Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Author : Hani Yuya

Judul : Yume No Mirai

Rate : M

Pairing : Sasusaku, Gaasaku.

Gendere : Au,Ooc,Romance,Drama


Pemuda berwajah baby face ini terlihat tergesa-gesa. Manik hazelnya tampak cemas, sosok manis adik semata wayangnya selalu terlintas dibenaknya. Ya, dia ingin menyusul dan membawa pulang Sakura dari rumah pemuda yang dipanggil 'Sasuke kun' karena dengan beraninya mencium paksa Sakuranya yang masih polos.

Tap... tap... tap

Dengan langkah besarnya dia pergi menuju pintu utama rumahnya. Saat Sasori membuka gagang pintu rumahnya, dia terlonjak kaget, dihadapannya berdiri pemuda berambut merah darah dengan tato 'AI' diwajahnya yang tersenyum kearahnya. Pemuda merah itu berojigi dihadapannya. Sasori menatap tajam pemuda merah dihadapannya.

'Sepertinya aku mengenalnya?' pikirnya dalam hati.

"Sasori - nii,, lama tak jumpa. Apakah Sakura - chan ada di rumah?" ucapnya sopan.

Sasori masih diam menatap awas pemuda merah ini. 'Sakura- chan, katanya?', sejak kapan adiknya dekat dengan pria tampan sepertinya. Setau Sasori adiknya sama sekali tidak mempunyai teman pria satu pun dikampusnya.

Gaara yang merasa diperhatikan malah terkekeh geli."Sasori- nii,, apa kau lupa padaku,he?".Sasori mengernyit heran, melihat pemuda merah ini yang sok akrab dengannya. Gaara mengangkat tangannya menyentuh kalung yang dia selipkan di balik kerah kemejanya."Ini... pernah kuperlihatkan padamu 11 tahun yang lalu". Gaara mencopot kalungnya dan memperlihatkannya di depan wajah Sasori.

Sasori terbelalak tak percaya, sontak dia langsung memeluk pemuda merah di depannya.

"GAARA! Kemana saja kau selama ini, kau tau Sakura sangat merindukanmu" Sasori menepuk pundak Gaara perlahan dan tersenyum.

Gaara melirik Sasori dari sudut matanya. Sebelah alisnya terangkat, melihat penampilan Sasori yang cukup rapih"Kau ingin pergi kemana Sasori- nii?" tanya Gaara penasaran seraya memakai kalungnya kembali.

Sasori menepuk jidatnya pelan. Dia hampir lupa tujuan awalnya."Aku harus pergi menjemput Sakura sekarang, ngobrolnya lain kali saja ya. Bye" Sasori langsung berjalan melewati Gaara yang masih mencerna perkataan Sasori tentang Sakura.

Sreettt

Ditariknya baju lengan kiri Sasori "Tunggu... jelaskan padaku Sasori- nii. Kenapa kau terlihat terburu-buru, apakah terjadi sesuatu pada Sakura- chan?" ucap Gaara memandang penuh selidik pada Sasori.

Sasori menghela nafas panjang, padahal dia ingin bergegas menolong Sakura. Akhirnya Sasori menceritakan semua hal yang terjadi pada Sakura. Rahang Gaara mengeras, tangannya mengepal ketika Sasori menceritakan perlakuan pemuda bernama 'Uchiha Sasuke' pada Sakura. Manik jade nya berkilah marah.

Perasaan panik menjalar keseluruh tubuhnya. Gaara menggenggam erat kalung yang menjadi pengikat diantara dirinya dan Sakura. Meski dia pun heran kenapa ada orang lain selain dia dan Sakura yang mempunyai kalung yang sama. Dan yang paling membuatnya kesal, kenapa bukan dia pria yang dikunjungi Sakura tanpa sengaja itu. Kenapa pemuda lain yang tak dikenalnya?. Gaara menggeram tertahan dengan tangannya yang semakin erat mengepal.

"Baiklah, sudah kujelaskan. Kalau begitu aku pergi du..." belum sempat Sasori menyelesaikan kalimatnya Gaara memotongnya.

"Biar kuantar" ucapnya dengan tatapan yang menusuk.

Sasori menimang-nimang, dilirik mobil sport milik Gaara yang ada didekatnya. 'Ah, jika pakai mobil pribadi pasti akan lebih cepat sampai' batinnya.

"Baiklah. Dengan senang hati"

Tanpa bicara lagi Gaara langsung membantu Sasori membukakan pintu mobil disampingnya dan berjalan menuju tempat kendali, kemudian langsung tancap gas. Gaara mengemudikan mobil sport miliknya dengan kecepatan diatas 120km/ jam. Membuat Sasori harus menelan ludah dan berdoa dalam hati akan keselamatannya. Kedua tangannya berpegangan cukup kencang pada sebuah pegangan yag berada di kiri atas tempatnya duduk.

.

.

.

.
-000-

.

.

Hari pun menjelang malam. Di Sebuah ruangan bergaya Eropa klasik yang berkesan elegan dan mewah, ditambah lagi perpaduan warna putih, krem dan coklat di dalam satu ruangan memberikan kesan hangat dan memberi sentuhan keakraban bagi penghuninya.

Langit-langitnya memiliki ketinggan ideal 3.5 meter, sehingga dapat mengekspresikan kemegahan. Furnitur pun dipercantik dengan teknik ukir, pahat dan penyepuhan yang membuatnya semakin terlihat mewah. Warna-warna seperti kuning keemasan, dan krem banyak diterapkan pada ruang, furnitur maupun elemen pelengkapnya.

Sakura yang menggunakan dress pendek sepaha berwarna pink dengan sedikit make up diwajah membuat dirinya terlihat cantik dan elegan. Dia duduk di salah satu sofa panjang bergaya klasik yang berjejer melingkari meja yang berada ditengahnya, Sasuke yang duduk disebelahnya sejak tadi tidak berniat melepaskan sebelah tangannya yang berada di pinggang sang gadis.

Seakan takut sang gadis terlepas dari dekapannya, itu semua membuat Sakura risih. Sejak tadi wajahnya tertunduk menahan malu, karena tatapan menusuk dari Uchiha sulung yang sejak tadi memperhatikan dirinya.

"Tadi aku sudah mengabari Kaa- san dan Tou- san, tapi sayangnya mereka berdua tak bisa pulang cepat, malah mereka akan keluar kota dalam waktu 1 minggu. Dan menyerahkan masalah kalian padaku" ucap sulung Uchiha dengan ekspresi yang serius.

Sakura mengambil orange juice yang diletakkan di atas meja dan meminumnya guna membantu melepaskan rasa gugupnya. Baru seteguk meminumnya...

"Lalu, kapan kalian akan menikah?" lanjut Itachi.

Brruuushhhh

Sakura tersentak kaget mendengar pertanyaan Itachi, membuatnya tak sengaja menyemburkan orange juice yang baru saja diminumnya.

.

.

.
*Sakura POV ON*

.

.

"Lalu, kapan kalian akan menikah?"

Brruuushhh

Pertanyaan Itachi- nii membuat aku tersedak dan menyemburkan semua minuman yang belum sempat kutelan. Buru-buru aku mengambil tisu di atas meja dan membersihkan mulut dan bajuku yang terkena tumpahan orange juice.

"Hn,, secepatnya, kalau bisa ketika Kaa- san dan Tou- san pulang nanti"

Refleks aku menoleh kearah Sasuke."Tu - tunggu dulu Sasuke- kun! Kau bercanda? 1 minggu? Itu terlalu cepat" tolakku. Membuat Sasuke memicingkan matanya tajam kearahku. 'Serammm!' batinku. Tatapannya menakutkan.

Sasuke menarik tubuhku lebih merapat lagi dengannya "Hn, kenapa? Kau keberatan? Jangan-jangan kau selingkuh dibelakangku?he, Sakura" ucapnya menginterupsi. Dengan aura yang mencekam, membuatku bergidik ngeri dibuatnya.

"Anoo, sejak kapan aku menjadi milikmu? Kita baru bertemu hari ini Sasuke- kun" ucapku berhati-hati.

"Tck, kau jodohku Sakura, benang merah antara kau dan aku sudah terjalin sejak kita dilahirkan di dunia ini. Lihat kalung yang kita gunakan" ucapnya seraya memamerkan kalung miliknya."Ini semua menandakan kalau kau sudah menjadi milikku sejak dulu" jawabnya posesif.

Mendengar jawaban posesifnya membuatku cengo, namun dilain sisi juga membuat aku tersipu malu dan merasa bahagia. Pertama kali mendapat perlakuan posesif dari seorang pria.

Tapi secara bersamaan membuatku terperosok kedalam jurang tak berujung. Ketika terlintas tentang kenyataan keadaan tubuhku yang ideal ini hanyalah bersifat sementara berkat bantuan kalung yang kupakai. Sialll! Bagaimana caranya aku menjelaskan semua ini padanya.

Aku memamerkan senyum yang kaku di hadapannya, berbeda dengan Itachi nii yang terkekeh geli melihat tingkah laku adiknya yang terlalu posesif padaku.

Tok... Tok... Tok...

Suara ketukan pintu menggema di dalam ruangan bergaya Eropa klasik tempat kami berkumpul, sontak semua mata teralihkan ke arah pintu.

"Masuk!" perintah Itachi nii.

Ceklek

Pintu terbuka, menampakkan seorang pelayan berjas rapih bersurai putih silver melawan gravitasi. Ah, dia pria yang tadi pagi menyapaku. Kalau tidak salah namanya Kakashi.

"Maaf jika saya menganggu" Ucapnya seraya membungkukkan badan.

"Tak perlu terlalu formal Kakashi" Ucap Uchiha sulung seraya berdiri mendekati Kakashi."Hn, ada apa?" lanjutnya.

Kakashi hanya menyunggingkan sebuah senyuman "Di bawah ada 2 orang pemuda yang mengaku kenalan nona Sakura, dan salah satu pemuda dengan wajah baby face mengaku kakaknya" ucap Kakashi menjelaskan.

Sontak aku beranjak dari posisi dudukku dan berlari mendekati Kakashi. Aku senang sekali mendengar kedatangan Sasori nii ke sini, bibirku tertarik keatas menyunggingkan sebuah senyuman.

"Bawa aku bertemu dengannya, Kakashi- san" pintaku.

Kakashi menengok ke arah Itachi nii meminta persetujuan darinya. Kulihat Itachi nii mengangguk.

"Aku juga ikut" Sasuke pun beranjak dari duduknya lalu menghampiriku. Tangannya terulur menggenggam telapak tanganku."Aku akan meminta ijin padanya tentang pernikahan kita" ucapnya serius.

Aku hanya bisa diam menenguk ludah, biarlah aku akan meminta bantuan Sasori- nii tentang ini nanti.

Kami berempat mulai melangkah menuju ruang tamu. Semua maid dan penjaga di rumah ini langsung berhenti melakukan kegiatannya sebentar hanya untuk mengucapkan salam sambil membungkukkan badannya dalam-dalam sebagai tanda penghormatan kepada kami saat kami berjalan melewati mereka.

Aku melangkah sedikit cepat dari yang lainnya, membuat Sasuke menggeram kesal karena tangannya yang tertarik olehku. Setelah menuruni anak tangga akhirnya aku melihat sosok Sasori nii yang berjalan mondar mandir tak bisa diam menunggu kedatanganku di ruang tamu.

Aku refleks memanggil namanya dan melepaskan genggaman tangan Sasuke, lalu dengan langkah besar sedikit berlari kearahnya "SASORI- NII" teriakku dengan penuh semangat.

Kulihat manik hazelnya membulat saat melihatku. Lalu diapun berlari mendekatiku an langsung memelukku.

"Sakura, kau membuatku cemas bodoh" ucapnya seraya mengelus rambutku. Lalu melepaskan pelukanku, Sasori- nii memandang tubuhku dari atas sampai bawah dengan teliti."Sakura, apa yang terjadi pada tubuhmu? Obat pelangsing apa yang kau minum? Hanya beberapa jam saja sudah langsing dan berbentuk?" tanyanya seraya mencubit kecil-kecil perut, tangan dan pahaku.

"Ssstttt ... pelankan bicaramu Nii- chan" Aku mendesis menyuruhnya bicara pelan, lalu menatap malas melihat tingkahnya, hebat sekali dia tak terlalu kaget melihat perubahan tubuhku.

"Aku ingin dengar penjelasan tentang tubuhmu yang berubah drastis ini dengan details, pipi chubby mu pun sudah tak bisa dicubit lagi, padahal kau lebih lucu kalau gemuk" kini pipiku yang jadi sasaran cubitannya.

Sreettt

Tiba-tiba seseorang menarikku dan memelukku dengan sebelah tangannya, dan sebelah tangannya lagi menepis tangan Nii chan dari wajahku. Aku menengok kebelakang, benar saja Sasuke yang melakukannya. Aku hanya menghela nafas pasrah.

"Jangan seenaknya menyentuh tubuh Sakuraku, meski kau kakaknya!" ucapnya. Manik Onyx Sasuke menatap manik hazel Nii chan tajam.

"Jadi, kau orang yang bernama Sasuke? Pemuda mesum yang dengan seenaknya mencium adikku, ha. Tck, berani sekali kau melarangku menyentuh adikku sendiri!" Sasori nii menarik tubuhku terlepas dari pelukan Sasuke.

Sasuke menatap tajam manik emeraldku "Mesum? Sakura kau bicara apa saja dengannya tadi pagi, ha?"

Aku tak menjawab hanya senyuman kaku yang kuberikan. 'Dia menakutkan' batinku.

HAHAHA

Sontak semua mata teralihkan mendengar gelak tawa yang keluar dari mulut sulung Uchiha ini. Dia tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawanya yang berlebihan.

"Maaf, aku kelepasan. Haha" masih dengan tawanya dia mendekati kami."Ehem, aku minta maaf atas perlakuan Sasuke yang kurang sopan padamu. Aku menggantikan dia meminta maaf padamu Sasori san" Itachi nii membukukkan badannya dalam-dalam di depan Sasori nii.

"Waah, Itachi nii kau tak perlu minta maaf" ucapku seraya membantunya menegakkan badan kembali.

Itachi nii kembali tersenyum manis, Onyxnya yang hitam kelam namun lembut. Berbeda dengan Onyx milik Sasuke yang hitam kelam namum tajam. Aku akui pesona Uchiha membuatku gila.

"Lalu pemuda merah itu siapa? Apakah kakakmu juga Sakura- chan?" Itachi- nii menunjukkan jari telunjuknya ke arah pemuda berambut semerah darah yang berdiri tak jauh di belakang Nii chan.

Kulihat manik jadenya menatap tajam Sasuke dengan tatapan marah. Sasori- nii menarik pemuda merah itu mendekati kami dan berdiri hanya beberapa centi didepanku.

"Kau masih ingat dengannya kan, Sakura? Dia Gaara sahabat kecilmu" Ucap nii- chan memperkenalkan dirinya padaku.

Manik jade nya menatapku sendu, ada rasa rindu dan sedih yang terpancar disana. Tapi... apa aku pernah mempunyai sahabat pria setampan dia sejak kecil? Seingatku 11 tahun lalu sering bermain dengan seorang anak laki-laki berbadan gemuk sama sepertiku, rambutnya pun panjang seperti wanita. Kulirik wajahnya yang terdapat tato Ai disana. Rambut merahnya mirip tapi aku tak tau anak laki-laki sahabatku itu punya tato yang sama sepertinya atau tidak. Ini membuatku bingung...

"Apa kau melupakanku Hime?" Ucap pemuda yang dipanggil Gaara oleh nii chan. Sontak mataku membulat, dia memegang tangan kananku "Aku kembali menepati janjiku" tiba-tiba dia bersimpuh dengan kaki yang ditekuk sebelah, lalu mencium tanganku sekilas bak seorang pangeran. Membuat pipiku merona merah dibuatnya. "Sabaku No Gaara, datang menjemputmu, Hime" lanjutnya dengan tatapan lembut kearahku.

Aahh, hanya satu orang laki-laki yang memanggilku Hime... benarkah dia orang yang sama dengan anak laki-laki 11 tahun yang lalu. Kami sama dia berubah drastis sekali. Aku menutup mulutku yang menganga dengan sebelah tanganku.

Mataku memerah menahan tangis haru yang hampir keluar dari mainik emeraldku, tak kusangka dia benar-benar berusaha keras mewujudkan kemauanku yang masik kekanak-kanakan dulu. Sontak aku langsung memeluknya.

"Arigatou" hanya kata itu yang bisa kukatakan. Entah kenapa aku senang, ternyata aku punya teman pria meski hanya satu. Tak kusangka dia masih mengingatku, terlebih lagi dia mau berubah atas permintaanku yang menyusahkan. Padahal aku sendiri sama sekali tak berubah sedikitpun, aku malu pada diriku sendiri.

*Sakura POV OFF *

.

.

Sasuke menggeram dengan tangan yang dikepalnya erat. Melihat gadisnya berpelukan dengan pemuda lain selain dirinya. Apalagi tepat di depan matanya, Sasuke menarik lengan Sakura kencang sampai terlepas dari pelukan Gaara.

Gaara memicingkan matanya tajam mematap Sasuke penuh amarah, begitu pun sebaliknya. Onyx dan jade saling bertatapan. Lalu tiba-tiba Gaara menyeringai.

"Kau kira hanya dirimu yang mempunyai ikatan dengan Sakura? Aku bahkan jauh lebih mengenalnya dibandingkan dirimu SASUKE!" ucapnya menantang.

Sreett

Sasuke menarik kerah baju Gaara "Kauu... berani menantangku MERAH!"

Gaara membalas mencengkram kerah baju Sasuke "Kau pikir hanya kau yang punya kalung perak berbentuk hati, ha SASUKE. Akupun punya kalung yang sama dengan Sakura, jauh sebelum kau mengenalnya. Aku yang terlebih dulu menyukainya dan bahkan aku berusaha keras menjadi apa yang dia inginkan" Gaara menunjukkan kalung perak berbentuk hati yang tertempel di lehernya.

Sontak membuat Sasuke, Sakura dan Itachi membulatkan matanya. Cengkraman Sasuke terlepas.

"Uso! Kenapa kau juga punya kalung yang sama?" tanya Sasuke masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Aku yang akan menikahi Sakura" ucap Gaara lantang. Lalu mendekati Sakura. "Kau sudah berjanji padaku dulu, setelah aku berubah, kita akan menikah, kuharap kau masih mengingatnya" manik jade nya menatap intens manik emerald Sakura. Sedangkan Sakura tak berkutik sedikitpun.

"Sakura,, Apa benar semua yang dikatakannya?" Sasuke membalikkan tubuh Sakura menghadap padanya ,dan mencengkram pundaknya.

Sakura menggigit bibir bawahnya, dari raut wajahnya terlihat akan kebingungan."Ya" hanya satu kata yang keluar dari mulutnya. Dan membuat Sasuke tak bisa membendung amarahnya lagi.

Sreeett

Diangkat tubuh Sakura dipundaknya. Sontak semua orang terkejut melihat tindakan Sasuke. Tapi Sasuke tak peduli dengan semua mata yang memandang dengan tatapan marah padanya, dia malah melengos membawa Sakura pergi.

Sedangkan Sakura meronta-ronta di pundak Sasuke."Sasuke kun turunkan aku!" Pintanya.

Sasori tak tinggal diam melihat adiknya dibawa pergi dengan paksa "Hei, Sasuke mau kau bawa kemana adikku?" teriaknya.

"AKan kujadikan dia milikku!" ucapnya tegas. Tanpa menengok kebelakang Sasuke meneruskan kalimatnya"Kakashi, tolong urus mereka berdua! Kuharap mereka tak menggangguku" ucapnya lalu meneruskan langkahnya.

"Kyaaa, Sasuke kun, jangan bercanda, cepat turunkan aku!" teriak Sakura.

"Sayangnya aku sedang tidak ingin bercanda Sakura, sudah kubilang berulang kali kau MILIKKU! Kau akan KUHUKUM karena SELINGKUH dibelakangku" ucap Sasuke datar namun penuh penekanan di setiap katanya.

Itachi tau betul sifat Sasuke, dia tak akan pernah melepaskan semua yang sudah dianggap menjadi miliknya.'Dia serius' innernya.

'Kami sama, Toloonggg akuu!' inner Sakura menjerit.

.

.


TBC

Makasih buat para reader yang udah baca karya gajeku. maaf ga bisa kusebut satu-satu.R&R