Author : Yuri Masochist or Han Youngra
Title : The Time: Strange Relationship | August 28th, 2012
Cast :
+ Main Cast : YooMinKyu (YoochunxChangminxKyuhyun)
+ Other Cast : Yunho, Taemin, Jungmo, Junsu, Tao, Lay, Kris, Eunhyuk, Ryeowook, Minho, OnKey, Baekhyun
+ Cameo : Soohyun, Henry, Shindong, KiVin (KiseopxKevin), HanChul, Siwon, Jonghyun, Leeteuk, Yesung, Eli, T.O.P, GD, Kangin, Sooman, Jay, Seungri, Daesung, Alexander, SooSun (SooyoungxSunny), YulSic (YurixJessica), YoonSeo (YoonaxSeohyun), Narsha, Thunder, Mir, Joon
+ Say 'Goodbye' to : Sungmin, Donghae, Kibum, Kai, Zhoumi, Jaejoong, Junho, Se7en and who's next?
[DBSK | Super Junior | SHINee | TRAX | EXO | Big Bang | U-Kiss | Se7en | MBLAQ]
[SNSD | B.E.G]
Genre : Mystery | Crime | Romance | Horror
Rated : PG-15 | T semi M deh untuh semua chap~
Type : Yaoi
Length : Chapter
Summary : Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini | You can not stop the cycle
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan! Dan mereka saling memiliki!
Warning : Setelah selama ini nulis alur kecepetan, ternyata ALUR DIBUAT SANGAT LAMBAT! Bahasa berantakan! Banyak TYPO(s) and Miss TYPO! This is YAOI fic! Boyxboy! Don't Like Don't Read!
A/n : 8I! AYO REVIEEEEEW u,u
.
.
.
.
The Time: Strange Relationship | August 28th, 2012
.
Tuesday
August 28th, 2012
07:00 AM
Sebenarnya Changmin lebih ingin pergi keluar untuk berjalan-jalan lagi seperti lusa kemarin, mungkin hanya dengan cara seperti itu ia dapat mendapatkan kepingan-kepingan memori.
Tetapi Yoochun melarangnya, dan jujur saja Changmin tidak suka.
Yoochun seperti menghalanginya dari sesuatu.
Jadi hari ini ia akan ikut ke rumah sakit. Lagipula Changmin perlu check up untuk keadaannya.
Changmin meraih segelas susu yang tersisa tinggal setengahnya. Sementara Yoochun sibuk membereskan beberapa keperluannya, dan muncul ke dapur setelah selesai. Changmin meletakkan gelas susunya yang kini sudah habis lalu berdiri dan membiarkan Yoochun mencium keningnya.
Tetapi Changmin menghindar ketika Yoochun akan mencium bibirnya.
"Kenapa?"
Changmin menggeleng lalu merapikan pakaian Yoochun. Yoochun memperhatikannya dan tidak bisa membiarkan tangannya diam. Ia mengusapi rambut Changmin dan melihat si empunya meliriknya sedikit.
"Aku sudah tidak pernah menciummu sejak kembali dari koma."
Changmin menggeleng lagi. "Aku tidak mau dicium."
"Kenapa?"
Lagi-lagi pertanyaan itu tidak pernah Changmin jawab. Yoochun mendesah dan membuat Changmin menatapnya perlahan.
"Aku tidak tahu."
"Ada yang salah?"
"Dari?" Changmin mengangkat alisnya.
"Siapapun."
Changmin mengulum bibir bawahnya lalu menjauhkan pandangannya sedetik, kemudian kembali lagi pada Yoochun.
"Dari kita berdua."
Yoochun tidak mengeluarkan pertanyaan tetapi Changmin mengerti hanya dengan menatapnya.
"Kau seperti menyembunyikan sesuatu dariku."
Yoochun tidak berniat untuk menjawab.
"Dan sepertinya aku tidak mau melakukan sesuatu yang intim denganmu."
"Apa maksudmu?"
Changmin menggeleng. "Hyung mengacaukan pikiranku. Hyung menutup semuanya. Kumohon biarkan aku dengan pikiranku sendiri dalam beberapa waktu. Aku ingin mencari tahu semuanya. Ketika bersama Hyung aku merasa seperti... terhalang untuk menemukan sesuatu."
Changmin yakin tidak menemukan ekspresi apapun di wajah Yoochun—terlalu sulit dibaca. Dia hanya membiarkan Yoochun merengkuh tubuhnya cukup erat dalam beberapa menit.
Tangan Yoochun sedikit bergetar.
Sayangnya, Changmin bisa membaca gerak tubuh Yoochun.
.
.
The Time
Strange Relationship | August 28th, 2012
A Nonsense Fanfiction
.:o Yuri Masochist Presents o:.
"Kau terpilih untuk mengikuti permainan ini"
Time to Play
.
.
.
Tuesday
August 28th, 2012
10:05 AM
Soohyun menjanjikan untuk bertemu hari ini dan Junsu menyetujuinya.
Seperti biasanya Tao mengantar Junsu untuk terapi. Ketika keduanya sudah sampai di ruangan Soohyun, ia menyambutnya dengan ramah seperti biasanya.
Memulai percakapan dengan menanyakan kabar, lalu hal-hal umum lainnya. Kemudian tentang perkembangan dari otot-otot kaki Junsu dan kini berakhir pada mulainya terapi.
Tao memilih untuk menunggu di luar ruangan, lalu karena bosan ia memilih untuk berjalan-jalan.
Lalu Tao melihat Changmin berjalan di koridor.
.:o~o:.
Tuesday
August 28th, 2012
10:25 AM
"Aku suka suasana pagi."
Kyuhyun melirik Yixing yang berjalan di sampingnya. Pemuda itu menatap langit dan tersenyum. Hidupnya seperti tidak pernah ditimpa masalah. Kyuhyun yakin selama beberapa hari ini mengenalnya, Yixing tidak pernah berhenti tersenyum.
"Siang juga aku suka. Ah, sore dan malam hari juga."
Kyuhyun berhenti berjalan ketika Yixing melakukannya terlebih dahulu.
"Kau harus sering keluar, Kyuhyun. Kulitmu itu jarang terkena sinar matahari."
"Aku tidak suka berada diluar."
Yixing memiringkan wajahnya. "Kenapa?"
"Sendiri. Tidak menyenangkan."
Yixing melebarkan lengkungan di bibirnya lalu menepuk pipi Kyuhyun. "Sekarang kau punya aku, bukan? Aku temanmu, aku akan menemanimu keluar."
"Biasanya aku keluar seperlunya."
"Sekarang kau akan keluar hampir setiap hari denganku. Lagipula calon anakmu juga perlu merasakan hangatnya mentari."
Kali ini Kyuhyun tidak menjawab dan hanya tersenyum.
Lalu Yixing menarik tangannya dengan lembut dan membawanya kembali berjalan. Berawal dari taman, kini keduanya sampai di sebuah supermarket tanpa direncakanan.
"Kita beli makanan bergizi untukmu."
Kyuhyun terkekeh kecil ketika Yixing meraih sebuah trolley dan mendorongnya.
Yixing meliriknya sembari tertawa kecil. "Kenapa? Aku terlihat seperti seorang suami ya?"
"Kurang lebih seperti itu."
Keduanya tertawa lagi lalu berjalan menuju area buah-buahan. Yixing memilih beberapa buah yang sekiranya dapat membantu perkembangan untuk janin Kyuhyun. Terkadang berdebat sedikit ketika Kyuhyun merengek ingin nanas, tetapi Yixing melarangnya. Kemudian mereka menuju area sayuran, dan Kyuhyun segera bergidik ngeri. Yixing akhirnya mengetahui bahwa Kyuhyun sangat membenci sayuran, tetapi Yixing memaksanya untuk memakan walau satu jenis—dan ia yang akan memasaknya. Kyuhyun tidak bisa melawan.
Lalu mereka menuju counter lainnya, seeperti susu untuk ibu hamil, dan yang lainnya. Kyuhyun bersumpah, setelah mengenal Yixing, otot di sekitar bibirnya terasa tidak kaku lagi. Yixing membuatnya banyak tersenyum dan tertawa. Seringkali Kyuhyun melupakan masalah utamanya.
Mungkin ia memang butuh teman disisinya. Dan Kyuhyun sangat bersyukur dapat bertemu dengan Yixing.
Setelah berbelanja, Yixing memutuskan untuk pergi ke rumah Kyuhyun—karena ia tidak mungkin melanjutkan jalan-jalan mereka. Pertama, Kyuhyun sepertinya tidak sanggup untuk berjalan-jalan lama karena ia lebih sering mengurung diri di rumah. Kedua, Yixing tahu Kyuhyun belum sarapan, jadi ia berniat untuk membuatkannya makanan—walau Yixing tahu bahwa acara makan itu tidak akan bernama sarapan tetapi makan siang.
Yixing berjalan menuju meja makan dimana Kyuhyun menunggunya disana. Dia membawa semangkuk miyeok guk dan menaruhnya di hadapan Kyuhyun.
"Okay, aku tahu ini bukan sayuran yang aku janjikan, tapi sup rumput laut ini juga bagus untukmu."
Kyuhyun menatap Yixing perlahan. "Kau tidak makan?"
"Aku suka mengurusmu."
"Hei, itu bukan jawaban dari pertanyaanku~."
Yixing terkekeh lalu duduk di hadapan Kyuhyun. Dia meraih sendok dan mengambil sesuap sup lalu mendekatkannya pada mulut Kyuhyun. "Say 'Aah~'"
Kyuhyun tersenyum pelan. "Aaa~," lalu ia memakannya.
"Enak?"
Kyuhyun mengangguk dan meminta disuapi lagi. Dan Yixing melakukannya dengan senang hati.
Kyuhyun suka Yixing memperlakukannya dengan begitu peduli. Tetapi sayang, dia bukan Changmin.
"Kau manis,"
Kyuhyun hampir tersedak ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut Yixing. Yixing hanya memainkan sendok pada mangkuk sup sembari memberikan senyuman tipis.
"Mirip adikku."
"Adik?" Kyuhyun menatapnya. "Kau tinggal disini dengan adikmu? Kenapa tidak diajak juga kem—"
"Itu alasan lainku disini."
Mereka bertatapan. Yixing meletakkan sendok perlahan.
"Aku pindah kemari karena kekasihku dipindahtugaskan. Aku ikut saja, toh selama enam tahun ini aku mencari adikku yang hilang."
"Eh?"
Yixing berusaha untuk tetap tersenyum. "Aku tahu dia masih ada, aku bisa merasakannya. Maka aku masih berusaha untuk mencarinya."
Kyuhyun memilih untuk tidak bertanya apapun terlebih dahulu.
"Kalian memang tidak mirip sepertinya, tapi salah satu sifat kalian yang sama itu menonjol sekali. Kalian dingin, tertutup... padahal sebenarnya rapuh."
"Aku tidak—"
"Dan manja~," Yixing terkekeh pelan. "Aku tidak mengerti mengapa ia pergi meninggalkan aku dan keluarga, padahal semua orang menyayanginya."
"Mungkin ada yang membuatnya... muak."
"Siapa? Ayah? Ibu? Ya Tuhan, mereka sangat memanjakannya~."
Kyuhyun menumpu lengannya di atas meja. "Lingkungan sekitarnya?"
Yixing tampak berpikir. "Dia... sering di bully di sekolah. Tapi kurasa bukan itu alasannya. Aku yakin—"
"Atau kau?"
Yixing menatap Kyuhyun dengan serius. "Aku?"
"Mungkin ada sesuatu diantara kalian. Entahlah, mungkin iri, dendam, sirik atau apapun."
Yixing tampak mencerna ucapan Kyuhyun. Tetapi ketika Kyuhyun memperhatikannya, Yixing segera menggeleng cepat.
"Tidak mungkin karena aku."
"Jawaban yang sebenarnya ada pada adikmu. Jadi, kau harus menemukannya."
Kyuhyun bersumpah tidak menemukan sedetik pun raut tanpa senyuman itu. Yixing tetap tersenyum walau kenyataannya ia bersedih.
"Aku juga pergi dari keluargaku. Mungkin bukan karena iri... tetapi merasa tidak berguna."
Yixing menatap Kyuhyun.
"Aku punya kakak. Kedua orantuaku sangat membanggakannya. Dia pintar, selalu mendapat peringkat pertama semasa sekolahnya." Kyuhyun terkekeh pelan. "Sebenarnya aku sendiri selalu menjuarai olimpiade matematika. Setidaknya aku setara dengannya. Tetapi yang membuat kita berbeda adalah dia anak yang penurut sementara aku tidak mau diatur. Jadi mereka lebih menyayanginya daripada aku. Dan merasa tidak dibutuhkan, aku pergi memisahkan diri dari mereka."
"Kau tidak bohong?"
Kyuhyun terkikik. "Aku tinggal sendiri sekarang. Kau lihat kebohongan apa disini?"
"Um... rumah ini?"
"Oh," Kyuhyun mengedarkan pandangannya. "Orangtuaku tetap mengirimiku uang, pesan dari nenek dan kakekku. Dan rumah ini juga mereka yang belikan."
"Kau tahu dimana mereka?"
"Aku tidak peduli dimana mereka." Kyuhyun tertawa. "Toh mereka juga tidak peduli terhadapku."
Yixing diam,
"Aku memang ditakdirkan hidup sendiri. Tidak ada yang mengharapkanku. Sudah tidak ada—"
dan berdiri lalu merengkuh tubuh Kyuhyun.
.:o~o:.
Tuesday
August 28th, 2012
11:35 AM
Hari ini Baekhyun merengek ingin bermain di rumah Taemin, jadi Tao akan menjemputnya jam tiga nanti. Itu artinya masih sekitar tiga setengah jam lagi. Jadi ia hanya diam di rumah sakit, menunggu Junsu selesai dari terapinya.
Tetapi ia melihat Changmin berkali-kali di koridor yang sama. Dan kali ini, tanpa sengaja keduanya bertabrakan di koridor itu. Tao membantu Changmin yang hampir terjatuh.
"Terima kas—" Changmin menelan kalimatnya ketika melihat wajah Tao yang tersenyum padanya. "Kau... yang menolongku lusa lalu, bukan?"
"Masih ingat ternyata?"
"Ya Tuhan," Changmin tersenyum lebar. "Terima kasih untuk yang kemarin lusa. Aku tidak bisa membayangkan kalau kau tidak menyelamatkanku, mungkin mobil itu sudah—"
"Tidak apa. Apa pingsanmu kemarin yang membuatmu ada di rumah sakit sekarang?"
Changmin menggeleng pelan. "Aniya. Aku hanya check up kemari. Sekitar sebulan yang lalu aku mengalami kecelakaan mobil dan sempat koma jadi—ah ya, maaf, aku malah bercerita seperti ini. Namaku Shim Changmin." Changmin mengulurkan tangannya dengan ramah.
"Huang Zitao."
"Bahasa koreamu cukup fasih ya?"
Tao terkekeh pelan. "Tidak juga. Kadang jika ada yang berbicara cepat, aku sedikit tidak mengerti."
"Oh ya, kenapa ada disini?"
"Aku mengantar kakak, ia sakit." Lalu melirik jam tangannya. "Apa kita bisa mengobrol? Aku tidak ada teman untuk bicara. Lagipula sebentar lagi waktunya makan siang."
Changmin tidak memikirkan Yoochun kali ini. Dia mengangguk dan keduanya turun menuju kantin rumah sakit di lantai dasar.
Lalu keduanya duduk di salah satu bangku di kantin itu, walau belum memesan apapun.
"Umurmu berapa Zitao?"
"Tao, panggil Tao saja." Tao tersenyum. "Dan umurku duapuluh satu tahun."
"Whoa, dua tahun dibawahku~," seru Changmin.
Tao hanya tersenyum.
"So, ayo ceritakan tentang apapun. Aku mendengarkan~."
Tao menggeleng. "Gege lebih dahulu."
"Aigo~ kau sopan sekali. Panggil 'hyung' saja, telingaku lebih akrab dengan panggilan 'hyung' daripada 'gege'."
"Okay. Hyung lebih dahulu."
"Kau saja Tao~," ucap Changmin. "tanya aku sesuatu."
Tao memilih untuk mengalah. "Arasseo. Kenapa hyung pingsan saat itu?"
"Ah, jadi begini, setelah kecelakaan itu aku amnesia. Ketika kau menolongku, ada serpihan memori yang aku ingat... tetapi aku kesulitan, dan rasanya sangat sakit. Mungkin itu yang membuatku pingsan."
"Aku kira gara-gara aku. Aku mendorongmu cukup keras waktu itu."
Changmin mengibaskan tangannya. "Tidak, kok~. Tanya lagi yang lain~."
"Apa ya?" Tao tampak berpikir. "Aku tidak tahu harus bertanya apa."
"Okay, sekarang aku saja yang tanya. Apa Tao punya keinginan dalam waktu dekat ini?"
Tao menarik seulas senyuman dengan sebuah arti di dalamnya. "Aku ingin punya kakak yang pengertian, yang bisa menjagaku. Sayangnya kakakku sekarang sedang sakit, jadi aku yang merawatnya. Aku merasa seperti kakaknya sekarang."
"Eoh? Tao pasti merindukan sosok kakak, ya?"
Tao mengangguk.
"Kalau begitu, anggap aku sebagai kakak Tao saja~."
Tao menatap Changmin.
"Aku bisa menjaga Tao, kok. Walau kita baru saling kenal, tapi kita sudah berteman bukan? Aku bisa menganggapmu sebagai adik mulai saat ini juga~."
"Apa... tidak apa?"
"Tentu saja~." Changmin mendekat dan mengacak rambut Tao. "Mulai sekarang, anggap aku sebagai kakak kandungmu, okay?"
Tao mengangguk, dengan arti lain.
Disisi lain, Jungmo tidak sengaja melihat Yoochun yang tengah memperhatikan isi kantin dari arah pintu masuk. Ia menghampirinya, lalu bertanya mengapa ia disini.
"Aku hanya tidak tahu, sejak kapan Changmin dekat dengan orang yang selalu mengantar Junsu ke rumah sakit ini."
Matanya masih mengarah pada mereka.
.:o~o:.
MAAF YA BARU UPDATE u,u
Belakangan ini aku sibuk bangeeeet
Hari ini juga harus pergi, jadi cuma bisa update satu chapie
Lagian aku ingin tahu berapa yang review
Dulu ada puluhan tiap chapie, sekarang cuma kisaran 8-14 u,u
Apa readers sudah pada bosen ya?
Okay, segini doang ya cuap cuapnyaaa
Yang penasaran boleh nagihin (?) apapun di kotak revieeeew
Kalau udah ga sibuk janji update cepet lagiiii
Seeyaaaaaaaaaaaaaaaaa *tebarlope*
