chapter 2
Di pojok kantin bangtan highschool, ada beberapa namja tampan yang sedang makan siang.
"yoongi hyung, makanlah. aku khawatir padamu" ucap jungkook.
"hyung tak apa-apa kokie. kau perhatikan saja kekasih idiotmu itu" balas yoongi
"yakk hyung!! kenapa aku di bawa-bawa" timpal taehyung tak terima.
"sudahlah tae. aku juga tau kalau kau iri karena kokie lebih perhatian dengan yoongi" jin menengahi.
"hehehe.." taehyung hanya nyengir.
jimin hanya memperhatikan mereka. Lalu dia tidak sengaja bersitatap dengan yoongi.
'kenapa aku seperti mengenalnya. dan matanya menampakkan kesedihan yang mendalam. sebenarnya kau siapa yoongi hyung?' monolog jimin dalam hari.
"hey jim jim.. kau kenapa" khawatin jin
"a a ne hyung, aku tidak apa-apa?" jawab jimin terkejut.
Jimin memejamkan matanya. Lalu tiba-tiba ada bayangan dalam kepalanya 'jim ayo jim' 'pelan-pelan hyung' dan ada seorang namja yang tersenyum manis. tapi jimin tidak tau siapa namja itu. Dan.
"aarrgghhh" jimin berteriak sambil memegangi kepalanya.
semua yang ada disitu kaget mendengar teriakan jimin.
"jim kau kenapa jim?" khawatir jin.
"hyu hyung, ke-kepalaku sakit sekali" jawab jimin dengan suara bergetar.
"aarrgghhh" jimin berteriak lagi.
"jimin hyung kau sebenarnya kenapa?" sang maknae ikut berbicara.
"jim jim.. apa yang kau rasakan" hoseok yang sejak tadi hanya diam memperhatikan pun mengeluarkan suaranya.
"aarrgghh jin hyung" jimin berteriak lagi dan membuat mereka semakin panik.
"ayo kita ke uks saja jim, kau harus beristirahat. nanti kau ku ijinkan pada ssaem" saran taehyung. yang lain hanya mengangguk.
Yoongi hanya diam memperhatikan jimin yang kesakitan, ia tidak tau harus melakukan apa pada namja yang ia cintai itu.
"ayo jim kita ke uks" ajak jin
"ne hyung" sahut jimin. saat melewati yoongi, jimin menatapnya sebentar. dan melihat mata namja pucat itu, jimin tau bahwa yoongi sangat mengkhawatirkannya.
Jimin da jin telah meninggalkan kantin. dan tinggalah sepasang kekasih taekook, yoongi, hoseok.
Kalian bertanya kenapa namjoon tak ada. Namjoon memang tidak ikut makan siang karena dia ada urusan di ruang osis.
"hyung kau kenapa tadi diam saja" hoseok memecah keheningan mereka.
yoongi menghela nafas dan mengusap wajahnya kasar. Kemudian ia menatap hoseok "lalu apa yang harus aku lakukan hoseok-ah?"
Mereka pun kembali diam dengan pikiran masing-masing. Setelah 20 menit seperti itu. Taehyung pun memecah keheningan.
Taehyung menatap yoongi lekat-lekat.
"hyung, kau harus berusaha membuat jimin kembali. teruslah di sisinya, dengan begitu ia pasti juga merasakan bahwa kau orang yang dicintainya." saran taehyung
"wooahh tae, kau tadi habis makan apa" seru hoseok.
"wow tae hyung kenapa kau jadi bijak seperti ini. kau masih waras kan?" sahut jungkook tak kalah heboh.
"yakk apa-apaan kalian. aku hanya tidak tahan melihat jimin seperti itu. dan aku juga tak tega melihat yoongi hyung terus menunggu jimin mengingatnya" jelas taehyung.
yoongi diam mencerna saran taehyung tadi. apakah jimin akan menerimanya jika ia dekat dengan jimin.
"tapi.." yoongi bingung harus bilang apa.
"tapi kenapa lagi hyungie?" itu jungkook. tidak ada namja manapun yang memanggil dia seperti itu selain jungkook. karena yah notabene nya jungkook adalah sepupunya.
"apakah jimin mau dekat denganku. bahkan jimin mengingatku saja tidak." sahut yoongi.
"kau bisa melakukannya pelan-pelan hyung. asal tidak memaksanya mengingat ia pasti baik-baik saja" timpal hoseok.
"baiklah. aku akan berusaha"
yoongi tersenyum tipis. namja yang lain lega, karena selama ini yoongi tidak pernah tersenyum lagi. ya, walaupun hanya semyum tipis dari yoongi, mereka semua senang.
at UKS
sampai di uks, jin langsung membantu jimin membaringkan tubuhnya.
"istirahatlah jim. aku akan menemanimu" jin berkata dengan nada khawatir yang kentara.
"ne hyung, kau tak perlu menemaniku, aku berani di sini sendirian" jimin tersenyum tipis.
"bukan itu maksudku pabo,aku takut kau kenapa-napa"
"aku tak apa-apa hyung"
"ya ya terserah kau saja, sekarang tidurlah" perintah jin.
"iya iya dasar cerewet" jin hanya memutar bola matanya mendengar ucapan jimin.
sudah 15 menit jimin mencoba untuk tidur. tapi ia tidak bisa, dan terus memikirkan apa yang ada dalam bayangannya tadi.
"jin hyung"
merasa dipanggil, jin langsung duduk di samping ranjang jimin.
"ada apa jim?" tanya jin.
"boleh aku bertanya sesuatu?" jimin bertanya dengan ragu-ragu.
"apa yang membuatmu bingung jim?" jin berkata dengan lembut.
"itu hyung, sebenarnya apa yang terjadi padaku hyung?" wajah jin langsung menegang mendengar pertanyaan jimin.
jin menghela nafasnya pelan.
"apa yang kau rasakan jim?"
"saat aku akan tidur atau mungkin saat tidur aku selalu mimpi ada sworang namja yang terus bersamaku, dia tersenyum manis, dan kadang-kadang dia menangis memintaku sadar" jimin menatap jin dengan pandangam sulit diartikan.
jimin pun melankutkan "tapi aku tidak tau namja itu siapa hyung" "dan saat aku melihat yoongi hyung, aku merasa tidak asing dengan namanya, wajahnya bahkan saat aku bersalaman dengannya, rasanya aku pernah mengenalnya. tapi saat aku mencoba mengingat kepalaku pasti merasa sakit"
jin mencerna semua perkataan jimin, apakah dia harus menceritakan semuanya pada jimin.
"jim.." jin menatap jimin dengan pandangan sulit diartikan.
"berusahalah mencari tau, bertanyalah pada yoongi. aku rasa dia yang lebih pantas menjelaskannya padamu" jin menjelaskan dengan hati-hati.
jimin diam sejenak, memikirkan semua perkataan jin hyung barusan.
"hyung, memang aku ada hubungan apa dengan yoongi hyung?"
"kau pasti akan tau sendiri jim"
"ne hyung, terima kasih sudah mendengarkanku" jimin tersenyum lebar.
'aku harus mencari tau semuanya, aku harus tau yoongi hyung itu sebenarnya siapa' pikir jimin
~to be continue~
.nulis fanfic apaan itu. maaf ya kalau alurnya makin gak jelas. jujur aja author nya ini juga bingung nulis apaan.
jangan lupa review nya
see you next chapter.
