatu yang tertinggal sampai anda kembali kerumah, tuan? " tanya nya sopan.
"Jangan terlalu sopan padaku Kakashi ! Aku kembali ingin bertemu orangtuaku dan itachi nii. Apakah mereka masih belum berangkat? " Kakashi hanya mengernyitkan dahinya tak percaya pada ucapan tuan mudanya. Apa tuan mudanya ini salah makan sesuatu?biasanya dia cuek tak peduli pada keluarga atau kakaknya. Bukan cuek karena tak suka, dia hanya gengsi bila terus terang mengungkapan rasa kasih sayangnya kepada mereka.
"Ahh, sayang sekali tuan, mereka baru saja berangkat 10 menit yg lalu " jawabnya. Pandangannya langsung tertuju pada gadis manis yang di gendongan tuan muda nya, lalu tersenyum kepada sang gadis.
Sakura yang sejak tadi diam langsung tersenyum malu-malu saat melihat wajah tampan Kakashi yang sedang tersenyum di hadapannya. 'Huuwaaaaa ,tampannya' teriak innernya dalam hati.
Sasuke mendelik tak suka melihat sang gadis yang tersenyum malu saat menatap wajah Kakashi. Tch, Sasuke mendecih. Dan langsung melanjutkan langkahnya ke dalam rumah tanpa permisi pada Kakashi. Sedagkan Kakashi hanya terkekeh geli melihat tingkah laku tuan mudanya 'Sepertinya gadis manis itu kekasihnya' batinnya.
"Sasuke-kun kita mau kemana? "tanya sang gadis bersurai pink ini bingung.
"Hn, kamarku " jawabnya singkat.
"Heeeee! " manik emeraldnya melotot kaget mendengar jawaban pria berambut raven ini. 'Kami sama, bagaimana ini " batinnya gelisah.
Kreet Sasuke membuka gagang pintu dihadapannya. Lalu langsung menghambur masuk kedalam. Kini mereka berada di sebuah kamar yang cukup besar yang terletak di lantai 2 . Cat dinding berwarna biru muda, tempat tidur king size terbuat dari kayu jati . disisi kanan kirinya terdapat meja kecil dan lampu hias diatasnya. Kamar mandi yang cukup besar. Lemari 5 pintu di sudut ruangan yang terbuat dari kaca dengan tinggi hampir 2 meter lebih. Di samping tempat tidur sebelah kanan terdapat Jendela yang terbuat dari kaca serta pintu kaca yang diluarnya terdapat beranda kamar. Rak buku di sudut pojok dekat jendela .dan lemari hias di sampingnya di dalamnya terdapat berbagai macam barang antik.
Sakura terbelalak tak percaya saat melihat kamar Sasuke, mulutnya menganga dan manik Emerald nya tak berkedip sedikitpun. 'Sugooooii 'batinnya.
Lalu Sasuke mendudukan Sakura di atas tempat tidur king size nya. Sakura memandang awas Sasuke. Mengambil ancang-ancang untuk melarikan diri jika Sasuke berbuat macam-macam padanya. Tapi nyatanya Sasuke malah melengos pergi menuju lemari kacanya. Dan mencari sesuatu di sana.
Wajahnya terlihat senang saat menemukan apa yang tengah dicarinya. Sasuke langsung melangkah mendekati sang gadis dengan seringaian memenuhi wajah tampannya.
Gadis bersurai pink ini bergidik ngeri melihat seringaian pria berambut raven ini. 'Mauu apa dia?! ' batinnya seraya menggeser tubuhnya kebelakang saat sang pria melangkah maju mendekat.
Sang pria masih terus melangkah mendekati sang gadis, meski tubuh sang gadis sekarang sudah berada di atas tempat tidur.
"Sasuke-kun jangan mendekat lagi! "Perintah sang gadis.
Tapi Sasuke tetap mendekat, dia pun naik ke atas tempat tidur. pergerakan Sakura kalah cepat dibanding Sasuke.
Sehingga gerakannya terhenti. Karena Sasuke sudah berada di atas tubuh Sakura. Jarak wajahnya pun tak sampai 10cm .
Sakura bisa merasakan nafas Sasuke diwajahnya. Lalu perlahan wajah Sasuke makin mendekati wajahnya. Onyx dan Emerald bertemu pandang .
Debaran jantung Sakura sudah tidak bisa dikendalikan. Akhirnya dia memaksakan menutup matanya takut , tidak berani melihat wajah tampan Sasuke lebih dari ini.
1
2
3
"Buahahaahaha "Sasuke tertawa geli melihat tingkah laku Sakura yang berlebihan.
Sakura langsung membuka mata dan melihat Sasuke yang sedang tertawa.
"Bodoh. kau pikir aku akan menciummu,he. Dasar pervert " jawab Sasuke menyentil dahi Sakura .posisi mereka masih tetap sama.
"Kauu, aku tidak pervert! " Sakura mengembungkan pipinya kesal dikatai pervert oleh Sasuke.
Sasuke lalu memperlihatkan benda yang tadi dia cari "Ini lihatlah "
Sakura kaget saat melihatnya. Manik emerald nya menajamkan penglihatannya ke arah benda tersebut. "Itu! Kalung yang sama dengan milikku? "
jawabnya.
Sasuke menyeringai "Ya kalung inipun warisan dari keluarga ku turun temurun. kau tau artinya Sakura?"
Sakura menggelengkan kepalanya tak mengerti. Sasuke mendekat kan wajahnya di telinga Sakura. Dan berbisik dengan suara yang terdengar sexi di telinga Sakura.
"Artinya kau dan aku berjodoh. Kita akan menikah kelak " bisiknya.
"HEEEEE" saking kagetnya Sakura berteriak. Wajahnya sudah seperti tomat kesukaan Sasuke. 'Kami-sama, apakah aku tak salah dengar. Dia jodohku? Tunggu -aku baru mengenalnya hari ini. Jangan -jangan dia mau mempermainkanku. Belum lagi kalau tiba-tiba tubuhku berubah menjadi gemuk di depan nya. Akkkhhhhh dia pasti akan menjauhiku . Huuuu.. kami-sama tapi aku lemah pada pria tampan, bagaimana ini ." perdebatan batin terjadi di diri Sakura.
.
.
-000-
.
.
Dikediaman Haruno
Haruno Dan, Haruno Tsunade dan Haruno Sasori sedang berada di ruang makan. Ini adalah ruinitas sehari-hari di keluarga haruno. Makan pagi bersama keluarga .
Disana hanya terdengar dentingan garpu dan sendok tanpa ada yang mengeluarkan suara. Sesekali mata hazel Sasori memandang jam dinding yang tertempel di atas dinding ruang makan.
'Tumben Sakura lama sekali mandinya, tak biasanya dia begini? ' sebelah alisnya terangkat saat memikirkan adik cubby satu-satunya itu tak kunjung datang ke ruang makan. Lalu Sasori memutuskan untuk melihat keadaan adiknya. Sreett. sasori bangun dari duduknya .
"Mau kemana kau Sasori? " tanya tsunade.
"Aku mau melihat Sakura, biasanya dia tak selama ini di kamar mandi apalagi melewatkan jam makannya " Sasori langsung berjalan menuju kamar mandi.
Tsunade hanya Terkekeh pelan 'Dasar sister complex ' batinnya
Sasori tiba di depan kamar mandi yang sering dipakai adik kesayangannya. Sebelah alianya terangkat. karena tidak ada suara tanda-tanda kehidupan di dalam. Hening.
Tok tok tok.
Sasori mulai mengetuk daun pintu kamar mandi pelan. "Sakura, kau masih di dalam?cepat nanti terlambat kuliah " tak ada yang menyahut .
TOK TOK TOK
Tangannya mengetuk lebih keras. "Sakura kau dengar aku kan ".Berulang kali Sasori menurun naikkan gagang pintu yang terkunci rapat itu. Tch. Rasa panik menjalar di tubuh Sasori. Takut terjadi apa-apa pada adiknya. Ditendangnya kasar daun pintu kamar mandi berulang kali dengan sebelah kakinya.
BRAAKK
setelah pintu terbuka Sasori langsung menghambur masuk. Matanya terbelalak tak percaya bahwa di dalam kamar mandi kosong. Adik kesayangannya tak ada di dalam.'tch, kemana dia '. Sasori langsung berlari ke kamar sang adik dipanggil namanya berulang kali. Namun nihil di dalam kamar sang adik pun tak ada. Jantungnya berpacu dengan kencang, lalu dengan langkah besar dia berlari menemui orantuanya di meja makan.
"Ka-san, Tou-san. Sakura tak ada di kamar mandi dan kamarnya, apa dia diculik? hosh hosh hosh"keringat dingin keluar di wajah Sasori. "Kita harus menghubungi polisi "lanjutnya.
Tsunade dan Dan memandang datar Sasori. tak ada raut wajah panik dikeduanya.
"Hahahaha, ternyata kalungnya sudah bereaksi. Omedetou Sakura, kau sudah menemukan jodohmu " jawab tsunade.
Sasori menatap bingung ke arah tsunade " Apa maksudmu Kaa-san. Jodoh sakura? Jelaskan padaku secara detail! Sasori menuntut penjelasan pada Tsunade. Dan dengan senang hati Tsunade menjelaskannya.
'Sakura aku pasti akan datang menemuimu dan tak akan kubiarkan pria manapun menyentuh mu' Sasori menetapkan hati untuk mencari Sakura. Yah begitulah, sasori adalah tipe kakak yang terlalu over protektif terhadap Sakura.
.
-000-
.
.
Di rumah yang mewah lainnya seorang pemuda bertato ai dengan manik jade nya sedang berdiri di beranda kamarnya. Memegang erat kalung perak berbentuk hati yang dipakainya. Mata jadenya menerawang jauh ke depan.
"Kapan kau akan datang padaku,aku sudah lama menunggumu. Sakura ?" Gumamnya.
.
.
.
.
TBC
terima kasih untuk yang sudah baca tentang lemon entah chap berapa akan saya &R
