K 'n Q – Alpha- chap 3
Disclaimer : EXO never be mine, terinspirasi sedikit banyak dengan ff serigala author MiraMira dan Pandora hearts (jika anda penggemar, kalian pasti tahu). But the plot and story are originally mine!
Cast : Lumin (mulai anget?) dan OT12 (satu pair misterius muncul!) Siwon, Jia dan Yoochun!
Rate : T
Genre : supernatural, hurt/comfort, au!wolf
Author's note : center!Xiumin, need more Lumin ffs, update telat, lebih panjang, babak baru dimulai, drama mulai muncul, dan tentunya wajib dibaca! :D
italic words : flashback
titik tiga : part cerita yang lain
titik dua : masih di part cerita yang sama.
Enjoy it.
.
.
.
Kelopak matanya terbuka tiba-tiba, menampilkan dua biji mata berwarna cokelat gelap. Sedikit terkesiap dengan minimnya cahaya di ruangan tersebut, bocah kecil itu masih bersyukur dapat melihat pancaran sinar bulan menyinari kamarnya melalui sela-sela gorden hitam.
Itu jika memang kamarnya.
Hanya sejenak ketenangan itu singgah dihatinya sebelum satu persatu fakta mengkhianati ingatannya. Pakaian tidur bercorak biru favorit yang ia kenakan semalam telah berganti dengan satin putih senada dengan warna kulit saljunya. Sekarang, dia tidak merasakan lembut selimut yang selalu membungkus malamnya, namun kerasnya sebuah meja hitam yang sengaja diletakkan tepat di tengah kekkai bintang.
Sebuah meja persembahan.
Bulu kuduk bocah tersebut langsung meremang, otaknya memproduksi potongan film fiktif tentang semua hal mengerikan yang akan terjadi beberapa jam kedepan tanpa putus. Mungkin saja, semua akan sama persis dengan apa yang dikatakan Ayah di dalam mimpi buruknya barusan.
Tentu saja, mati bukan pilihan bocah kecil itu. Akan tetapi, ia juga sangat paham bahwa dirinya akan mati jika bersikeras keluar dari penjara sihir tingkat tiga ini mengingat ayahnya tak pernah mengajarkan sedikitpun ilmu sihir kepada dirinya. Yang ia tahu hanyalah ruangan sempit tempat ia bermain dan jendela kecil untuknya berimajinasi liar diantara kupu-kupu yang menari diatas lahan keluarganya.
Kini, instingnya merasa tertekan dan ia sangat ketakutan. Tubuhnya menggigil walaupun keringat membasahi satin yang ia kenakan. Perutnya terasa mual sesaat setelah indera pembaunya mulai mencium bau darah pekat yang mendominasi ruangan. Namun ketegangan itu belum sampai puncaknya karena samar-samar ia mendengar suara gagang pintu di sudut ruangan yang mulai berputar layaknya jarum jam.
Kriitttt.
Ruangan gelap tersebut mulai memperoleh cahaya dari pintu yang terbuka sedikit. Membentuk bayangan seseorang yang menghalangi cahaya beberapa obor yang menyala di sepanjang koridor. Dan bocah kecil itu berani bersumpah jika ia mendengar tawa kecil dari balik pintu.
Tap tap tap tap.
Akhirnya langkah berat yang ditimbulkan oleh sepasang sepatu boots berhenti, menyisakan atmosfer mencekam di ruangan tersebut. Pita suara seseorang tersebut bergetar, menghasil lantunan singkat mantra sihir penghilang kekkai bintang. Sehingga memberikan akses masuk bagi orang asing itu untuk leluasa mendekati mangsanya.
Deg!
Bocah kecil itu takut sekali jika orang dihadapannya ini dapat mendengar detak jantungnya ber-akselerasi. Namun ia tetap mencoba untuk berani menatap iris merah khas vampir dihadapannya. Sayangnya, orang asing tersebut masih bisa menangkap pancaran penuh horor dari bocah tersebut.
Orang asing itu meraih dagu mangsanya, tersenyum lebar. Kedua matanya membentuk bulan sabit, terlihat senang, "Bagaimana bisa bayi serigala sepertimu memiliki harum yang memikat seperti ini, huh? Harum darah yang tidak bisa ditolak oleh vampir rendahan sepertiku," pria vampir tersebut membisikkan kalimat terakhir tepat disamping telinga mangsanya.
Bohong.
Bocah kecil itu tahu betul bahwa pria dihadapannya bukanlah vampir biasa. Sekali menatap matanya, ia tahu bahwa vampir dihadapannya adalah vampir kelas tiga. Tepat dibawah ayahnya. Dan ia akan tamat ditangan vampir ini.
"Bolehkah aku mencicipinya? Aku sangat kehausan malam ini," lanjutnya retoris sembari menjilat leher bocah kecil tersebut seduktif, menyebabkan mangsanya semakin gemetar.
Vampir itu kembali tersenyum, berusaha menenangkan saraf diseluruh tubuhnya sejenak akibat rangsangan bau darah mangsanya. Ia mencoba bernafas berulang kali untuk mengembalikan laju detak jantungnya yang sempat berpacu cepat.
"Diammu mau tak mau kuanggap jawaban iya," putusnya sepihak setelah melihat mangsanya hanya terdiam menatap iris merahnya.
Tanpa basa-basi lain, kedua taring tajamnya langsung menancap sempurna di leher polos bocah kecil itu. Mengoyak jaringan kulitnya lalu menyedot darah segar tersebut dengan rakus, tak memperdulikan bahwa mangsanya mulai pucat layaknya kertas putih. Sesekali lidahnya menjilat lehernya, seolah-olah tak membiarkan daerah favoritnya menjadi kering.
"Siwon-ssi! Menjauhlah darinya!" Teriak seorang wanita dari ambang pintu. Siwon berdecak sebal, namun menuruti apa yang dikatakan wanita tersebut.
"Apa yang kau lakukan pada bocah itu, Siwon-ssi?" Tanya wanita berambut blonde panjang sedikit mengintimidasi, selebihnya rasa cemburu yang disalurkan lewat gestur tangan terlipat di dadanya. Memaksa pria vampir itu menjawab sejujur-jujurnya.
Namun ia tidak serta merta menjawab, tapi meletakkan kembali mangsanya di meja persembahan dan mendekati wanita yang menjadi tunangannya semalam tadi. Telapak tangannya yang lebar menangkup di dagu mungil tunangannya lalu tersenyum kecil.
"Tak ada salahnya jika aku mengecek sebentar korban persembahan untuk Ayah, Jia," jawab Siwon bernada lembut, jemarinya bergerak menyusuri pipi halus tunangannya lalu menyibak poni panjang yang menutupi keindahan matanya.
Dan semua gerakan seduktif tersebut diakhiri dengan ciuman panas yang dipatik Siwon. lidah mereka saling meliuk-liuk di goa hangat wanita tunangannya. Menimbulkan kecipak saliva yang mulai keluar dari bibir mereka, diantaranya mengalir di dagu dan menetes di lantai.
Mencoba mengambil keuntungan dari kegiatan yang seharusnya tak ditonton oleh anak kecil semacam dirinya. Ia mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang ia punya untuk merangkak menuju satu-satunya jendela di ruangan tersebut dan memecahnya.
Prang!
"Sialan!" Siwon langsung memutus ciuman mereka dan beranjak ke jendela yang berlubang. Hidungnya yang besar mencoba mencari-cari kemana pergi bau darah bocah kecil itu. Namun hasilnya nihil. Mungkin saja dua lubang yang ia buat tadi sudah menutup mengingat betapa cepatnya pemulihan seekor serigala, terlebih dia adalah Alpha.
"Kyaa!" Siwon tersentak akan pekikan tunangannya. Cepat-cepat ia menoleh ke belakang untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Jia-!" Belum sempat Siwon menyelesaikan kalimatnya, tubuhnya roboh dihantam meja persembahan yang melayang sendiri. Samar-samar, ia dapat melihat tubuh tunangannya yang tergeletak di lantai juga sepatu hitam mengkilat didepan wajahnya.
Seketika wajahnya pucat.
"A-ayah, ...!" Tak ada kata maaf yang sempat terucap dari bibirnya. Iris merah miliknya membulat saat mendapati sebuah pisau perak menghujam tepat jantungnya. Detik selanjutnya ia sudah menjadi abu tak berguna.
Pria bersepatu hitam mengkilat itu berjongkok, melepas topi tinggi yang selalu ia kenakan. Ekspresi yang tampak dari wajahnya tak menampilkan rasa bersalah sedikitpun. Sebaliknya, ia mengambil abu sebanyak genggamannya dan meniupnya kearah jendela yang berlubang. Lalu menatap datar ke arah bulan dengan perasaan yang tidak bisa ditebak.
"Rupanya aku harus kehilangan anakku dulu, Yun."
.
.
Tak peduli dengan udara minus lima derajat dibawah nol, ia terus berlari sejauh-jauhnya dari mansion neraka tersebut. Iris serigalanya kembali merubah iris cokelat hitamnya, memberi kelebihan pada dirinya untuk bertahan dicuaca ekstrem malam tersebut. Indera penciumannya mencoba mencari bau asap dari tungku perapian yang masih menyala. Berharap si pemilik rumah akan menolongnya nanti.
Tanpa ragu-ragu, ia berbelok 90 derajat tanpa mengurangi kecepatan larinya dan mulai memasuki daerah pepohonan tinggi yang tertutup tumpukan salju di tiap ujung rantingnya. Instingnya mengatakan akan ada rumah hangat ditengah hutan tak bertuan ini.
Ternyata dugaannya benar, setelah seperempat jam berlari tanpa henti, akhirnya ia dapat melihat samar-samar rumah bata disana. Ia mempercepat larinya, masa bodoh dengan nafasnya mulai terputus-putus.
Deg!
Larinya terhenti tiba-tiba, rasa sakit langsung menghujam seluruh tubuhnya. Menyebabkan ia seolah-olah tak bisa bergerak, lumpuh. Terjerembab dalam belaian es tanah putih, Ia mencengkeram dada kirinya kuat-kuat. Berharap sakit yang ia rasakan akan berkurang untuk sejenak agar ia bisa melanjutkan perjalanannya menuju rumah hangat tersebut.
Namun apa yang ia harapkan tak kunjung terwujud, mata serigala indah itu mulai berubah kembali. Namun bukan cokelat gelap seperti biasanya, namun hitam dengan lingkar putih diluar irisnya.
Tik!
.
.
.
"Chuuu~" Xiumin terlonjak kaget melihat serigala mesum atau yang sering mereka sebut Kai berada di hadapannya dengan bibir merah gelap tebalnya mengerucut. Refleks, tangan mungilnya kembali menampar pipi tirus Kai. Menimbulkan pekikan keras Kai serta warna merah sedikit melepuh di pipinya.
"Lay hyung~ appo," rengek Kai mulai menitikkan air asin di ujung matanya. Lay menghela nafas panjang, namun akhirnya ia menyembuhkan pipi tirus Kai seperti sedia kala. Setelah itu, ia memberikan perhatian penuh kepada serigala manis pendatang baru di pack-nya.
"Apakah kau habis bermimpi buruk, Minseok-ssi?" Xiumin diam saja, tak mau membenarkan pertanyaan Lay. Toh, semuanya terlihat jelas, bukan?
Merasa canggung, Lay langsung mengganti topik yang lain.
"Lebih baik aku akan mulai mengobatimu sekarang, Minseok-ssi," putus Lay sembari duduk disamping kasur tempat Minseok berbaring. Telapak tangannya mulai mengeluarkan cahaya biru keperakan sesaat setelah Lay mengucapkan mantra. Tangannya bergerak menuju lengan Xiumin yang penuh goresan lalu wajah dan terakhir paha kanan Xiumin yang semula hanya dibalut dengan kain. Sedikit lama, namun pendarahan kecil itu telah berhenti dan benang-benang fibrin mulai terjalin menutup lukanya yang sempat menganga.
"Terima kasih, Lay," sergah Xiumin saat tangan Lay terus-menerus berkutat di luka paha Xiumin. Ia tak tega jika serigala berlesung pipit ini kelelahan hanya karena dirinya.
Kris yang duduk tak jauh dari Xiumin mulai bangkit dan menepuk pundak Lay membuat si pemilik kekuatan healer menoleh kearahnya dengan tatapan sayu. Bulir-bulir keringat membasahi seluruh permukaan dahinya, dan beberapa diantaranya merembes di kaus tipisnya.
"Beristirahatlah Lay, kau sudah lama tidak menyembuhkan luka sebanyak ini," perintah Kris lembut, Lay mengangguk kecil lalu kembali menatap Xiumin.
"Minseok-ssi, kusarankan agar kau tak banyak bergerak. Lukamu baru saja menutup, selamat malam." setelah itu Lay keluar dari ruangan tersebut dengan langkah sedikit limbung. Menyisakan empat serigala dari packnya di ruangan berukuran sedang tersebut. Kai yang berinisiatif memecah kesunyian yang sempat tercipta diantara mereka.
"Emm, bisakah kalian keluar? Aku mulai mengantuk," ujar Kai pura-pura menguap lebar. Sehun yang sedari tadi menjadi penonton langsung memutar kedua bola matanya melihat hyungnya tampak bodoh dan mesum ketika ia menyibak selimut yang membungkus serigala omega tersebut. Sehun juga telah meramalkan jika hyungnya akan mendapat 'hadiah' dipipinya tak lama lagi.
Buagh!
Iris hijau zamrud kebiruan milik Sehun terbelalak lebar melihat hyungnya yang mesum terhempas ke tembok dan menyisakan retakan lebar ketika tubuh Kai merosot ke lantai. Cepat-cepat dirinya dan Kris menyongsong Kai dan membantunya berdiri. Darah segar mengalir di sudut bibir hyungnya.
"Lu-ge, apa salahku?" Tanya Kai sedikit tidak terima dengan perlakuan kasar Sang Alpha. Memang, ia sering diberi tatapan menusuk oleh Sang Alpha setiap kali mengacau dalam perburuan. Namun baru kali ini Sang Alpha melakukan hal ini padanya, sepertinya ia sedang marah. Dan Kai tidak senang melihat Sang Alpha menjadi super sensitif.
"Tidurlah dengan Sehun. " tak ada protes dari Kai, mulutnya telah dibungkam dengan tatapan tajam Kris dan anggukan kecil Sehun. Akhirnya Kai dipapah keluar oleh dua serigala tinggi tersebut. Meninggalkan Luhan yang duduk di samping Xiumin.
Xiumin kembali merasa gelisah, bola matanya terus berputar ke segala arah kecuali Sang Alpha. Atmosfer yang mengungkung mereka pun tak kalah tegangnya dengan di ruang makan sebelumnya. Terlebih hanya dirinya sendiri yang menghadapi dinginnya Sang Alpha.
"Kenapa kau tidak pergi, Alpha?" Xiumin mendengus pelan ketika mendengar Sang Alpha bertanya –lebih tepatnya mengusir- dirinya. Tanpa sadar, ia mendumal sendiri. Sedikit banyak menyalahkan Sang Healer yang memintanya untuk tetap tinggal.
'Kenapa kau tidak pergi, Alpha?' –Alpha.
Xiumin tertegun, tidak mungkin Alpha dihadapannya mengetahui jati dirinya. Sang Alpha hanya menyeringai kecil. Sedikit banyak puas dengan respon yang diberikan lawan bicaranya.
"Jadi aku benar jika kau adalah Alpha... Omega Alpha, huh?"
Kalimat jebakan. Harusnya Xiumin tahu hal itu.
"Tak perlu menutupi, aku tahu semuanya. Aku bahkan tahu tentang masa lalumu yang mengerikan,"
'Benarkah? Apakah dia tahu jika dirinya adalah-'
"Kau Alpha yang dibuang oleh Packmu, bukan? Koreksi jika aku salah," Xiumin tak mengiyakan ataupun menyalahkan tebakan jitu Sang Alpha. Karena dirinya memang dibuang bukan? Terlebih yang membuangnya adalah ayahnya.
Tapi bagaimana Sang Alpha tahu sekeping masa lalunya itu?
"Aku adalah penerus Lu, Sang Alpha telekinesis."
.
.
.
"Bagaimana?"
"Aku dapat merasakannya, hyung. Dia berada tak jauh dari sini." Pria berambut hitam itu mengelus-elus surai cokelat Sang Tracker. Tersenyum lebar ketika mengetahui rencananya mulai membuahkan hasil.
"Bisa kau beritahu hyung, dimana tepatnya ia berada?" Tanyanya sekali lagi, bernada lembut sekaligus merajuk. Sang Tracker terkikik melihat hyungnya seperti anak kecil.
"Mansion Lu, dia bersembunyi disana."
Cup.
Sang Tracker membalas ciuman penuh nafsu yang dilancarkan oleh hyungnya. Tak mau kalah, hyungnya berusaha mendekap erat pinggang kecilnya. Seperti dirinya yang mengaitkan kedua lengannya di leher hyungnya bak koala. Namun akhirnya hyungnya yang memenangkan pertarungan kecil itu setelah menggigit bibir bawahnya.
Tak masalah, dengan senang hati Sang Tracker membuka bibirnya dan mempersilahkan lidah hyungnya masuk dan mencicipi goa hangatnya. Membiarkan lidah hyungnya mengabsen satu persatu deretan giginya yang rapi.
Ditengah-tengah ciuman panas tersebut, pria berambut hitam itu menatap pria jangkung yang berdiri di ambang pintu. Sorot matanya berubah tajam dan pria jangkung itu langsung menyeringai. Paham akan tugas yang menantinya. Sedetik kemudian pria jangkung itu menghilang seiring suara debam pintu yang tertutup. Pria berambut hitam tersebut kembali melanjutkan aktivitasnya bersama Sang Tracker yang sempat tertunda.
.
.
Pria jangkung itu melesat menuju gerbang mansion. Kedatangannya disambut empat pria bertudung merah darah.
"Jadi?" Tanya pria jangkung lainnya antusias sekaligus gugup. Pasalnya baru kali ini ia diperbolehkan untuk keluar dari mansion besar milik pangeran.
Yang ditanya tak menjawab, sepasang mata elangnya menangkap gelagat aneh yang dipancarkan oleh pria pendek bertato kalajengking di punggung tangannya.
"Kau takut bertemu dengan Alphamu, Scorpion boy?" Pria pendek yang dimaksud langsung menatap pria jangkung itu dengan tatapan datar.
"Tentu saja tidak, aku hanya memikirkan hal yang lain."
"Bukan memikirkan caranya untuk membelot dari kami kan?" Celetuk pria pendek lainnya sarkastik. Cepat-cepat pria bertato kalajengking itu menggeleng.
-setidaknya untuk saat ini.
"Ge~, katakan apa yang pangeran padamu," rengek pria jangkung satunya sebal karena pertanyaannya tak dijawab. Sebuah telapak tangan besar mendarat di surai hitamnya. Mengelus teratur dari depan kebelakang, berulang kali. Sikapnya langsung berubah bagaikan anjing kecil, menggeram senang akibat perlakuan tuannya.
"Bersabarlah, Noise. Malam nanti perburuan akan dimulai."
.
.
.
An : cukup puas kan? :D lol ayo tebak siapa pemain barunya :D
Sebenernya anak Yoochun itu mau kutulis Jonghyun dan tunangannya Jessica tapi demi kemaslahatan ff, kuganti Siwon dan Jia Miss A. jadi maaf jika ga kerasa feelnya. Dan sepertinya aku melanggar janjiku sendiri untuk membuat ff oneshot xiuhan. Salahkan author miramira yang mengupdate ff serigalanya *lol*
Isnaeni love sungmin : sip chapter baru.
AngAng13 : cukup sesachet Lay untuk menyembuhkan Xiumin #eh ini udah bikin penasaran belum? Luminnya udah keliatan belum? (belum!)
Guest : yep, ini lumin! I'm a lumin shipper. Dan ini chapter kilatnya #plak
Ainichan : sip, chapter baru.
twentae : karakter Luhan disini bakal aneh banget (menurutku) biarkan Xiumin saja yang mencintainya. Aku suka baca di aff dan wordpresnya himawari-san, tapi ga bisa bikin ff inggris. Gramarnya banyak yg error. At least, I've ever posted it on aff.
Gun : oke ini update, dan saya sempat putus asa karena writer block. Untunglah author miramira update.
Jung Yooyeon : panjang enggak updatenya? Seru gak?
lilis kepo : umin kecapekan karena kemarin sama luvert beberapa ronde (menjurus M), yep lumin dan OT 12 has been appeared!
cranescort : benarkah? Tapi ff whitelistbaby jauh lebih baik dan saya ingin lebih baik.
tikakang-xiumita : update! And lumin gets intense.
Jung Ha Ki : gemesan mana antara luvert dg kitty!xiumin :3
askasufa : sakit hati karena ditinggal luvert #eh
Bonaaa : sesame fans ff serigala #toss tentu dari awal karena biar panjang. #jleb
mandossi : sebenarnya aku mau nulis sesuai umur mereka, tapi entahlah.
Review juseyo~
