Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Author : Hani yuya

Judul : Yume no mirai

Rate : T

Pairing : Sasusaku, Gaasaku.

Gendere : Au,Ooc,Romance,Drama,Fantasy

Nb: maaf jika ff ini jelek, typo bertebaran dimana mana, bahasa kurang baku. Don't like don't read.

.

.


Gadis bersurai pink itu masih tak percaya dengan apa yang didengarnya. Lalu tiba-tiba Sasuke mendekatkan wajahnya dan mencium sang gadis tepat dibibirnya sekilas.

Blussshhh

Wajah Sakura merona merah seperti buah tomat kesukaan Sasuke. Sasuke yang melihatnya semakin gemas, Lalu langsung mencium bibir ranum Sakura sekali lagi. Namun kali ini lebih lama daripada sebelumnya, dikulum bibir bawah gadisnya. Sakura masih tak bergeming saking syoknya. Karena ini ciuman pertamanya.

Melihat Sakura masih terdiam, Sasuke mengigit bibir bawah Sakura pelan. Semakin lama Sasuke semakin memperdalam ciumannya. Tangannya kini berada di atas dada sang gadis. Sakura kini tersentak kaget. Merasakan tangan Sasuke meraba dadanya.

Sakura sangat panik menerima perlakuan Sasuke saat ini. Dia meronta-ronta agar Sasuke Segera melepaskannya. Namun Sasuke malah menghimpit tubuhnya semakin erat. Tangan Sasukepun semakin menjadi-jadi meraba setiap inci tubuhnya.

Namun gerakan Sasuke terhenti saat melihat gadis bersurai pink yang berada dibawahnya ini menangis. Cairan bening menetes diwajahnya. Rasa bersalah hinggap dihatinya. Sasuke menyingkir dari tubuhnya dan duduk di tepi tempat tidur. Sakurapun ikut memposisikan dirinya duduk di samping Sasuke.

"Kau tak perlu menangis? Kau juga sudah melihat seluruh tubuhku kan? Sakura" ucap Sasuke dengan seringaian sexinya.

Sakura menyeka air matanya lalu mendelik sebal pada Sasuke "Aku memang sudah melihat semuanya. Tapi aku tidak menyentuhmukan. Tidak sepertimu yang seenaknya menyentuhku " teriaknya polos tanpa tau arti dari perkataannya. Dengan jari telunjuknya di depan wajah Sasuke.

.

Siiiinnnggggg

.

"Bwahahahahaaa" Sasuke tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan sang gadis. Sakura memandang bingung kearahnya.

"Kenapa kau tertawa Sasuke-kun" tanyanya bingung.

"Jadi kalau kau menyentuh tubuhku kita impas... he?" Sasuke menyeringai.

"He?" Sakura memiringkan kepalanya. Dia tidak mengerti maksud dari perkataan Sasuke.

"Tch... Bodoh" Sasuke menarik tangan Sakura dan mengarahkannya kedada bidangnya."Sentuhlah sesukamu" ucapnya menggoda.

Manik Emerald Sakura membulat, dia baru menyadari maksud dari perkataan Sasuke. Wajahnya langsung merona merah .

"Dasar pervert" Sakura langsung menghempaskan tangan Sasuke dan bangkit dari duduknya berjalan menuju pintu kamar.

"Hei mau kemana kau?" tanya Sasuke.

"Pulang" jawabnya tanpa memalingkan wajahnya.

"Pulang kemana?"

Sakura langsung menghentikan langkahnya. Ah lagi-lagi dia lupa kalau tak punya uang untuk pulang kerumahnya. 'Kenapa aku sering lupa Sich' batinnya. Sakura diam ditempatnya menimang-nimang apa yang akan dia lakukan saat ini. Sepintas wajah Sasori dan kedua orangtuanya melintas di benaknya. Sakura menepuk jidatnya. Dia baru sadar kalau belum menghubungi orang rumah tentang keberadaannya yang tiba-tiba menghilang pagi ini. Lalu dia berbalik melihat Sasuke yang terdiam duduk di tepi tempat tidur itu. Hanya dia harapan satu-satunya, orang yang bisa diandalkan sekarang. Sakura mulai berjalan mendekat kearah Sasuke.

"Anooo, boleh pinjam telefonmu?aku ingin mengabari keluargaku. Aku takut mereka cemas karena aku menghilang pagi ini secara tiba-tiba. Kumohon Sasuke-kun" Sakura menangkupkan kedua tangannya.

"Hn" Sasuke menaikkan sebelah alisnya. Lalu dia merogoh celana panjang yang dia gunakan dan mengeluarkan telepon genggamnya lalu diberikan kepada Sakura.

"Ah. Arigatou Sasuke-kun" wajah gadis bersurai pink ini terlihat sangat senang. Karena pemuda berambut raven ini langsung menuruti permintaannya. Sakura langsung berlari menuju kamar mandi lalu menguncinya.

Sasuke menyunggingkan senyum tipisnya melihat gadisnya memekik senang layaknya anak kecil yang diberi hadiah. Namun dia sedikit agak bingung dengan tingkah laku Sakura yang langsung berlari ke kamar mandi setelah menerima hanphone genggam miliknya. Sasuke menaikkan sebelah alisnya bingung. 'Kenapa tak bicara disini saja. Dasar gadis aneh ' batinnya.

Sementara itu jari lentik Sakura mulai memencet sebuah nomer di hanphone Sasuke dengan lincahnya. Lalu menunggu seseorang mengangkatnya. 'Cepatlah angkat nii-chan' gumamnya pelan.

"Halo" setelah beberapa menit menunggu terdengar suara pemuda di seberang sana.

"Ah... nii-chan" Sakura langsung memekik senang mendengar suara kakaknya di seberang sana. Senyum sumringah menghiasi wajahnya.

"Sakura!" Sasori tampak terkejut saat mengetahui Sakuralah yang meneleponnya. Sejak tadi memang telepon Sakuralah yang ditunggu-tunggu. Dia sangat cemas dengan adik satu-satunya yang menghilang tiba-tiba tadi pagi.

Sakura mulai menjelaskan semua yang dialaminya pagi ini pada Sasori. Tentang keadaannya saat ini juga tentang Sasuke yang mengaku jodohnya. Sasori yang mendengar penjelasan adiknya lewat telefon itu menggeram kesal, tangannya mengepal saat didengarnya pemuda bernama Sasuke itu mencium paksa adiknya . Jidatnya mengkerut dan tercetak jelas tanda segi empat di pelipisnya. Aura membunuh terpancar jelas dari tubuhnya.

"Aku akan segera ke sana. Tunggu aku" piip. Lalu sambungan terputus. Sakura diam sesaat. Suara Sasori terdengar berbeda dari biasanya. Terdengar nada marah di setiap perkataannya. Ada apa dengannya? Kenapa suaranya terdengar menyeramkan? batinnya bertanya-tanya. Namun sepertinya ada sesuatu hal penting menganjal dihatinya yang belum dia beritahukan pada kakaknya.

'Sepertinya aku melupakan sesuatu' pikirnya. Dia diam sesaat mengingat hal yang dia lupakan sebelumnya.

"Ah... Aku lupa memberitaukan tentang perubahan tubuhku pada nii-chan!" ucapnya frustasi seraya menepuk jidatnya. 'Kenapa aku pelupa sekali sich'. Otaknya yang pintarpun tak berguna sekarang.

Saat ingin keluar dari kamar mandi, langkahnya terhenti saat Sakura tak sengaja melihat cermin besar yang tertempel di kamar mandi. Kini dia berdiri di depan cermin. Matanya melotot dan Mulutnya menganga lebar tak percaya dengan penglihatannya. kini bentuk tubuhnya ideal sebagai seorang wanita. Apakah ini benar aku?.

Diraba perut, tangan serta paha dengan tangannya. Lalu dia mencubit pipinya sendiri sekencang-kencangnya. 'Ini nyataaaa ' innernya bahagia. Ia menangis haru mimpinya menjadi nyata. Ini keinginannya sejak kecil. Mempunyai tubuh langsing seperti wanita lainnya. dia melompat -lompat layaknya anak kecil yang memenangkan lomba.

Namun kesenangannya memudar saat pandangannya tertuju pada kalung yang dipakainya. Sakura menenguk ludahnya.
'Jika kubuka kalungku, Apakah aku akan kembali gemuk? '.batinnya menerka-nerka.

Lalu perlahan dia membuka kalung warisan keluarga nya itu. Kalung yang membawanya berada di hadapan Sasuke. Tangannya gemetar. Sakura takut jika dugaannya benar. Apa yang akan dia katakan pada Sasuke! jika tanpa kalung itu tubuhnya kembali gemuk. Perlahan Sakura melepas kalung perak berbentuk hati itu dari lehernya. Lalu...

Pooofff... Brreeeettt

Saat kalungnya benar-benar terlepas dari leher putih Sakura. Tubuhnya langsung berubah menjadi gemuk kembali. Karena perubahan bentuk tubuhnya yang mendadak menjadi gemuk. Baju dan celana pendek yang digunakannya pun sobek. Karena tak muat pada tubuh gemuknya.

"KYYAAAAAAA" teriaknya refleks. Suara kencangnya sampai menggema di kamar mandi.

Sasuke yang berada dikamar pun tersentak kaget mendengar suara teriakan Sakura. Lalu dia langsung berdiri dari duduknya dan dengan langkah besar menghampiri Sakura.

TOK TOK TOK

Sasuke mengetuk daun pintu kamar mandi dengan kencang. Dia panik. Takut terjadi sesuatu pada Sakura.

"Sakura, apa yang terjadi?cepat buka pintunya!"

Sakura yang di dalam kamar mandi masih syok melihat perubahan tubuhnya saat ini. Sampai suara ketukan Sasuke tak dihiraukannya.

TOK TOK TOK

"SAKURA... Kalau kau tak buka pintunya aku akan mendobraknya. Cepat Buka!" ancam Sasuke. Karena tak mendengar jawaban dari Sakura.

Sakura langsung sadar dari lamunannya. Dan tersentak kaget mendengar ancaman Sasuke.

'Bagaimana ini?'lirihnya. Keringat dingin mengalir dari dahinya sampai memenuhi wajahnya. Sakura langsung memakai kalungnya kembali dengan cepat. Dia tidak ingin Sasuke melihat tubuhnya yang berubah menjadi gemuk.

Pooofff

Tubuhnya berubah menjadi langsing kembali. Sakura menghela nafas lega. Namun kini baju dan celana yang digunakannya sudah tak layak digunakan lagi. Karena terdapat robekan disisi kanan dan kiri bajunya. Lalu terdapat robekan disamping kanan dan kiri tepat di selangkangan celana pendeknya .Sekarang celananya terlihat seperti rok pendek dengan belahan di tengah. Sakura menarik rambutnya frustrasi. Apa yang akan dia katakan pada Sasuke tentang baju dan celana pendeknya yang sobek.

Brakkk

Tiba-tiba pintu terbuka. Karena Sasuke membukanya secara paksa. Sakura terkejut tangannya langsung menutupi tubuhnya yang terekspos. Sedangkan Sasuke terbelalak tak percaya melihat kondisi gadisnya. Alisnya terangkat meneliti baju dan celana gadisnya yang kini terdapat robekan dimana-mana. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh pelosok kamar mandi. Tidak ada orang kan? Hanya ada Sakura dikamar mandinya tadi?ini aneh!.

Sasuke melangkahkan kakinya mendekat ke arah Sakura lalu membuka baju yang digunakannya.

"Pakailah tutupi tubuhmu" dia memberikan bajunya pada Sakura. "Kita perlu bicara " lanjutnya. Sasuke bukanlah seorang pemuda bodoh yang langsung menerima keadaan Sakura yang menurutnya aneh tanpa rasa curiga.

Sakura bergidik ngeri. Tatapan manik Onyx Sasuke menatap tajam manik Emeraldnya Seakan menuntut penjelasan apa yang sebenarnya terjadi. Wajah Sakura memucat. Dia menelan ludahnya berkali kali. Innernya menjerit frustrasi.'Bagaimana ini' batinnya resah.

Keduanya tak ada yang bicara, mereka hanya saling tatap muka dengan pemikirannya masing-masing. Sampai sebuah suara memecahkan keheningan.

"Sasuke... tadi Kakashi menelponku katanya kau mencari... ku" Seorang pemuda dengan rambut raven panjang sebahu tiba-tiba datang .Manik Onyxnya langsung membulat saat melihat seorang gadis bersurai pink dengan bajunya yang tak layak di dalam kamar mandi bersama adiknya. Apalagi adiknya pun tak memakai baju.

"Nii-chan!" Sasuke terlonjak kaget saat mendapati kakaknya berdiri diambang pintu kamar mandinya, tepat dihadapannya. Sasuke hanya menghela nafas frustasi karena saat ini posisinya tak menguntungkan untuknya. Sakurapun hanya bisa diam meneguk ludahnya. Nafasnya tercekat di tenggorokan.

Itachi menggeram tertahan, tangannya memijat jidatnya perlahan melihat ulah adiknya. Yang membawa seorang gadis ke kamarnya dengan pakaian yang tak layak dan juga keadaan mereka yang membuat orang salah paham jika melihatnya."Sasuke jelaskan semuanya padaku SEKARANG!" Itachi langsung menarik tangan Sasuke menjauhi Sakura.

"Nii-chan aku bisa menjelaskannya" ucap Sasuke ditengah langkahnya yang diseret paksa Itachi keluar dari kamar mandi.

Sakura masih diam mematung dikamar mandi. Namun saat keduanya sudah tak terlihat dari pandangannya. Buru-bru dia memakai baju yang diberikan Sasuke. Lalu dengan langkah takut-takut dia berjalan pelan menuju ambang pintu kamar mandi. Dia penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.

Brukkkk

Itachi mendorong kasar tubuh Sasuke ke tempat tidur. Manik Onyxnya memandang tajam manik serupa milik Sasuke. Sasuke pun berbalik menatap sang kakak dan memposisikan dirinya duduk di tepi tempat tidur. Tidak ada rasa takut yang terpancar dari manik Onyxnya saat menatap sang kakak.

"Apa yang kau lakukan pada gadis bersurai pink itu Sasuke... Jelaskan padaku sekarang" Itachi menginterupsi perbuatan Sasuke yang dianggapnya tak senonoh itu. Bertelanjang dada di depan gadis yang berpakaian tak layak itu. Matanya menyipit memandang curiga pada adiknya.

"Hn" hanya jawaban singkat yang menjadi ciri khasnya keluar dari mulutnya. Itachi menghela nafas panjang mendengar jawaban singkat adiknya itu.

"Baiklah. Kuubah pertanyaanku, siapa gadis itu?ada hubungan apa denganmu? " tanyanya menyelidik.

Sebuah seringaian terdapat diwajah Sasuke. Lalu dia berdiri dari duduknya. Menatap manik Onyx kakaknya dengan penuh kemenangan"Dia jodohku nii-chan" jawabnya.

Itachi hanya bisa melongo mendengar jawaban adiknya. Itu terdengar lucu ditelinganya. Bagaimana mungkin adiknya yang terkenal dingin pada setiap gadis, tiba-tiba bilang kalau gadis bersurai pink yang berada di kamarnya itu jodohnya. Tangannya membekap mulutnya menahan tawa. Wajahnya yang tadinya terlihat marahpun sekarang terlihat merah karena berusaha menahan tawa di depan adiknya. Namun tak bertahan lama, suara tawa keluar dari mulutnya .

"Hahaha... kau bilang gadis itu jodohmu Sasuke? Hahaha... tak kusangka kau bisa melucu juga Sasuke " Itachi tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya.

Sasuke yang melihat Itachi menertawainya, mendelik tak suka, garis merah tipis terdapat dipipinya. Kedua tangannya dilipat di dadanya lalu mendecih ."Tch... berhentilah tertawa baka Aniki " Sasuke memalingkan wajahnya ke samping menahan malu.

Melihat garis merah di wajah adiknya membuatnya menyunggingkan senyum tipis di wajahnya 'Tak biasanya dia tersipu malu, tingkahnya berubah jika menyangkut gadis bersurai pink itu ' batinnya. "Baiklah aku ingin tau alasanmu, kenapa kau beranggapan jika gadis itu jodohmu... he?jelaskan padaku Sasuke " ucapnya. Mata Onyxnya kembali menatap tajam Onyx Sasuke.

"Haaa... ".Sasuke hanya menghela nafas panjang. Pandangannya teralihkan pada gadis bersurai pink yang sedang mereka bicarakan sejak tadi menguping di balik daun pintu kamar mandinya. Lalu dengan perlahan dia melangkah mendekati sang gadis. Sakura tersentak kaget saat mendapati sosok Sasuke berdiri dihadapannya. Lalu Sasuke segera memegang pergelangan tangan sang gadis dan membawanya keluar dari kamar mandi dan berjalan ke hadapan kakaknya. Sakura pun hanya bisa pasrah mengikuti Sasuke.

Saat berada di hadapan Itachi. Sasuke memperlihatkan kalung perak berbentuk hati yang tadi dia pakai dengan kalung yang sama milik Sakura yang menempel dilehernya. "Lihatlah " ucap Sasuke.

Itachi menaikkan sebelah alisnya. Dia masih agak sedikit bingung. "Hn... lalu apa hubungannya jika kalung yang kalian pakai sama? " tanyanya.

"Baka. Kau lupa kalau kalung yang kupakai ini adalah warisan turun temurun klan Uchiha, kau ingat waktu umurku menginjak 10tahun dan kau 13 tahun kalung inilah yang memilihku menjadi tuannya saat Tou san memperlihatkannya kepada kita dulu" ucapnya."Jangan bilang kau lupa nii-chan?"lanjutnya. Dia kecewa dengan expresi Itachi yang seakan-akan melupakannya. Padahal dulu dia yang paling bersemangat memberikan harapan kepada Sasuke untuk menunggu jodohnya akan datang suatu saat nanti.

Itachi menggaruk kepalanya yang tak gatal. Lalu mengingat-ingat tentang masa kecilnya saat itu...

.

*Flashback on*

.

Terlihat 2 orang anak laki-laki sedang bermain game di kamar yang terlihat megah dan bernuansa klasik. Seorang bocah berusia 10 tahun dan seorang lagi berusia 13 tahun. Mereka berdua asyk bermain game yang menjadi favorit keduanya. Kadang bocah berusia 10 tahun itu menggembungkan pipinya saat karakter dalam gamenya kalah oleh sang kakak.

Sang kakak hanya tertawa melihat expresi adiknya yang lucu saat dia kalah bermain dengannya. Namun sang adik yang tak mau kalah itu terus menerus menantang sang kakak melanjutkan permainannya berulang-ulang. Sang kakakpun hanya menuruti permintaan adiknya dengan senang hati. Saat sedang asyk bermain, tiba-tiba kedua orang tuanya datang dengan senyum sumringah diwajah keduanya.

Kedua bocah itu terkejut. Mendapati kedua orang tuanya yang jarang dirumah itu sekarang berada di hadapan mereka . Bukankah mereka sedang keluar kota?pikir sulung Uchiha ini. Namun tidak dengan bungsu Uchiha yang langsung menghambur kepelukan kaa san nya.

Lalu tiba-tiba Pandangan keduanya langsung teralihkan menatap kalung perak berbentuk hati yang diperlihatkan oleh Tou sannya. Fugaku lalu mulai bicara memberitaukan kalau kalung ini adalah warisan turun temurun klan Uchiha.

"Nah kalian berdua mendekatlah, kalung perak ini akan memilih siapa pewaris sah selanjutnya " ucap Fugaku. Lalu Sasuke dan Itachi mendekati kalung yang dipegang oleh Fugaku. Lalu tiba-tiba cahaya putih terpancar dari kalung perak tersebut. Kalung perak itu melayang dari tangan Fugaku dan terpasang di leher Sasuke dengan sendirinya. Itachi dan Sasuke memandang takjub dibuatnya.

"Huwaaa... keren " jawab Sasuke dengan mata berbinar-binar. Fugaku dan Mikoto hanya tersenyum tipis.

Tangan fugaku terangkat dan mengacak rambut raven anak bungsunya. "Nah, Sasuke jagalah kalung perak ini dengan sungguh-sungguh. Karena suatu saat nanti jodohmu akan datang menghampirimu dengan kalung yang sama persis seperti punyamu " ucapnya.

"Wahh... keren... Sasuke aku mendukungmu, kalau jodohmu datang akulah orang pertama yang harus kau beritau. Ok " Itachi memeluk Sasuke kecil dan ikut mengacak-acak rambut raven adiknya ini.

"Hn" sebuah anggukan dan senyum Sasuke kecil menghiasi wajah polosnya.

*Flashback off *

.

Itachi akhirnya mengingat peristiwa 11 tahun lalu yang sempat dia lupakan. Sekarang pandangannya tertuju pada gadis manis bersurai pink dihadapannya ini. 'Jadi dia yang akan menjadi adik iparku? Manisnya ' ucapnya dalam hati. Sebuah senyum tipis menghias wajahnya yang tampan. Sakura yang melihatnya blushing berat, wajahnya sekarang berubah merah semerah tomat kesukaan Sasuke. 'Huwaa... tampannya, wajah tampannya tak beda jauh dengan Sasuke 'batinnya menjerit.

Sreettt

Lalu dipeluknya gadis bersurai pink dihadapannya ini cukup erat. Sakura memekik kaget saat pemuda dengan rambut raven sebahu ini memeluknya tiba-tiba. Sedangkan Sasuke mengumpat kesal pada perbuatan kakaknya yang seenaknya memeluk gadisnya.

Diangkat tangannya ke pucuk kepala Sasuke "Akhirnya jodohmu datang Sasuke. Omedetou... tak sia-sia kau menunggunya selama ini. Pantas saja sikapmu dingin kepada setiap wanita yang mendekatimu " ucapnya menggoda.

"Hn. Aku hanya tidak suka wanita yang selalu berisik saat berada didekatku, itu membuatku muak" jawabnya mengalihkan pembicaraan

"Hooo" Itachi hanya ber 'oh' ria mendengar Sasuke mengalihkan pembicaraannya. Dan menyembunyikan tawanya.

Sakura yang sejak tadi berada di pelukan pemuda raven sebahu ini sudah sampai batasnya. Dia bisa-bisa mati karena debaran jantungnya yang tak karuan saat ini. 'Aku lemah pada pria tampan, kalau terus begini aku bisa pingsan 'innernya.

Sasuke yang melihat Itachi yang sampai saat ini belum melepaskan pelukannya pada gadisnya. Berinisiatif menarik tubuh sang gadis dari dekapan kakaknya. Lalu segera melingkarkan tangannya pada pinggang sang gadis. Itachi yang melihatnya hanya mendengus geli melihat tingkah overprotektif adiknya pada gadis bersurai pink yang dianggap jodohnya itu.

"Baiklah, Sasuke sebaiknya kau cepat panggil ayame untuk mengambilkan baju baru untuk gadismu itu" Sasuke hanya menganggukkan kepala "Dan gadis manis siapa namamu? " Lanjutnya, tanya Itachi pada Sakura.

"Namaku... Ha..."

"Haruno Sakura " ucapnya terputus oleh Sasuke.

"Baiklah, Sakura chan banyak hal yang ingin kutanyakan padamu nanti. Tapi saat ini sebaiknya benahi dulu penampilanmu. Aku akan memberitau Tou san dan Kaa san nanti " selesai berucap Itachi mencium jidat lebar calon adik iparnya itu. "Ja... aku tunggu di ruang tengah" ucapnya seraya berjalan meninggalkan Sasuke dan Sakura.

Sasuke menggeram kesal pada sikap Itachi yang seenaknya pada Sakura. Lalu dilirik gadis disampingnya ini. Ctak... tanda segi empat tercetak lagi di dahinya melihat manik emerald gadisnya berbentuk love semenjak jidat lebarnya dicium Itachi. Sasuke langsung menarik gadisnya ke dalam pelukannya, lalu diangkat dagu sang gadis. Matanya menatap tajam manik emerald sang gadis.

"Kau hanya milikku Sakura, Aku tak akan membiarkan pria lain menyentuhmu" ucapnya serius. Cup... lalu Sasuke melumat bibir manis Sakura. Sedangkan Sakura hanya bisa menjerit dalam hati atas perlakuan seenaknya Sasuke pada dirinya.

Memang Sakura akui baru pertama kali dia dipedulikan oleh seorang pria yang termasuk kriteria kekasih idamannya. Dan dia pun mengakui jika dirinya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Sasuke Namun rasa gelisah menyelimuti dirinya saat menyadari efek dari kalung peraknya. Karena dia sadar penuh tanpa kalung peraknya dia bukanlah gadis yang cantik yang cocok bersanding di samping Uchiha Sasuke, pemuda yang sangat tampan. Terlebih lagi Sasuke terlahir di keluarga terhormat. Hanya gadis cantik dan anggun yang cocok berada disampingnya dan sederajat dengannya.

'Jika Sasuke tau kalau badanku gemuk, apakah dia masih mau menganggapku jodohnya. Ini benar-benar membuatku frustrasi' innernya di selah ciumannya.

.

-000-

.

Seorang pemuda berambut merah dengan tato ai diwajahnya kini memutuskan untuk menemui sang gadis. Dia sudah tak sabar lagi untuk menunggu sang gadis lebih lama lagi. Langkahnya terlihat terburu-buru, kakinya melangkah keluar kamar lalu menuruni anak tangga yang terdapat di rumah megahnya. Namun sebuah suara menginterupsi langkahnya saat kaki jenjangnya sedikit lagi sampai di pintu utama rumahnya.

"Gaara, mau kemana kau?" tanya seorang wanita berambut blonde dengan banyak kunciran di rambutnya.

Gaara menghentikan langkahnya lalu berbalik menoleh ke sumber suara"Aku akan menemuinya" jawabnya.

Temari menyipitkan matanya "Jangan bilang kau akan menemui Sakura sekarang?" ucapnya.

"Hn" jawab Gaara singkat.

"Haaa... kau yakin akan menemuinya sekarang?apakah dia akan mengingat tentangmu?" Temari menghela nafas panjang. Dia tau kalau Gaara tak sedikitpun melupakan gadis bersurai pink yang menjadi cinta pertamanya saat kecil.

"Kami sudah berjanji saat itu. Jika waktunya tiba aku akan datang sebagai seorang pangeran di hadapannya" Gaara menutup matanya mengingat janji yang mereka buat saat kecil. Senyum sumringah tersungging di mulutnya saat terlintas wajah tersenyum gadis kecil bersurai pinknya.

"Tapi sudah hampir 11 tahun kau tidak bertemu dengannya, Gaara. Itu hanya janji kanak-kanak" Temari melipat kedua tangannya di depan dadanya.

"Tidak nee-chan , Aku mempunyai sebuah tanda bukti kalau dia adalah jodohku" timpal Gaara meyakinkan kakaknya.

"He... maksudmu?" tanya temari menaikkan sebelah alisnya.

Gaara memperlihatkan sebuah kalung perak berbentuk hati yang melingkar dilehernya.

"Ah... itu warisan turun temurun keluarga kita kan. Kau yang terpilih menjadi pewarisnya" ucapnya seraya mendekati Gaara."Lalu apa hubungannya dengan Sakura" Temari mengernyit.

"Sebelum aku pergi Sasori-nii memberitaukanku jika kalungku sama dengan kalung warisan keluarganya yang akan diwarisi Sakura kelak" jawabnya.

"He... jadi itu sebabnya saat itu kau bertanya pada Tou san tentang kalung ini"

"Hn. Karena itu aku berusaha keras untuk menjadi seorang pria ideal untuknya" senyum tipis menghiasi wajah Gaara. Tangannya memegang kalung perak miliknya erat.

"Tak kusangka sampai saat ini kau masih menyukainya?" ucap Temari seraya mengajak-acak rambut merah adiknya.

"Bukan hanya suka nee-chan. Tapi aku sangat mencintainya, akan kubuat dia jatuh cinta padaku dan hanya milikku" Gaara menyeringai yakin di wajah tampannya.

"Yakin sekali kau Gaara...?" ucapnya "Aku mendoakanmu selalu" sekilas Temari mencium kening adiknya.

"Hn. Aku berangkat dulu" Gaara langsung melanjutkan langkahnya menuju mobil sportnya. Bagaimanapun dia harus segera bertemu dengan gadisnya. Apapun yang akan terjadi dia bersikeras akan membawa Sakura jatuh dalam pelukannya.

'Tunggu aku Sakura, aku tak peduli pada keadaan fisikmu jika kau masih sama seperti yang dulu. Aku tulus mencintaimu karena itu aku berubah menjadi seorang pangeran seperti kemauanmu 'gumamnya pelan lalu tersenyum tipis.

.

.

.


TBC

mohon kritik dan saran... terima kasih untuk para reader dan silent reader yang sudah mau membaca ff ku.R&R

Ok sesi tanya jawab

*miyuyuchan: Sebenarnya siapa jodoh sakura? Garaa atau sasuke? Apa kalung sasuke palsu? Tp knp bisa sakura tiba2 muncul di tempat sasuke? Huhu aku gamau sakura jadi gemuk lagi author

Jawab: klo jodoh sakura masih rahasia, trus kalung sasuke asli kok. Trus tentang sakura bisa muncul di tempat sasuke itu juga masih teka teki. Nah klo keadaan fisik sakura. Hmmmm liat nanti aja ya. Hohoho #author nyeselin.

*kazama sakura & navi: kalau sakura ga pake kalungnya apakah berubah gemuk lagi. Nah jawabannya udah ada di chap ini. Trus klo knapa gaara nunggu sakura jawabannya chap depan ya.

Makasih buat yang udah mau review.

spesial thanx

Navy,Manda Vvidenarint,hanazono yuri,Miyuyuchan,Hezel MintCherry,Kazama Sakura ,kyuaiioe ,Saki ,Guest .