Author : Yuri Masochist or Han Youngra

Title : The Time: Other Side | August 23rd, 2012

Cast :

+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun)

+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, Tao, Lay, Kris, Eunhyuk, Ryeowook, Minho, OnKey, Baekhyun

+ Cameo : Soohyun, Henry, Shindong, KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon

+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong, Junho, Se7en and who's next?

[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | EXO | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]

[SNSD | B.E.G]

Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror

Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~

Type : Yaoi

Length : Chapter

Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini | You can not stop the cycle

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!

Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!

A/n : 8G HONEEEY

.

.

.

.

The Time: Other Side | August 23rd, 2012

.

Thursday

August 23rd, 2012

12:07 PM

"Baekhyun sudah bilang pada Tao-ge agar dijemput di rumah Taemin~."

Taemin bersorak lalu memeluk Baekhyun. "Taemin cenang~!"

Baekhyun tersenyum layaknya anak kecil, lalu melepas pelukan mereka. "Minho-hyung mana? Kenapa tidak pulang bersama?"

"Um, Minho-hyung hali ini tidak cekolah lagi."

"Eh, kenapa?" Baekhyun memiringkan kepalanya.

"Key-umma bilang Minho-hyung demam. Jadi cakit lagi. Padahal balu cembuh cetelah ditablak."

Baekhyun menanggukkan kepalanya mengerti. "Kacian Minho-hyung. Ayo kita jenguk!"

"Ayah bilang jangan dulu. Key-umma juga melalang. Nanti kalau cudah baikan kita kecana~"

Lalu keduanya bergandengan tangan menuju gerbang sekolah.

"Nanti di lumah Taemin kita main~"

"Wah, Yixing-hyung ingin ikut dong~!"

Baekhyun dan Taemin membalikkan tubuh keduanya dan mendapati Yixing sudah berdiri di samping gerbang sekolah mereka.

"Yixing-hyung~!"

Keduanya segera berhambur memeluk Yixing. Yixing tidak menduga respon untuknya akan sebaik ini. Ditambah lagi ia sangat menyukai anak kecil.

"Kakakmu belum kembali sekolah?"

"Belum." Taemin mengerucutkan bibirnya dan menatap Yixing. "Kemarin cekolah kok. Tapi hali ini demam."

Yixing mengangguk prihatin. Lalu ia mengusap rambut Baekhyun dan Taemin bergantian. Bersamaan dengan datangnya Yunho menaiki motornya berhenti di hadapan mereka.

"Ah, kau." Yunho membuka helm-nya dan tersenyum pada Yixing. "Kebetulan lewat sini?"

Yixing menatap Yunho dan mengangguk. Matanya melirik ke arah Taemin yang bergandengan tangan dengan Baekhyun.

"Kadang aku kesini dan mengobrol dengan Taemin kalau ada waktu."

"Baik sekali. Siapa namamu? Waktu itu kau—"

"Namanya Yixing-hyung, Appa~."

Yunho melirik Taemin dan Yixing terkikik kecil. Lalu ia membungkuk ramah.

"Bangapseumnida. Maaf saat di rumah sakit aku tidak sempat memberitahu namaku."

Yunho mengangguk, menyisyaratkan bahwa tidak apa. Lalu ia menatap Taemin, kemudian pada Baekhyun.

"Baekhyun belum dijemput?"

Taemin menggeleng. "Baekhyun mau main ke lumah Taemin. Nanti dijemput~."

"Memangnya tahu alamatnya?"

Taemin mengangguk mantap.

"Ya, sudah, ayo naik ke motor. Appa buru-buru."

Yixing melihat pergerakan Taemin, lalu beralih menatap Yunho. "Ah, begini. Aku saja yang antar Taemin pulang kalau Anda buru-buru. Lagipula aku cukup kosong hari ini."

Taemin sumringah dan segera mengangguk mantap.

"Yixing-hyung saja yang antal pulang ya~. Taemin dan Baekhyun ingin belmain dengan Yixing-hyung~!"

Baekhyun mengangguk mengikuti pergerakan Taemin.

Yunho menatap anaknya lalu pada Yixing dan memandangnya tidak enak. Tetapi Yixing mengibaskan tangannya.

"Tidak apa. Lagipula Anda kan polisi," Yixing melirik ke arah seragam dan motor yang dipakai Yunho. "Pasti sibuk. Tapi aku juga tidak keberatan jika Anda tidak percaya padaku."

Taemin mendekat ke arah Yunho dan menggoyangkan tangannya.

"Appa~ boleh ya~? Yixing-hyung kan olang baik~."

Bukannya Yunho tidak percaya, tetapi ia merasa tidak enak kepadanya.

"Lagipula aku suka anak kecil. Jadi senang mengasuh mereka."

Melihat anaknya merengek, mau tidak mau Yunho mengangguk pasrah. Setelah sebelumnya meminta nomor handphone Yixing—untuk memastikan segalanya—ia mengirimkan alamat rumahnya.

Dan ia membiarkan Taemin dan Baekhyun pulang bersama Yixing.

.

.

The Time

Other Side | August 23rd, 2012

A Nonsense Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"

Time to Play

.

.

.

Thursday

August 23rd, 2012

02:45 PM

Mungkin Taemin begitu merindukan sosok Changmin.

Bermain dengan Yixing mengobati sedikit kerinduannya. Ditambah dengan adanya Baekhyun. Baekhyun seperti Kai dimatanya. Walau kepribadian mereka berbeda, tetapi dengan usia mereka yang sama mengingatkannya pada Kai.

Taemin jadi rindu masa-masa itu.

Apalagi sosok Yixing yang begitu hangat.

Taemin membiarkan Yixing mendorong ayunan yang di dudukinya dengan perlahan. Lalu Yixing berganti pada ayunan yang di duduki Baekhyun.

"Taemin kenapa?"

Taemin mengerjapkan matanya karena tanpa sadar ia melamun. Ayunannya berhenti, dan Yixing berjongkok di hadapannya.

"Kalau mau ice cream, nanti Yixing-hyung belikan."

Taemin menggeleng pelan. Baekhyun menggenggam tali ayunan dan menatap Taemin di sampingnya.

"Yixing-hyung milip Changmin-hyung."

"Wah, siapa Changmin-hyung itu?" tanya Yixing lembut, lalu mengusap rambut Taemin.

"Hyung Taemin. Tapi Changmin-hyung lupa dengan Taemin."

Baekhyun masih mengamatinya.

"Kenapa bisa? Pasti dia tidak lupa dengan Taem—"

"Appa bilang lupa ingatan gala-gala kecelakaan."

Yixing mengangguk mengerti lalu mengusap pipi gembul anak kecil berumur enam tahun itu. Matanya bergetar. Yixing berusaha menghiburnya.

"Begini saja, kalau ada waktu libur, Yixing-hyung akan ajak kalian jalan-jalan, ya? Biar Taemin tidak sedih," Yixing melirik ke arah Baekhyun. "Ya, Baekhyunnie~?"

Baekhyun mengangguk cepat lalu turun dari ayunan. Dia segera mendekati Taemin dan memeluknya erat.

Yixing tersenyum senang melihatnya.

Tin! Tin!

"Siapa itu?"

"Baekhyun sudah dijemput~!" seru Baekhyun. Kemudian melepaskan pelukannya dari Taemin. "Baekhyun harus pulang dulu~."

Taemin mengerucutkan bibirnya, begitupula dengan Baekhyun. Yixing tertawa setelahnya.

"Ya ampun~, besok kalian bermain lagi saja. Baekhyun sekarang harus pulang karena sudah di jemput~."

Baekhyun akhirnya mengangguk dan berlari ke dalam rumah. Taemin menyusulnya dengan cepat.

Yixing berdiri perlahan dan memperhatikan langkah kedua anak kecil itu yang menghilang di balik pintu. Lalu ia menengadahkan kepalanya, menatap langit-langit, dan tersenyum miris.

Ya, walau ia belum bertemu dengan adiknya, setidaknya ada orang-orang yang bisa membuatnya tersenyum sekarang. Ada Kyuhyun, pemuda yang tengah mengandung dan kesepian. Ia begitu ingin menemani dan menjadi temannya. Lalu Taemin, yang menganggapnya sebagai kakak karena kehilangan sosok seseorang. Dan Baekhyun yang butuh seseorang untuk membimbingnya. Setidaknya mereka semua membantunya melewati hari, saat kekasihnya harus sibuk bekerja di kantor barunya.

Yixing tidak sadar ia melamun. Ia segera melangkah masuk ke dalam dan menyusuri ruangan-ruangan di rumah tersebut menuju pintu utama. Disana ia melihat Taemin berdiri di depan pagar dan tengah melambai pada mobil yang melaju meninggalkan rumah itu.

"Baekhyun sudah dijemput?"

Yixing berdiri di belakang Taemin lalu meremas lembut bahunya.

Taemin mengangguk. "Besok Baekhyun main lagi~"

Yixing kemudian tersenyum dan memperhatikan mobil yang menjauh itu.

.:o~o:.

Thursday

August 23rd, 2012

04:00 PM

Tak lama setelah Baekhyun pulang, Yixing menemani Taemin di rumahnya dengan mengajaknya bermain puzzle, atau memberikan tebak-tebakan. Lalu Yunho pulang. Yunho berterima kasih banyak karena Yixing mau menemani anaknya. Dia bilang bahwa dia memiliki babysitter yang terkadang dipanggil untuk menemani Taemin. Tetapi jika Yixing mau, ia diperbolehkan untuk datang berkunjung. Sekedar untuk bertemu-sapa atau bermain dengan Taemin.

Yixing bahkan sempat bertanya tentang Changmin. Dan Yunho menjelaskan sedikit, bagaimana sosok Changmin di mata anaknya. Tidak banyak yang ia ceritakan, tetapi Yixing cukup tahu.

Setelah berpamit, Yixing bergegas mencari taksi dan meminta untuk diantar ke sebuah perumahan, dimana Kyuhyun tinggal.

Hingga kini, ia sudah sampai di depan pintunya.

Kyuhyun membuka pintu dan tersenyum melihat kehadiran Yixing.

"Sibuk ya?"

Yixing menggeleng dan masuk ke dalam. Lalu keduanya melangkah menuju ruang tamu yang sudah Yixing hapal letaknya.

"Aku tidak sibuk. Ada apa?"

Kyuhyun terkekeh pelan. "Biasanya tidak datang sore."

"Ah, apa aku mengganggu?"

"Sama sekali tidak."

Yixing bernapas lega setelah itu. "Tadi aku bermain ke rumah kenalan baruku. Seorang anak kecil, lucu sekali. Lagipula aku suka anak kecil, jadi aku senang."

Kyuhyun menangguk-angguk mendengarkannya.

"Dia kehilangan sosok kakaknya, jadi dia menganggapku sepertinya."

"Kasihan," tutur Kyuhyun prihatin. "Tapi kau baik sekali pada orang yang baru kau kenal."

Yixing terkekeh sebentar. "Aku datang ke Korea untuk mencari teman, bukan musuh. Kalau aku dingin pada orang-orang, tidak lucu bukan?"

"Benar, benar. Punya banyak teman itu banyak keuntungannya."

"Oh ya," Yixing tersenyum dan menatap Kyuhyun. "kapan-kapan aku ajak kau jalan-jalan ya? Kulitmu itu putih pucat, harus banyak terkena sinar matahari. Baik juga lho untuk kandunganmu."

Kyuhyun hanya mengangguk saja, toh tidak ada salahnya.

"Sekalian kita beli perlengkapan untuk anakmu nanti. Empat bulan lagi kan lahir~ harus sudah disiapkan segalanya."

Kyuhyun mengulum bibir bawahnya perlahan. "Err.. apa tidak merepotkan? Maksudku... aku sama sekali—"

"Hei, aku bukan orang sibuk disini. Aku tidak punya kegiatan," selain mencari adikku. "Jadi tenang saja, ya?"

Kali ini Kyuhyun mengangguk lagi, tetapi agak ragu.

Yixing memiringkan posisi duduknya dan menatap Kyuhyun dengan senyumannya. "Aku iri lho padamu."

"Padaku?" Kyuhyun tertawa kecil. "Apa yang harus kau irikan dari orang sepertiku?"

"Kau bisa hamil, itu sebuah mukzizat. Aku yang berharap memiliki anak dari kekasihku, ternyata tidak bisa hamil. Aku hanya laki-laki biasa."

Raut wajah Kyuhyun berubah sedikit. Tetapi ia berusaha untuk tetap tersenyum.

Walau jauh di lubuk hatinya, dia menyesal karena sudah hamil... dan ditinggal pergi oleh orang yang telah menanamkan benih pada dirinya.

.:o~o:.

Klik next dan tinggalkan revieww