Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Another Strange | August 18th, 2012

Cast :

+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun)

+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, Tao, Lay, Kris, Eunhyuk, Ryeowook, Minho, OnKey, Baekhyun,

+ Cameo : Soohyun, Henry, Shindong, KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon

+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong, Junho, Se7en and who's next?

[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | EXO | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]

[SNSD | B.E.G]

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini | You can not stop the cycle

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 8D BABY!

.

.

.

.

The Time: Another Strange | August 18th, 2012

.

Saturday

August 18th, 2012

10:03 AM

Yoochun menghentikan langkahnya di dekat deretan dinding bangunan—dimana banyak poster yang di tempel disana. Poster semacam penolakan tentang apapun, ataupun berita kehilangan. Sama seperti yang ia tempel disana beberapa hari yang lalu.

Sesaat melihatnya, Yoochun menarik napasnya panjang. Dia enggan untuk meletakkan dua kantung besar di tangannya—belanjaannya dari minimarket. Yoochun tidak berniat pergi ke supermarket sebelumnya, karena terlalu jauh. Dan mengapa ia berjalan, karena minimarket yang sebelumnya disinggahinya dekat dengan rumahnya, dan ia tidak ingin memakai kendaraan, takut terjebak macet—dan akan membuat Changmin menunggu lama di rumah.

Telepon pagi yang ia dapatkan tiga hari yang lalu dari Jonghyun, masih terngiang dalam benaknya. Mengapa bisa pet shop-nya itu dibobol oleh pencuri, dan menculik Silky-nya. Sedangkan uang di dalam sana utuh, barang yang lain, begitupula dengan binatang lainnya. Kenapa harus anjingnya? Padahal Yoochun sudah tidak sabar untuk menunjukkannya kepada Changmin—yang mungkin akan membuatnya tersenyum. Changmin sudah jarang tersenyum sekarang.

Yoochun memilih untuk berbalik. Meninggalkan kopian poster yang terpajang foto Silky disana, beserta nomor handphone miliknya.

.

.

The Time

Another Strange | August 18th, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Saturday

August 18th, 2012

01:29 PM

Yixing berjalan di trotoar seraya mendengarkan lagu dari iPod miliknya—yang tersambung dengan headphone. Kegiatannya untuk hari ini hanya berjalan-jalan. Sebenarnya tidak berniat untuk menghabiskan waktu, tetapi Kris menyarankan untuk mengistirahatkan pikirannya—selagi Kris bekerja. Kris juga mengajaknya untuk makan malam. Dan Yixing tidak berniat untuk menolak ataupun membantah.

Langkahnya membawanya berkeliling Seoul. Dia tidak tahu pasti ini dimana, kalaupun dia tersesat dia hanya perlu menaiki taksi dan memintanya untuk mengantar ke apartemen—tempat ia tinggal bersama Kris.

Dan ketika tidak memperhatikan jalan, tanpa sengaja Yixing menabrak seseorang hingga hampir terjatuh. Dia meringis kesakitan. Dan betapa terkejutnya Yixing, ketika dia berniat untuk meminta maaf, ia melihat orang yang ditabraknya menahan perutnya dengan ekspresi kesakitan. Yixing sadar bahwa ia tengah mengandung. Tanpa mengulur waktu, Yixing menurunkan headphone-nya hingga mengalung di leher, lalu membantunya. Yixing menyarankan untuk pergi ke rumah sakit, tetapi orang itu menolak. Ia meminta dibiarkan saja. Tetapi Yixing tidak bisa melakukan hal itu, maka ia memaksa orang itu agar mengizinkannya untuk di antar pulang.

Dan sekarang disinilah mereka berada.

Di sebuah rumah minimalis yang terlihat begitu tenang. Orang itu mengatakan pada Yixing bahwa ia tidak apa. Tidak akan terjadi sesuatu pada kandungannya, karena orang itu merasa hanya karena kaget dan sedikit benturan saja. Sepenuhnya ia tidak apa-apa, lagipula ia tidak terjatuh.

Ekspresi di wajah orang itu membuat Yixing sedikit yakin dengan kondisinya.

"Aku tidak bermaksud tadi. Maafkan aku."

Orang itu tersenyum, mengibaskan tangannya kemudian. Lalu dia beranjak menuju dapur, dan kembali dengan dua gelas jus mangga di tangannya.

"Ya Tuhan, tidak perlu repot-repot."

Dia menggeleng.

"Tenang saja, tidak apa. Terima kasih telah mengantarku."

Yixing mengangguk.

"Kau bukan orang Korea ya?"

Lalu mengangguk lagi. "Aku dari China. Namaku Zhang Yixing."

"Aku panggil...?"

"Yixing saja." Yixing tersenyum. "Lalu, namamu?"

"Aku Cho Kyuhyun." Kyuhyun tersenyum untuk pertama kali dalam hidupnya sejak kehilangan Changmin. "Sekali lagi terima kasih karena telah membantuku, Yixing."

.:o~o:.

Saturday

August 18th, 2012

04:27 PM

"Sudah minum obatmu, Sayang?"

Changmin mengangguk seraya mengganti channel televisi di ruang tengah. Yoochun meliriknya sedikit, lalu beranjak menuju dapur dan datang kembali setelah membuat segelas susu. Dia mengambil posisi duduk di samping Changmin, menyodorkan gelas susu itu. Changmin meraihnya lalu meneguknya pelan. Yoochun tersenyum samar dan mengusap kepalanya. Kemudian ia berdiri lagi, berjalan menuju rak buku mencari sebuah.

Changmin menatap televisi kembali, walau kenyataanya bukan begitu. Terkadang dia melirik ke arah kalendar meja yang berada di samping telepon. Melirik lalu menatapnya, larut dalam pikiran.

Ada sesuatu dalam kalendar.

Ada sesuatu dalam angka-angka itu.

Ada hal yang harus ia ketahui.

Yoochun berbalik setelah meraih sebuah buku, dan Changmin dengan cepat mengembalikan pandangannya. Yoochun sempat menggerenyit bingung, lalu bertanya setelah ia duduk kembali.

"Ada apa?"

Changmin menggeleng pelan. "Aku hanya merindukan suasana rumah ini."

Yoochun mengangguk mengerti lalu membuka buku tersebut, bermaksud untuk membacanya. Tidak lama sampai bel di pintu utama berbunyi.

Buku ia letakkan di meja begitu saja, dan setelah itu beranjak menuju pintu. Yoochun tidak mendapati ada siapapun disana, tapi ada sebuah box berukuran sedang di depan pintunya. Ia waspada, takut kiriman itu kiriman aneh. Tetapi bagaimana jika itu kejutan? Kejutan atas kembalinya Changmin.

Ya, dia tidak boleh berpikiran negatif. Toh setidaknya dia tidak punya musuh—menurutnya.

Yoochun meraih box tersebut dan membawanya masuk. Changmin meliriknya dari sofa, dan tidak bertanya sampai Yoochun kembali duduk di sampingnya.

"Apa itu?"

Yoochun mengangkat bahu lalu mendapati secarik kertas yang ditempel. Ia meraih lalu membacanya.

"Untuk Changmin. Aku dengar kau sudah pulang dari rumah sakit empat hari yang lalu ya? Maaf tidak bisa menjenguk, karena aku memang tidak bisa. Tapi aku punya hadiah untukmu. Maaf baru memberinya sekarang, aku baru sempat. Semoga kau suka... dengan masa lalumu?"

Yoochun menggerenyitkan dahinya membaca kalimat terakhir—yang terkesan tidak bersahabat. Changmin juga melakukan hal yang sama. Lalu ia meminta Yoochun untuk membukanya.

Box itu lumayan berat, membuat Yoochun tidak bisa menebak apa isinya. Dengan membuka tutup box secara perlahan, keduanya bisa melihat apa yang dikirimkan untuk mereka.

Potongan kepala Silky.

.:o~o:.

Saturday

August 18th, 2012

06:00 PM

Yoochun tidak tahu siapa yang kejam melakukan hal ini kepada mereka.

Membunuh anak anjing milik mereka, yang mereka anggap seperti anak sendiri. Changmin cukup shock, bahkan ia menangis. Tangisannya bahkan belum berhenti ketika keduanya menguburkan potongan kepala Silky di taman belakang.

Yoochun tidak menyalahkan Jonghyun, sepertinya memang sudah direncanakan oleh pelakunya.

Matanya kembali menatap Changmin di dalam bathtub. Yoochun duduk di tepinya, menyabuni tubuh Changmin dengan lembut.

Pandangan Changmin kadang menajdi kosong, tapi matanya berair. Sungguh, Yoochun tidak tega.

Siapa musuhnya?

Yoochun yakin Kyuhyun sudah mati. Lagipula jika Kyuhyun masih hidup, dia menganggap Changmin sudah tiada, bukan?

Jadi siapa yang tega melakukan ini semua?

"Changmin..."

Changmin tetap diam. Membiarkan Yoochun mengusapi seluruh tubuhnya dengan lembut, lalu membasuhnya. Tetapi Yoochun berniat untuk bicara, mendapatkan timbal balik.

"Baby..."

Changmin masih tidak menjawab.

Yoochun berdiri perlahan lalu mengusap pipi Changmin, dan membuatnya menengadah. Changmin menggerakkan matanya untuk menatap Yoochun. Tetapi bibirnya masih kelu untuk berucap.

"Hei, ini semua akan berhenti. Jangan memikirkan tentang hal ini, okay? Kau tidak boleh banyak pikiran..."

Changmin masih menatapnya dengan mata yang berair.

"Aku disini, ada untukmu. Kau tidak perlu takut. Tentang kiriman itu—lupakan saja. Aku berjanji untuk melindungimu," Yoochun mencium lembut kening Changmin. "aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu."

Changmin menggeleng pelan lalu menggigit bibir bawahnya.

Yoochun tidak tega melihatnya. Terlihat begitu tertekan. Dia merengkuh Changmin, memeluknya, membiarkan ia bersandar pada dadanya.

Tetapi Yoochun merasakan Changmin menggeleng lagi.

"Ada sesuatu pada tanggal itu..."

Bisikan Changmin terdengar begitu jelas bagi Yoochun, karena kalimat itu mengacu pada sesuatu yang begitu sensitif untuknya.

Yoochun merenggangkan jarak mereka, lalu menatapnya kembali. Tetapi kali ini wajah Changmin terlihat pucat.

"S-Sayang... apa yang—"

"Ada seseorang di belakangmu."

Yoochun membulatkan matanya, sebelum sesuatu menariknya menjauh dari Changmin. Lalu mencekik lehernya.

Bisa ia lihat—dalam usahanya untuk membebaskan dirinya sendiri dari sesuatu yang tidak terlihat—Changmin membulatkan matanya, membiarkan airmata lolos dari matanya, tetapi tidak bisa menjerti.

Changmin tahu pernah melihatnya.

Ingatan itu memaksanya untuk mengingat.

Tetapi ia tidak bisa bertindak.

Sosok itu mencekik Yoochun dengan begitu keras, lalu membanting tubuhnya terhadap lantai, dan setelah itu membenturkan wajahnya terhadap pinggiran bathtub.

Tidak ada yang bisa Yoochun lakukan selain memikirkan suatu hal.

Lalu sebuah bantingan terakhir terhadap lantai, membuat Yoochun merintih cukup keras—ketika darah mengalir dari pelipis dan bibirnya yang terluka, mengotori lantai—Yoochun tahu sosok itu telah pergi. Dan ia bergegas bangkit, melupakan rasa sakit di sekujur tubuh dan wajahnya, lalu meraih handuk. Dengan cepat ia melingkarkan handuk tersebut pada Changmin, lalu menggendongnya menuju kamar. Langkahnya sedikit terhuyung akibat rasa sakit yang menyiksanya.

Changmin kesulitan untuk mengucapkan sesuatu.

Sampai saat Yoochun memakaikan ia pakaian, lalu menyelimutinya dan menemaninya berbaring di ranjang—melupakan luka dan rasa ngilu—ia mendengar Changmin berbisik.

"Ada sesuatu dari tanggal-tanggal itu."

Dan Yoochun tahu, ternyata mata Changmin mengarah pada kalendar meja di samping ranjang.

.:o~o:.

HOLLAAAAAAAA

SELAMAT DATANG UNTUK READERS BARU DAN HEI APA KABAR READERS SETIA FF INIIIII? XD

Tidaaaak, hari ini saya kelewat seneng sekaliiiiii

Pertama, saya ulang tahun sekarang X3 umur saya udah 18 tahuuuun hohoho

Kedua, saya senang karena membuat kaliaaaaaaaaan semua pasti penasaran dan bingung kan? Iya kan? IYA IYA KAN? #ditajong (?)

Maaf baru dataaaaaaang

Doakan juga ya, saya masih ujian

Okay, silahkan bertanya atau apapun di kotak review

Saya sangat menantinya

Ayolah, jadikan review kalian sebagai kado untuk saya yaaa

KAMSAHAMNIDA

ARIGATOU GOZAIMASU

HATUR TENGKYU

THANK YOU SO MUCH

TERIMA KASIH BANYAK

Love,

Yuri Masochist

Mind to RnR?

Hubungi saya di twitter dan fb ya, bisa dilihat di profile saya di akun ffn ini :D