Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: False Hope | August 14th, 2012

Cast :

+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun)

+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, Tao, Lay, Kris, Eunhyuk, Ryeowook, Minho, OnKey, Baekhyun,

+ Cameo : Soohyun, Henry, Shindong, KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon

+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong, Junho, Se7en and who's next?

[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | EXO | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]

[SNSD | B.E.G]

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini | You can not stop the cycle

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 8C ayo ayoooooo

.

.

.

.

The Time: False Hope | August 14th, 2012

.

Tuesday

August 14th, 2012

11:12 AM

Mr. Shim melangkah masuk ke dalam ruang rawat Changmin. Ia melihat anaknya tengah diperiksa oleh Dokter Sooman, dimana Yoochun berdiri di sampingnya dengan sudah siap. Hari ini Changmin akan pulang, tentu saja hari ini cukup istimewa.

Ya walaupun yang dinginkan ayahnya adalah ingatan Changmin yang kembali pulih.

Setidaknya kondisi fisiknya telah membaik.

"Hanya perlu pemulihan lebih panjang. Pola makan yang masih sedikit ketat. Asupan vitamin tidak boleh berhenti, obat juga. Dan jangan banyak pikiran."

Kalimat dari Dokter Sooman didengarkan oleh Yoochun dengan baik, walaupun dia sendiri tahu apa yang harus ia lakukan. Mr. Shim berterima kasih dan setelah itu mengurus administrasi. Yoochun mendekat ke arah Changmin yang masih duduk di ranjang.

"Apapun yang kau ingat, katakan padaku..."

Dia masih terlalu takut.

.

.

The Time

False Hope | August 14th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Tuesday

August 14th, 2012

02:22 PM

Yunho memperhatikan anaknya menyusun buah untuk dua keranjang. Terkadang ia membantunya, atau kadang tertawa ketika Taemin menggerutu sendiri.

Lalu sebuah deringan telepon membuat kegiatannya terhenti. Dia meraih handphone dalam sakunya lalu menerima panggilan dari NCIS tersebut.

"Yeoboseyo."

"Yeoboseyo. Yunho-ssi?"

Yunho sedikit menggerenyit karena tidak mengenali sang penelpon.

"Ya. Ini—"

"Ah, saya Kris. Pekerja lapangan baru di NCIS."

Yunho tahu tentang Kris. Lagipula Kris sudah bekerja sekitar dua minggu disana—walau belum pernah menyapanya. Yunho juga tahu Kris adalah pengganti Donghae.

"Ada apa Kris? Panggil Yunho saja."

"Hm, begini, saya diminta Eunhyuk-ssi untuk memberitahu Anda jika ada berita kematian dari tanggal Tujuh atau Delapan Agustus."

Sial! Dia hampir saja melupakan hal itu.

"Jadi bagaimana? Ada kasus?"

"Ya. Ada berita bunuh diri. Mayatnya baru ditemukan siang ini oleh tetangganya karena bau busuk yang menguar. Korban tidak memiliki sanak saudara."

Tidak memiliki sanak saudara?, batinnya. Ini mendekati perkiraannya waktu itu.

"Diperkirakan korban bunuh diri enam hari yang lalu."

Tepat tanggal Delapan.

"Dan nama korban adalah..."

Yunho menunggu. Apakah ia akan mengenal nama yang diucapkan.

"... Kyuhyun."

Deg!

Sudah kuduga! Benar-benar terjadi!

"Apa mayatnya masih berada disana?"

"Tidak. Tim kami sedang dalam perjalanan kemari sebelum ke rumah sakit."

"Aku kesana sekarang. Terima kasih, Kris."

Yunho memutuskan sambungan telepon dengan terburu-buru. Taemin memandangnya bingung, tetapi belum sempat bertanya ketika Yunho mencium keningnya dan mengatakan pada Taemin untuk menjenguk Minho dan Changmin—yang telah kembali ke rumah—bersama Ryeowook.

.:o~o:.

Tuesday

August 14th, 2012

02:56 PM

"Gomawo Taemin."

Taemin merekahkan senyumannya melihat Minho menyukai potongan apel yang baru disuapkannya. Key masuk ke dalam kamar itu lalu mengusap kepala Taemin, membuatnya menoleh.

"Minho bisa sekolah lagi minggu depan. Taemin sering kemari ya, temani Minho."

Taemin mengangguk mantap dan permintaan itu membuat Minho senang. Sakit di kepalanya jadi tidak terasa jika ada Taemin, bahkan Minho melupakan tentang jahitan-jahitan itu.

"Minho-hyung~," Taemin kembali menatap Minho. "Baekhyun bilang ingin menjenguk Minho-hyung~."

Minho tentu saja mengangguk memperbolehkan, dan Taemin ikut senang untuk hal itu. Key kembali mengusap kepala Taemin.

"Hei, Changmin juga sudah pulang ya?"

Taemin mengangguk dan menatap Key. "Taemin mau menjenguk Changmin-hyung~"

"Ah, sekarang?"

Taemin mengangguk.

"Baiklah. Tapi Taemin mau tidak kemari lagi kalau ada waktu? Minho sendiri, Key-umma tahu Minho senang jika ada Taemin."

Pipi Minho bersemu samar. Taemin menjawabnya dengan anggukan cepat.

"Pasti~!"

.:o~o:.

Tuesday

August 14th, 2012

03:20 PM

"Yoochun."

Yoochun menjauh dari Changmin yang masih duduk di ranjangnya. Tangannya mengapit handphone yang menempel di telinganya. Yunho menelponnya, mungkin untuk mengatakan sesuatu tentang kepulangan Changmin.

Tetapi bukan.

"Ada apa?"

"Aku di NCIS sekarang. Ada yang bunuh diri—dugaan sementara—pada tanggal Delapan Agustus."

"Benarkah?" Yoochun membulatkan matanya. "Kau sudah melihat mayatnya? Apa ada simbol Neraka itu? Lalu siapa yang—"

"Info yang kudapat mengatakan bahwa korbannya bernama Kyuhyun."

Terdapat jeda selama beberapa detik. Yoochun merasakan waktu berhenti dan membiarkannya untuk mencerna semuanya. Yoochun merasakan udara di sekelilingnya berubah. Yoochun merasakan hatinya begitu gembira.

"Yoochun? Kau masih disana?"

"A-ah, iya..."

Terdengar helaan napas dari ujung sana. "Belum bisa kupastikan. Aku tahu kau akan sangat senang jika Kyuhyun benar-benar korbannya."

Yoochun menyeringai.

"Kabari aku lagi setelahnya."

Dan ketika ia memutuskan sambungan telepon, Yoochun tahu itu adalah detik menuju kehidupan bebas untuknya dan kekasih tercintanya.

Kemudian bel berbunyi. Yoochun segera melangkah menuju lantai utama dan membuka pintu. Lalu mendapati Taemin datang membawa sekeranjang buah bersama Ryeowook.

"Yoochun-hyung~ Taemin ingin beltemu Changmin-hyung~"

Yoochun mengangguk, mempersilahkan masuk. Taemin melihat senyuman tidak luput dari wajah Yoochun. Sangat gembira sekali ia.

.:o~o:.

Tuesday

August 14th, 2012

07:11 PM

Kris bergegas berjalan di basement untuk mencari mobilnya. Sepertinya dia sudah telat sekitar sebelas menit dengan janjinya bersama dengan kekasihnya. Dan Kris tentu saja tidak mau untuk membuatnya marah.

Setelah menemukan mobilnya, Kris segera naik dan melajukannya menuju sebuah taman kota. Salah satu tempat yang cukup dikenal untuk kekasihnya—dan ia—yang belum tahu banyak tentang Seoul.

Mengendarainya dengan cukup cepat, membuat Kris sampai dalam waktu sekitar delapan menit. Kris mulai melajukannya dengan perlahan di sekitar taman kota, mencari sosoknya.

Dan setelah menemukannya, Kris berhenti lalu menurunkan kaca mobil.

"Baby, maaf aku terlambat," Kris melirik jam tangannya. "sembilan belas menit."

"Duapuluh." Kekasihnya mengoreksi lalu masuk ke dalam mobil dan mengecup bibir Kris. "Duapuluh menit aku membuang waktuku."

Walaupun kalimatnya terkesan dingin, tetapi Kris tahu, kekasihnya—Zhang Yixing—itu tidak marah.

Kris mulai melajukan mobilnya menyusuri jalanan kota Seoul.

Kris tidak sepenuhnya baru di kota ini. Ia pernah tinggal di Seoul saat umurnya masih limabelas tahun—sekarang ia sudah berumur duapuluhlima tahun—dan membuatnya bisa berbahasa Korea. Saat pertemuan pertamanya dengan Yixing pun terjadi bukan di China—tempat kelahiran keduanya—tetapi di Busan saat Kris berlibur. Kris yang saat itu berumur duapuluh tahun—dan Yixing delapanbelas—bertemu secara tidak sengaja. Hal itu membuat keduanya dekat dan kini menjadi sepasang kekasih.

Keduanya hidup layaknya kekasih yang normal di China—beberapa bulan setelah pendekatan mereka sejak pertemuan. Walaupun sebenarnya Kris tahu, saat ia dan Yixing bertemu di Busan, Yixing tengah melakukan sesuatu—bukan sekedar berlibur seperti dirinya.

Ia mencari seseorang. Ia mencari adiknya yang hilang selama enam tahun. Yixing mendatangi berbagai negara yang tidak jauh dengan China—yang cukup dengan uang hasil tabungannya, hanya untuk mencari adik semata wayangnya.

Dan Kris memilih untuk mengajaknya tinggal di Seoul, ketika Kris mendapati panggilan pekerjaan bahwa ia dipindahkan ke NCIS Korea.

Kris berjanji akan membantunya untuk mencari adiknya.

"Aku berencana untuk mengunjungi Malaysia atau Singapura pada bulan Januari nanti."

Kris—yang semula fokus dengan kemudinya—meliriknya sedikit. "Kesana? Tapi—"

"Aku bisa sendiri. Gege disini saja dengan pekerjaan."

Kris menggeleng tidak setuju. Beruntung saat itu laju mobilnya terpaksa berhenti karena lampu merah yang menahannya untuk tidak melaju. Kris menatap Yixing pada bolamatanya, lalu menggeleng lagi.

"Aku tidak bisa membiarkanmu untuk mencarinya sendiri."

"Aku tidak apa." Yixing membiarkan Kris menyentuh pipinya lalu membelainya lembut.

"Kita bisa mencari bersama di Seoul. Adikmu tidak akan pergi jauh dari China—kurasa. Kita bisa mencarinya disini."

Yixing tidak tahu. Tetapi enam tahun kehilangan adiknya membuat ia sedikit tidak percaya bahwa adiknya masih berada di lingkungan yang dekat dengan China.

Yixing tidak mampu mengucapkan apapun. Kris mendekat dan mencium bibirnya penuh kasih sayang.

.:o~o:.

Tuesday

August 14th, 2012

09:01 PM

"Maaf Tuan, Anda tidak bisa melihatnya."

Yunho menggeram dan mengusap wajahnya. Setelah ia menunjukkan lencana kepolisiannya pun, pihak rumah sakit ini tidak mau untuk memberinya akses. Sialnya, ketika ia datang ke NCIS, mayat dari orang bernama Kyuhyun itu sudah di bawa ke rumah sakit. Dan lebih sialnya, itu rumah sakit yang berbeda. Tidak ada yang ia kenal disana.

"Ini urusan kepolisian—"

"Pihak polisi sudah datang sore tadi dan melarang kami untuk membiarkan pers meliput tentang ini, atau siapapun."

"Tapi aku—"

"Maaf Tuan," wanita yang sedang berbicara dengannya itu menunduk rendah. "Maafkan pihak kami."

Padahal Yunho mengatakan hanya ingin bertanya apakah ada simbol di tengkuk lehernya—walaupun ia tidak diperbolehkan untuk melihat wajahnya, setidaknya ia tahu pemuda itu adalah korban Delapan Agustus atau bukan.

Tetapi dia tidak bisa melakukan apapun.

Pihak rumah sakit memintanya untuk kembali pulang.

Dan Yunho menurutinya, dengan tangan hampa.

.:o~o:.

Tao? Lay?

Kyuhyun mati?

LANJUUUUUT